
**Waktu pertemuan antara Zein dengan Papi Mami nya pun tiba untuk memberikan keputusan Zein dengan seseorang bernama Ruiinsya Ghania
" Ruii yang masih tetap elegan dan anggun walau dengan pakaian syar'i nya tapi tidak mengurangi kecantikan nya bahkan Jaysen yang tadi nya tak yakin dengan pilihan Tuan Zein tapi setelah Jay melihat Ruiinsya malam ini hanya bisa terpaku mulut nya kaku tidak bisa tuk berkata kata lagi sedangkan Tuan Zein sendiri mencoba menjaga pandangan nya terhadap Ruii karena Zein tahu bahwa Ruii tidak suka kontak mata langsung antara satu sama lain "
"Waw Nona Ruii ternyata aslinya cantik sekali, padahal semua nya tertutup dengan syar'i tapi aura nya tidak bisa di bohongi pasti semua orang yang melihatnya terkagum kagum (Adelia sedikit bergumam dalam Pikirannya)"
"Ehem.. (Zein berdehem melintas didepan Adelia yang sedang kagum melihat kecantikan Ruiinsya malam ini) tunggulah di luar.."
"Baik Tuan.. (Adelia segera meninggalkan Tuan dan Nona didalam ruangan gantinya)"
"Ruii, bagaimana perasaanmu malam ini apakah kamu sudah siap? (Zein memastikan kondisi Ruii agar tetap baik baik saja)"
"Apakah masih penting Tuan menanyakan hal itu ke pada saya, coba Tuan tanyakan sendiri pada diri Tuan sendiri! (Ruii mencoba berjalan sesuai arah waktu membawanya di situasi yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya)"
"Terimakasih Ruii, walau saya tahu berat buat kamu untuk di posisi ini tapi saya yakin ini benar benar jalan Tuhan untuk mempertemukan kita dan semoga Tuhan memberikan jalan kemudahan buat kita (Seru Zein dengan perasaan lembutnya terhadap Ruii)"
"Itu jalan Tuhan untuk Anda Tuan, terus seperti apa jalan Tuhan ke pada saya apakah saya mesti bisa tenang seperti Tuan lakukan sekarang atau saya harus berterima kasih kepada Eito karena semuanya berawal dari nya hingga kini"
"Ruii, ingat kalau saya ini Eito orang yang sama yang selalu kamu temui di taman saat itu, tolong untuk tidak memperdebatkan lagi masalah ini"
"Eito atau siapapun Anda, saya tidak pernah mau menyesali jalan Tuhan mempertemukan nya tapi saya sesali kenapa harus saya yang Anda libat kan dalam pilihan hidup Anda"
"Karena hanya kamu yang bisa menerima apapun keadaan saya hinggga saat ini, ketika orang lain di luar sana melihat dengan tatapan kasiahan, menyedihkan bahkan lebih ke menjijikkan tapi hanya kamu yang datang dengan rasa tulus Ruii, tidak ada alasan buat saya untuk tidak memilih kamu sebagai pendamping hidup! Dan sekarang kita harus siap siap untuk menemui papi dan mami, jangan sampai mereka menunggu dalam waktu yang lama"
"Zein pun pergi meninggalkan Ruii sendirian di dalam ruang tunggu, Zein segera keluar untuk menemui Jaysen "
"Ruii terdiam mulutnya seakan kaku ia hanya bisa mendengarkan apa yang Zein kataka, Ruii tahu ia merasakan ketulusan Zein itu nyata"
"Tak lama dari Tuan Zein keluar, Adelia kembali untuk menemani Nona Ruiinsya "
"Ehem.. Jay, bagaimana persiapan malam ini apakah semua nya sudah di tata sesuai rencana? (Persiapan nya di hotel milik keluarga ALVARO GROUP)
"Semua sudah siap Tuan sesuai dengan rencana yang sudah Tuan tugas kan"
__ADS_1
"Kamu yakin Jay apakah sudah kamu pastikan semua nya tidak ada yang tertinggal sedikit pun?"
"Siap sudah Tuan, semua sudah beres 100% (Jaysen menjawab dengan tegasnya)"
"Baik kalau begitu kita berangkat menuju hotel, ingat Adelia tugaskan untuk terus dampingi Ruii biarkanlah mereka berangkat dalam satu mobil karena saya tahu Ruii tidak akan mau pergi bersama jadi kita ikuti saja agar bisa menjaga mood Ruii biar tetap stabil "
"Iya Tuan saya mengerti"
"Okay, kalau begitu kita segera menuju hotel karena Papi Mami sedari tadi sudah menunggu saya disana tampaknya mereka juga penasaran dengan pilihan saya (Zein senyam senyum sendiri dengan sikap nya sendiri terhadap kedua orang tuanya)"
"Mari Tuan (Jay membukakan pintu mobil untuk Tuan Muda Zein)"
"Disisi lain ada Adelia dan Ruii sudah sedari tadi menunggu Zein dan Jaysen hanya tinggal diberi arahan dari Tuan nya yaitu Jaysen dan Tuan CEO utama Zein Eito ALVARO untuk menuju hotel seperti yang sudah di arahkan sebelum nya"
"Mari Nona Ruii kita menuju mobil yang sudah disiapkan, saya dapat perintah tugas kalau kita berangkat dalam mobil yang berbeda tapi tetap masih dalam pengawalan pribadi milik Tuan Muda Zein)"
"Emmm" (Ruii hanya mengikuti langkah Adelia yang mempercepat langkah nya)
"Karena Ruii terlalu fokus mengikuti langkah Adelia yang cukup cepat tanpa sadar Ruii pun hampir jatuh karena terinjak dengan gaun yang sedang Ruii kenakan malam ini dan dengan cepat pula Adelia menahan tangan Ruii yang hampir terjatuh. Dari kejauhan Tuan Muda Zein sedang memperhatikan Ruii yang baru saja ingin masuk kedalam mobil, Zein seakan terpesona melihat kecantikan Wanita pilihannya itu"
*
*
*
HOTEL ALVARO GROUP
"Tak tak tak... dengan deru suara langkah Zein memecah suasana hotel yang sepi dan tenang, semua pelayan beserta waiters berbaris dengan rapi mereka akan menyambut Tuan Muda Zein dengan senyum ramah dan dengan sikap hormat (sedikit menundukkan kepala)!"
"Kini Hotel ALVARO untuk sementara waktu tidak menerima pengunjung karena ada acara Tuan Muda Zein jadi setiap sudut hotel sudah ditata dan di persiapkan sedetail mungkin"
"Zein.. kamu sudah datang?" (Papi menyadari ke datangan anak laki laki nya)
__ADS_1
"Zein berbalik menoleh ke arah sumber suara dan segera mendekati papi yang sedang berjalan menuju ke arah Zein dan memeluk papi dengan erat"
"Maaf pi sudah menunggu"
"it's okay son"
"Pi, mami dimana?"
"Kita bicaranya nanti saja, sekarang kita ke ruangan kerja papi dan kamu bawalah wanita pilihan mu itu untuk menemui papi dan mami"
"Baik pi, segera Zein akan menyusul" (Papi pun kembali ke ruangan kerja)
"Zein dengan cepat menghubungi Jaysen untuk segera mengutus Adelia agar membawa Ruii ke dalam menuju ke ruangan kerja milik papi nya"
"Maaf Nona Ruii, kita sekarang di perintahkan untuk masuk ke dalam hotel dan menemui Tuan Muda Zein" (Adelia membukakan pintu mobil)
"Ruii tidak mengeluarkan satu patah katapun, turun dan melangkah pergi ke dalam hotel"
"Adelia mengajak Nona Ruii masuk lewat pintu belakang dan langsung menuju lift mereka tidak membutuhkan waktu lama, mereka sudah sampai didepan pintu ruangan yang sudah ditunggu oleh Tuan Muda Zein beserta Jaysen"
"Jaysen.. Adelia kalian cukup tunggu di sini, saya dan Nona Ruii masuk kedalam menemui Papi Mami kalian jangan pernah masuk dengan alasan apa pun sebelum saya memberi perintah langsung"
"Baik Tuan " (Adelia dengan cepat menanggapi)
"Siap Tuan" (Jaysen selalu siap setiap saat)
"Zein kini melangkah masuk ke dalam ruangan papi nya beserta Ruii yang mengikuti Zein dari belakang"
"Nona Ruii (Adelia memanggil seakan memberi isyarat kepada Ruii) semua pasti akan baik baik saja (Adelia menunjukkan senyum ramahnya)"
"Ruii membalas senyuman Adelia sedikit dengan anggukan pelan (Zein dan Ruii kini sudah masuk dan menutup rapat pintu ruangan milik papinya"
...****************...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...