
"Saat Adelia melintas di depan ruangan pribadi milik Tuan Muda Zein terlihat Tuan Jaysen baru saja keluar dari pintu ruangan Tuan Zein"
"Selamat malam Tuan"
"Malam.. apa yang ingin kamu laporkan?"
"Apakah Tuan Zein sudah tidur?"
"Ada urusan apa kamu ingin mencari Tuan Muda Zein, jika ada yang ingin kamu sampaikan bicara langsung dengan saya akan saya sampaikan ke Tuan Muda Zein"
"Maaf Tuan tapi saya harus bicara langsung dengan Tuan Zein"
"Tapi Tuan Zein baru saja masuk kamar ingin beristirahat kemungkinan tidak bisa di ganggu"
"Emmm.. baiklah kalau begitu Tuan, lebih baik saya kembali ke ruangan Nona Ruii takutnya terjadi sesuatu pada Nona (Adelia langsung berbalik arah untuk kembali ke ruangan Ruii)"
"Tunggu Adelia, apa maksud kamu dengan perkataan takut terjadi sesuatu? memangnya apa yang sudah terjadi sama Nona Ruii?"
"Saya tidak bisa mengatakan nya dengan Tuan Jay, saya ingin menyampaikan langsung ke Tuan Zein"
"Zein yang mendengar keributan dari luar pintu kamarnya membuat Zein merasa khwatir akan sesuatu yang sudah terjadi"
"Kreeek (Tuan Zein membuka pintu ruangan nya) apa yang kalian lakukan di depan pintu ruangan saya, jika tidak ada kepentingan lain menjauh lah dari ruangan ini, saya butuh istirahat cukup"
"Maaf Tuan jika obrolan kami ini sudah lancang mengganggu istirahatnya Tuan Zein, saya hanya ingin menyampaikan hal penting mengenai Nona Ruii Tuan"
"Ruii? ada apa dengannya Adelia, cepatlah katakan! (tampak Tuan Zein sangat panik)"
"Keadaan Nona baik baik saja, tapi saya merasa khawatir dengan keadaan mental Nona Ruii, Tuan (Adelia tertunduk mengatakannya)"
"Sekarang Ruii dimana?"
__ADS_1
"Ada di kamarnya Nona Ruii, Tuan. Sesampainya kami di ruangan milik Nona Ruii dan setelah saya tinggalkan Nona di kamar sendiri an, terdengar Nona menangis begitu kencang Tuan ada yang ia katakan tapi saya tidak terlalu jelas mendengar nya tapi seingat saya Nona bicara "Aku nggak sanggup, kemana aku harus pergi" kurang lebih seperti itu Tuan yang saya dengar sebenarnya masih banyak lagi yang Nona katakan tapi tidak terlalu jelas sebab Nona sambil menangis (Adelia menyampaikan nya begitu sedih dan khawatir)"
"Biarkan dulu untuk sementara waktu Nona Ruii meluapkan sedih dan kecewa nya takutnya jika kita menanyakan perasaan nya saat ini malah membuatnya makin terpuruk, kamu kembali lah keruangan Nona Ruii pastikan semuanya tidak terjadi apa apa!
"Baik Tuan, kalau begitu saya pemisi balik ke ruangan Nona Ruii.. sekali lagi maafkan saya sudah mengganggu istirahat Tuan Muda"
"Hemmm.. Jay tolong cek lagi semua persiapan besok pagi, saya tidak mau ada kesalahan apa lagi kekurangan"
"Baik Tuan, saya mengerti.. kalau begitu saya juga izin untuk melihat dan mengecek situasi terbaru"
"Tuan Muda pun masuk kembali ke ruangannya, Adelia balik ke ruangan milik Nona Ruii dan Jay kembali untuk mengecek persiapan untuk besok pagi"
*
*
*
"Pagi ini Sudah sebagian tamu yang hadir dan pasti orang orang terdekat saja salah satunya keluarga ibu Rina yang sejak malam sudah ada di hotel untuk bermalam hanya saja tidak diberi tahu kan kepada Ruii takutnya malah membuat hati Ruii makin sedih jadi keberadaan ibu Rina di rahasiakan atas perintah Tuan Muda Zein"
"Megah sekali ya pak tempatnya, Ruii anak baik tidak salah jika ia mendapatkan hal hal baik dari hasil perjalanan hidupnya"
"Namanya nasib siapa yang tahu buk, Ruii sendiri mungkin nggak nyangka bisa jadi sama orang paling sukses di kota S ini dan kita beruntung bisa jadi bagian perjalanan hidup nya Ruii"
"Ibu ibu (ke dua anak perempuan ibu rina) coba lihat yang pakai kursi roda itu seperti pangeran ya buk"
"Itu calon suami kak Ruii nak! (ibu memperjelas yang di maksud anak anak ibu Rina)"
"Terus kak Ruii nya dimana buk, sudah kangen banget adek sama kak Ruii buk (merengek sedih karena sudah beberapa hari tidak bisa bertemu langsung dengan Ruii semenjak kejadian rumah di gusur dan di pindahkan di tempat yang lebih layak dan besar)"
"Tak lama Ruii pun datang dengan di dampingi oleh Adelia yang sejak malam setia menemani Ruii dan menunggu nya takut terjadi sesuatu dengan Nona nya"
__ADS_1
"Lihat dek (anak paling besar ibu Rina)"
"Itu kak Ruii ya kak, MasyaAllah cantik banget buk.. lihat deh pak, adek nanti mau kayak gitu juga"
"Iya ya dek, kak Ruii persis peri peri di Film"
"Kaka Ruiiiii (Si adek pun berlari mendekat ke arah Ruii yang sedang berjalan menuju podium pernikahan) dan dengan cepatnya sampai terus memeluk tubuh Ruii (tadi nya adek di halangi oleh Adelia tapi di berikode oleh Tuan Muda nya untuk membiarkan mereka sejenak) "
"Adek, ibu sama yang lain dimana? kaka kangen banget sama kalian"
"Adek juga kangen banget sama kakak! (Adek pun menangis sedih) ibu, bpk dan kakak ada di sana kak (menunjuk ke arah tempat duduk milik ibu, bapak dan kakak ny)"
"Untuk mempelai wanita harap segera hadir di podium pernikahan karena acara akad nikah akan segera di mulai, dan mempelai laki laki apakah sudah siap lahir batin?"
"Dengan mengucap bismillah saya sudah siap lahir batin!" (Zein menjawab dengan yakin dan setulus hati tanpa beban)"
"ZEIN EITO ALVARO dan RUIINSYA GHANIA kedua mempelai sudah berada di podium pernikahan maka kita bisa segera memulai acara nya (Ruii anak yatim piatu tidak memiliki keluarga dekat jadi walinikah nya di wakilkan kepada suami ibu Rina sebagai orangtua angkat Ruii dan keluarga terdekat Ruii saat ini)"
"Acara akad nikah Zein dan Ruii pun berlangsung dengan suci dan sakral semua tamu mendo'a kan kedua mempelai Sakinah Mawaddah Warahmah, kini Zein dan Ruii sudah SAH menjadi suami istri"
"Setelah acara sakral selesai ada sebagian tamu untuk memberikan ucapan selamat langsung ke pada kedua mempelai tapi ada hal yang membuat perhatian Zein seakan terperangah yaitu hadir nya kedua orangtua Zein kalau bukan Papi dan Mami yang khusus datang menghadiri pernikahan anak kesayangan mereka"
"Ruii.. Papi sama Mami ada disini mereka datang buat kita (begitu senangnya perasaan Zein hari ini dengan kehadiran ke dua orang tuanya)"
"Alhamdulillah.. semoga ini tanda dari Allah SWT bahwa pernikahan ini benar benar di ridhoi dan di restui sama Nyonya dan Tuan besar Aamiin (Seru Ruii dengan lembut)"
"Aamiin. Ehem Ruii kita ini sudah SAH jadi suami istri jadi jangan lagi ya panggil Mami sama Papi dengan sebutan Nyonya dan Tuan besar, Ok! ingat mereka sekarang sudah jadi orang tua nya kamu! (Zein mentoel hidung mancung nya Ruii)"
"Maaf, belum terbiasa! semoga kedepannya saya bisa membiasakan diri (Ruii masih rasa canggung dengan kondisi yang sangat baru seperti ini untuk waktu yang cukup cepat bagi Ruii terlalu dini buat diri nya tapi apa boleh buat ini sudah bagian dari jalan hidupnya)"
...****************...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...