HANYA RINDU

HANYA RINDU
Bab. 34


__ADS_3

*Diwaktu yang sama di tempat yang berbeda Adelia sebagai asisten pribadi nya Jaysen sedang menemui Ruiinsya untuk melakukan tugas nya seperti yang di arahkan sebelumnya oleh Tuan Jay


**Diruangan perawatan pribadi milik Tuan Muda Zein tampak Adelia sedang menuju ruangan Ruii


"Permisi Suster"


"Iya.. Ada yang bisa saya bantu kak (sapaan Suster ke Adelia)"


"Mau menemui Nona Ruiinsya, apakah sudah bisa di jemput?"


"Bisa kak, mari saya antar keruangan Nona Ruii"


"Adelia mengikuti langkah Suster untuk menuju ke ruangan Nona Ruii, tidak perlu waktu lama merekapun telah sampai di ruang perawatan Ruii yang terlihat sedang tiduran sambil bengong di atas kasur "


Tok


Tok


Tok


"Permisi Nona, ada yang ingin ketemu (suster terlebih dulu melapor ke Ruii)"


"Ruii hanya diam saja karena kondisi nya susah diajak ngobrol yang tampak lemah sekarang hanya bisa menerima keadaan seperti apapun"


"Selamat siang Nona Ruii (Adelia menyapa)"


"Siang juga (Ruii membalas sapaan Adelia)"


"Maaf Nona mengganggu waktu nya, saya Adelia asisten pribadi dari Tuan Jaysen di utus untuk menemui Nona Ruii"


"Hmmm... " (Ruii tanpa sanggahan)


"Bagaimana dengan keadaan Anda Sekarang Nona, apakah sudah enakan? (Adelia berusaha mengembalikan mood Ruii)"


"Emmm.. jika saya ingin memilih lebih baik saya tidak baik baik saja (Ruii berkata dengan rasa pesimis dan kecewa)"


"Nona jangan berbicara seperti itu (Adelia coba menimpali ucapan Ruii)"


"Maaf Nona Ruii, saya permisi dulu jika ada yang di perlukan cukup panggil saja, saya ada diruang sebelah (suster mencoba pergi keluar ruangan Ruii karena menyadari jika pembicaraan mereka sedikit privasi)"


"Baik sus, terimakasih (Ruii melempar senyum ramah kepada suster)"


"Suster pun pergi dengan meninggalkan Ruii dan Adelia di dalam ruangan perawatan"

__ADS_1


"Katakan lah perintah apa yang Tuan Anda utus untuk menemui saya? (Ruii mencoba tidak basa basi kepada Adelia)"


"Maaf sebelumnya, apakah Nona masih ingat dengan saya saat di taman? (Adelia menatap pekat wajah Ruii)"


"Sudah saya duga (Ruii sudah menduga nya)"


"Maksudnya, Nona sudah mengetahui semuanya? Maaf Nona bukan maksud saya untuk terlalu ikut campur tapi percayalah Nona kalau Tuan Muda Zein tidak main main untuk masalah satu ini dan saya yakin Tuan Muda Tulus terhadap Nona walaupun dengan cara seperti ini " (Adelia coba untuk meyakinkan Ruii terhadap Tuan Zein)


"Terus kalian tahu seperti apa perasaan saya saat ini? (memalingkan wajah)"


"Saya tahu Nona sudah pasti kecewa dan terluka setelah mengetahui semuanya paling tidak Nona belum terlambat untuk memikirkan bagaimana semua ini akan berakhir dengan bahagia"


"Berakhir dengan bahagia yang seperti apa yang Anda maksud, menikah terus tinggal bersama? HEM.. Saya pikir konsep nya tidak semudah itu.. Jika pun Anda di posisi saya apakah Anda akan bisa berbicara lantang seperti ini, saya yakin nggak!"


"Kreeek.. pintu ruang perawatan Ruii terbuka"


"Selamat siang Tuan Muda Zein, Maaf saya belum bisa membujuk Nona Ruii untuk bersiap siap"


"Hmmmm.. (tangan Zein memberikan kode kepada Jay dan Adelia untuk pergi tinggalkan ruangan dan membiarkan Tuan Muda Zein dan Ruii dalam ruangan tersebut)"


"Baik Tuan, kami permisi (Jay dan Adelia pun pergi meninggalkan ruang perawatan Ruii)"


"Sekarang hanya tinggal Zein dan Ruii"


"Sudah dari awal saya katakan Tuan, saya akan mengikuti apapun yang sudah Anda perintahkan jika itu bisa menjadikan semua nya akan baik baik saja "


"Coba sekali ini saja lihat mata saya Ruii (Zein mendekat dan tetap duduk di kursi roda milik nya mencoba meraih tangan Ruii tapi ternyata tidak semudah apa yang Zein pikirkan, Ruii menarik cepat tangan nya )"


"Maaf Tuan kita seharusnya tidak seperti itu, ingat kita belum menjadi siapa siapa dalam satu ruangan seperti ini pun tidak seharusnya berdua dengan bukan muhrimnya tapi saya masih tetap menghormati Anda sebagai Boss atau CEO disini (Ruii berbicara tapi tidak menatap apa lagi saling kontak mata satu sama lain)"


"Saya hanya ingin meyakinkan kamu itu saja, jika saya berniat buruk tidak mungkin saya berbuat sejauh ini ke kamu Ruii (memperjelas)"


"Saya menyayangkan semuanya kenapa harus seperti ini, kenapa Eito itu adalah kamu (Ruii menutup wajahnya dengan bantal ia menangis tanpa suaranya terdengar)"


"Maaf Ruii, saya tidak mau kehilangan kamu jadi tolong sekali ini saya harap kamu tidak menolak niat tulus saya ke kamu (Zein terus menatap ke arah Ruii walau Ruii tidak pernah melihat Zein sedikitpun)"


"Ruii seketika turun dari tempat tidurnya dan melangkah ke arah pintu keluar"


"Kamu mau kemana Ruii, ingat kondisi mu belum stabil, saya khawatir nanti kamu.. (perkataan Zein pun terhenti)"


"Saya mau menemui Adelia ingin segera siap siap untuk nanti malam, bukankah makin cepat makin baik (Ruii pergi tanpa menoleh ke arah Zein)"


"Tapi kondisi kamu..? "

__ADS_1


"Tak ada guna nya juga saya berlama lama disini kalau keberadaan saya selalu di buru, jadi apa beda nya saya di rawat tapi di kepungi dengan segala pertanyaan dan saya sudah mengerti bahwa permasalahan ini kunci nya hanya di saya, jadi saya harap Tuan tidak lupa dengan apa yang sudah menjadi kesepakatan Tuan terhadap saya"


"Zein tidak bisa berkata kata lagi, hanya coba untuk tidak memperkeruh masalah membiarkan Ruii melakukannya dengan lapang dada bukan karena desakan"


"Kreeekk Ruii membuka pintu ruangan nya"


"Adelia" (Ruii dengan tegas)


"Saya Nona" (sedikit menundukkan kepalanya)


"Apa yang harus kita lakukan sekarang"


"Mata Adelia seketika terbelalak mendengar perkataan Ruii barusan dan melirik ke arah Tuan Jaysen dan mengarah ke arah Tuan Muda Zein yang selaku CEO utama seperti meminta isyarat ke pada Tuan Tuan nya"


"Ehemm.. Adelia ajaklah Nona ke tempat yang sudah di jadwal oleh Team desainer (seru Jay memberi titah ke asistennya)"


"Baik Tuan.. kalau begitu saya dan Nona permisi"


"Tunggu dulu (Zein menghentikan langkah Adelia dan Ruii)"


"Ya Tuan Muda Zein (Adelia sedikit menundukkan kepalanya)"


"Pastikan dulu kondisi tubuh Nona Ruii dalam ke adaan Fit jangan membuat Nona capek apalagi sampai tubuh nya drop"


"Baik Tuan, saya mengerti (perkataan tegas Adelia kepada Tuan Muda Zein)"


"Jangan khawatir saya pastikan rencana Tuan akan berjalan seperti yang Tuan harapkan, ayo Adelia (Tegas Ruii)"


"Baik Nona.. permisi Tuan Muda Zein dan Tuan Jaysen" (Adelia pun pergi mengikuti Ruii dari belakang tampak Adelia masih binggung dengan sikap Ruii yang beranikan diri untuk bersikap**)


"Adelia yang menemani Ruii untuk menyiapkan segala perlengkapan dari ujung rambut sampai ujung kaki sesuai perintah dan arahan dari Tuan Jay maupun dari Tuan Muda Zein langsung dan ternyata membutuhkan waktu cukup lama untuk menunggu dan mempersiapkan segala nya agar terlihat sempurna hanya karena memberikan kesan terbaik tanpa celah dikit pun di hadapan Tuan besar dan Nyonya besar"


"Sungguh beruntung mereka berdua bertemu, semua tampak serasi dan saling melengkapi semoga mereka benar benar berjodoh yang di diberi kan Tuhan kepada mereka. Aamiin (Adel bergumam dalam hati dan pikiran nya dengan harap)


...****************...


ikuti terus ya cerita Ruiinsya Ghania


Maaf lagi slow update karena lagi ada kerjaan yang lebih penting (sok sok sibuk niru Tuan Zein) 🤭🤭🤭


jangan lupa like, coment, saran kritik


terimakasih yang sudah mampir dan setia membaca karya saya

__ADS_1


salam silaturahmi 🤗🤗


__ADS_2