HANYA RINDU

HANYA RINDU
Bab. 18


__ADS_3

*Diruangan OFFICE Girl tampak Nia dan teman yang lain sedang asik ngobrol perihal kedatang an Tuan Besar ALVARO ke kantor mereka karena banyak yang belum tau seperti apa sosok Tuan besar Pemilik ALVARO GROUP


"Jadi tadi itu Tuan besar ALVARO si CEO utama ALVARO GROUP ya, memang beda ya kalau Aura keluarga CEO sangat beribawa sekali belum lagi istri dari Tuan besar, ehmmm walau tampilan nya tampak sederhana tapi tetep Aura istri CEO itu tidak bisa dipungkiri bersinar (pembicaraan dari salah satu staf senior OFFICE Girl)"


"Ngomong ngomong itu calon istri nya Tuan Zein kah?" (Nia bertanya ke pada Staf senior OG)


"Denger Denger gitu sih, cantiiik banget dah.. tapi sayang nya jutek banget, gak kebayang nih ya itu bener bener jadi Nyonya Zein tamat nasib kita yang kerja nya suka nanti nanti alamat di suruh Resign.. ya gak? (Staf senior bergumam di depan junior)"


"Tampak Ruii dengan wajah tertunduk lesu saat hendak memasuki ruang OFFICE Girl"


"Haiii Ruii, gimana tugas kamu nganterin Juss si Nona calon istri nya Tuan Zein?" (Nia tampak bertanya)


"HAH.. jadi itu calon istri nya Tuan Zein?" (Ruii terperangah mendengar perkataan Nia)


"Jadi kamu belum tau .. (mendekati Ruii)"


"Ruii hanya mengeleng gelengkan kepala"


"WHAT, KAMU PERGI KE RUANGAN TUAN ZEIN? Siapa yang menyuruh mu ke ruang Utama Tuan Zein?" (Kak Lena bertanya tampak dengan wajah marah karena sudah di ingatkan oleh ibu Nella sebelumnya)


"Nona Jen kak, yang kata nya calon istri Tuan Zein .. itu baru san Nia yang kasih tau" (bicara dengan nada gemetar)


"Bisa bisa nya kamu tanpa laporan sebelumnya, kenapa siiii kamu ini Ruii selalu saja sering buat masalah, ujung ujung nya kami yang akan kena imbas nya.. (Kak Lena tampak sangat kesal)


"Salah nya dimana kak, Ruii gak tau.. karena di beri perintah langsung sama Nona Jen itu pun saya harus cepat mengantarkan nya kak.. Maaf jika sikap Ruii sedikit gegabah" (Ruii menunduk)


"Kamu lihat siapa saja di dalam ruangan tadi, bagaimana sikap mereka, sudah pasti terganggu dengan kehadiran kamu, benar begitu? (Kak lena memastikan)


"Yang pasti Tuan Jay yang bersikap panik Kak, karena kehadiran saya tiba tiba masuk ke dalam ruang Utama Pribadi CEO tapi Nona Jennica yang menjelaskannya, tapi Ruii tak lama kok kak dari itu langsung keluar dari ruangan" (Ruii tampak gugup karena dapat teguran dari ketua OG)


"Kalau dari kejadian ini saya atau pun ibu Nella di panggil terkena teguran oleh Tuan Jay atau pun CEO langsung, ingat ya kamu juga gak bakal aman di sini.. Faham kamu!.. Berani berani nya, di dalam Ruangan itu ada Tuan besar dan Istri, Calon Mertua beserta calon istri Tuan Zein.. dengan santai nya kamu masuk ke Ruangan itu (Lena menginggat kan)"


"Maaf kak jika Ruii lancang, apakah yang duduk di kursi roda itu adalah CEO ALVARO GROUP..?"

__ADS_1


"Jadi kamu ini benar benar tidak tau?" (Kak Lena tampak heran)


"Ruii kembali menggeleng geleng kan kepala"


"Benar itu Tuan CEO kita, nama lengkapnya itu Tuan ZEIN EITO ALVARO pemilik ALVARO GROUP disini, harap kamu ingat ingat itu jangan sampai bertanya lagi.. kamu faham!"


"(Ruii tampak benggong, menginggat nama Tuan Muda yang sering Ruii temui di Taman itu).. Tuan EITO apakah mereka orang yang sama (Ruii ber bisik dalam diam nya)"


"Heiii... malah benggong, kamu dengar tidak apa yang saya katakan tadi .. Hemmm? (sedikit mem bentak Ruii)


"i-iyaa kak, saya faham, tidak akan saya ulangi lagi (sedikit menundukkan kepalanya)"


"Sudah, semua nya lanjutkan kerja kalian, ingat di kantor kita sedang ada Tuan Besar beserta keluarga calon istri Tuan Zein jadi kalian tunjuk kan loyalitas dan kualitas kerja kalian, ok!"


"Ok.. kak Lena.. kami izin melanjutkan pekerja an kami" (Semua OFFICE Girl pun keluar ruangan untuk melanjutkan pekerjaan masing masing)


"Ya ya ya.. (kak Lena pun kembali ke ruangan nya)"


*


*


*


"braakkk.. (barang barang yang Ruii bawa jatuh berserakan)"


"Heiii..Kamu kenapa?(berhenti memastikan sikap Ruii).. emmm, kamu bukan nya OG yang belajar naik lift itu, ya kan.. (melihat Ruii sedang sibuk memungut barang barang yang berserakan)"


"Maaf Pak, saya tidak sengaja.. (berkali kali menundukkan kepala nya)"


"Sudah sudah.., memang nya kamu sedang mikiri apa sampai jalan pun bisa menabrak orang tapi gak berasa, Hemmm (sambil membantu Ruii)"


"Gak usah repot bantuin pak, biar saya saja ini sudah pekerjaan saya (secepatnya membereskan segala perlengkapan yang Ruii bawa)"

__ADS_1


"Kamu belum jawab, siapa tau saya bisa bantu (Reno bersikap ramah)"


"Gak ada pak, mungkin faktor sedikit lelah jadi sering gak fokus .. (menunduk kan kepala nya)"


"kamu belum makan siang?.. bagaimana kalau kamu temani saya makan siang di kantin kebetul an saya baru saja mau makan siang" (Reno pun mencoba menawarkan Ruii)


"Terimakasih pak atas tawaran nya, kebetulan pekerjaan saya belum selesai jadi biar selesai kan dulu pekerjaan nanti baru istirahat makan"


"Sudah.. biar saya yang akan melapor ke kantor OG, jika ada yang menegur kamu biar saya yang akan bertanggung jawab" (Membantu membawa kan


"Maaf pak jika saya lancang bukan maksud saya menolak, tapi lihat pak saya hanya OG apakah bpk tidak malu makan bareng sama OG seperti saya"


"Jangan nolak, saya tak mau mendengar alasan, apa kamu gak lihat diri kamu sudah tampak lemas seperti itu masih mau bertahan, jika pekerjaan kamu tidak beres dan rapi bukan nya nanti jadi masalah baru buat kamu" (Reno memperjelas)


"Tapiii pak (Ruii binggung)"


"Tanpa bicara panjang, Reno menarik tangan Ruii untuk masuk ke dalam Lift menuju lantai 1, tepatnya ke kantin untuk makan siang bersama dan meninggalkan semua peralatan kerja Ruii di ruangan kerja Reno"


"Pak, saya hanya menemai anda makan saja kan gak akan lama? (Ruii berbicara sambil melihat kanan kiri takut di lihat senior OG)"


"Kamu gak perlu khawatir, kalau pun ada yang melihat kamu di jam kerja nanti saya yang akan menemui kepala OG.. dan kamu disini tidak untuk melihat saya makan tapi untuk makan bersama"


"Ba-baik pak (menundukkan kepala nya)"


"Tampak dari kejauhan terlihat Tuan Zein dan Jay memergoki Ruii dan Reno sedang keluar lift bersama dan menuju ke tempat yang sama tanpa terlihat rasa canggung antara mereka"


"Jay, apakah ini masih jam kerja OG atau Jam istirahat OG? kenapa Ruii bisa pergi bebas keluar seperti itu dan nampak nya ia pergi bersama se seorang.. apakah kamu tau, dengan siapa Ruii pergi? (Zein mendikte)"


"Iya Tuan, Dia adalah Reno yang bertugas jadi ketua bagian Managemen Pemasaran di kantor ini.. memang orang nya ramah dengan karyawan yang lain" (Jay menjelaskan)


"Tapi tidak berlaku untuk Ruii, setelah ia kembali suruh Reno itu menghadap saya (Zein pun balik ke ruangan utama nya setelah mengantar Papi dan Mami beserta tamu Mami nya ke hotel)"


...****************...

__ADS_1


BERSAMBUNG 🥰


__ADS_2