HANYA RINDU

HANYA RINDU
Bab. 39


__ADS_3

"Zein dan Ruii menemui Mami dan Papi Zein"


"Mami.. Papi.. " Zein pun mencium tangan kedua orang tua nya dan memeluk dengan kehangatan


"Nyonya.. Tuan.." Ruii mengikuti apa yang suami nya lakukan ke pada ke dua orang tua nya tapi sayang nya Mami belum menerima seutuhnya Ruii terlihat dari cara Mami melihat Ruii dengan rasa kesal


"Nak.. kamu sudah jadi istri SAH nya Zein jadi jangan panggil kami dengan sebutan Nyonya dan Tuan bukan begitu Mi" tegas Papi


"Hem.. suka suka Papi aja lah, Mami kesini buat anak laki laki Mami tersayang" seru Mami


"Terimakasih Mi Terimakasih Pi, Zein sama Ruii merasa sangat senang dan bahagia karena ada nya Mami sama Papi di acara penting kami ini"


"Ruii juga mau ucapkan terimakasih banyak, Ruii merasa punya keluarga yang utuh punya kedua orangtua seperti Tuan dan Nyonya" tegas Ruii


"Ruii.. Papi sama Mami, Nak" tegas Papi


"Terimakasih Papi .. Terimakasih Mami " Zein pun memeluk tubuh istri nya yang tampak lemah


"Sudah sudah masak acara bahagia kalian harus bersedih seperti ini" Seru Papi


"Hehehe.. Maaf Pi Maaf Mi Kami terharu" seru Zein


"Zein, setelah ini kalian punya rencana apa nak? Apa masih menetap di kota S atau di kota X" seru Papi ke Zein


"Maaf Pi nanti kita lanjut kan pembicaraan nya di ruang Zein aja, ini Zein mau kasih perintah ke Jay biar dia saja yang handle acara ini tampak nya Ruii sudah kelelahan"


"Baik lah kalau begitu Papi sama Mami tunggu di ruangan kamu aja" seru Papi


"Mami mau balik ke kamar aja dulu Pi, sepertinya Mami juga perlu istirahat" tegas Mami


"Mami mau pun Papi sama sama pergi ke ruangan masing masing tidak untuk menemui para tamu undangan mengingat mereka hanya menghadiri acara sakral Zein untuk menjadi bagian dari ke bahagiaan anak semata wayang mereka"


"Saat ini Zein sudah berada di kamar pengantin yang sudah di siapkan oleh Tim Even Organizer"

__ADS_1


"Kenapa kita masuk bukankah acara nya belum selesai" seru Rui


"Sudah sekarang lebih baik istirahat dulu disini, jangan buat suami mu ini khawatir ya" dengan lembut Zein mengelus kepala Ruii


"Iya Tuan (sambil Ruii menganggukkan kepala)" seru Ruii


"Ulangi sekali lagi!" Zein mendekatkan wajahnya dengan kesalnya karena mendengar Ruii sudah panggil suami dengan sebutan Tuan


"Maaf.. saya belum terbiasa.. saya nggak akan ulangi lagi" Ruii tertunduk canggung karena berhadapan langsung dengan wajah Zein


"Heem.. di Maaf kan lain kali jangan panggil itu lagi ya sekarang kita sudah SAH jadi suami istri cukup panggil yang buat kamu nyaman.. Cup" Zein mencium pucuk kepala Ruii dengan lembut terlihat Ruii tiba tiba terdiam dan kaku setelah mendapat kecupan lembut dari Zein


"Ya sudah kamu istirahat saja dulu ya, saya mau bicara sama Papi di ruangan sebelah setelah itu kita akan pergi ke suatu tempat"


"Pergi? kemana?" seru Ruii yang penasaran


"Nanti juga kamu tahu, sekarang istirahat dulu disini ya" titah Zein


"Ruii menganggukkan kepala nya dengan pelan"


"Obrolan Papi dan Zein"


"Jadi apa yang sudah kamu rencanakan setelah ini Zein" tegas Papi


"Setelah acara ini Zein berencana akan pergi ke suatu tempat Pi, Zein yakin setelah acara hari ini akan ada orang orang dari utusan LUIS atau pun OSCAR tidak tinggal diam takut nya Ruii di libat kan oleh mereka untuk mempropokator Zein dalam kinerja perusahaan ALVARO GROUP dan itu akan berbuntut panjang" ke khwatiran Zein yang mendetail


"Sampai kapan Nak? apa kamu terus menghindari semua nya ini?" tegas Papi


"Nggak Pi, tunggu Zein benar benar siap dan ini sudah Zein perkiraan sejak lama sebelum ambil keputusan untuk menikahi Ruii percayalah Zein dan Jaysen sudah buat rencana walaupun kita belum tahu apakah akan berhasil atau tidak tapi untuk sekarang Zein ingin bawa Ruii pergi dari kota ini Pi"


"Baik lah kalau begitu, kamu aturlah mana baik nya jika ada kendala secepatnya kamu kabari Papi ya Zein, Papi selalu mendukung mu!" tegas Papi


"Terimakasih Pi, yakin lah Pi Zein tidak akan mau mengecewakan ALVARO GROUP"

__ADS_1


"Papi percaya itu, Nak! Tapi sebelum pergi temui lah dulu Mami biar tidak ada ke khwatiran Mami yang berlebihan terhadap mu, semalaman Mami mikirin perasaan nya terhadap pernikahan kamu yang terkesan mendadak ini Nak tapi percayalah sebenarnya Mami tidak benar benar membenci istri mu Ruii" Papi mempertegas panjang lebar


"Baik Pi nanti Zein sekalian ajak Ruii menemui Mami langsung, Zein izin balik ke kamar dulu Pi karena Ruii sedang istirahat dari kemarin Ruii belum mau makan" seru Zein


"Kalau begitu Papi juga mau balik ke ruangan kerja Papi, masih banyak pekerjaan yang belum Papi tuntaskan" Papi dan Zein pun sama sama pergi meninggalkan ruangan tersebut


"Zein kembali ke ruangan pribadinya yang sudah di tunggu sama Ruii, sang istri yang sekarang sedang beristirahat di kamar"


"Kreek.. Zein membuka pintu kamar terlihat Ruii hanya berdiam diri sedangkan makanan yang ada di atas nakas nya tidak sedikit pun ia makan"


"Ruii, Kenapa makanan nya nggak di makan? dari semalam kamu lebih banyak diam dan nggak mau makan sedang mikirin apa?" tutur Zein


"Nggak mikirin apa pun, saya hanya melakukan kewajiban sebagai istri untuk melayani segala keperluan suami termasuk menunggu suami biar bisa makan bersama"


"Baik kalau begitu mulai sekarang kita harus biasakan untuk makan bersama mulai dari pagi itu sarapan terus makan siang makan malam.. bagaimana kamu siap?" seru Zein


"Siap" Ruii dengan malu malu


"Apakah kita bisa mulai makan nya? karena kita segera pergi semua perlengkapan sudah di siap kan sama Jaysen dan Adelia jadi tidak perlu di pikirkan tapi selesai makan ini kita temui Mami dulu ya agar perjalanan kita lebih di ridhoi sama Allah SWT. Aamiin "


"Aamiin ya robbal'alamiin, Tapi apakah Mami mau menerima keberadaan saya karena saya belum berani untuk berhadapan langsung"


"Jangan Khawatir, Mami itu sebenarnya tidak sekejam yang kamu pikirkan bagaimana pun saya adalah anak nya dan sudah menjadi suami SAH kamu jadi tidak mungkin Mami masih berpikiran untuk tidak merestui pernikahan anak nya, ini hanya butuh waktu saja dan kita harus bisa sabar supaya Mami benar benar bisa menerima pernikahan kita dan menerima kamu seutuhnya di dalam keluarga besar ALVARO" Tegas Zein dan seraya mengusap wajah sedih Ruii


"Ruii mengerti dan akan terus membiasakan diri untuk terus belajar memahami keluarga baru buat Ruii" seru Ruii


"Mari makan" titah Zein segera


"Zein mau pun Ruii melakukan rutinitas makan siang nya bersama dengan sikap canggung sebab belum terbiasa satu sama lain tapi bagi mereka ini hal baru dan akan menjadi kebiasaan baik"


...****************...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2