
"Ruii masih di ruangan ibu Nella, tampak raut wajah Ruii begitu sedih karena merasa takut Traning nya di hentikan dan ia tidak bisa bekerja lagi seperti biasa "
"Kamu masih bisa bekerja disini seperti biasa, pekerjaan kamu rapi dan kamu juga ringan tangan sering menolong orang orang di kantor ini tanpa pamrih.. teruskan kebaikan kamu ya, jangan pernah berubah karena hanya sesuatu hal yang tidak kamu sukai atau apapun.. (ibu Nella memberikan motivasi positif buat Ruii)"
"Terimakasih ibu.. Ruii janji akan lebih hati hati"
"Ya sudah sekarang tugas kamu apa?"
"Tugas saya hari ini sudah tuntas buk, ini waktu nya pulang ganti shift dengan yang lain"
"Ow begitu.. hati hati di jalan ya"
"Baik buk.. sekali lagi Ruii ucapakan terimakasih ke ibu .. sudah izinin Ruii masih tetep kerja disini (menundukkan kepala nya)"
"iya sama sama (memberikan senyum ramah)"
"Ruii pun keluar dari ruangan ibu Nella dengan sedikit rasa lega karena masih di berikan kesempatan untuk bekerja seperti biasa nya walau masih sebagai pekerja Traning OFFICE Girl "
"Gimana Ruii, apa kata ibu Nella..?? (Nia memastikan)"
"Alhamdulillah, aku masih bisa kerja disini, pesan Tuan Jay lain kali harus hati hati jangan sampai lalai dan ceroboh (berbicara dengan nada lemas)"
"bagus dong, tapi kenapa kamu jadi gak semangat gitu Ruii.. harusnya kamu tambah semangat memanfaatkan kesempatan ini lebih baik lagi, sebuah kesalahan itu wajar tapi jangan di jadi kan suatu pembenaran tapi sebagai pembelajaran.. bener gak? (Nia memberi motivasi positif ke Ruii biar bisa semangat lagi seperti biasanya)"
"Terimakasih Nia sudah kasih suport ke aku, semoga semua ini pertama dan terakhir" (harapan Ruii jangan sampai terjadi lagi)
"Aamiin (Ruii dan Nia berucap secara bersamaan)"
"udah yok.. kita pulang nanti keburu macet, beberapa hari ini Nia sering kejebak macet jadi sampe di rumah hampir magrib.. (nia ingin pulang lebih awal karena sering kedapatan macet di jalan, Nia membawa motor untuk berangkat dan pulang kerja sedang kan Ruii hanya berjalan kaki untuk pergi dan pulang kerja tapi Ruii tidak pernah mengeluhkan semua itu bahkan malah selalu bersyukur masih bisa bertahan hidup di kota sebesar ini )
"Ya udah yok.. (mereka pun berpisah saat di pintu keluar dan mereka ke arah masing masing)"
"Hari ini Ruii tidak seperti biasanya, Ruii biasanya pulang dengan hati dan rasa tenang tidak untuk hari ini Ruii seakan kwatir dengan pekerjaan nya yang seakan terancam selesai.. Ruii tidak ingin langsung pulang, ia ingin duduk di taman tempat biasa Ruii dan Eito (Tuan Muda yang Lumpuh) duduk bersama, Ruii ingin menceritakan hal hal yang meng kwatir kan untuk nya hari ini ke Eito "
__ADS_1
*Di Taman Kota
"Hmmm.. kenapa suasana hari ini tampak beda sih, dari pagi gua gak melihat sosok Tuan Muda itu dan sekarang pun sosok nya juga tak terlihat.. saat saat seperti ini gua butuh teman buat cerita, buat berbagi.. tapi dia pun tak nampak di sini mungkin kah dia benar benar pergi, seperti yang pernah Eito katakan terakhir dengan suasana yang indah itu.. (mengenang terakhir bertemu dengan Eito) .. jika pun seperti itu, saya gak punya hak untuk memastikan akan bertemu lagi dengan kamu Eito.. (Ruii bergumam dalam hati nya sembari mata nya mencari cari sosok Eito di taman itu)"
"jika pun saat saat itu adalah pertemuan terakhir kita, saya harap kamu baik baik saja dimanapun kamu berada" (Harapan Ruii terhadap Eito)
"Tampak seseorang yang sedang duduk sendirian yang tak jauh dari tempat Ruii duduk, karena dekat nya ia mampu mendengar perkataan Ruii mengenai Eito, diam diam seseorang itu merekam Ruii yang sedang duduk sendirian dengan wajah yang sedih tidak seperti biasanya"
"Maaf, anda sedang apa disini? (seseorang menyapa Ruii)"
"Saya sedang menunggu seseorang, biasa nya kami duduk bersama menghabiskan waktu sore disini, yaaa.. tepat nya yang sedang saya duduki sekarang"
"apakah saya mengganggu waktu kamu disini"
"Ow.. gak sama sekali kak"
"Boleh saya ikut duduk disitu (seseorang ini adalah utusan Tuan Jay, ia seorang perempuan karena Ruii tidak akan berbicara langsung dengan orang yang tidak terlalu Ruii kenal apa lagi dengan seorang laki laki, sengaja di pilih perempuan agar tidak terlalu mencolok dalam mencari informasi)"
"Ow silahkan kak (Ruii bergeser untuk mempersilahkan Perempuan itu duduk bersama nya) lagi an taman ini tempat umum, jadi siapa saja boleh duduk dimana pun (memberikan senyum ramah)"
"salam kenal, nama saya Ruiinsya panggil saja Ruii"
"kamu tadi bicara sedang menunggu seseorang, belum datang?"
"saya juga tidak tau kak, lagian kami baru juga kenal dan bertemu nya disini.. gak tau kenapa hari ini saya gak liat dia sama sekali"
"Kenapa kamu masih nunggu disini, kenapa gak pulang aja kan bisa istirahat lebih awal"
"Hehehe.. udah jadi kebiasaan kak, hari ini aja gak ada dia ada rasa kehilangan, padahal saya gak tau dia itu siapa dan dari mana"
"Kok bisa.. memang orang nya laki laki atau perempuan?" (Lia bertanya)
"Emmm.. laki laki kak, yaa seumuran kaka lah" (senyum malu malu)
__ADS_1
"Mmmm.. sudah pasti laki laki itu Cakep ya, keren dan gagah seperti itu, sampe sampe kamu mau nunggu in dia disini sendirian lagi"
"hehehe.. semua itu relatif kak, bahkan ia laki laki lumpuh kak, kata nya dia habisin waktunya di atas kursi roda sudah hampir 6 bulan ini"
"Emmm.. memang nya kamu gak malu duduk bareng dengan laki laki lumpuh?"
"memang apa salah nya dengan orang lumpuh kak? bagi saya semua orang itu pada dasarnya sama saja kok kak, dan itu cuma kaki nya yang gak bisa beraktifitas tidak untuk yang lain, kan masih ada organ tubuh lain nya yang masih aktif dan bisa berfungsi dengan baik jadi jangan sampai memandang kecil dan rendah ke orang orang seperti itu"
"Maaf, kalau saya salah ngomong (menutup mulut nya dan sedikit menundukkan kepalanya menandakan maaf dengan serius)"
"Kak, masih mau di sini? (Ruii menghindari pembicaraan yang toxic dengan orang yang gak kenal sama sekali)"
"iya, lagi nunggu temen yang lain kata nya mau janjian di sini tapi gak ada kabar "
"kalau begitu saya izin pamit balik duluan ya kak.. permisi.. (Ruii pun beranjak dari tempat duduknya dan segera pulang)
"Yok.. marii.. (menjawab dengan ramah)"
"Dari kejauhan tampak Tuan Jay sedang memantau di dalam mobilnya tak lupa memasangkan Headset di telinga nya untuk memastikan apa saja yang mereka bicarakan"
**obrolan Lia dan Tuan Jay melalui suara telphone dengan Headset
"Halooo Tuan, bagaimana apakah sudah anda dengar sendiri dari obrolan yang saya bicarakan tadi bersama Ruii" (Lia memastikan laporan nya ke pada Tuan Jay)
"Baik.. untuk hari ini cukup, nanti saya kabari lagi jika ada kepentingan lain" (Jay menerima laporan dari Lia)"
"Baik Tuan.. (Jay pun mematikan suara Telphone nya bersama Adelia)"
"saya harus segera melaporkan semua ini ke Tuan Zein, Tuan Zein pasti merasa senang setelah mendengar pernyataan Ruii terhadap Tuan Zein (Jay sesegera mungkin menelphone Tuan nya yang sedari tadi menunggu kabar tentang Ruii dari Jay)"
...****************...
bagaimana reaksi Tuan zein setelah mendengar berita dari Jay??
__ADS_1
jangan bosen bosen baca cerita Ruii ya..
terimakasih dan salam kenal semuanya 🤗