HANYA RINDU

HANYA RINDU
Bab. 28


__ADS_3

"Permisi (suster yang berjaga saat itu mengetuk pintu ruangan Ruii)"


"Iya, masuk (Ruii yang berbaring ditempat tidur dengan pikiran tak menentu)"


"Maaf Non, saya izin mau menyuntikan suplemen untuk daya tahan tubuh Anda yang sedari tadi Anda selalu menolak untuk di suntik, jadi saya terpaksa sedikit memaksakan Nona Ruii karena sudah berkali kali untuk menolak anjuran dokter agar suntik suplemen tubuh"


"Jangan bilang ini adalah perintah dari Tuan Muda yang ada di sebelah kamar saya kan" (Ruii sambil menunjukkan kamar Eito)


"Sstt Non nada suara nya jangan terlalu besar (suster mempertegas dengan sedikit berbisik)"


"Memang nya kenapa sus, Tuan Muda sudah tidur lelap?" (Ruii ingin mengambil kesempatan lari)


"Bukan Non, ada Tuan besar dan Nyonya di ruang Tuan Muda dan Tuan berpesan agar Nona jangan keluar ruangan ini dulu sebelum Tuan besar dan Nyonya pulang dari rumah sakit ini" (suster suara berbisik)


"Terus apa masalah nya sus, bukan kah ini hal yang tidak masuk akal masak saya tidak boleh keluar ruangan ini" (Ruii membantah)


"Selesai Non, suntikan suplemen ini memberikan sedikit efek mengantuk jika Nona ingin istirahat saya anjuran lebih baik Anda tetaplah berada di dalam ruangan ini ikuti sesuai arahan Tuan Muda dari pada terjadi yang tidak di inginkan bukan hanya Anda yang jadi bahan omongan Tuan kami juga pasti terkena dampaknya, jadi istirahatlah agar besok pagi tubuh Nona menjadi lebih baik seperti sedia kala, bagaimana Nona apakah Anda sudah merasakan efek samping nya?" (suster belum pergi sampai memastikan jika Ruii telah benar benar beristirahat dan tidur)


"Heem suster berasa kepala saya berat bangettt belum lagi tubuh saya terasa lemas sekali suster apa mungkin ini juga efek dari suntikan tadi sus, kalau suplemen yang saya minum sebelumnya itu tidak berasa efek apapun, huamm ngantuk" (Ruii bicara dengan nada lemas makin lama suaranya pun menghilang dan Ruii tertidur)


*


*


*

__ADS_1


"Suasana diruangan Eito yang tampak senyap dan terasa canggung satu sama lain baik Mami, Papi maupun Eito itu sendiri karena Eito masih bingung kenapa orangtuanya mesti tau keadaan nya saat ini"


"Haiii sayang (Mami membuka pintu dengan buru buru) ada apa lagi dengan keadaan kamu ini, hem belum juga pulih sama kaki kamu sekarang malah tubuh kamu ini (mengelus elus pundak Zein)"


"Zein baik baik saja kok Mam, ini baru saja Zein minum obat berasa udah enak an palingan besok sudah langsung ke kantor buat kerja lagi"


"Memangnya kamu masuk kesini gara gara apa sih nak, kalau kata dokternya gak ada masalah hanya daya tahan tubuh kamu menurun karena terlalu lama di bawah hujan deras, kamu ngapain juga hujan hujanan HEM" (Mencubit tangan Zein sedang terpasang selang infus)


"Aaaww Mam, jangan di cubit Zein kan lagi sakit bukannya di sayang malah di bully.. Omong omong Mami sama Papi kok bisa kesini siapa yang ngasih tahu?" (Wajah Eito tampak kesal)


"Sopir kamu lah siapa lagi coba. Dan tadi itu saat setelah dari nganterin kamu ke rumah sakit lalu sopir kamu balik ke rumah buat ngabarin ke Mami dan ke Papi bahwa kamu sedang di rumah sakit"


"Emmm.. (Zein mengangguk angguk an kepala)"


"Sebenarnya ada apa sih Zein jika kamu memang tidak setuju dengan rencana Mami mu tentang pertunangan antara kamu dan Jennica bilang saja terus terang ke Mami jangan sampai dibawa emosi seperti ini! Masak dapat kabar dari sopir kamu kok sampai masuk rumah sakit segala cuma ke hujanan seperti ini si Zein, coba jaga wibawa sedikit ingat kamu itu seorang CEO termuda di Kota X dan kota S jadi segala gerak gerik kamu jadi sorotan CEO CEO dari perusahaan lawan bisnis kamu" (Papi mempertegas)


"Zein yang sabar " (Tampak Mami menenang kan emosi Zein)"


"Bukan itu yang Papi maksud, paling nggak kamu bersikap dewasa tidak kekanak kanakan seperti ini la Zein, untuk urusan ini Papi tidak suka cara kamu" (Papi bicara sedikit dengan nada tegas)


"Apa perlu Pi, Zein harus menanyakan semuanya ke Papi atau ke Mami setiap apa yang ingin Zein lakukan, terus batasan pribadinya Zein dimana? yang sedang Zein hadapi sekarang ini bukanlah masalah perusahaan Pi tapi ini urusan Hati buat masa depan Zein, terlepas dari urusan perusaha an yang nggak ada ujungnya kadang terlintas tentang siapa yang akan jadi pendamping hidup buat Zein Mam, Pi" (Zein memperjelas)


"Ya sudah kalau begitu bener Jennica Gabriella Luis cocok buat kamu jadikan istri kalau kalian bersatu maka perusahaan yang sedang kamu kelola ini makin besar dan sukses, benar nggak Pi yang Mami katakan?" (Mami memangalihkan perkataan Zein)


"Mami! sudah jangan bahas masalah itu dulu coba Fokus untuk peduli kan perasaan Zein ingat Mam dia ini anak kamu kok sibuk mikirin anak orang! (Tampak Papi terlihat kesal melihat sikap Mami yang terus egois terhadap anak nya sendiri)"

__ADS_1


"Siapa perempuan itu Zein?" (Papi kali ini serius)


"Dia bukan siapa siapa Pi bahkan ia bukan orang yang istimewa, dia bukan berasal dari keluarga pembisnis tapi bagi Zein hanya dia yang terbaik buat masa depan Zein, hanya saja Zein takut Mami dan Papi kecewa dengan apa yang sudah menjadi pilihan keputusan Zein, maka dari itu tidak pernah Zein ungkap identitas siapa orang nya dan seperti kehidupan nya" (Zein tertunduk dan terdiam)


"Semua keputusan hidup mu ada di tangan mu sendiri Zein karena apa yang akan kamu jalani itu lah menjadi tanggung jawab buat kamu nanti nya " (Papi mempertegas dari perkataan Zein)


"Papi kenapa bicara seperti itu, terus bagaimana dengan acara Pertunangan Zein dan Jennica masak gagal sih Pi"


"Papi dan Mami pulang dulu, kamu jangan lama lama di sini takutnya nggak baik buat rumor tuk perusahaan kamu sendiri.. mengenai hal tadi buatlah keputusanmu jika sudah yakin lakukan menurut mu itu sudah menjadi jawaban terbaik, anak laki laki harus bisa bertanggung jawab dengan keputusan nya sendiri dan perempuan akan menilai dengan apa yang kamu katakan dan seperti apa yang kamu lakukan" (Papi memeluk Zein yang terduduk diam di atas tempat tidur di ruang perawatan)


"Terimakasih Papi atas kepercayaannya (Zein berbisik ke Papi)"


"Ini belum Final kan Zein " (Mami belum puas dengan keputusan Zein berharap ini hanyalah keputusan sementara)


"Zein Papi sama Mami pulang dulu, kami tunggu kamu di Hotel beserta keputusan mu" (Papi coba mempertegas segala nya terhadap Zein)


"Mami dan Papi pun Meninggalkan ruangan Zein untuk kembali ke Hotel tempat Mami dan Papi tinggal mengidap padahal hotel itu adalah milik pribadi keluarga ALVARO GROUP "


...****************...


Maaf semuanya Autor update nya sedikit slow respon karena lagi banyak tugas offline menumpuk..


jangan bosen pantengin terus cerita Ruii makin hari makin penasaran 🤭


Terimakasih ya sudah mampir dan sudah baca juga 😊

__ADS_1


salam kenal semua nyaaaa 🤗


__ADS_2