
*Ditempat yang sama di lokasi dan ruangan berbeda tampak Ruii dan Nia sedang menuju ruangan yang hendak mereka bersihkan.. hari ini Nia berniat membantu Ruii bekerja tapi di bantah oleh Ruii karena ia tidak ingin membuat teman nya itu terlalu khawatir atas keadaannya saat ini
"Ruii.. hari ini pekerjaan kamu biar Aku saja ya yang ngerjainnya" (Nia menawarkan bantuan ke pada Ruii)
"Gak perlu Nia.. Ruii bisa kok, gak perlu khawatir seperti itu" (Ruii menunjukkan senyum ceria nya agar teman nya tidak terlalu mengkhawatirkan keadaan nya)
"Atau gini aja deh..setelah selesai Aku ngerjain pekerjaan tugas nanti langsung nyusul kamu ke ruangan tempat kamu tugas, gimana..?"
"Sudah Nia, Ruii gak mau ngerepotin lagian Ruii gak apa apa.. sehat sehat gini ya kan" (Ruii coba yakinkan Nia selalu menampakkan senyumnya)
"Gak pa pa gimana, dari kemarin badan lemas dan hari ini wajah kamu yang pucat, di bilangin izin kerja aja sama kak Lena masih aja nekat kerja, kamu itu sayang gak sih sama diri kamu sendiri? (tampak Nia sangat khawatir terhadap Ruii)"
"Iya iya.. terimakasih teman baik ku (mencubit pipi Nia dengan lembut).. percayalah Ruii baik baik saja ya.. udah yok kita kerja sekarang ke buru kak Lena datang kita belum siap siap (Ruii posisi nya masih di ruang OFFICE Girl di depan loker kerja mereka)"
"Tapi janji dulu, kalau kamu merasa gak enak badan bilang ke Aku biar nanti Aku yang minta izin ke Kak Lena kalau perlu ngadep ke Ibu Nella, kali ini gak boleh nolak.. ok!" (Nia Mempertegas)
"Ok.. Ok!"
"Ruii dan Nia pun memulai pekerjaan nya hari ini, mereka pergi bersama sama menuju ke lokasi hanya saja berbeda ruangan, hari ini mereka bertugas dilantai 4 berdekatan dengan AULA, ruanganya besar juga Luas karena biasanya digunakan untuk mengadakan rapat atau jadi tempat pertemuan rekan bisnis Tuan Zein, kebetulan hari ini pun sedang di adakan Rapat penting perusahaan yang sudah di hadiri semua Kepala Bagian, Asisten Asisten Pribadi Kepala dan yang paling penting di hadiri oleh CEO muda Tuan Zein beserta Asisten pribadinya yaitu Jay"
"Sstt.. Sstt Tuan Jay dan CEO bentar lagi akan masuk ruangan" (Celoteh salah satu asisten dari bagian Keuangan yang sedari tadi memantau)
"Dan tampak semua sudah siap menyambut CEO muda ALVARO GROUP yaitu Tuan Zein"
*Tap
*Tap
*Tap
"Bunyi derap langkah Tuan Jay yang kini sedang mendampingi Tuan Zein dengan kursi rodanya hendak memasuki Aula ruang Rapat pagi ini"
__ADS_1
"SELAMAT PAGIII TUAN ZEIN" (semua peserta rapat pun berdiri sedikit menundukkan kepala untuk memberikan salam ketika Tuan Zein telah masuk ruangan tersebut tanda hormat mereka terhadap Tuan Muda CEO Utama ALVARO GROUP"
"Selamat Pagi juga semua nya.." (Tuan Zein pun membalas dengan senyum ramah nya)
"Selamat Pagi Tuan Zein dan Tuan Jay, Pagi ini saya Keyla sebagai pembicara yang selaku kepala pemasaran akan menyampaikan mengenai rumor yang beredar dipasar luas masalah tentang ada nya produk baru dari lawan bisnis kita yaitu dari perusahaan OSCAR GROUP yang mana masalah nya adalah "(Key menghentikan pembicaraan nya di tengah-tengah penjelasannya menggantung)
"Kenapa Anda diam, ada masalah apa, Anda belum selesai menjelaskan nya (Jay tampak binggung mengenai penjelasan yang baru saja Keyla coba sampai kan)"
"Tampak nya ada yang mengambil sampel produk baru kita yang belum rilis Tuan, karena produk yang di pasarkan oleh Perusahaan OSCAR begitu mirip hampir 100% Tuan (Keyla tampak gemetar seketika melanjutkan penjelasan yang di sampai kan nya kepada semua yang berada di ruangan itu)"
"Maksud kamu, dengan kata lain ada penghianat di Perusahaan kita" (Jay mempertegas apa yang di sampaikan oleh Keyla)"
"Saya tidak berkata demi kian Tuan, hanya saja menyampaikan apa yang saya temui diPasar luas untuk masalah ada atau tidak nya penghianat belum kami selidiki tapi kami sedang mengecek lebih jauh mengenai produk yang beredar sama persis dengan produk kita" (Keyla memperjelas)
"Kenapa harus di cek ulang, bukankah produk kita belum rilis dan belum beredar juga di pasar.. kita batalkan saja kita buat rumor seakan akan itu adalah produk gagal yang tidak siap untuk di pasarkan, siapa tau bisa mendongkrak produk baru yang akan di pasarkan dan itu kesempatan bagus buat Perusahaan kita tentunya! (Tuan Zein menyampaikan maksudnya dengan sangat cemerlang)"
"..Jay hanya bisa menggangguk kan kepala nya dengan maksud mengerti maksud dari yang di jelaskan oleh Tuan CEO nya"
"Bagaimana, apakah ada yang ingin menambah kan dari penjelasan Tuan Zein" (Jay memberi kan peluang bagi yang lain untuk berbicara)
"Reno hanya bisa terdiam dengan menunjukkan senyum ramah nya tampak kesan wibawa nya kepada yang lain"
"Baiklah untuk rapat hari ini kita akhiri, seperti nya tidak ada permasalahan yang lebih serius dan besar bagi Tuan Zein dan untuk Ibu Keyla terimakasih sudah menyampaikan laporan nya, jangan terlalu di khawatir kan semua bisa atasi dengan baik" (Jay mengalihkan suasana ke arah pembicaraan sebelumnya agar tidak ada kesalah fahaman lebih jauh antara Tuan Zein dan Reno)
"Terimakasih Tuan Zein selaku CEO, mohon maaf jika penjelasan saya belum memberikan kesan baik dalam rapat ini" (Keyla menundukkan kepala nya tanda memberikan hormat kepada CEO nya)
"..Tuan Zein hanya mengganggukkan kepalanya"
"Di lokasi yang sama di ruangan berbeda tampak sedang ada keributan entah apa yang membuat terkesan gaduh dan berisik sehingga mengalih kan perhatian semua orang yang ada di Aula rapat itu berbalik melihay ke luar ruangan"
" Heiii! kamu ini OFFICE Girl masih juga Traning tapi pekerjaan nya sudah gak becus, hampir saja saya terpeleset gara kamu ngepelnya gak bener kalau saya tadi sampai jatuh bagaimana HEH! (celoteh judes dari salah satu karyawan dari ruangan HRD bernama ibu Yona ditempat Ruii sedang bertugas untuk bersih bersih)"
__ADS_1
"Maaf kan saya buk, saya ceroboh lain kali tidak akan saya ulangi lagi" (Ruii berkali kali mohon maaf dan menundukkan kepalanya menunjukkan rasa hormat nya)
"Maaf Maaf, ibu ibu.. memang nya saya ibu kamu HEH.. enak saja.. tunggu disini nanti saya buat laporan ke atasan kamu biar selesai" (tampak ibu Yona mengancam Ruii)
"Jangan ibu, maafkan saya buk.. (Ruii menahan langkah ibu Yona untuk tidak melakukan tindak kan nya itu)"
"Ruii.. ada apa? (Nia yang sedikit berlari untuk menghampiri Ruii yang sedang di omelin ibu Yona)
"Maaf ibu, sebenarnya ada apa ya buk?" (Nia pun menanyakan permasalahan nya)"
"Ow.. ini teman kamu ya.. gara gara dia ngepel nya tidak bener lantai nya licin dan saya hampir saja jatuh terpelesat.. dan saya akan melapor kan masalah ini ke atasan kalian (Mempertegas sikap ibu Yona).. dan kamu (menunjuk ke arah Ruii) sekarang ikut saya kebagian ruang kepala OFFICE Girl" (ibu Yona menarik tangan Ruii secara paksa)
"Maafkan teman saya buk, kebetulan hari ini memang ke adaan nya sedang tidak sehat tapi dia memaksakan untuk kerja jadi saya mohon ibu mengurungkan niatan untuk tidak melaporkan masalah ini" (Nia mencoba membantu Ruii)
"Sudah Nia, kamu gak perlu ikut memohon (Ruii menyentuh pundak Nia yang sedang didepan ibu Yona).. jika memang kesalahan saya ini sudah sangat fatal saya siap mendapat konsekuensi nya dari kak Lena atau pun ibu Nella"
"Tapi Ruii (Nia menahan langkah ibu Yona dan Ruii yang hendak pergi)"
"Belum sampai di depan lift seketika tubuh Ruii pun ambruk di tangan ibu Yona, tampak ibu itu pun panik karena melihat ke adaan Ruii"
"RUIII.. (Nia pun berteriak keras melihat teman nya ambruk pingsan di dekat pintu lift sehingga membuat semua orang yang ada di sekitar lokasi itu pun terkejut mendengar teriakan Nia tanpa terkecuali baik Reno maupun Tuan Zein)"
"Ruiii..? (Reno tersentak dan segera berlari ke luar ruangan mencari sumber suara itu)"
"Jay pun menatap ke arah Tuan Zein saat nama itu terdengar"
"Kenapa kamu hanya melihat saja.. (Tuan Zein seakan memberi isyarat ke Jay).. Jay jangan sampai laki laki itu (Reno) menyentuh apapun dari bagian Ruii (suara Tuan Zein sedikit berbisik karna takutnya terdengar sama yang lain karna sebagian masih ada di dalam Aula)"
"Tampak Reno hendak mendekati Nia yang mau membawa Ruii masuk ke lift tapi tak lama Tim kesehatan ALVARO GROUP mendekat membantu Nia untuk membawa Ruii ke Ruang penanganan medis milik Perusahaan ALVARO GROUP"
"Maaf permisi, beri jalan agar pasien secepatnya mendapatkan penanganan medis" (salah satu suster bergumam di depan Reno)"
__ADS_1
"Maksud Reno untuk membantu Ruii pun sirna, ia hanya bisa melihat Ruii berlalu masuk ke dalam lift"
...****************...