Harapan Langit Berbintang

Harapan Langit Berbintang
Epispde 10 Rencana menyatukan 2 insang


__ADS_3

"Me, memangnya apa yang akan kau lakukan?" Tanya Mia ketakutan.


"Aku akan memberitahumu jika kau bantu aku untuk menghabisi mereka yang di suruh ratu Eriemeo." Kata Maria sambil melihat ke belakang.


"Maksudmu, pengawalmu?" Tanya Parker.


"Tentu saja, siapa lagi selain mereka?" Maria menampilkan senyum membunuh.


"Iya, iya baiklah." Kata Ran.


1 menit kemudian, Maria dan yang lainnya pun memukul dan membuat pingsan para pengawal yang di tugaskan ratu Eriemeo. Mereka melanjutkan perjalanan untuk mencari Mizu dan Pega.


"Lihat itu mereka." Parker menunjuk ke arah Mizu dan Pega yang sedang duduk di air mancur.


"Wah, itu bagus!" Kata Sierra dengan senyum licik.


"Ayo, kita buat kencan mereka menjadi kencan terbaik." Ajak Ran.


"Itu mudah, tapi apa yang akan kita lakukan?" Tanya Rin.


"Kau bilang itu mudah tadi." Kata Ran sambil menatap ke arah Rin.


"Terserah." Kata Rin.


"Bagaimana kalau kita membuat mereka jatuh sambil kiss?" Kata Sierra.


"Jatuh sambil kiss? Kok pikiranku jadi kotor ya, dengar kata-kata Sierra?" Kata Maria.


"Tenang aja, aku juga berpikir negatif kok tadi." Kata Mia.


"Apa kalian berpikir kalau yang laki-laki atau yang perempuan menindih lawan jenisnya sambil menciumnya? Ya, walaupun itu sengaja atau tidak sengaja." Tanya Parker.


"Haha, ternyata kau tau pikiran kami." Kata Ran.


"Tidak masalah!" Kata Sierra.


"Hah?" Tanya Mia tidak mengerti.


"Ayo kita lakukan!" Ajak Sierra dengan lenuh semangat.


 


Yang lain pun terdiam sambil memikirkan kembali perkataan mereka tadi. Setelah mereka ber -6 setuju, mereka pun membicarakan rencananya.


 


"Wah, itu ide yang bagus!" Kata Mia.


"Apa kau yakin?" Tanya Parker tidak yakin.


"Tenang saja pasti akan baik-baik saja." kata Sierra dengan tenang.


"Dan itu akan menjadi tontonan malam yang sangat menyegarkan mata" Maria tampak sangat senang dan tidak sabar.


"Benar!" Kata Rin semakin tidak sabar.


"Hei, apa sebaiknya kita kabur saja? Bagaimana pendapatmu, Ran, Ran?!" Bisik Parker ke Ran.


"Apa kau pikir aku akan melewatkan tontonan gratis itu?" Tanya Ran dengan senyum nakal.


"Ternyata kau sama saja." Kata Parker dalam hati dengan tatapan dingin.

__ADS_1


"Baiklah, ayo mulai!" Tariak Sierra dengan penuh semangat.


"Ok!" Kata yang lainnya kecuali Parker.


"Hei kalian! Tunggu dulu! Dasar." Kata Parker.


 


Sementara itu, di sisi Mizu dan Pega yang berada di air mancur. Suasana tegang dan canggung mulai menyelimuti. Membuat mereka berdua tidak nyaman sendiri.


"Hei Mizu, Bagaimana pendapatmu tentang malam ini?" Pega memulai pembicaraan karena mulai tidak nyaman.


"Ya lumayan, Bulannya juga sangat indah." Jawab Mizu dengan canggung.


"Mizu jadi, soal..." Kata Pega dengan pipi memerah.


"So, soal apa?" Tanya Mizu.


"Ja, jadi Mizu, maukah kau..." Kata Pega.


"Iya?" Mizu mendekatkan wajahnya ke Pega.


"Ma, maukah kau menjadi..."


"Hei kalian yamg di sana, sedang apa?" Teriak Sierra dengan wajah tidak berdosa apalagi bersalah.


Pega dan Mizu terkejut akan kedatangan Mia. Suasana pun tambah aneh karena kedatangan Sierra. Walaupun tidak menjadi canggung lagi sih.


"Ti, tidak sedang apa-apa kok." Kata Mizu dengan senyum canggung.


"Huh, aku datang langsung pada diam semua." Kata Sierra kesal.


"Hei anak kecil, apa kau tidak merasa menjadi obat nyamuk?" Pega mulai terganggu dengan kehadiran Sierra.


"Kau!!!" Emosi Pega mulai meledak.


"Wah, wah, wah ada apa ini?" Tanya Maria.


"Bagus, kalian datang tepat waktu!" Kata Pega dengan mata berbinar dan penuh harapan.


"Memangnya kenapa?" Tanya Maria merasakan sesuatu yang buruk.


"Bantu aku singkirkan tuyul kecil ini, ok?" Tanya Pega dengan penuh harapan.


"Tuyul kecil?! Hei, aku lebih baik dari tuyul! Aku ini bidadari!" Kata Sierra tidak terima.


"Huh, bidadari? Kau lebih mirip di sebut Iblis!" Kata Pega yang juga mulai kesal.


"Apa kau bilang?" Tanya Sierra.


"Sudah, sudah bertengkarnya, ya?" Mizu lun menenangkan merak berdua.


"Tidak!!!" Teriak Pega dan Sierra.


"Hah..." Mizu pun hanya bisa menghela napas.


"Dari pada menyebutnya bab Rencana menyatukan 2 insang bukannya lebih tepatnya memisahkan 2 insang ya thor?" Tanya Parker dalam hati.


"Diam lu, dasar cerewet." Author yang sudah mulai tidak punya inspirasi.


"Hei Pega. Ayo ikut aku." Ajak Sierra.

__ADS_1


"Huh, aku tidak mau!" Tolak Pega mentah- mentah.


"Kau ingin mendapatkan Mizu tidak?" Sierra tiba-tiba mendekat ke telinga Pega.


"Baiklah, tapi kita akan kemana?" Tanya Pega.


"Udah, nggak usah banyak tanya. Ayo buruan!" Sierra menarik tangan Pega menuju hutan yang lebih dalam.


"Kenapa firasatku nggak baik ya?" Batin Pega.


"Mereka pergi kemana?" Tanya Mizu penasaran.


"Tidak tau, lagi pula kita juga tidak bisa menebak pikiran bocah kecil itu." Kata Rin.


"Ya sudah, ayo tunggu mereka berdua. Sambil menunggu kita ngobrol yuk!" Ajak Mizu.


"Ok~" Kata yang lainnya.


"Parker, ayo!" Ajak Mizu.


"Ah, iya, baiklah." Kata Parker.


"Sierra, semoga rencanamu berhasil. Karena kalau tidak, kau akan menciptakan keretakan dalam sebuah hubungan. Sierra, jangan sampai gagal!" Kata Parker dalam hati.


"Ngomong-ngomong kenapa kalian ke sini?" Tanya Mizu.


"E, itu..." Mia kehabisan kata- kata.


"Sebenarnya..." Rin yang juga sudah kehabisan kata- kata.


"Kenapa? Apa sebenarnya tujuan kalian ke sini sebenarnya?" Kata Mizu sambil tersenyum dan membuat yang lainnya merinding ketakutan.


"Sudah ku duga cepat atau lambat akan masuk ke topik ini." Batin yang lainnya.


"Parker, cepat bantu kami! Parker!" Kata Maria dalam hati sambil memberi kode.


"Hm? Hah, Kami ke sini karena katanya tempat ini adalah tempat yang paling sepi dan cocok untuk melihat bintang. Kata peramal cuma hari ini dan besok saja bintangnya akan terlihat jelas. Kau kan juga tau kalau di asrama sangat terang, jadi walaupun naik ke lantai paling tinggi pun, bintangnya tidak akan kelihatan." Mata Parker.


"Kau masih percaya pada ramalan?" Tanya Mizu.


"Memangnya kenapa?" Tanya Parker.


"Ya tidak apa-apa sih cuma...Eh?" Mizu tiba- tiba terkejut dan melihat ke langit.


"Hm?" Tanya Parker.


"Wah, seperti yang kau bilang! Bintangnya memang terlihat sangat jelas dan sangat cantik!" Kata Mia.


"Wah~, Cantik sekali." Kata Mia.


"Apa ini juga termasuk ekting? Tapi dibandingkan ekting, aku rasa mereka benar-benar natural. Dengan kata lain ini bukan ekting!" Kata Parker yang mulai sadar.


Bersambung~


Pertanyaan:


Apa kalian suka ceritanya?


A. Ya, kami suka sekali dengan ceritanya.


B. Tidak, karena saya yakin ini akan lebih menarik jika di buat seperti komik.

__ADS_1


C. Lumayan, berikan kami lebih banyak cerita tentang kisah asmara Mizu dan Pega.


__ADS_2