
Kriet, Pega membuka pintu,Rooooaaaarrrrr, suara harimau yang mengaum sangat keras sambil memakan daging yang ada di hadapannya.
"Itu tadi, suara harimau bukan?" Parker mengintip ke dalam pintu.
"Pega, apa yang terjadi?" Tanya Mizu sambil melirik ke dalam.
"Mungkin, aku tadi tidak sengaja menggunakan sihir ilusi, deh. Kita coba sekali lagi, ya?" Tanya Pega sedikit gugup.
Kriet, Pega membuka pintu kembali, semuanya melihat ke dalam. Ternyata itu bukan sihir ilusi, melainkan itu benar benar seekor harimau.
*Guys, ini harimaunya harimau langka, jadi bisa masuk ke dalam sana😉*
"?" Hariamau itu cuma melihat sambil bingung.
"Wah, beneran ada harimau!" Ujar Chicas girang.
"Apa aku sedang berhalusinasi?" Maria mengucek ucek matanya.
"Aku rasa ini bukan halusinasi." Parker masih tenang dan stay cool.
"Tapi bagaimana seekor harimau bisa masuk ke sini?" Tanya Sara.
"Mana aku tau." Jawab Pega.
"Bagaimana jika kita pergi mumpung dia masih tenang?" Tanya Ran.
"Aku rasa itu ide bagus." Ujar Rin sambil berjalan mundur.
"Hei, kalian itu seorang prajurit dewi Artemis dan kalian takut pada seekor harimau?" Tanya Pega mengejek.
"Tapi, kak Pega kan seorang dewa." Ari menunjuk Pega.
"Jadi, kenapa kau tidak melawannya?" Tanya Sierra sambil melipat ke dua tangannya.
"Itu..."
"Hump, jangan bilang kau takut dengan seekor harimau." Ucap Parker menatap datar.
"Sudah aku bilang aku tidak takut dengan seekor harimau. Itu hanya masalah kecil, masalah kecil." Ujar Pega sedikit gugup.
Iya, benar. Masalah kecil yang sangat besar. -Pega.
*Maksudnya gimana ya, masalah kecil yang besar😅*
"Ayo cepat. Aku tidak punya waktu seharian untuk menunggumu menyerang harimau itu." Ujar Maria.
"Jangan-jangan ini akan selesai tahun depan." Ujar Parker sambil melihat jam di tangannya.
"Kalian jangan membuatku semakin tegang! Ran, bagaimana jika kau yang melawannya?" Tanya Pega.
"Apa?! Kenapa aku?"
"Karena zodiakmu itu Leo. Leo itu adalah raja hutan. Mengusir seekor harimau pasti bukan masalah untukmu kan?" Ujar Pega.
"Ke****t!" Ran memaki Pega.
"Hei, jangan bicara seperti itu. Aku sakit hati tau."
"Aku tidak peduli. Tapi ya sudahlah. Berikan aku sapu."
"Ini, apa yang akan kakak lakukan dengan sapu itu?" Tanya Silvia sambil menyodorkan sapu.
"Membuat sulap."
__ADS_1
"Sulap? Hidupmu santuy amat." Ujar Nia menatap Ran datar.
"Ya, tentu saja aku akan mengusir harimau ini. Apa kau pikir aku memiliki waktu untuk membuat sulap?!" Ujar Ran kesal.
"Aku kan cuma bercanda. Santai aja dong." Ijar Nia menenangkan Ran.
Ran menghela napas, "Haaah, pergilah dari sini. Pergi, pergi!"
Karena Ran asal mukul tanpa melihat lawan yang di hadapinya, harimau itupun menjadi marah.
Roooooaaaaaaarrrrrrr, harimau itu meraung sangat keras, membuat Ran menggigil ketakutan.
Apa aku akan mati hari ini? Aku pingsan aja, deh. -Ran.
"Hei, Ran kau tidak boleh pingsan!" Ujar Maria menggoyang goyangkan badan Ran.
"Iya, iya."
"Kalau begini, tidak ada cara lain lagi. Cuma ada satu cara, yaitu...Kabuuuurrrrr!!!" Chiacas bergegas mengambil langkah seribum
"!!!???" Kini tinggal Sierra, Mizu, dan Parker yang ada di dapur.
"Larinya, cepat sekali." Ujar Sierra.
"Benar-benar tidak bisa di percaya." Mizu menggelengkan kepala.
"Jadi, cuma kita bertiga dan...Harimau itu?" Tanya Parker.
"Huh, dasar Pega bre****k. Awas saja dia nanti saat aku bertemu dengannya." Ujar Sierra mengepalkan tangan.
"Ayo selesaikan ini." Mizu membalikkan badan.
"Tapi...Bagaimana caranya?" Tanya Parker.
Roooooaaaaarrrrrr, harimau itu mengaum karena merasa kesal hanya dianggap sebagai angin saja dari tadi. Jadi dia meraum kembali.
"Dia mengaum lagi?" Tanya Sierra.
"Selesaikan saja ini sekarang. Ambil ini." Parker menyerahkan sesuatu kepada Sierra dan Mizu dari dalam tas biolanya.
"Se, senapan?"
"Dari mana kau mendapat ini? Senapan ini...Jangan bilang kau membelinya di pasar gelap!" Mizu pun terkejut.
"Kalau iya, memangnya kenapa?"
"Jadi, selama ini kau menyimpan ini di tas biola yang selalu kau bawa?" Tanya Sierra.
*Dari dulu Parker/Riya selalu bermain biola jadi membawa tas biola yang ternyata isinya senapan ilegal😒*
"Ayo selesaikan ini sekarang." Parker mengarahkan senapan itu kepada harimau di hadapannya.
Dor dor dor, suara tembakan pun terdengar sangat keras dari dalam dapur itu. Membuat semua orang terkejut.
"Itu..."
"Suara tembakan?" Ari menyela ucapan Sara.
"Dan itu berasal dari..."
"Gawat!" Teriak yang lainnya.
Pega dan yang lainnya lari terburu buru berlari ke siara tembakan tadi. Brak, Pega membanting pintu dengan sangat keras.
__ADS_1
"Kakak apa kau baik-baik sa...Eh?" Mata Silvia terbelalak mengetahui apa yang sedang di pegang ke tiga orang itu.
"Senapan?" Tanya Maria.
"Jadi yang menembak beruang itu sampai mati adalah...Kau?" Tanya Ari menunjuk Parker.
"Tenang saja, dia tidak mati. Harimau itu punya tertidur karena obat biusku saja." Ujar Parker.
"Jadi tadi itu bukan peluru beneran?" Tanya Sierra.
"Memangnya peluru aslinya seperti apa?" Tanya Parker dengan wajah datar.
"Soal itu, aku tidak tau." Jawab Sierra.
"Apapun itu. Untunglah kalian selamat." Ujar Sara.
"Selamat?" Tanya Sierra mengeluarkan aura seram.
"Setelah kau meninggalkan kami mengurus beruang itu?" Mizu mengeluarkan smirk nya yang berarti bukan pertanda baik.
"Ma, maaf. Aku tadi cuma memgetes saja kok." Ujar Parker gelagapan.
"Kau pikir, kami akan percaya pada bualanmu itu?" Tanya Sierra mengeluarkan aura yang lebih seram dari sebelumnya.
"Haha, itu. Parker, kumohon tolong aku."
"Hump, mimpi." Parker membuang muka.
"Pega."
"Aduh, aku rasa hari ini keberuntunganku habis. Aku rasa aku akan tiada. Dunia selamat tinggal, aku menyanyangimu. Eh, tunggu dulu." Parker menghentikan langkah Sierra.
"Aku ingat."
"Terlambat!"
"Tunggu, dengarkan aku sebentar saja, ya?"
"Baiklah, apa?" Seira sedikit menenang.
"Sierra, apa kau mengenal Athena?" Tanya Pega serius.
"Kenapa kau menanyakan tentang hal itu?"
"Itu karena, aku mengamati kalian semenjak kalian reingkarnasi. Tapi, beberapa orang masih tidak aku ketahui asal usulnya. Contohnya, kau dan Parker."
"Aku dan Parker? Apa maksud perkataanmu itu?" Tanya Sierra tidak mengerti.
"Saat kau bertemu dengan Athena. Kau terlihat sangat membencinya. Kenapa?" Tanya Pga penasaran.
"Itu..."
BERSAMBUNG~
Pertanyaan:
Kenapa Sierra membenci Athena? Apa terjadi masalah antara Sierra dan Athena di kehidupan sebelumnya?
A. Iya, Athena pasti melakukan sesuatu, sebab itu Sierra membencinya.
B. Tidak, Sierra itu cuma ingin di perhatikan oleh Athena saja.
C. Aku ingin diberitahu soal ranking zodiak ku lagi.
__ADS_1