Harapan Langit Berbintang

Harapan Langit Berbintang
Epispde 21 Hutan Angker


__ADS_3

"Hei Rin ayo tebak-tebakan." Ajak Maria.


"Tebak-tebakan?" Tabya Rin menatap mata kuning Maria.


"Iya, soalnya. 1, ada yang patah tapi bukan ranting. 2, ada yang tegak tapi bukan keadilan. 3, ada yang sakit tapi bukan tubuh. 4, ada yang..."


"Hei, bisakah kau berikan pertanyaan yang lebih baik sedikit?" Ujar Rin memotong perkataan Maria.


"Baik, tapi jawab pertanyaanku dulu."


"Yang pertama hati, yang kedua kejahatan, yang ketiga sakit hati."


"Seperti hatiku yang dia tinggalkan pas lagi sayang-sayangnya." Ujar Maria sambil menggigit sapu tangan miliknya.


Eden, Romi, dan Rin menatap Maria datar dan cuma bisa elus dada saja.


"Sudah, pertanyaannya mana?" Tanya Rin.


"Huh, yang pertama. Ada tulang tidak ada otot. Ada kulit tidak ada rambut. Ada cerita tidak ada mulut. Siapakah aku?" Tanya Maria.


*Guys, pertanyaan ini diambil dari film Boboiboy Galaxy ya😇*


"Domba habis di cukur kah?" Tanya Romi.


"Domba kan punya mulut." Ucap Maria.


"Ada tulang tidak ada otot. Ada kulit tidak ada rambut."


"Ada cerita tidak ada mulut? Apaan tuh?" Rin melanjutkan perkataan Eden.


"Ayo, jawab. Putarlah otak kalian~" Maria mendesak 3 orang temannya itu untuk menjawab.


"Hei, kau mendapat pertanyaan ini dari siapa?" Tanya Rin curiga.


"Aku mendapatkan pertanyaan ini dari, ada, deh." Ujar Maria sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah mulutnya.


"Jangan membuatku penasaran." Ujar Rin


"Hehe." Maria cuma tertawa tapi tidak menjawab pertanyaan Rin.


"Hah, pertanyaan itu tidak logis!" Ujar Romi.


"Pertanyaan itu logis. Kau saja yang tidak bisa berpikir dengan benar." Ujar seseorang bermata permata yang tiba tiba mendekati mereka ber empat.


"Parker?!" Teriak Rin dan Maria.


"Ryu Ryu?!" Teriak Eden dan Romi.


"Oh, ya? Kalau begitu kau saja yang jawab!" Suruh Romi yang sudah lelah berpikir.


"Jawabannya adalah buku." Jawab Parker dengan santai.


"Buku?" Tanya Ryu Ryu yang dari tadi berada di belakang Parker.


"Buku ada tulang tidak ada otot. Buku ada kulit tapi tidak ada rambut. Buku ada cerita tapi tida ada mulut. Benarkan?" Jelas Parker.


"Hm, aku tidak tau jawabannya. Hehe." Ujar Maria mengusap kepala bagian belakangnya.


"Hei, kalau kau tidak tau jawabannya kenapa kau memberi kami pertanyaan?" Ucap Rin mulai kesal.


"Ya, mana tau kalian mungkin bisa menjawabnya." Ujar Maria dengan wajah tidak bersalah.


"Hah, kau ini benar-benar, ya." Ujar Parker menggeleng gelengkan kepalanya.


"Sekarang jawaban pertanyaan ku. Siapa yang memberimu pertanyaan ini?" Tanya Rin melipat kedua tangannya di dada.


"Yang memberiku pertanyaan ini adalah, Parker." Jawab Maria menunjuk ke orang bermata permata itu.


"Tidak heran kau bisa menjawabnya." Ujar Ryu Ryu.

__ADS_1


"Berhenti. Kita sudah sampai di hutan angker." Mereka memberhentikan laju mereka dan menatap hutan angker itu.


"Benar- benar menakutkan sama seperti namanya." Ujar Romi, tubuhnya mulai bergetar ketakutan.


"Tunggu, kau mau kemana?" Tanya Rin kepada Parker.


"Melihat apa rumor yang di katakan orang-orang itu benar. Bahwa di sini ada hantu." Kata Parker sambil terus melangkah masuk menuju hutan angker tersebut.


"Jadi kalian ke sini gara-gara rumor itu juga?" Tanya Eden.


"Ya, bisa di bilang begitu juga." Ujar Ryu Ryu.


"Hm, ini seperti hutan biasa bagiku. Apa yang menyebabkan hutan ini memiliki rumor buruk?" Tanya Rin mengikuti Parker masuk ke dalam hutan.


"Karena dulu, ada seorang penebang hutan yang masuk ke hutan ini. Tapi, dia tidak pernah kembali." Jawab Parker.


"Tidak pernah kembali?" Tanya Maria yang mendekati ke dua orang yang berjalan masuk duluan itu.


"Mungkin dia tersesat." Ucap Ryu Ryu.


"Ada yang beranggapan seperti itu juga. Anehnya, penebang hutan itu sudah memberi petunjuk jalan. Tapi, tidak satupun petunjuk jalan yang dia temukan." Lanjut Parker.


"Benar-benar misterius sekali." Kata Romi dengan tubuh masih bergetar ketakutan.


Aaaauuuuuuuuu, terdengar suara auman serigala yang memperburuk suasana di hutan itu. Sangat gelap, hanya mereka berenam yang ada di hutan itu, entah apa yang akan terjadi nanti.


"Su, suara apa itu?" Tanya Romi.


"Itu suara serigala." Ujar Rin tenang.


"Sekarang aku mengerti." Ucap Parker terlihat masih berpikir keras.


"Apa maksudmu?" Tanya Eden.


"Maksudmu, penebang pohon itu di makan hewan liar saat dia tersesat begitu?" Tanya Ryu Ryu.


"Jadi begitu, ya? Pantas saja terjadi rumor seperti itu." Ujar Maria mulai mengerti.


"Ah, sekarang suara apa lagi itu?" Tanya Maria.


"Itu suara hantu!" Ujar Rin dengan mata berbinar menandakan kalau dia sangat senang(?).


"Ha, hantu kau bilang?" Tanya Romi masih gemetar ketakutan.


"Masih belum terlambat jika kau mengakuinya sekarang." Ejek Rin dengan smirk nya.


"Apa maksud perkataanmu itu?" Ucap Romi yang mulai kesal dengan sikap Rin.


Hi Hi Hi, suara hantu wanita itu terdengar kembali. Padahal yang tiada penebang pohon berjenis kelamin laki laki, kenapa yang tertawa perempuan?


"Anak-anak yang tersesat lagi? Kemarilah dan aku akan membantu kalian keluar dari sini." Ajak Hantu itu.


*Hantu juga bisa berkomunikasi ya😅*


"Tidak! Kau hanya berbohong saja! Jika kami mengikutimu sekarang, kau akan membuat kami tersesat iya, kan?" Ujar Maria.


"Hi, hi, hi, hi. Ternyata kau pintar rupanya, ya?" Kata Hantu itu.


"Ternyata hantu juga bisa cerewet, ya?" Ejek Parker.


"Kau mengejekku?! Kau akan habis hari ini!" Teriak Hantu itu mengancam mereka berenam.


Hantu itu menampakkan dirinya untuk menakut nakuti Rindan yang lainnya agar mereka segera meninggalkan hutan angker itu.


*Kan bisa langsung lu habisi😒Kenapa harus pake diancam dan di takut takuti segala sih😑*


"Wah, jadi ini yang namanya hantu, ya? Aku baru pertama kali melihatnya!" Kata Rin senang.


"Rin, ayo kita pergi! Jangan melakukan hal yang aneh-aneh!" Ajak Eden sambil menarik tangan Rin untuk melarikan diri.

__ADS_1


"Tapi, ini pertama kalinya aku bertemu hantu." Rengek Rin karena belum puas melihat hantu itu.


"Habislah kalian!" Ujar Hantu itu lamgsung terbang ke arah Rin yang lainnya.


Dengan sigap, Eden memeluk Rin mencoba untuk melindunginya dari hantu itu. Tiba tiba, ada dua oramg yang jatuh dari pohon sambil membawa jaring untuk menangkap hantu itu.


"Hiyah~"


"Apa yang...?" Hantu itu melihat apa yang ada di atasnya.


Bugh Bam, kedua anak itu menindih tubuh hantu itu sambil tersenyum sumringah. Ya, bisa di bilang anak anak itu tidak takut sedikit pun dengan yang namanya, hantu.


"Keterlaluan!" Hantu itu mencoba membebaskan dirinya tapi sia sia, dia tidak bisa bebas sama sekali.


"Akhirnya, tertangkap juga kau hantu jadi-jadian!" Ujar seorang anak kecil berambut biru muda di bagian depan sementara sisanya berwarna biru tua.


"Baguslah, kerja keras kita tidak sia-sia." Ujar seorang rekan di sampingnya.


"Eh? Anak kecil?!" Teriak Romi tidak percaya.


"Apa yang anak kecil seperti kalian lakukan di sini? Apa kalian tau ini sangat berbahaya?" Tanya Maria yang mengkhawatirkan kedua anak itu.


"Silvia, Nia?" Tanya seseorang yang memiliki mata permata.


Silvia adalah seorang anak yang memiliki warna rambut biru tua di bagian depannya dan bagian belakangnya biru tua. Jika masih bingung, model rambutnya Silvia sama Nia itu seperti Elza Forte di anime Aikatsu.


Selain itu warna matanya sama persis seperti Parker. Mereka berdua adalah anak kembar, sementara deskripsi Nia cuma sebalimnya dari Silvia.


"Kakak!" Kedua anak itu berlari mendekati Parker dan memeluknya erat.


"Kakak?" Sontak yang lainnya bingung dan mencoba mencerna apa yang sedang terjadi barusan.


"Jadi, mereka berdua adalah adikmu?" Tanya Ryu Ryu kepada Parker.


"Iya, mereka adalah adik-adikku yang nakal!" Ejek Parker.


"Kami tidak nakal, kok." Ujar Nia.


"Lalu apa yang kalian lakukan di sini?" Tanya Eden.


"Menangkap hantu. Banyak rumor yang beredar soal hantu di hutan angker dan penebang pohon yang hilang." Jelas Silvia.


"Itu semua hanya kepalsuan belaka. Sebenarnya hantu itu, adalah penebang pohon itu sendiri!" Ujar Nia.


"Apa?! Kenapa mereka melakukannya?" Tanya Maria.


"Mereka melakukannya agar bisa menebang pohon sesuka hati tanpa perlu merasa khawatir!" Silvia menjelaskan.


"Begitu, ya. Eh, Rin? Kau baik-baik saja?" Tanya Eden yang melihat Rin murung di dekat sebuah pohon.


"Keterlaluan! Aku ingin melihat hantu asli tapi selalu bertemu yang palsu." Ujar Rin kesal.


"Itu artinya tuhan menyayangimu kak Rin." Kata Silvia mencoba menenangkan Rin.


"Iya." Jawab dengan wajah yang di tekuk.


"Tapi, Parker. Kau tidak pernah bilang kalau kau punya adik." Ujar Maria.


"Ah, soal itu ya...?" Parker kehabisan kata kata untuk menjawab pertanyaan Maria.


BERSAMBUNG~


Pertanyaan:


Apa kalian pernah punya adik tapi kalian menyembunyikan identitasnya?


A. Iya, karena adikku itu cerewet dan menyebalkan.😒


B. Tidak, karena aku tidak punya adik:v

__ADS_1


C. Tidak, karena adikku orang yang baik.😊


__ADS_2