
Di pagi hari yang cerah, pukul 05:56 nampak seorang laki laki berambut biru tua. Ia sedang berlari mengelilingi lapangan di istana Pega itu.
"Hosh, hosh, hosh, tidak, ini belum cukup. Aku harus lebih kuat lagi." Ujar Pria itu kembali berlari.
Tiba tiba, ada seorang gadis menggunakan pakaian peri berada di hadapannya. Pakaian peri yang digunakan gadis itu berwarna putih. Menggunakan rok dan rambutnya di ikat kuda di samping.
Pemuda itu berhenti lalu menatap gadis itu. Matanya terbelalak, itu Riya. Pemuda itu menatap Riya penuh heran, tapi Riya cuma menatapnya dalam keheningan.
"Riya, kenapa kau ada di sini?" Tanya Ryu Ryu.
"Aku dengar kau memilihku sebagai perimu, kenapa?" Tanya Riya menatap Ryu Ryu tanpa ekspresi.
"Karena, aku,"
Pemuda itu mengatupkan bibirnya, ia terdiam sejenak. Riya pun memandang pemuda itu dengan mangangkat satu alisnya seperti bertanya, 'kenapa?'
"Aku ingin menjadi lebih kuat lagi, dan aku merasa kaulah yang paling cocok." Ucap pemuda berambut biru tua itu dengan serius.
Wanita yang di depannya pun tertegun, setelah itu ia memalingkan wajahnya sambil terus berpikir. Pemuda itu masih menatap Riya dengan tatapan khawatir.
"Apakah aku telah menyinggung perasaanya?" Batin pemuda itu menelan salivanya.
Keheningan pun datang menghampiri mereka di pagi itu juga. Riya masih memalingkan wajahnya sampai ia menatap pemuda di hadapannya nyaris tanpa ekspresi. Pemuda itu tersentak dan menatap gadis itu keheranan.
"Jika kau ingin menjadi lebih kuat, maka ini saja masih belum cukup." Ryu Ryu menatap Riya yang akhirnya mau mengatakan suatu hal walau cuma 1 kalimat.
"Baiklah, aku akan berusaha!" Ujar pria itu penuh semangat.
Riya pun tersenyum tulus sambil sedikit menggelengkan kepalanya. Pemuda itu memiringkan kepalanya dan menatap Riya tambah heran.
"Aku kasih bocoran saja bagaimana?" Pemuda itu tertegun.
"Bocoran?"
"Oh, atau kau ingin kunci jawabannya? Kalau kau mau aku berikan, nih." Gadis itu memberikan sebuah buku yang di dalamnya adalah jawaban pertanyaan ujian.
Pemuda itu cuma menatap dan tidak mengambilnya. Riya masih tersenyum di hadapan Ryu ryu.
"Aku tidak mau, aku hanya ingin menang dengan cara adil. Bukan dengan cara curang seperti ini!" Pemuda itu bersikeras menolak.
"Apa kau yakin?"
"Ya, aku yakin. Tolong ambil kembali jawaban itu, karena aku tidak memerlukannya." Ujar pria itu mendorong jawaban yang di berikan Aoi.
"Heh," gadis itu terkekeh, " aku rasa, aku tidak salah memiliki tuan." Ujar gadis itu dengan senum manis terukir di bibirnya.
"Apa maksudmu?"
"Ini hanya sebuah tes saja, di dalamnya tidak ada kunci jawaban apapun, yang ada hanyalah teori yang akan diujikan besok."
"Kenapa, kenapa kau melakukan ini?"
"Karena aku tidak mau memiliki tuan yang salah. Jujur saja, aku juga merasa kau adalah yang paling tepat untukku."
*Ya tentu aja dong, kan authornya sendiri yang milihin U^U*
Setelah itu Riya mengajarkan semua yang ia ketahui kepada Ryu Ryu. Ryu Ryu pun mendengarkannya dengan seksama sambil terus tersenyum tulus di sela sela itu.
Maria pov
Seorang gadis sedang berada di area ring tinju di istana Pega. Wanita berambut orange itu terys memukul sebuah tabung yang terbuat dari plastik tapi isinya pasir.
*Maaf author nggak tau namanya apa:v jadi aku diskripsiin aja ya😇*
__ADS_1
Tanpa ia sadari, ada seseoramg yang mengarah ke tempatnya sekarang. Seorang pria yang juga memiliki rambut seperi maria tapi lebih pendek.
Pemuda iti tersenyum sambil menatap Maria dalam keheningan.
"Sampai kapan kau akan memukulnya?" Tanya pemuda itu.
Maria membalikkan badannya, "Romi, kenapa kau di sini?" Tanya wanita itu.
"Yah, cuma mau latihan aja. Memangnya kenapa? Apakah tidak boleh?"
"Terserah."
Wanita itu kembali fokus ke sesuatu yang di pukulnya tadi. Pemuda.itu cuma menatap dengan senyum menyebalkan yang terukir di bibirnya.
"Kenapa kau melihatku seperi itu? Ingin aku pukul juga?"
"Tidak, hanya saja, kau terkihat sangat cantik."
Maria tertegun mendengar perkataan Romi tadi. Dia pun menatap Romi heran dengan wajah sedikit di tekuk.
"Kau sudah bosan hidup ya?"
Pemuda itu cuma tersenyum jahil ke arah Maria. Maria pun mengabaikannya dan hanya menganggapnya seperti angin saja.
"Menyebalkan, semua peri yang di pilih membantu tuannya. Tapi kau, sama sekali tidak melakukan hal itu."
Wanita itu tersentak, "Apasih maunya anak ini?" Batin Maria menatap dengan tatapan tajam.
Maria menghela napas, "Baiklah, kau mau aku ajari apa?" Tanya wanita itu yang sudah malas berdebat.
"Ajari aku semua yang kau tahu!"
"Semuanya?"
Maria berpikir keras, setelah itu ia menunjuk sesuatu yang di pukulnya tadi. Romi pun melihat apa yang di tunjuk Maria.
"Pukul itu sampai pasirnya keluar." Ujar wanita berambut orange itu.
"Baiklah!"
Romi pun memukulnya sampai keluar pasirnya. Setelah itu, Maria pun memyuruhnya melakukan hal lain seperti membaca buku, menyapu dan yang lainnya.
*Kok berasa di jadiin babu ya?😂Sabar ya Romi*
Ran pov
Di sebuah taman ada pohon yang di gunakan untuk latihan melempar kunai. Seorang pemuda berambut coklat diikat pun mencoba melempar kunai kunai yang di bawanya walau beberapa kali meleset.
Saat ingin melempar kunai yang ke 9, tiba tiba ada satu kunai dari belakangnya tertancap tepat di tengah. Pemuda itu berbalik, ternyata itu Ran.
"Lumayan juga, tapi ini masih belum terlalu bagus. Kau harus melakukannya lebih baik lagi." Ujar Ran berdiri di sebelah Hara.
"Baiklah." Ujar Hara.
Tak, kunai yang dilempar Hara pun tertancap di tengah mendekati kunai milik Ran. Hanya berjarak beberapa mm saja. Ran pun mengambil kunai lagi dan melemparkannya tepat di tengah tengah kunai Ran yang sebelumnya dengan miliki Hara.
Alhasil kedua kunai itupun jatuh di tanah, menyisakan satu kunai yang menancap di tengah.
"Coba jatuhkan kunai itu."
"Baiklah."
Saat kunai Hara hampir mengenai target, kunai yang Ran lempar berhasil menggagalkan kunai Hara.
__ADS_1
"Kenapa kau melakukannya?!"
"Saat kau ingin mencapai sesuatu, pasti akan banyak rintangan yang akan kau hadapi. Teman yang kau percaya pun bisa juga menjadi rintanganmu, tapi kau tidak boleh menyerah walaupun kau sangat ingin melakukannya."
Kata kata mutiara Ran membuat Hara tambah yakin dan bersemangat. Hara pun terus mencoba lagi walaupun terus di hadang oleh kunai yang di lempar Ran.
Tak, akhirnya kunai Hara dapat bersanding lagi di sebelah kunai milik Ran. Senyum kemenangan pun terukir di wajah Hara dan Ran juga membalas senyuman Hara itu dengan senyuman manisnya.
Rin pov
Rin, peri yang dipilih oleh Eden sekarang berada di ruang latihan tari. Dalam tariannya, Rin terus berpikir mengenai Eden.
"Apa dia akan bisa mepewati ujian itu?" Batin Rin.
Karena terus memikirkannya Rin pun menjadi tidak fokus dan terjatuh di tengah tengah menarinya.
"Sungguh menyebalkan!" Batinnya mendengus kesal.
Rin pun berdiri dan menatap keluar jendela, mencari keberadaan pemuda berambut silver yang menjadikannya sebagai perinya.
"Apa aku mencarinya saja dan membantunya ya?" Pikir gadis itu.
Sampai pria yang ia pikirkan berjalan di hadapannya. Pria itu membawa beberapa buku dintangannya. Sepertinya dia baru saja dari perpustakaan.
Tanpa sadar, gadis itu memanggil nama pemuda itu, "Eden!"
Pemuda itu nerbalik melihat ke arah suara. Cahaya matahari membuat rambut pria itu bersinar sangat cantik. Pemuda itu mendatangi Rin.
"Ada apa?" Tanya Pria itu.
"Buku apa itu?" Rin menunjuk buku yang di bawa oleh calon tuannya itu.
"Ini buku yang akan aku baca untuk lulus ujian."
"Seharusnya kau bilang aku saja, aku kan bisa membantu mu kalau cuma masalah itu."
Eden tersentak mendengar perkataan calon perinya itu. Sambil sedikit terkekeh, Eden menatap wajah Rin dengan sangat serius.
"Cantik." Batinnya.
"Ah, apa yang baru saja aku pikirkan tadi?" Pria itu menggeleng membuat Rin kebingungan.
"Hm? Ada apa?"
"Ah, tidak ada apa apa."
"Hei, apa kau mau aku ajari? Ya, itu pun kalau kau mau."
"Eng? Aku akan sangat berterima kasih."
Sara pov
Di bukit yang cukup tinggi, ada dua gadis yang beridiri di atas batu. Sepertinya mereka sedang latihan keseimbangan.
"Sara, apa kita harus melakukan ini?" Tanya wanita bermabut krem itu.
"Salah satu cara menyelesaikan masalah adalah dengan kepala dingin dan ketenangan. Jadi, kau harus mulai latihan tenang, Yuna." Ujar Sara.
"Ba, baiklah."
BERSAMBUNG~
**Maaf kalau sken Yuna sama Saranya sedikit solanya kepala authornya lagi puyeng. Sama baterai hpnya udah down😫.
__ADS_1
Semoga kalian menyukainya!😇**