
"Wah, ternyata aku masuk 6 besar dari bawah." Ujar Maria kecewa.
"Aku masuk 3 besar dari atas." Ucap Parker menyombongkan diri.
"Kami juga 3 besar dari atas." Ujar Silvia dan Nia.
Ran menghela napas, "Zodiakmu pasti gemini, kan?"
"Dari mana kau tau?" Tanya Nia.
"Apa karena cuma zodiak gemini yang berlambang anak kembar yang berarti, siapapun yang punya zodiak gemini pasti kembar." Ujar Silvia.
"Binggo. Kau benar sekali." Ran menggagguk.
"Apa ada ranking zodiak lain?" Tanya Maria penasaran.
"Ada, tapi akan aku katakan nanti di hotel saja, ya?" Ujar Parker.
"Jahat banget." Ucap Maria.
"Kalau begitu ayo pergi ke hotel sekarang. Aku sudah tidak sabar lagi." Ajak Rin sambil menarik tangan Parker.
"Terlalu cepat, aku mau ke perpus aja dulu. Aku juga mau keluar, males di dalam ruangan saja." Ujar Parker sambil menarik tangannya.
"Kenapa? Apa kau bosan?" Tanya Ryu Ryu.
"Bukannya itu sudah jelas." Tanya Parker.
"Ngomong-ngomong hebat juga." Gumam Nia.
"Hebat? Apa maksudmu? Dan, siapa yang kau maksud?" Tanya Ran yang sedari tadi berada di sebelah Silvia.
"Kakakku, karena kalau aku dengar dari teman sekolah kakakku. Kakak terkenal pendiam dan di juluki gunung es karena jarang bicara." Ujar Silvia sedikit memelankan suaranya.
"Ya, kalau di pikir benar juga, ya? Tapi, kenapa?" Tanya Maria ikut nimbrung.
"Apanya yang kenapa?" Rin yang sedari tadi tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.
"Karena saat bersama perempuan atau di dalam sekolah dia diam. Tapi, jika dengan laki-laki atau saat keluar sekolah dia sangat banyak bicara." Ujar Maria.
"Benar, padahal dia itu perempuan. Aku rasa akan ada sierra dua." Maria pun mengangguk mendengar perkataan Ran.
"Bukannya orang selalu bilang'Di luar sekolah boleh bar-bar di dalam jangan' itukan maksudnya menjaga image nya." Ujar Silvia.
"Aku rasa kau benar juga." Ucap Maria.
"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Parker yang merasa jika keenam gadis tadi belum beranjak dari tempat mereka.
"Apa? Tidak ada apa-apa, kok. Ayo kita pergi ke perpus." Ujar Maria segera bergegas pergi.
"Dia kenapa?" Tanya Parker.
"Mana aku tau." Jawab Romi.
"Aku kan cuma nanya." Balas Parker.
Setelah itu, Silvia dan yang lainnya pergi ke perpus untuk membaca buku. Setibanya di perpus.
"Aku akan mencari beberapa buku dulu di sini. Kalian mau baca buku apa?" Tanya Parker.
"Kalau aku tidak tau. Aku akan melihat apa ada buku-buku bagus di sini atau tidak." Maria melihat buku buku yang ada di rak.
"Kami juga sama. Kami pergi dulu." Ujar Eden pergi.
"Baiklah bersenang-senanglah." Parker pun pergi ke bagian selatan perpustakaan.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian. Di lokasi yang sama, di sisi Eden, bruk, sesuatu terjatuh menimpa kepala Eden. Eden pun langsung mendongak ke arah sesuatu itu tadi jatuh dan melihat kebawahnya.
"Aduh, apa itu? Buku?" Ringis Eden sambil memegang kepala yang terjatuhi buku ţadi.
[Cinta Friend-zone]buku yang menimpa kepala Eden.
*Hayo, siapa nih yang pernah jatuh cinta malah kejebak friend-zone😏Author turut berduka ya😇*
"Ci, cinta Friend-zone? Buku apa ini? Tapi, aku rasa isinya menarik. Aku akan coba membacanya." Eden lun mengambil buku itu dan mencari meja yang kosong.
Ting, Tong, Ting, Tong, suara bel perpustakaan berbunyi, "Kepada pembaca yang terhormat, jam perpustakaan akan berakhir. Mohon segera meninggalkan ruang perpustakaan." Ujar seorang pengurus perpustakaan.
"Di mana yang lainnya, ya?" Parker melihat sekeliling mencari keberadaan Silvia, Nia dan yang lainnya.
"Parker, kau di sini?" Seseorang tiba tiba mendatangi Parker, sang pemilik mata permata itu pun berbalik ke arah suara tersebut.
"Mizu? Bagaimana keadaanmu? Apa kau kesini sendirian?" Tanya pemuda bermata permata itu.
"Tidak, aku bersama dengan Yuna." Jawab Mizu.
Yuna? Apa itu nama target Mizu? -Parker.
"Kau tinggal di mana?" Tanya Parker.
"Di hotel Angel, kamar no 56." Jawab Mizu.
Parker lalu menepuk tangannya, "Pas sekali, kamarmu bersebelahan dengan kamarku."
"Benarkah? Itu bagus. Ayo, kita pulang." Ajak Mizu.
"Ayo."
Di hotel malam harinya setelah dari perpustakaan. Semuanya nampak gembira meliht ada seorang teman baru yang masuk ke kamar mereka.
"Wah, bagus sekali. Sekarang kita punya tambahan teman lagi, yaitu Yuna." Ujar Maria.
"Oh, ya. Ngomong-ngomong soal janjimu itu." Tanya Ran seperti menagih utang.
"Janji?" Tanya Yuna tidak tahu.
"Ahaha, iya, iya baiklah. Sekarang ranking zodiak yang nggak pernah mau menyakiti hati orang lain." Parker menunjuk papan di bawahnya.
*Ranking zodiak yang nggak pernah mau menyakiti hati orang lain:
Urutan pertama Cancer
Alasan:Hatinya lembut dan sensitif jadi tidak mau menyakiti hati orang lain.
Urutan ke dua Gemini.
Alasan:Takut membuat hati orang kecewa.
Urutan ke tiga Aquarius.
Alasan:Di kenal cuek, dan melakukan segala hal untuk orang tercinta.
Urutan ke empat Capricorn.
Alasan:Sifatnya baik hati sekali sampai mau mengorbankan diri sendiri untuk orang lain.
Urutan ke lima Leo.
Alasan:Suka menolong, rela berkorban, peduli pada orang lain.
Urutan ke enam Libra.
__ADS_1
Alasan:Memprioritaskan perasaan orang lain.
Urutan ke tujuh Pisces.
Alasan:Tulus membantu orang lain, hati yang sangat baik.
Urutan ke delapan Aries.
Alasan:Dapat menjaga perasaan orang lain.
Urutan ke sembilan Taurus.
Alasan:"Sama seperti Aries, pintar menjaga perasaan orang lain.
Urutan ke sepuluh Scorpio.
Alasan:Yang dilakukannya semata-mata untuk kebaikan orang lain.
Urutan ke sebelas Virgo.
Alasan:Nggak akan gengsi untuk meminta maaf apabila menyakiti hati orang lain.
Urutan ke dua belas Sagitarius.
Alasan:Terkenal sangat baik, nggak mau dengan sengaja menyakiti hati orang lain*.
"Itulah ranking zodiak yang tidak tega menyakiti hati orang lain." Ucap Parker.
"Huh, lagi-lagi aku di urutan enam besar dari bawah lagi." Ujar Maria kembali kecewa.
"Hore, kita masih di urutan tiga besar lagi. Masih tetep no dua lagi." Ujar ke dua anak kembar itu.
"Iya, iya. Kenapa sih aku harus ikut Maria no enam dari bawah juga sih?" Tanya Ran kesal sambil melipat kedua tangannya.
"Maksudmu apaan?" Tanya Maria tidak terima dengan nada agak di tinggikan.
"Tidak ada, tidak ada." Ran mencoba mengelak.
"Untunglah aku masuk enam besar dari atas." Ujar Rin lega.
"Aku masih no tiga besar dari atas lagi malahan." Ucap Parker.
"Iya, iya. Sombong beut." Balas Maria dengan nada bicara sengit.
"Kenapa kalian dari tadi diam?" Tanya Parker menoleh ke arah Yuna dan yang lainnya.
"Apa? Tidak apa-apa." Jawab Yuna.
"Parker, ada ranking zodiak yang lainnya nggak?" Tanya Rin.
"Ada. Tapi, tunggu next episode, ya. Good bye para pembaca." Parker melambai lambaikan tangannya ke arah para pembaca.
"Huh, lagi-lagi begitu." Ujar Nia.
"Kakak nggak seru, ah."
BERSAMBUNG~
Pertanyaan:
Apa kalian puas dengan pembahasan ranking zodiak di atas?
A. Ya, alasannya pikir sendiri:v😒
B. Tidak, kami butuh lagi.
__ADS_1
C. Kenapa cuma sedikit?