
Mapam hari setelah kegaduhan tadi siang. Mereka semua berkumpul di luar istana. Menikmati malam yang gelap dan indah serta di temani oleh kunang- kunang yang sangat cantik.
"Hei, kalian mau bermain tidak?" Tanya Maria.
"Bermain? Bermain apa?" Tanya Ran.
Semua tampak penasaran dengan apa yang akan di mainkan Maria, tapi Riya cuma diam saja seperti tidak peduli.
"Em, aku punya pertanyaan, nih." Kata Maria.
"Pertanyaan apa kak?" Tanya Ari.
"Yang pertama, apa yang naik tidak mungkin turun. Ke dua..." Kata Maria tiba- tiba langsung di potong oleh Sierra.
"Apa kau bodoh? Kalau mau memberi pertanyaan satu- satu dong!" Kata Sierra.
"Iya, iya, mbak. Jadi, apa jawabannya." Tanya Maria.
Semuanya terdiam memikirkan jawaban, tapi Riya masih saja tidak peduli. Karena kesal Maria menunjuk Riya agar menjawabnya.
"Riya, kenapa kau diam saja? Kalau kau diam saja berarti kau tahu jawabannya bukan? Apa jawabannya?" Tanya Maria menjebak Riya.
"Sialan! Apa coba kesalahanku sampai di suruh menjawab pertanyaan konyol itu?! Padahal dari tadi aku cuma diam saja. Dasar Maria br*ns*k!" Batin Riya dalam hati kesal.
"Jadi, Riya, kalau kau diam begitu kau pasti tau jawabannya, kan?" Goda Maria.
"Huh, jawabannya bukan benda atau apapun yang hidup. Karena jawabannya adalah umur." Kata Riya yakin.
"Benar! Tidak aku sangka ternyata kau pintar juga, ya." Ejek Maria.
"Kau bilang ternyata aku pintar juga? Kau cuma tidak tahu saja apa yang aku miliki saja. Karena kalian cuma melihat dari luarnya saja!" Batin Riya dengan senyum sinis.
Maria terdiam memikirkan pertanyaan sebelumnya. Sebelum Maria mengatakan pertanyaannya di sela oleh Sara.
"Sara?!" Teriak Maria kaget.
"hehe, aku punya satu pertanyaannya. Kalau ayam berkokok berarti harimau?" Tanya Sara.
"Harimau? Bukannya jika ayam berkokok harimau tidak melakukan apa- apa?" Tanya Mia.
"Ayo apa? Jika kalian tidak menjawab maka pertanyaan ini akan aku lemparkan pada Riya." Kata Maria tersenyum sinis.
"Apa?! Keterlaluan, dasar teman lu**ut! Kalau tidak ada Athena dan yang lainnya di sini maka kau sudah habis dari tadi Maria!" Batin Riya kesal.
"Tunggu apa? Pertanyaannya akan di lemparkan ke Riya? Bukankah itu, sudah keterlaluan ya? Jika melihat ekspresi Riya, aku rasa dia akan marah nanti." Batin Ryu Ryu.
Mereka semua masih terdiam memikirkan jawaban pertanyaan Sara. Sampai Maria menghitung mundur karena tidak ada yang menjawab.
"Baiklah kalau begitu, hitungan 3! 2! 1!" Teriak Maria.
__ADS_1
"Tunggu! Aku, aku tahu jawabannya. Ja, jawabannya adalah harimau pagi." Kata Ryu Ryu.
"Benar! Jika tidak ada yang mengerti maka akan aku jelaskan. Jika ada ayam berkokok pasti menandakan jika hari mau pagi. Bukan harimau, itu cuma plesetan." Kata Sara.
"Woy! Sekarang giliran gw!" Kata Maria.
"Iya nak, iya." Kata Sara sambil menahan ketawa.
"Ekhem, Cecak- cecak apa yang bikin sesak napas?" Tanya Maria.
Semuanya saat itu sedang berpikir, tanpa ada sesuatu. Tiba- tiba Riya mengangkat tangannya, membuat semua orang terkejut.
"Apa jawabannya Riya?" Tanya Maria.
"Cecak napas ku melihat senyuman mu." Kata Riya sambil memperlihatkan senyuman yang membuat orang terpana dan jatuh hati.
"Baiklah kalau gitu bener." Kata Maria.
"Baiklah, kita sudah selesai. Ayo tidur. " Kata Mizu lembut.
"Apa?!" Sudah selesai ya?" Tanya Ran.
"Iya, ini kan sudah malam. Ayo tidur." Kata Mizu.
Mereka pun masuk ke dalam istana dengan wajah murung. Kalo kalian di sana kalian pasti merasa negh deh.
BERSAMBUNG~
Awan- awan apa yang bikin senang?
Apa bedanya tanggal 28 sama 29 Oktober?
Kenapa burung kakak tua hinggap di jendela?
__ADS_1
Elang apa yang di takuti semua orang pas pacaran?
Kamu punya peta nggak? Aku tersesat nih.
Kamu tahu istilah nasi sudah menjadi bubur?
Kucing apa yang paling romantis?
Perang, perang apa yang dapat membuat kita bersama?
Apa bedanya kamu sama monas?
Kayanya aku nggak bakal bisa jadi presiden deh. Kamu tahu nggak kenapa?
Oh ya, aku punya pantun nih. Simak ya😇
Pergi ke sekolah bersama Kanya.
Pulangnya ketemu Mana.
Kamu cantik nggak ada duanya.
__ADS_1
Senyum mu bikin hatiku terpana.