
Saat sampai di asrama, Kamar Mia sangat sunyi. Tidak ada seorang pun yang terlihat. Mia melihat sekeliling.
"Halo, apa ada orang di kamar?" Tanya Mia.
Suasana sunyi, tidak ada seorang pun yang menjawab.
"Halooo?" Tanya Mia sedikit berteriak.
"Kau berisik sekali!" Kata Riya/Parker dari dalam ruangan.
"Huh, terserah!" Kata Mia.
"Mia, apa kau tadi bertemu dengan Ran?" Tanya Parker/Riya sedikit curiga.
"Apa?! Kenapa kau menanyakan itu?" Tanya Mia terkejut.
"Jawab saja!" Bentak Riya/Parker.
"Huh, kau ingin memaksaku? Maaf ya, tapi aku sudah tahu masa lalu mu." Ancam Mia.
"Apa Ran yang memberitahumu?" Tanya Riya/Parker dengan cuek.
"Huh, kau ternyata sangat peka!" Kata Mia mengejek.
"Berhubung kau sudah tau gender dan masa laluku. Kau lebih baik tutup mulut!"Kata Riya/Parker sambil memegang dagu Mia.
"I, iya, aku tidak akan memberitahu yang lainnya. Tapi siapa Ran bagimu?" Tanya Mia penasaran.
"Bagiku ya? Cuma orang asing." Kata Riya/Parker sambil melepas dagu Mia.
"Apa?! Orang asing padahal dia itu kan temanmu!" Kata Mia mebela Ran.
"Teman? Aku sudah melupakan apa yang namanya teman semenjak di hianati." Kata Riya/Parker dengan raut wajah sedih dan kecewa.
"Tapi Riya..." Tanpa sengaja Mia memanggil nama asli Riya dan membuat Riya/Parker marah.
"Jangan panggil aku dengan nama itu!" Bentak Parker/Riya dengan kasar.
"Kenapa?" Tanya Mia.
"Nama itu adalah kelemahan dan penggambaran penyiksaan ku dulu." Kata Riya/Parker.
"Ma, maaf aku tidak bermaksud untuk..." Mia tiba- tiba merasa bersalah.
"Lupakanlah." Tapi lagi- lagi Parker memotong omongan Mia dengan kasar.
"Huh, benar- benar menyebalkan! Apa hatimu terbuat dari es? Sangat dingin, beku, dan hambar lagi. Walaupun kalo hidup tanpa ada es agak kurang bermakna, sih." Kata Mia dalam hati.
Tok, tok, tok, suara ketukan pintu dari luar kamar. Karena Riya/Parker masih marah jadi Mia yang membuka pintunya.
"Eh, siapa?" Tanya Mia.
"Hai." Sapa Ran.
"Ah, Ran! Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Mia.
"Ah, Parker ada?" Tanya Ran.
"Iya, dia ada. Tapi kenapa kau memanggilnya dengan nama Parker?" Tanya Mia sedikit tidak mengerti.
"Karena dulu dia melarangku untuk memanggil nama aslinya." Kata Ran.
"Begitu ya." Kata Mia mulai mengerti.
"Selain itu, nama baru juga mencerminkan kehidupan baru, kan?" Kata Ran.
"Haha, kau benar." Kata Mia.
"Siapa sih yang datang? Berisik sekali!" Kata Parker yang terganggu.
__ADS_1
"Lama tak berjumpa ya, gunung es!" Kata Ran.
"Lama tak berjumpa juga ya, jomblo" Ejek Riya/Parker.
"Apa?! Jomblo?! Maaf ya, tapi jomblo-jomblo gini punya harga diri!" Kata Ran membela diri.
"Terserah." Kata Riya/Parker dingin.
"Wah, ada reuni teman lama ya?" Kata seseorang entah dari mana.
"Rin!" Teriak Ran.
Rin adalah anak yang cukup kaku tapi hatinya baik. Rambut depannya berwarna merah semetara warna rambut belakangnya berwarna putih.
Rambut Rin panjang sampai pundak dengan pita yang di ikatkan di rambutnya. Rin sebenarnya cewek yang cukup tomboy tapi agak pemalu.
"Rin? Apa dia saudaramu, Ran?" Tanya Mia.
"Saudara?!" Tanya Ran dan Rin.
"Maaf ya, hanya karna nama kami mirip sebelas dua belas." Kata Rin menjelaskan.
"Tapi bukan berarti kami saudara!" Sambung Ran.
"Kalau di lihat-lihat juga nggak ada mirip-miripnya." Kata Riya/Parker.
"Benar!" Kata Rin.
"Iya, iya, aku minta maaf." Kata Mia.
"Ngomong-ngomong karena ini hari libur. Ayo ngobrol sampai malam!" Ajak Rin.
"Oke!" Jawab Mia dengan antusias.
"Apapun itu jangan berisik." Kata Parker/Riya dingin.
"Oh, ayolah, kenapa tidak boleh?" Tanya Rin.
"Tidak." Jawaban Parker yang singkat, padat, jelas.
"Kau bukan orang penakutkan?" Ejek Mia.
"Cih, oke aku ikut, ayo adakan permainan. Jika kau kalah, kau harus menuruti perintahku!" Tantang Riya/Parker pada Mia.
"Oke, tapi cuma 3 permintaan." Jawab Mia.
"Baik." Jawab Parker dengan yakin.
"Kok jadi kayak gini sih?" Batin Rin dan Ran dalam hati.
Setelah beberapa saat, permainan pun di mulai. Ronde pertama adalah Riya/Parker vs Mia. Ronde ke dua Rin vs Ran.
"Ayo lomba gombal!" Teriak Ran.
"Oke, siapa takut!" Kata Mia menerima tantangan itu.
Mia vs Riya ronde 1
Tiga~ Dua~ Satu~ Mulaiii~
"Malam-malam apa yang paling nyenengin?" Tanya Mia.
"Waktu aku melamar kamu di hadapan orang tua mu." Jawab Parker/Riya dengan tatapan menggoda.
"Cieeee~" Kata Ran dan Rin yang kegirangan.
__ADS_1
"Sekarang giliran Parker." Kata Rin.
"Mia, kau tahu kau itu sangat menakutkan!" Ejek Riya/Parker.
"Oh ya? Benarkah?!" Kata Mia marah.
"Iya, kau sangat menakutkan, membuatku takut kehilanganmu." Kata Parker/Riya menjebak.
"Cieeee~" Kata Ran dan Rin semakin kegirangan.
"Ronde 1 dimenangkan oleh Parker." Kata Ran.
Parker vs Ran ronde 2
Tiga~ Dua~ Satu~ Mulai~
"Sebutkan nama panjangmu." Kata Riya/Parker.
:"Almanela Didara Miare." Jawab Mia.
"Nama itu nggak usah panjang-panjang. Kalau pada akhirnya aku panggil sayang, iya nggak?" Tanya Riya/Parker dengan tatapan menggoda.
"Keterlaluan!" Kata Mia.
"Wah, Mia aku rasa kau akan kalah taruhan." Ejek Rin.
"Rin, kamu tahu nggak apa nama lain aku cinta kamu dalam bahasa Inggris?" Tanya Parker.
"I Love You." Jawab Rin.
"I Love You to~" Balas Parker.
"Cieee~" Giliran Mia dan Ran yang kegirangan sekarang.
"Tunggu, aku kan nanti melawan Ran, berarti aku belum ikut permainan dong!" Kata Rin tidak terima.
"Siapapun yang ikut permainan akan kena gombalanku." Jawab Parker.
"Cieee~, nanti jadian PJ-PJ ya." Goda Mia.
"Nggak!" Jawab Rin.
"Mia, apa rasanya kue?" Tanya Parker.
"Rasanya kue ya manis, kecuali kalau yang buat Ran ya pahit." Ejek Rin
"Hei!" Teriak Ran kesal.
"Iya manis, semanis senyumanmu." Jawab Parker.
"Cieee~" Kata Ran dan Mia tambah senang.
"Serasa dunia milik berdua, yang lainnya cuma ngontrak." Goda Mia.
"Bener, eh, Mia, kok kamu pakai baju warna hitam?" Tanya Ran.
"Hitam? Aku kan pakai baju warna putih!" Kata Mia.
"Berarti benar kata orang, cinta itu buta." Kata Ran.
"Cieee~, manis banget sih!" Kata Rin.
Bersambung~
Pertanyaan
__ADS_1
Pernahkah kalian digombalin seperti itu? Jika pernah sebutkan gombalan yang pernah kalian terima.