
Setelah kisah pertemuan antara Riya❤Ryu Ryu, Eden❤Rin, Ran❤Hara, kita menuju pertemuan Maria dan seorang lelaki yang akan merubah seluruh kehidupannya.
"Benar-benar menyebalkan, yang lainnya sudah bertemu dengan target mereka kecuali aku dan Mizu. Aaahhhh, ini benar-benar menyebalkan!" Ujar seseorang yang berjalan sendirian.
*Nasib jomblo😑Apa aja mesti sendiri, aku contohnya😭Maaf, kelewat curhat😅*
"Hah, kenapa hari ini harus hujan, ya? Eh, siapa itu? Tunggu dia kan?!" Ucap seseorang yang tidak sengaja tadi melewati Maria.
"Yah, walaupun sudah berhasil sampai ke Pegunungan Wisomenia. Tapi, aku gagal melihat pemandangan yang indah!" Maria masih menggerutu sebal.
"Cantik sekali, aku rasa aku merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama, nih. Ibu, ayah, doakan aku berhasil membuatnya menjadi menantu kalian, ya?"
Ibu dan ayah pria itu be like :"Itu tidak mungkin terjadi."
"Eh? Siapa kau? Kenapa kau memandangku seperti itu?!" Teriak Maria kesal melihat pria itu.
Galak beut ni cewek! Aku rasa kalau aku menikah dengannya hidup ku akan kelar, deh -Pria itu.
"Hei, kau tidak mendengarku, ya?"
"Ah, maaf, halo gadis cantik." Ujar pria itu.
"Kau siapa? Dari tadi melihatku?" Ujar Maria sedikit jijik.
"Dia kan, bukannya dia..." Batin Maria.
"Bar bar beut. Tapi, walaupun di dandani bagaimanapun. Dia tetap terlihat loli." Batin pria itu.
"Namaku Romi, aku salah satu pengagum rahasia mu, loh."
"Pengagum rahasia, ya?" Maria menatap curiga.
"Iya~, aku sangat terpesona dengan kecantikanmu loh."
"Terserah kamu saja. Tapi, jika kamu berniat menangkapku, maka aku akan menghajarmu!"
"Eh? Ehem, aku memang akan menangkapmu. Karena kau telah mencuri sesuatu yang berharga dariku!"
__ADS_1
"Apa maksudmu? Aku tidak mencuri apapun darimu! Lagipula, kita baru pertama kali bertemu!"
"Kau sudah mencurinya. Kau sudah merenggut hatiku dari diriku dengan wajah cantikmu."
"Tidak tanya."
"E,💔(Hati Romi dalam sekejap)Ya, terserah kau saja lah."
"Hei, k*mpret, kenapa kau melihatku terus?"
Bar-bar banget ni cewek -Romi.
"A, apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti. Dan dengar ya, namaku bukan k*mpret!"
"Iya, iya, terserah lo deh."
"Aku serius! Kamu dengerin aku kan?! Helo`"
"Ya sudah, kalau begitu. Antarkan aku ke puncak Pegunungan Wisomenia."
"Apa?! Puncak Pegunungan Wisomenia? Apa yang akan kau lakukan di sana?"
"Iya, iya."
Maria dan Romi mendaki ke puncak tertinggi di Pegunungan Wisomenia. Mereka beberapa kali berhenti untuk istirahat, dan bercanda.
"Hei, apa sudah sampai?" Tanya Maria yang mulai kelelahan.
"Belum, masih cukup jauh. Nah, kita sudah sampai."
"Eh? Kau bilang masih jauh tadi! Dan sekarang kau bilang sudah sampai?"
"Ya, yang ku maksud jauh tadi itu, 10 langkah."
"Sepuluh langkah itu dekat bukan jauh!"
"Kamu tau tidak, apa yang lebih jauh dari 10 langkah?"
__ADS_1
"10.000.000.000 langkah!" Jawab Maria agak ngegas.
"Salah, langkah ku untuk mengambil hatimu. Dan itu tidak cukup 10.000.000.000 langkah."
"Jangan bermain-main!"
"Hihi, tapi, kenapa kau ingin pergi ke puncak Pegunungan Wisomenia?"
"Aku, aku ingin melihat matahari terbit, tenggelam, dan melihat bintang-bintang yang sebelumnya tidak bisa ku lihat."
"Begitu, ya?"
"Lalu kau? Kenapa kau ke Pegunungan Wisomenia?"
"Kenapa? Karena ini adalah kampung halamanku."
"Jadi ini adalah kampung halamannya, ya?" Batin Maria.
"Hei, apa kau tidak ingin sekali-kali keluar dari desa ini?" Tanya Maria.
"Memangnya desa ku kenapa?" Tanya Romi
"Ya, tidak apa-apa. Pemandangannya bagus dan menyejukkan mata. Hanya saja, apa kau tidak ingin memiliki petualangan baru? Yah, kalau orang tuamu mengizinkan." Jawab Maria sambil mengankat tangannya ke atas.
"Orang tuaku, mereka sudah meninggal." Ujar Romi dengan mata yang sangat sayu.
"Benarkah? Kalau begitu kita senasib. Kedua orang tuaku juga sudah tiada." Ucap Maria.
Walaupun salah satunya masih hidup. Tapi aku masih kesal dengan si tua bangka itu -Maria.
*Dasar anak durhaka😅Padahal ayahnya masih hidup😒Jangan di contoh ya, soalnya auto masuk neraka😆*
"Baiklah kalau begitu. Ayo kita mengelilingi dunia ini bersama-sama."
"Iya."
Tapi setelah itu, aku akan mengkhianatimu dan akan memberikanmu luka yang akan selalu kau ingat. Jika hal itu terjadi, jangan pernah memaafkanku. -Maria.
__ADS_1
Maria, maaf mungkin setelah ini aku akan sangat mengecewakanmu. -Romi.
BERSAMBUNG~