
Author pov
Hari ini, hari yang di tunggu tunggu pun telah tiba. Hari ujian, kelima prajurit Athena pun menghela napas gugup bercampur khawatir.
"Tenang saja, tidak perlu terlalu gugup. Santai saja, dan biarkan semuanya mengalir seperti air, mengerti?" Tanya seorang gadis dibelakangnya.
"Iya, aku mengerti." Ujar laki laki berambut biru tua itu.
Ke duanya saling tersenyum, Ryu Ryu dan Riya menatap ruang ujian dengan menghela napas berat.
"Hei, para calon tuan, semangat ya!" Ujar seseorang berambut merah yang di potong seperti laki laki.
"Iya, terserah kau saja Chicas." Ucap Rin.
Para calon tuan para peri itupun masuk ke dalam ruang ujian. Rasa takut, gugup, gelisah menjadi satu.
Tidak boleh gagal!
Ujar mereka semua dalam hati. Para peri yang tidak di pilih pun ditugaskan memgawasi ruang ujian. Sementara peri yanh dipilih di suruh di luar.
Pega memasuki ruang ujian, dia membawa sebuah kertas yang sepertinya menandakan ujian tertulis akan di mulai.
Para prajurit itu menelan saliva mereka. Menatap Pega dengan serius walau keringat terus bercucuran turun.
"Baiklah, aku harap kalian semua bisa melewati ujian ini." Pega berjalan turun dan berdiri di hadapan mereke berlima.
Pega menyodorkan kertas itu di meja mereka semua. Mata para prajurit Athena itu terbelalak melihat pertanyaan yang ada di lembar kertas ujian itu.
Ada 20 soal di dalamnya, setiap soal memiliki 5 poin. Mereka akan lulus tes jika mendapat nilai di atas 80 poin. Tapi bukan itu yang membuat para prajurit Athena itu terkejut. Melainkan soal yang ditanyakan di dalamnya.
*Jawablah soal soal uraian do bawah ini dengan pasti.
Soal pertama, 'Apa elemen perimu?'
Soal kedua, 'Mengapa kamu ingin ia menjafi perimu?'
Soal ketiga, 'Apa yang akan kamu lakukan jika perimu marah kepadamu?'
Soal keempat, 'Apa sifat perimu?'
Soal kelima, 'Apa kamu tahu masa lalu perimu?'
Soal keenam, 'Tanggal berapa perimu lahir?'
Soal ketujuh, 'Di mana perimu tinggal?'
Soal kedelapan, 'Apa hobi perimu?'
Soal kesembilan, 'Apa perimu orang yang malas atau rajin?'
__ADS_1
Soal kesepuluh, 'Siapa nama adik perimu?'(Jika punya, jika tidak punya tidak perlu di jawab).
Soal kesebelas, 'Sebutkan nama panjang perimu!'
Soal kedua belas, 'Apa yang kalian ketahui tentang peri kalian?'
Soal ketiga belas, 'Seberapa kuatkah kalian?'
Soal keempat belas, 'Apa kalian yakin dapat mengontrol peri kalian?'
Soal kelima belas, 'Apa kalian yakin bisa melindungi peri kalian dan diri kalian sendiri?'
Soal keenam belas, 'Sebutkan kelemahan peri kalian!'
Soal ketujuh belas, 'Di mana kalian bertemu pertama kali dengan peri kalian?'
Soal kedelapan belas, 'Apa yang akan kalian lakukan saat peri kalian marah?'
Soal kesembilan belas, 'Apa yang di takuti peri kalian?'
Soal terakhir, 'Apa kalian menyukai peri kalian?'
Soal bonus:
Jika benar kalian lulus!
Itulah pertanyaan yang di tanyakan oleh soal yang akan di jawab para prajurit Athena. Para prajurit Athena pun menggeleng kepala dan menepuk jidat tak percaya.
*Jika ada yang merasa itu soal introgasi emang itu soal introgasi😂*
"Gila! Kalau tau ini isi soalnya gw tanya aja sama Maria kemarin!" Batin Romi menepuk jidat tak berdaya.
"Kalau beberapa bisa aku jawab, sisanya? Auto gagal deh." Batin Ryu Ryu dengan wajah cemberut.
"Apa soal ini masuk akal? Yang benar saja!" Batin Hara kesal.
"Pega, apa yang kau rencanakan sebenarnya?" Batin Eden.
2 jam berlalu, bel tanda berakhirnya ujian berbunyi. Semua soal di kumpulkan dan para prajurot Athena keluar dengan wajah sedikit di tekuk.
Para peri yang mereka pilih pun melihat mereka penuh tanda tanya. Riya mendatangi Ryu Ryu dan berdiri di hadapannya.
"Kenapa? Apa ada sesuatu yang salah?" Tanya gadis berambut permata itu.
Ryu Ryu memalingkan wajah tidak menjawab pertanyaan gadis yang ada di hadapannya itu. Para peri yang lainnya pun ikut bertanya kepada calon tuan mereka tapi hasilnya sama saja.
"Kalian ini kenapa sih? Itu cuma beberapa lembar kertas saja, kenapa kalian secemberut itu?" Ujar Maria kesal karena tidak di gubris.
Para prajurit itu masih diam tidak menjawab dan membisu. Tiba tiba Riya menepuk tangan Ryu Ryu membuat Ryu Ryu terkejut.
__ADS_1
"Apa kalian sudah mengaku kalah secepat ini? Di mana semangat mu kemarin?!" Tanya Riya menaikkan nada bicaranya.
"Benar, kau bilang akan menjadi tuan kami kan, kenapa kalian sekarang diam saja?" Ran bertanya sambil melipat tangan di dada.
"Kalian semua, apa kalian semua hanyalah seorang pencundang?"
Perkataan Rin membuat para calon tuan mereka itu terkejut dan menatap ke arah para peri yang mereka pilih. Walau dalam hati mereka berkata, 'Kalian tidak akan bisa kami miliki.'
Tiba tiba pintu ruang ujian terbuka, Mizu keluar dari pintu ruang ujian tentunya membawa hasil ujian itu. Mereka semua menelan saliva dan menghela napas berat.
"Kalian semua,"
Mizu mengantupkan bibirnya membuat jantung mereka semakin berdetak sangat kencang. Wajah mereka semua semakin terlihat sangat kecut.
"Selamat, kalian semua berhasil!" Ujar seseorang dari belakang Mizu, dia adalah Chicas.
Mizu pun hanya mengguk sambil tersenyum. Mereka yang mendengar itupun merasa sangat terharu dan bahagia, sekarang mereka bisa bernapas lega.
Para prajurit Athena itupun memeluk peei mereka dengan sangat erat dengan wajah bahagia. Para peri itupun membalas pelukan penuh kemenangan itu dengan aenyum yang tulus.
"Akhirnya, aku, aku sangat senang!" Ujar Ryu Ryu kembali memeluk Riya.
"Iya, kalian berhasil, kalian semua, aku bangga paa kalian!" Ucap seluruh peri dengan suara senang dan lantang.
Kata kata Itu, kata kata yang tidak pernah aku dengar dari mulut orang tuaku. Sekarang, hal yang sangat ingin aku dengar itu diucapkan oleh orang ini. Benar benar tidak dapat di percaya.
*Jika ada yang tanya siapa pemeran utamanya, pemeran utamanya itu semua prajurit zodiak Pega ya!*
Beberapa menit setelah kejadian itu, para peri yang dipilih itu menunduk bersumpah setia pada tuan mereka masing masing.
Para tuan mereka pun menampilkan senyum bahagia. Akhirnya setelah ini, mereka akan menjadi milik tuan mereka masing masing.
Pega pov
Di kantor Pega, Mizu datang memberitahukan kejadian di luar ruang ujian dan ekspresi mereka semua. Pega pun menggangguk paham, setelah itu Pega menarik Mizu jatuh kepelukannya.
Mziu pun gelagapan melihat tingkah Pega, tapi Pega cuma memperlihatkan senum nakal yang membuat Mizu kesal.
"Apa, apa yang kau lakukan?!" Mizu berusaha membebaskan dirinya dari pelukan Pega.
"Oh, memangnya apa yang aku lakukan? Aku kan mau sebuah hadiah dari kerja kerasku juga." Ujar Pega menampilikan smirk nya.
"Apa yang akan kau lakukan? Lepaskan aku sebelum ada yang datang!"
Cup, Pega menutup mulut Mizu dengan bibirnya. Kini bibir Pega dan Mizu bersentuhan, mata Mizu pun terbelalak sempurna. Tanpa ia sadari, Mizu membalas ciuman Pega itu.
*Gw juga pengen😭Kapan ya gw ngerasain hal itu😫*
BERSAMBUNG~
__ADS_1