Harapan Langit Berbintang

Harapan Langit Berbintang
Epiapde 30 Sekolah Prajurit Athena


__ADS_3

"Itu bukan urusanmu." Sierra memalingkan wajahnya menolak menjawab pertanyaan Pega.


"Hei, Sierra. Tunggu dulu."


Setelah Sierra pergi meninggalkan ruangan dengan wajah kesal bercampur kecewa. Semua orang menatap Sierra penuh tanda tanya.


"Huh, padahal aku cuma bertanya satu pertanyaan saja."


"Aku rasa pertanyaanmu melukai hatinya." Ujar Mizu.


"Benarkah? Perasaannya benar-benar sangat sensitif."


"Itu karena kau laki-laki yang tidak peka." Mizu mengejek Pega dengan wajah datar.


"Iya, iya. Aku benar-benar minta maaf."


Keesokan harinya, Pega berada di ruang tengah istananya. Memebaca sebuah buku sambil sesekali bersenandung. Sampai Sierra lewat di hadapannya.


"Hm? Yoo, Sierra." Sapa Pega.


"Hump." Sierra memalingkan wajah dan berjalan menjauh.


Dia masih marah? -Pega.


"Yoo, selamat pagi." Ujar Maria yang melewati Sierra.


"Selamat pagi." Jawab Pega sambil tersenyim seperti tidak ada masalah.


"Jadi, apakah kita akan benar-benar menjadi laki-laki?" Tanya Ari.


"Setelah aku pikir-pikir lagi. Tidak, kalian cuma perlu masuk sekolah mereka saja." Ujar Pega melanjutkan membaca buku.


"Masuk ke sekolah mereka?" Tanya Parker.


"Benar."


"Ternyata ada, ya. Sekolah untuk para prajurit Athena." Ujar Sara.


"Benar. Di sana nanti, akan ada banyak orang yang akan mencurigai atau membully kalian."


"Heh, membully? Sebelum mereka membully kami, kami akan menghajarnya terlebih dahulu." Ujar Maria penuh percaya diri.


"Jangan gegabah, jika kita melakukan sesuatu di sana. Pasti, sulit untuk melanjutkan misi." Ujar Mizu.


"Lain kali berpikir dulu sebelum bertindak." Ucap Parker dengan wajah datar.


"Baiklah, kalau begitu. Kalian ber sembilan berangkat sana."


"Tunggu, sembilan? Bukannya kami ada tiga belas?" Ranya Chicas bingung.


"Anak kecil pasti akan di remehkan di sana." Ujar Pega.


"Tidak masalah, kami akan membuktikan pada mereka kalau anak kecil juga bisa bertarung." Ujar Ari.


"Tapi, jika kak Pega menyuruh kita tetap di sini. Pasti ada alasan bagus bukan?" Tanya Nia.


"Apa alasannya? Dan apa rencana kak Pega nanti?" Tanya kembaran Nia itu.


"Aku akan membuat mereka semua terkejut." Ujar Pega penuh percaya diri.


"Oh, ah, baiklah kalau begitu." Ujar Maria yang sebenarnya tidak paham apa yang di maksud.


Setelah itu, mereka bersembilan pergi ke sekolah prajurit Athena. Butuh waktu hingga 4 hari agar dapat sampai ke sana.


"Ah, huh, akhirnya sampai juga. Aku capek sekali." Ujar Maria membaringkan tubuhnya di tanah yang penuh dengan rumput karena capek.


"Hei, Maria. Ayo bangun, dengar ya aku tidak mau menggendongmu. Jadi tertidurlah di sini sampai besok pagi." Ujar Ran menatap Maria.


"Huh, iya, iya. Aku bangun." Maria pun duduk di atas rumput itu.

__ADS_1


"Ah, gawat!" Teriak Parker tekejut.


Parker segera bersembunyi di belakang Ran. Ran pun merasa bingung akan tingkah Parker dan melihat ke Parker.


"Eh? Ada apa? Kenapa kau bersembunyi di belakangku?" Tanay Ran bingung.


"Parker, ada apa?" Tanya Mia.


"Lima orang prajurit Athena, atau lebih tepatnya target kita dulu. Mereka ada di sini." Ujar Parker sambil sesekali mengintip.


"Apa?!" Semuanya terkerjut.


"Ini gawat. Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Maria mulai panik.


"Tetap tenang. Kita bilang saja kepada mereka kita ingin belajar bela diri." Ujar Mizu berusaha tenang.


"Bela diri?" Sara memiringkan kepalanya.


"Itu alasan yang bagus. Tapi, apa mereka akan percaya akan hal itu?" Tanya Sierra sedikit meragukan.


"Aku harap begitu." Ujar Parker.


"Kalau begitu, ayo pergi!" Ajak Chicas.


"Ada kali ya? Orang hidup tanpa beban seperti Chicas?" Tanya Miku heran.


"Ayo pergi." Ujar Mizu.


Mizu dan yang lainnya masuk ke sekolah itu dan tidak sengaja bertemu dengan target mereka seperti yang sudah mereka perkirakan.


"Parker? Apa yang kau lakukan di sini?".Tanya Ryu Ryu yang berada di belakang mereka.


"Cuma ingin bertemu dengan sahabat-sahabatku dan menuntut ilmu." Ujar Parker.


Jika bukan karena Pega yang menyuruhku di sini, aku pasti tidak akan kesini. -Parker.


"Maria, kau juga ada di sini?" Tanya Romi tiba tiba mendekat.


Keneruntungan pala lu. Aku ke sini untuk menghabisimu. -Maria.


"Apa kalian tau yang namanya. Jodoh nggak akan kemana?" Tanya Sierra.


"A, apa maksudmu? Siapa kau?" Tanya Romi.


"Namaku Sierra, salam kenal. Namamu Romi kan?"


"Wah, aku rasa aku terkenal ya?"


"Huh, Narsis sekali." Sierra mendegus sebal.


"A, apa?"


"Kalau kalian ke sini untuk belajar. Maka cepatlah, kelas akan segera di mulai." Ujar Eden.


Ting Tong Ting Tong, bel masuk berbunyi.


Kenapa aku jadi malah keinget sekolah ku dulu ya? -Miku.


"Bel nya sudah berbunyi. Ayo masuk kelas." Ujar Mizu.


Sesampainya di kelas, semua orang menatap mereka bersembilan takjub. Kesembilan orang cuma diam dan berusaha tetap tenang.


"Wah, siapa dia?"


"Dia cantik sekali."


"Astaga, aku seperti melihat para bidadari turun dari surga."


*Yang di maksud murid murid itu adalah delapan orang perempuan yang di kirim Pega*

__ADS_1


"Siapa pria tampan itu?"


"Murid baru itu benar-benar tampan."


"Siapa namanya ya?"


"Hm? Huh." Parker melihat gadis-gadis yang melihatnya sekilas setelah itu membalikkan pandangan lagi.


"Wah, dia sangat cool dan keren!"


"Dia benar-benar laki-laki idaman."


Sebelum guru masuk, para murid pun memandangi murid-murid baru yang di kirim Pega. Alhasil Kelas pun menjadi sangat ramai dan gaduh. Saat guru datang.


"Ekhem, kalian semua. Kembali ke tempat duduk kalian sekarang!" Ujar Pak guru itu.


"Baik pak."


"Hari ini ada murid-murid baru yang datang silahkan perkenalkan diri kalian di depan sini.


"Hai, namaku Miku. Semoga kita bisa berteman dengan baik."


"Hai, namaku Mia. Apa kabar?"


"Halo semunya, namaku Chicas. Jika nanti aku tidak bisa mengerti pelajaran. Kalian mau membantuku kan?"


"Tentu saja!" Ujar murid laki laki.


"Namaku Mizu. Salam kenal."


"Dia sangat dingin tapi juga cool ya?"


"Namaku Sara. Halo semuanya."


"Halo juga."


"Halo bidadariku." Ujar seorang murid.


"Namaku Parker." Dengan wajah dingin tapi memabukan.


"Jadi namanya Parker?"


"Dia benar-benar sangat tampan." Tanya para murod permpuan itu dengan amat takjub.


Mereka itu benar benar sangat menyusahkan. -Parker.


"Namamu Sierra. Halo."


"Namaku Maria. Hai."


"Hai bidadari Maria~" Ujar murid laki laki.


*Cuma perasaan gw atau emang kalo ada murid perempuan masuk kelas yang laki laki pada antusias banget ya😅*


"Huh, bidadari? Beraninya mereka."Ujar Romi orang yang terbakar api cemburu.


"Namaku Ran, Hai."


"Namaku Rin, Halo."


BERSAMBUNG~


Pertanyaan:


Apa kelas kalian juga heboh seperti itu saat ada murid laki-laki ganteng ata murid perempuan cantik?


A. Ya, jika ada permpuan cantik ata laki-laki ganteng datang kelas ku langsung heboh.


B. Tidak karena orang-orang di kelasku itu cuek.

__ADS_1


C. Aku tidak berharap ada murid baru di kelasku.


__ADS_2