Harapan Langit Berbintang

Harapan Langit Berbintang
Episode 17 Perjalanan Mizu di Yunani


__ADS_3

"Bagus, sekarang aku ada di Yunani." Ucap Mizu sambil melihat sekeliling.


Kira-kira aku bisa dapat buku lengkap soal zodiak tidak, ya? Aku pengen banget rasanya goda yang lainnya tentang zodiak mereka masing-masing -Mizu.


"Eh, itu kan..." Mata Mizu terbelalak sempurna. Melihat seorang wanita yang ternyata adalah targetnya.


Mizu masih memandang wanita itu untuk memastikan, apakah dia orang yang Mizu cari atau bukan.


"Yah, itu pasti dia!" Ujar Mizu dengan yakin.


"Hm?" Wanita itu menoleh ke belakang, seperti menyadari bahwa ada seseorang yang mengikutinya.


Ah, gawat! Dia melihat kesini! Aku harus segera sembunyi! -Mizu.


Dengan sigap, Mizu bersembunyi di balik dinding yang ada di belakangnya. Mizu mengeluarkan sebuah kaca untuk mengecek keberadaan wanita itu.


"Aneh, aku merasa ada seseorang yang mengikutiku. Apa cuma perasaanku saja, ya?" Tanya wanita itu dalam hati dan melanjutkan perjalananya.


Tadi itu hampir saja ketahuan! Kalau aku ketahuan, maka misi ku pasti auto ancur semua deh. Btw, dia kemana?! Hah, bagus, sekarang aku kehilangan jejaknya.-Mizu.


"Menyebalkan, sekarang aku harus bagaimana?" Gumam Mizu yang mulai resah.


"Hei," Tiba tiba ada seseorang yang memegang pundak Mizu.


"Eh? Siapa yang..." Mizu pun berbalik dan matanya kembali terbelalak sempurna. Ternyata orang yang memegang pundaknya adalah targetnya sendiri.


"Kau tadi orang yang mengikutiku kan?" Tanya wanita itu dengan wajah kesal bercampur curiga.


"Aku tidak mungkin salah! Dia dari tadi dia terus melihatku. Dia juga orang yang di cari oleh Athena." Batin wanita itu.


"Mengikuti? Apa maksudmu? Dan siapa kau?" Tanya Mizu dengan wajah yang dibuat polos dan bingung.


Aku harus tetap tenang, jika aku terburu-buru dan salting dia pasti akan curiga! -Mizu.


Ekting orang ini benar-benar sangat hebat! -Wanita itu.


"Ah, maaf, aku rasa aku tadi salah orang. Aku benar-benar minta maaf." Ucap wanita itu secara tiba tiba.


Sontak Mizu langsung terkejut dengan reaksi si wanita yang tiba tiba berubah itu, "Ah, begitu ya? Tidak apa-apa. Btw, perpustakaan ada di mana, ya?" Tanya Mizu berusaha tetap tenang.


"Perpustakaan? Perpustakaan ada di kiri jalan sana." Wanita itu menunjuk ke arah toko yang sebelahnya adalah perpustakaan yang di tuju Mizu.


"Terima kasih. Aku yakin kita pasti akan berjumpa lagi dalam keadaan bagaimanapun. Karena bumi itu bulatkan? Sampai jumpa." Ucap Mizu dengan penuh arti.


Wanita itu sempat terkejut dengan perkataan Mizu, tapi ia tetap berusaha untuk tenang, "?! Ah, iya kau benar. Sampai jumpa lagi."


"Apa maksud senyumannya itu? Berjumpa lagi? Apa dia bermaksud menantangku? Baiklah kalau begitu, aku terima tantanganmu itu Mizu!" -Wanita itu.


Karena perkataan Mizu. Yuna terus mengikuti Mizu mulai dari perpustakaan, rumah ke rumah, blok ke blok, tapi untungnya tidak hati ke hati.


*Ya enggak hati ke hati lah😑 Kalau kaya' gitu kan nanti malah jadi lesbi dong-_*

__ADS_1


Sampai di suatu gang, Mizu berhenti melangkahkan kakinya dan mengahadap ke belakang.


"Sampai kapan kau akan mengikutiku terus ha? Cepat keluar!" Teriak Mizu.


Sialan! Kenapa aku harus ketahuan oleh dia sih? -Wanita itu.


"Huh, jadi kau sudah tau ya? Hei, Mizu, aku punya pertanyaan untukmu." Ujar wanita itu dengan tangan di lipat didada.


"Pertanyaan? Pertanyaan apa?" Tanya wanita vampir berwajah cantik bak malaikat itu.


*Walau cantik tapi sayang dia itu vampir😢Kalo bukan vampir kan bagus😆*


"Mizu! Di mana Pega!" Tanya wanita itu sedikit berteriak.


"Pega? Siapa itu Pega?" Tanya Mizu dengan wajah polos yang di buat buat.


*Pemberitahuan, Mizu itu adalah seorang aktor dan banyak membintangi film film terkenal. Jadi kalo di suruh membuat ekspresi palsu nampak seperti asli nggak usah di ragukan lagi😎*


"Jangan pura-pura bodoh! Beritahu aku di mana Pega sekarang berada!" Wanita itu masih tidak mau menyerah.


"Aku tidak akan pernah memberitahumu." Jawab Mizu dengan wajah datar.


"Apa?! Kenapa kau tidak mau memberitahuku?!" Wanita itu mulai menyalakan api yang sangat besar.


"Karena aku tidak tau dia ada di mana." Jawab Mizu dengan wajah datar.


"Apa?! Apa maksud perkataan mu?" Mata wanita itu terbelalak sempurna.


"Tidak mungkin!" Bantah wanita itu.


"Kau mau berkata seperti apapun, aku memang tidak tau."


Orang ini, sebenarnya apa yang dia mau sih? -Mizu.


"Maaf jika aku lancang, tapi, kenapa kau mencari orang bernama Pega itu?" Tanya Mizu.


Wanita itu membuka mata dan menjawab, "Dia, dia adalah temanku. Teman sekaligus orang yang aku cintai. Aku sangat mencintainya lebih dari siapapun."


*Maksudnya pacar gitu😅Kalo pacar nggak usah di jelasin panjang lebar gitu dong mbak😅*


"Huh, jadi dia adalah saingan cintaku ya? Akankah ini menjadi cinta segitiga?" Batin Mizu sambil terus mencari akal.


"Aku ingin sekali bertemu dengan dia lagi." Ucap wanita itu terus terisak isak.


"Jadi begitu, pantas saja. Tapi maaf, aku tidak tau tentang seseorang yang kau cintai yang bernama Pega itu." Jawab Mizu.


Pega, lihat saja nanti kalau aku pulang. Aku akan menuntut penjelasan mu! -Mizu.


[Kantor Dewa Kegelapan]


"Hatchu! Siapa yang baru saja membicarakanku ya? Tiba tiba bulu kuduk ku merinding, hi, serem!" Ujar Pega yang masih menyelesaikan beberapa dokumen di mejanya.

__ADS_1


[Gang Anjay]


*Ini nama gangnya ya guys😅😆Kalo ada gang yang namanya kek gini, fix rata rata orangnya mesti bar bar:v*


"Mizu, maukah kau membantuku menemukan orang yang bernama Pega itu?" Ujar Yuna tiba-tiba memegang tangan Mizu.


"Apa?! Kenapa harus aku?!" Tanya Mizu terkejut.


"Karena, hiks, cuma, hiks, cuma kamu yang tau di mana keberadaan Pegaaaa." Jawab wanita itu dengan air mata yang menganak sungai.


"Iya, iya. Baikalah, aku akan membantumu untuk menemukan dia." Jawab Mizu dengan wajah terpaksa bin males.


"Benarkah? Kau berjanji padaku?" Tanya wanita itu dengan mata berbinar.


"Iya, aku berjanji padamu. Tapi, dari mana kau tau namaku?" Tanya Mizu.


"Hm, itu. Aku tau dari Pega dulu kalau kau adalah salah satu teman baiknya. Jadi, aku menemuimu karena mungkin kau tau di mana keberadaan Pega. Oh, ya, namaku Yuna." Jawab wanita itu.


"Begitu, tapi, bagaimana kau yakin kalau aku ini Mizu?" Tanya Mizu.


"Ah, Pega menunjukkan fotomu padaku. Jadi, aku tau kalau itu kamu." Jawab Yuna.


Hei Pega, pengen lu apasih? Sampe foto gw lu tunjukin ke orang lain? Lu pengen ngejual gw atau mamerin gw kaya iklan makanan sih? -Mizu.


"Ya sudah, kalau begitu lepaskan tanganku dulu." Pinta Mizu.


"Ah, baiklah~,Terima kasih Mizu~"


"Iya, iya. Dari mana kita akan mencari Pega itu?"


"Mungkin...Kita bisa mencarinya mulai dari Yunani."


"Apa?! Apa kau bercanda?! Yunani itu luas! Kita haris mencarinya dari sudut ke sudut, begitu maksudmu?" Tanya Mizu sedikit ngegas.


"Ya, kalau kau mau begitu ya tidak apa-apa." Jawab Yuna dengan wajah tak berdosa yang bikin naik darah.


"Tidak ah, aku tidak mau."


"Huh, ayo lah! Jangan tidak semangat begitu! Ayo kita pergi!" Ujar Yuna sambil menggandeng tangan Mizu dan mengajaknya berlari.


Dasar manusia. Kalian semua benar-benar munafik! Akan aku hisap semua darah kalian nanti!!! -Mizu.


BERSAMBUNG~


Pertanyaan:


Semua cerita pertemuan antara mereka semua di mulai dengan maksud buruk. Akankah hubungan mereka semua akan tetap berjalan baik?"


A. Tidak, karena jika suatu hubungan di mulai dengan maksud buruk pasti akan berakhir buruk juga. Begitupun sebaliknya.


B. Iya, karena walaupun di mulai dengan maksud buruk pun pasti akan tetap berakhir Happy Ending.

__ADS_1


C. Aku tidak tau:v


__ADS_2