Harapan Langit Berbintang

Harapan Langit Berbintang
Epispde 46 Memilih seorang peri


__ADS_3

Pagi harinya Pega memanggil para prajurit unggul Athena. Semua penasaran dengan panggilan Pega itu.


*Yang di maksud adalah Romi, Hara, Eden, dan Ryu Ryu dan Yuna*


"Pega," Pega menoleh, "kenapa kau memanggil kami?" Tanya Romi.


"Apa, kalian menyukai salah satu prajur**it** ku?" Tanya Pega.


Sontak semua oramg terdiam, pertanyaan yang di pikir tidak akan pernah keluar dari mulut Pega sekarang mereka mendengarnya.


Semua orang menatap Pega heran dan terus bertanya- tanya apa maksud Pega.


Kenapa dia tiba- tiba menanyakan hal ini?


Mereka semua bertanya demikian sampai Pega berdiri dan menunjukkan suatu data yang menunjukkan detail seseorang beserta fotonya.


Orang yang Pega tunjukkan adalah wajah dan informasi tentang 12 zodiak milik Pega, mulai dari kesukaan, tanggal lahir, masa lalu, dan hal lainnya.


Semua orang tambah heran demgan sikap Pega. Seolah dia sudah tau tentang orang yang ke empat laki- laki itu sukai.


Sebenarnya Pega ini salah makan atau dia tadi habis lewat jalan mana sih? -Romi


Semua masih menatap pega dalam diam, tidak ada seorang pun yang berbicara. Merasa tidak nyaman, Pega akhirnya mulai angkat bicara.


"Aku tahu," Semua orang menoleh, "kalian pasti berpikir kenapa aku melakukan ini bukan?" Tanya Pega.


Semua hanya mengangguk, tanda berarti bahwa yang Pega katakan adalah sebuah kenyataan. Pega menghela napas.


"Aku melakukan ini karena,"


Pega terdiam demgan wajah yang di tundukkan seperti merasa sedih, hal itu membuat semua orang yang di sana tambah merasa ada sesuatu yang salah.


"Karena, AKU TIDAK MAU MELIHAT MEREKA LAGI!" Lanjut Pega sambil berteriak.


Hah?


Dia bilang, tidak mau melihat mereka lagi?


Kenapa?

__ADS_1


Semua orang bertanya- tanya tidak mengerti, sampai tanpa peringatan. Bugh, ada seseorang yang memukul Pega.


"Aduh!" Pega meringis kesakitan, Pega pun menoleh melihat siapa orang yang barusan sangat berani memukulnya.


"Chicas?!" Oramg yang di panggil Pega pun hanya terdiam dengan wajah datar seolah tidak peduli.


"Kenapa kau melakukan itu adik kaga ada AKHLAK!" Teriak Pega kesal.


Tapi pemilik nama hanya diam sambil menatap tajam ke arah Pega seolah dia sangat- sangat kesal dengan perkataan Pega.


"Kenapa kau-"


"Apa kau sebenci itu pada mereka?" Perkataan Pega di potong oleh Chicas dan membuat Pega bungkam.


"Apa kesalahan mereka sampai kau membenci mereka?" Tanya Chicas sambil menahan tangis.


Pega masih diam tidak menjawab perkataan Chicas. Yang lainnya yang berada di dalam ruangan pun hanya diam tak ingin ikut campur dalam masalah Pega dan Chicas.


"Padahal, mereka itu menganggap kakak sebagai teman! Kenapa kakak-"


"Aku mengatakan hal itu karena ada alasannya, Chicas." Jawab Pega.


Chicas tertegun, dia masih menatap Pega penuh arti dan pertanyaan yang terukir dalam wajahnya. Pega berdiri di depan Chicas dan menggenggam pundak Chicas.


Chicas tertegun dengan perkataan kakaknya. Harus di akui, memang tidak mungkin mereka mau terkurung di istana layaknya cerita Rapunzel.


"Peri?" Pertanyaan dari Ryu Ryu membuat dua orang kakak beradik itu menoleh.


Pega menghela napas berat, begitupun dengan Chicas.


"Benar, kakak Maria dan yang lainnya adalah seorang Peri." Ujar Chicas.


"Yah, walaupun peri di perbolehkan memiliki tuan ataupun tidak. Tapi,"


Pega terdiam, meninggalkan tanda tanya besar.


"Mereka-"


"Mereka bisa keluar kapanpun, tapi tidak bisa bebas." Mereka menoleh dan termyata orang yang memotong perkataan Pega.

__ADS_1


"Mizu?!" Muncul seorang berjubah hitam dengan mata dan rambut violet nya yang sangat indah dan menawan.


"Jadi, kalian ingin memilih peri yang mana?" Tanya Mizu.


Yang lainnya tertegun mendengar pertanyaan Mizu. Mereka semua berpikir keras, bertanya- tanya, siapa yang akan mereka pilih?


"Maria." Mereka semua menoleh ke asal suara.


"Romi, apa kau yakin?" Tanya Mizu kepada pemuda yang mengatakan hal itu tadi.


"Iya." Jawan Romi dengan tegas dan yakin.


[Di sisi lain, tempat perkumpulan peri]


"Apa?!" Teriak Maria yang membuat semua peri di sana melihatnya.


"Maria, ada apa?" Tanya Riya.


*Oh, ya, guys, di sini Riya kembali dalam wujud peri yang berarti dia harus menggunakan wujud perempuannya atau dengan kata lain wujud aslinya*


"Aku di pilih." Jawab Maria.


"Apa?! Di pilih? Siapa yang memilihmu?" Tanya Rin penasaran.


"Romi." Satu kata yang membuat semua orang heran sekaligus takjub.


Bagaimana seorang prajurit Athena dapat memilih seorang peri dari istana Pega?


Pertanyaan itu muncul dalam benak semua orang yang mendengar. Maria cuma bisa diam sambil terus- menerus berpikir.


[Kembali ke sisi Pega, Mizu dan yang lainnya]


"Aku, aku ingin memilih Riya!" Ucap Ryu Ryu.


"Riya?" Tanya Chicas.


"Kalau begitu aku memilih Rin sebagai peri ku." Ujar Eden.


"Aku memilih Ran sebagai peri ku." Ucap Hara.

__ADS_1


"Kalau begitu, aku memilih Sara." Ujar Yuna.


BERSAMBUNG~


__ADS_2