Harapan Langit Berbintang

Harapan Langit Berbintang
Episode 11 Kisah masa lalu Maria Putri Kerajaan Eriemeo


__ADS_3

"Ngomong-ngomong, apa yang mereka lihat ya? Tunggu, tadi kan aku bilang, bintangnya sangat...Eh?!" Tanya Parker dalam hati yang tiba- tiba terkejut.


"Wah, bintang jatuhnya sangat indah!" Kata Mia.


"Apa kalian, tidak pernah melihat bintang secara langsung?" Tanya Parker heran.


"Tidak, ayah dan ibuku selalu melarangku untuk melakukan sesuatu yang aku inginkan. Ayah selalu menyuruhku bersikap sopan, anggun, dan penuh wibawa. Ratu Eriemeo selalu bilang" Maria menceritakan saat dia berada di istana Eriemeo.


"Seorang putri harus jadi kebanggaan negerinya, jangan keluar sebelum kau merenungkan perbuatanmu dan menjadi lebih baik!" Kata Ratu Eriemeo tegas.


"Ratu selalu berkata seperti itu jadi, aku, cuma bisa melihat bintang dari dalam menara, tanpa bisa merasakan seperti apa rasanya berada di luar. Hiks" Kata Maria sambil menangis.


"Maria..." Kata Mia ikut sedih.


"Hiks, padahal aku, hiks, selalu mendengarkan ratu Eriemeo, hiks, tapi, tapi dia, hiks." Kata Maria tidak berhenti menangis.


"Sudah, sudah, tenanglah Maria. Sekarang, tidak akan ada lagi yang menghambat kebebasanmu, termasuk ratu Eriemeo. Tentu saja kita harus menghabisi para prajurit yang di suruh ratu." Kata Mizu menenangkan.


"Hiks, ya, kau benar." Maria mulai kembali ceria.


"Tapi, kenapa kau memanggilnya ratu Eriemeo dan bukan ibu tadi?" Tanya Parker.


"Itu karena...Dia bukan ibu kandungku." Jawab Maria.


"Apa?!" Teriak yang lainnya tidak percaya.


"Jadi, dia itu bukan ibu kandungmu?" tanya Ran.


"Bukan, lebih tepatnya dia wanita jahat yang masuk dalam keluargaku." Kata Maria dengan wajah penuh amarah.


"Wanita jahat? Maksudmu seperti wanita simpanan atau istri kedua?" Tanya Parker.


"Dua-duanya." Maria masih cemberut.


"Ha? Aku tidak mengerti." Tanya Mia.


"IQ mu itu terlalu kecil, pantas saja kalau kau tidak paham." Kata Rin mengejek.


"Memangnya kau paham?" Tanya Mia.


"Tentu saja..." Kata Rin sambil tersenyum.


"Iya?" Tanya Ran.


"Tentu saja, aku tidak paham." Kata Rin dengan wajah tidak berdosa.


"Huh, kau saja tidak paham! Masih ada hati untuk mengejekku?!" Kata Mia.


"Aku kan cuma bercanda, aku minta maaf ya." Kata Rin.


"Ok, aku maafin." Kata Mia.

__ADS_1


"Tapi boong:v." Kata Rin dengan senang.


"Kau!!!" Emosi Mia tiba- tiba meledak.


"Kenapa? Aku cantik? Makasih!" Kata Rin dengan penuh percaya dirinya.


"Gr, siapa yang bilang cantik? Dasar Bucin, budak micin." Kata Mia.


"Biarin." Kata Rin tidak peduli.


"Kalian berdua!" Bentak Mizu.


"Ma, maaf." Kata Mereka berdua.


"Jadi, maksudmu dua-duanya tadi itu apa?" Tanya Rin.


"Jadi kejadiannya begini..." Maria pun menceritakan masa lalunya.


 


Maria menceritakan tentang kisah hidupnya dulu kepada teman- temannya. Dulu, kehidupan Maria sangat tenang sampai suatu hari, ada seorang wanita yang datang.


"Wah, jadi ini anakmu ya? Dia manis sekali." Kata orang yang menjadi ratu Eriemeo saat ini.


"Tante kau siapa?" Tanya Maria dengan wajah tidak suka.


"Aku, aku adalah teman ayahmu, nak." Kata wanita itu.


"Bohong! Kalau kau teman ayahku kenapa kau sangat dekat dengan ayahku?" Bentak Maria dengan kasar.


"So, soal itu..." Wanita itu kehabisan kata- kata.


"Maria, kau harusnya lebih sopan! Kau itu seorang putri! Apa wanita itu ajarkan padamu?" Tanya Raja Eriemeo.


"Hei, tenanglah sayang~, wajar kalau dia kasar padaku. Itu karena kau belum memperkenalkanku secara resmi~" Kata wanita itu.


"Ya aku rasa kau benar, kau memang lebih baik dari pada wanita menyebalkan itu!" Kata raja Eriemeo dengan sikap mesra.


"Huh, aku kan cuma..." Kata wanita itu tersipu.


"Wanita menyebalkan? Ayah bilang ibu wanita menyebalkan? Ayah, apa kau serius dengan perkataanmu itu?" Bentak Maria kesal.


"Hah, tapi ibumu itu memang wanita yang tidak berguna!" Kata raja Eriemeo tanpa berpikir panjang.


"Ayah serius?! Ayah, apa kau tau jika ibu selalu menangis di kamar karena kau selalu bermain dengan wanita murahan ini!" Maria menunjuk wanita itu.


Plak, raja Eriemeo menampar pipi Maria dengan kesal. Maria hanya bisa terdiam dan menangis dalam hati. Luka yang di tinggalkan raja Eriemeo untuk Maria, tidak akan hilang, sampai kapanpun juga.


"Maria! Jaga sikapmu! Ini semua untuk kebaikanmu!" Kata raja Eriemeo setelah menampar pipi Maria.


"Kebaikanku? Aku rasa, ayah cuma memikirkan kebaikan ayah sendiri!" Kata Maria tamabah kesal.

__ADS_1


"Maria, kau harus tau. Wanita seperti ibumu itu tidak cocok untukmu! Ayah sudah mencarikan ibu baru yang lebih baik dari ibumu yang tidak berguna itu!" Kata raja Eriemeo.


"Ayah, jika semua anak bisa jujur. Tidak ada seorang pun yang mau memiliki ibu tiri. Walaupun dia baik, cantik, dan lain sebagainya. Tetap tidak ada yang bisa menggantikan kasih sayang seorang ibu." Kata Maria tegas.


"Maria kau..." Raja Eriemeo mengangkat tangannya siap- siap menampar Maria lagi.


Drap, drap, drap, buak, tapi sebelum halmitu terjadi, pelayan istana membuka pintu istana sangat kencang jadi raja Eriemeo membatalakn niatnya.


"Yang mulia raja, yang mulia ratu.


Yang mulia ratu telah meninggal dunia di kamar beliau." Kata Pelayan istana dengan napas terengah- engah.


"Apa?!" Teriak Maria terkejut.


 


Setelah kematian ibu Maria, satu hari setelahnya, ayah Maria, raja Eriemeo, mengangkat wanita itu menjadi ratu Eriemeo dan menyiksa Maria.


 


"Setelah itu dia mulai menunjukkan sifat aslinya. Jadi aku memutuskan untuk kabur dari istana." Kata Maria.


"Ka, kabur dari istana?" Tanya Mia.


"Tapi percuma kau kabur karena Raja Eriemeo tau keberadaanmu sekarang." Kata Rin.


"Kau juga sih, memilih kabur kok malah kabur ke sekolah, kan auto ketauan." Kata Parker.


"Sebenarnya itu rencana awalku." Kata Maria dengan sangat tenang.


"Biar ku tebak. Kau pergi ke sekolah agar ayahmu tidak curiga tentang apapun yang kau rencanakan, tapi Ratu Eriemeo malah meminta para pengawal untuk mengikutimu, benar?" Tanya Parker.


"Haha, i, iya benar." Kata Maria.


"Hei, pada ngomongin apa barusan?" Tanya Pega.


"Kepo bamget lu." Kata Ran.


"Keterlaluan." KarMta Pega.


"Hei, pada mau mendapat kekuatan besar nggak?" Tanya Sierra.


"Ya jelas mau dong!" Kata Mia semangat.


"Mau, tapi bagaimana caranya?" Tanya Mizu.


"Dan apa resikonya?" Tanya Parker.


"Ikut aku, dan akan aku tunjukan kepada kalian sebuah keajaiban." Kata Pega.


Bersambung~

__ADS_1


Pertanyaan


Kira-kira kemana Pega dan Sierra akan membawa Ran, Rin, Mia, Mizu, Riya, dan Maria? Nantikan kelanjutannya ya guys.😊


__ADS_2