Harapan Langit Berbintang

Harapan Langit Berbintang
Episode 55 Tembak


__ADS_3

Keesokan paginya, Riya mendapat sepucuk surat dari penjaga istana. Itu adalah surat undangan pernikahan, orang yang akan menikah adalah Mia dan Roi.


"Roi, siapa itu Roi?" Batin Riya.


Riya kemudian masuk ke kamar dan menatap keluar jendela. Nampaklah, Mia yang melompat- lompat kegirangan. Sudah jelas dia pasti bahagia karena sebentar lagi dia akan menikah.


"Dia itu, tidak memanfaatkan waktu single nya untuk bersenang- senang, kah?" Batin Riya.


Tring, hp Riya berbunyi, sepertinya dia mendapat sebuah pesan dari seseorang. Saat dia lihat, ternyata Ryu Ryulah yang mengirim pesan.


***Ryu Ryu my darling💙***


*Riya, apa kau ada waktu malam ini*?


Riya manis tiada tara❄


Tidak, memangnya kenapa?


***Ryu Ryu my darling💙***


*Aku ingin mengajakmu ke suatu.


tempat, apa kau mau menemaniku


kesana*?


Riya manis tiada tara❄


Oh, baiklah.


Riya kemudian menutup pintunya keluar kamar. Saat keluar kamar, ia bertemu dengan Mizu, tentu saja dia akan menyapanya.


"Eh, Mizu, apa kabar?"


"Hm, kabarku baik. Kenapa?"


"Apa kau yakin?"


"Iya, memangnya ada apa, sih?"


"Apa kau barusan lehermu di gigit oleh Pega?"


"Di gigit oleh...?"


Mizu pun memeganh lehernya dan warna merah merona pun terpancar di wajahnya. Riya yang mulai sadar kalau tadi ia berbicara ngelantur gelagapan.


"Ah, lupakan saja, aku harus pergi ke suatu tempat. Sampai jumpa."


"Oh, ba, baiklah."


Riya pun berjalan dengan wajah stay cool. Padahal dalam hati ia menjerit malu atas apa yang ia katakan tadi.


"Tapi, Ryu Ryu mau mengajak ku kemana, ya?" Batin Riya.


Riya menuju ke arah taman dan di temukanmya Mia dengan senyum merekah di bibirnya. Riya mendatangi Mia yang sedang mabuk asmara itu.


"Hei, jangan tersenyum seperti itu, nanti kau akan di bilang gila dan tidak bisa menikah, lo." Ujar Riya dengan wajah kalem.


"Uh, aku kan sedang senang hari ini, jadi, biarkan aku merekahkan senyuman ku sepanjang hari."


"2 hari."


"Apa?"

__ADS_1


"2 hari lagi adalah hari pernikahanmu. Sebelum menikah, kau tidak boleh terlihat kecapekan apalagi kelelahan." Ujar Riya yang mulai cerewet/plak di pukul Riya.


"Huh, menyebalkan."


"Lebih baik sekarang kau menghabiskan waktu untuk mengurus pernikahanmu. Seperti gaun, aksesoris, dan yang lainnya."


"Iya, kalau begitu aku akan pergi. Sampai jumpa, Riya."


"Sampai jumpa."


Riya menggunakan teleportasinya ke kamar Ryu Ryu. Saat itu Ryu Ryu sedang membaca buku di pinggir jendela. Riya muncul di sebelah tuannya itu dan sudah pasti kalau Ryu Ryu bakal terkejut.


"Tuan."


"Huwa! Riya, kenapa kau tiba- tiba di sini?"


"Gabut nggak ada kerjaan. Aku harus ngapain dong? Kalo keluyuran sih menyenangkan, tapi capek dan menguras tenaga."


"Bagaimana kalau kau membaca sebuah buku?"


"Semua buku di perpustakaan sudah aku baca semua. Jika buku online, belum update."


"Begitu rupanya."


Ryu Ryu mulai pusing tentang apa yang harus di lakukan Riya saat ini. Riya masih berada di samping tuannya, karena mulai capek berdiri, dia duduk di kasur tuannya.


"Hah, kalau begitu aku tidur dulu ya, tuan."


Riya menidurkan dirinya ke kasur milik tuannya itu, Ryu Ryu hanya diam. Tidak ada kata larangan atau apapun keluar dari mulutnya.


"Kalau begitu tidurlah." Ujar Ryu Ryu dengan lembut.


"Uh, aku tidak bisa tidur." Ujar Riya tiba- tiba bangun.


"Tuan, kau ini mau mengajakku kemana sih nanti?"


"Bukankah itu rahasia?"


"Huh!"


Riya berdiri dari tempatnya sekarang menuju ke tempat Ryu Ryu. Riya menutupi pandangan Ryu Ryu dengan kepala dan rambutnya.


"Ri, Riya, kalau begini aku tidak bisa membaca dong." Ujar Ryu Ryu sedikit terkejut.


"Huh, tidak peduli. Apa yang kau baca?"


"Em, itu..."


"Hm, [Mencari Cinta Sejati]? Kenapa kau membaca buku seperti ini?"


"Ah, lupakan soal itu, Riya, kenapa saat melihat Athena, hanya ada tatapan kebencian di matamu yang indah itu?"


Riya terdiam sejenak, ia tidak menyangka kalau Ryu Ryu akan menyadari tatapan kebencian yang terpancar dari mata permatanya itu.


"Itu, karena Athena, ayahku meninggal."


"Apa? Bagaimana bisa?"


"Mungkin sudah harus ku beritahu sekarang, begini, ayahku dulu seorang prajurit Athena. Ia di beri misi oleh Athena dan ia gagal melakukan misi itu. Sebab itulah aku sedikit membencinya."


"Be, begitu ya."


Tanpa peringatan Riya mengambil buku itu dari genggaman Ryu Ryu. Riya kemudian duduk di kasur Ryu Ryu menyilangkan kakinya.

__ADS_1


"Bukankah ini cerita tentang, Eroa yang mencari pria impiannya di Paris, Perancis?"


"Kau sudah membacanya?"


"Ya, aku cukup banyak membaca novel sebenarnya."


"Begitu, ya?"


Ryu Ryu pun menarik tangan Riya menuju keluar kamar. Riya hanya mengikuti Ryu Ryu diam dan melihat ke sekeliling.


"Kemana anak ini akan mengajakku, sih?" Batin Riya.


Sampai di tempat, Ryu Ryu melepaskan tangan Riya dengan senyum merekah di bibirnya. Riya memiringkan kepalanya bingung.


"Kau ini, sebenarnya kau membawaku kemana?"


"Lihatlah ke atas."


Tepat di atas Riya, nampaklah bintang- bintang yang sangat indah. Butiran demi butiran kepingan salju pun ikut turun. Padahal itu belum musim dingin.


Itu di buat dari sihir, dan yang mengajarinya tidak lain adalah Riya perinya Ryu Ryu sang pengendali es terhebat.


"Ini, sangat indah."


Setelah mengatakan hal itu, Ryu Ryu tiba- tiba berlutut di depan Riya memegang sebuah cincim di tangannya. Tentu semua orang pasti akan terkejutkan?


"Ryu Ryu, semua ini...?"


"Riya, maukah kau menikah denganku?"


Riya menutup mulutnya terharu, dia tidak pernah mendapat perlakuan seperti ini dari siapapun sebelumnya. Bahkan Authornya sendiri belum T^T, hiks.


"Iya, aku menerimanya, tapi kita akan mengadakan pernikahannya setelah pernikahan Mia, ya?"


"Tentu saja, apapun untukmu, Riya."


BERSAMBUNG~


-Iklan-


"Hiks, gw juga mau T^T" -Author.


"Sabar ya thor, besok mungkin bakal kesampean, kok." -Riya.


"Besok? Besok abis gw meninggal gitu? Jahat bat dah T^T" -Author.


"Tenang dulu, pasti kau akan mendapat yang terbaik, kok." -Sara.


"Ya, udah, gw mau ke tempatnya Dewa Hades aja T^T" -Author.


"Ke tempatnya Hades? Author mau meninggal? Bagi- bagi thr dong kalau gitu." -Maria.


"Sembarangan! Gw mau minta Hades nyabut nyawa mantan gw biar gw bisa hidup tenang T^T" -Author.


"Bukannya kalau kesana, malah nyawa lu sendiri yang melayang, ya?" -Chicas.


"Eh, iya juga, ya😅." -Author.


"Author gw kok gini amat, ya?" all karakter.


"Kenapa? Nggak mau ya udah." -Author.


"Enggak gitu juga dong -,-" -Sierra.

__ADS_1


__ADS_2