
"Tunggu, kau tidak tahu pasangan kak Mizu?" Tanya Sierra.
"Hmm, tidak. Memangnya siapa?" Mia langsung menggelengkan kepalanya.
"Pasangan kak Mizu itu seorang dewa." Jawab Ran.
"Dewa?" Tanya Mia.
"Bukan dewa biasa. Dia adalah dewa kegelapan Pega." Jawab Parker.
"Dewa kegelapan kau bilang?!" Sontak Mia langsung terkejut.
"Benar, tidak ada yang menyangka jika pasangan kak Mizu adalah Pega. Yah, walaupun kalau di pikir- pikir cocok juga sih." Kata Ran sambil memegang dagunya.
"Tapi itu hanya kabar angin saja. Kita tidak tau apakah itu memang benar." Jawab Parker.
"Kabar angin? Apa angin bisa mengabari?" Tanya Mia tidak mengerti.
Parker, Sierra, Ran, dan Rin hanya bisa melongo melihat tingkah lakimu dan jawaban dari Mia. Rasanya harus benyak bersabar jika memiliki sahabat atau istri seperti Mia.
"Dasar gadis bodoh ini, tidak bisakah dia berpikir sesuatu yang masuk akal, kah?" Tanya Parker dalam hati.
"Kabar angin itu ungkapan! Maksudnya, tidak tau apakah itu benar atau tidak!" Ran menjelaskan.
"Bukan angin yang mengabari! Kau pikir angin bisa berbicara?" Tanya Ran.
"Bisa!" Jawab Mia dengan yakin.
"Apa?" Tanya Ran.
"Kentut." Jawab Mia.
Semuanya hanya bisa diam dan bersabar pake banget deh. Siapa yang percaya ada orang seperti Mia di dunia ini.
"Itu bersuara, bukan berbicara!" Kata Rin.
"Hei, kalian tidak merasa ada yang di kacangin?" Tanya Parker dengan senyum sinis.
"Huh, kacangnya sekarang mahal ya!" Kata Sierra.
"Haha, adik kecil jangan marah ya, cup, cup." Kata Ran menenangkan sambil mengejek.
"Diam! Aku ini bukan anak kecil lagi. Kacang itu gurih, tapi kok di kacangin perih ya?" Kata Sierra kesal.
"Kau curhat?" Tanya Parker.
"Jarang-jarang nih Sierra curhat." Kata Ran masih mengejek.
"Huh, sudahlah! Kembali ke topik awal!" Kata Sierra masih kesal.
"Tapi, kenapa kalian memanggilnya dengan namanya?" Tanya Mia.
"Apa? Siapa yang kami panggil dengan namanya?" Tanya Rin tidak mengerti.
__ADS_1
"Tadi, dewa kegelapan Pega." Kata Mia.
"Kami memanggil namanya langsung karena...Dia yang menyuruh." Jawab Parker tanpa ragu.
"Apa?!" Kata Mia tidak percaya.
"Yang di katakan Riya itu benar." Rin membenarkan.
"Tapi kenapa?" Tanya Mia.
"Helooo~, kalau kau tanya sama kami, kami tanya sama siapa?" Tanya Mia sedikit kesal.
"Hehe, itu..." Kata Mia.
Saking asiknya mengobrol, mereka tidak menyadari kalau ada seseorang yang mendekat ke arah mereka(ya jelas lah ya ke arah mereka. Soalnya nggak mungkin ke arah author nya. Emangnya mau nembak authornya? Geer banget dah authornya. Udah silahkan lanjut kakak-kakak yang cantik nan ganteng).
"Wah, ada ibu-ibu arisan nih." Kata seseorang dengan suara laki- laki di belakang mereka berlima.
"Hm? Ah, jadi itu kau, ya, Pega." Kata Parker.
"Jadi dia yang namayan Pega?" Tanya Mia dalam hati.
"Tunggu, kau bilang ibu-ibu arisan? Tarik kembali ucapanmu!😤" Kata Ran kesal.
"I, iya aku tarik kembali ucapanku. Hehe." Kata Pega.
"Nyeremin bat dah ni orang! kayak ibu gue aja nyereminnya sampe bisa buat orang berlutut!("Hachi! Apa ada yang ngomongin gw di belakang ya?" Tanya ibu Pega dari dunia lain). Ngomong-ngomong ucapan kan tidak bisa ditarik kembali setelah di luntarkan dari mulut ya?" Kata Pega dalam hati.
"Eh, Pega apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Mizu yang tiba- tiba muncul.
Jika di lihat dari luar dia sosok yang tegas dan stay cool, padahal kalau mereka lebih akrab lagi dia adalah pribadi yang hangat.
"Wah, wah, aku rasa ini bukan sebuah kebetulan. Apa mereka sudah merencanakan ini, ya?" Tanya Sierra dalam hati.
"Kak Mizu? Apa yang kak Mizu lakukan di sini?" Tanya Mia.
"Tolong jangan panggil aku kak Mizu. Panggil saja aku Mizu, karena panggilan itu terlalu formal untukku." Kata Mizu sambil tersenyum manis.
"Wah~, bidadari ku sangat baik dan cantik, senyumannya juga sangat manis." Kata Pega dalam hati.<--(salah satu efek bucin).
"Oh Pega, kenapa kau di sini?" Tanya Mizu penasaran.
"Ah, itu(tiba-tiba tersadar dari alam mimpi) cuma jalan-jalan saja. Soalnya aku baru nggak ada kerjaan." Tiba- tiba pipi Pega agak memerah malu.
"Saking nggak ada kerjaannya nguping pembicaraan orang!" Kata Ran dengan kesal.
"Jadi nanti malam kamu ada waktu nggak?" Tanya Pega dengan pipi masih memerah.
"Emangnya kenapa?" Tanya Mizu yang dari tadi biasa saja.
"Ya nggak papa, cuma mau ngajak kamu ke suatu tempat gitu." Kata Pega dengan pipi semakin memerah, kalau kalian di sana kalian pasti bakal cubit pipinya deh.
"Ah, itu..." Seketika Mizu sadar apa maksud Pega dan pipinya pun ikutan memerah. Gemes aku kalo bayangin.
__ADS_1
Â
Ceritanya Mia, Rin, Ran, Sierra pada bisik- bisik. Karena merasa jadi nyamuk jadi mereka agak menjauh, deh. Maklum, orang yang peka kan lingkungan dan perasaan dia. Dia siapa hayo.
Â
"Kok ngerasa kayak obat nyamuk ya?" Bisik Sierra.
"Iya, ya." Ran pun menggangguk.
"Aku rasa hubungan asmara mereka bukan sekedar kabar angin deh. Kalo dilihat- lihat sekarang." Kata Parker sambil mengamati Mizu dan Pega.
Sungguh pemandangan yang menyiksa bagi jomblo. Udah nggak punya pasangan di tambah liat orang- orang yang lagi romantis- romantisan.
"Udah, kita yang jomblo diam saja, emangnya apa yang bisa dilakukan jomblo? Cuma meratapi nasib." Mia langsung cemberut.
"Biasa pasangan baru, umbar kemesraan di hadapan yang jomblo." Sierra hanya bisa memaklumi saja.
"Emang lu jomblo?" Tanya Ran.
"Ya tentu saja...Enggak. Lu kan tau berapa jumlah mantan gue." Kata Sierra hendak sombong.
"Huh, sombong bat. Emangnya berapa?" Tanya Rin.
" 9." Jawab Sierra.
"9?" Tanya Rin.
"Puluh." Lanjut Sierra.
"Puluh?!" Sontak Mia langsung kaget.
"Sembilan puluh sembilan." Kata Sierra dengan rasa tidak bersalah.
Semua yang mendengar pun tidak percaya dan langsung membatu mendengar perkataan Sierra.
"Ba, banyak sekali." Kata Ran.
"Benar-benar playgirl sejati." Kata Parker.
Bersambung~
Pertanyaan:
Apakah kalian pernah punya pacar sebanyak kalian? Apakah kalian akan menjadikan Sierra contoh kalian?
A. Iya, karena Jika kecantikan tidak di manfaatkan akan sia-sia. Juga membalas dia yang sudah jahat karena menolak cinta tulus dari kita!"
B. Tidak, karena perilaku Sierra itu tidak baik! Walaupun dia jahat pada kita kita tetap haris bersikap baik padanya.(cuma untuk orang-orang yang memiliki hati yang besar).
C. Tidak tahu, karena aku tidak pernah menghitung jumlah mantanku.
Pengumuman:
__ADS_1
Novel akan hiatus selama 3 hari PTS dan urusan keluarga. Bagi yang baca dan me like novel ku makasih ya. Semoga sehat selalu.