Harapan Langit Berbintang

Harapan Langit Berbintang
Episode 41 Menginap


__ADS_3

"Lalu, sekarang apa?" Tanya Ran sambil melihat yang lainnya.


"Kalian mau ikut kami?" Tanya Pega tiba- tiba menyela.


"Ikut kalian?" Tanya Yuna dengan tatapan curiga.


"Kenapa? Jadi kalian masih tidak percaya pada kami ya? Ya sudah, tidak apa- apa kalau begitu. Kami pergi dulu." Kata Pega berjalan meninggalkan mereka.


"Tunggu, kami ikut." Kata Athena.


"Baiklah, kalau begitu ayo. Kalian juga ikut kami." Kata Pega kepada prajuritnya.


"Baiklah ayo pergi. Maria, ayo lomba lari." Ajak Chicas.


"Lomba lari?" Tanya Maria.


"Iya ayo. Kalo aku menang kamu cium aku kalo kamu menang aku cium kamu. Bagaimana?" Tanya Chicas.


"Ayo! Siapa takut?!" Maria langsung berlari meninggalkan Chicas.


"Hey, tunggu! Kau curang! Ini tidak adil! Ah, sudahlah, tunggu aku!" Teriak Chicas sambil mengejar Maria.


"Haaah, mereka seperti anak kecil saja." Kata Pega.


Mereka melanjutkan perjalanan. Mereka pergi melewati hutan yang gelap. Di tengah perjalanan.


"Hei, Pega, kita ini sebenarnya mau kemana?" Tanya Romi melihat sekeliling.


"Emm, aku...Tidak tahu." Kata Pega.


"Apa?!" Teriak yang lainnya.


"Hei, apa maksudmu itu tidak tahu?!" Teriak Gemini Nia.


"Hei, anak kecil harus lebih sopan dong ke orang dewasa." Kata Pega menenangkan.

__ADS_1


"Pega, jangan bermain- main dan katakan sekarang." Kata Riya.


"Baiklah, baiklah, kita akan pergi ke istanaku. Kalian akan menginap di sana bebebrapa hari." Kata Pega.


"Apa?!" Kata semuanya tidak percaya.


"Menginap? Kenapa?" Tanya Chicas tiba- tiba datang.


"Para prajurit Athena banyak yang terluka. Selain itu, mereka tidak akan sembuh hanya dalam beberapa menit, kan?" Tanya Pega.


"Yang di katakan Pega benar. Kalau begitu mari Athena." Kata Mizu menuntun Athena dan yang lainnya ke istana Pega.


"Lihat, dia bahkan bisa mengerti, Chicas. Berhentilah menjadi seperti anak kecil." Kata Pega.


"Jangan coba- coba membandingkan ku dengan calon kakak iparku. Lagi pula, aku bisa menghasutnya agar tidak menikahimu loh." Bisik Chicas dengan nada mengancam.


"Jangan coba- coba melakukannya atau kau akan tiada!" Kata Pega kesal.


"Huh, coba saja, kakak payah!" Kata Chicas mengejek.


Pega dan Chicas tiba lebih dulu dari pada yang lainnya. Tentu saja karena yang lainnya jalan- jalan santuy. Sementara Pega dan Chicas berlarian terus😑.


Setibanya di istana Pega, Pega membuka pintu gerbang istana kegelapan miliknya. Walaupun menyeramkan, tapi ada hawa hangat yang membuat istana yang menyeramkan itu terasa tidak menakutkan sama sekali.


Saat di lihat ke dalam, ada tangga, dan banyak sekali lorong. Saat suasana menjadi sunyi, tiba- tiba ada anak- anak kecil yang keluar. Ada enam orang anak di dalamnya.


"Semuanya, ini adik- adik ku. Yang tertua adalah Chicas, kemudian Elza, Lily, Juri(nama anak perempuan), Roy, Laura, Luna." Kata Pega.


"Halo." Kata Laura dan Luna.


"Selamat datang." Kata Elza dan Lily.


"Senang berkenalan dengan kalian." Kata Roy dan Juri.


"Hai juga." Kata yang lainnya.

__ADS_1


"Karena aku masih ada pekerjaan, mereka yang akan mengantar kalian ke kamar kalian masing- masing. Jadi, sampai jumpa saat makan malam." Kata Pega langsung bergegas menghilang.


"Huh, kenapa dia selalu seperti itu, sih?" Tanya Laura.


"Dia itu memang kakak yang tidak bertanggung jawab. Sudah maklumi saja." Kata Roy.


"Siapa yang kau bilang kakak tidak bertanggung jawab hah?! Maaf ya, aku ini kakak yang bertanggung jawab!" Kata Pega tiba- tiba kembali tanpa perngatan.


"Sejak kapan sih dia tiba- tiba menjadi menyebalkan?" Batin Luna.


"Iya, iya, baiklah, tapi kenapa kau ada di sini?" Tanya Roy.


"Aku kembali untuk memerahi orang yang barusan membicarakan ku di belakang." Kata Pega menatap Roy tajam.


"Sialan! Kenapa jadi gini sih?!" Batin Roy sambil tersenyum palsu.


"Sudahlah, kakak kembali ke pekerjaan kaka saja. Biar yang di sini kami yang urus." Kata Elza menenangkan suasana yang menjadi tegang.


"Baiklah, kalau begitu, Elza, kau yang bertanggung jawab saat aku pergi." Kata Pega.


"Apa?! Kenapa Elza? Bukankah aku yang tertua?" Kata Chicas tidak terima.


Bla, bla, bla, mereka bertengkar dan membuat yang lainnya cuma bisa melihat sambil geleng- geleng kepala.


"Sampai kapan sih mereka akan bertengkar seperti itu?" Tanya Ran heran.


"Bisa jadi mereka bertengkar sampai minggu depan, tuh." Kata Sierra.


"Yosh, tidak ada gunanya meladeni mereka. Jadi, ayo, kita, pergi dari sini." Kata Juri.


"Tidak usah pedulikan mereka, ayo kamar kalian ada di sebelah sini." Kata Lily.


Elza, Lily, Juri, Roy, Laura, dan Luna menunjukkan kamar untuk yang lainnya. Sementara, Chicas dan Pega masih saja bertengkar.


BERSAMBUNG~

__ADS_1


__ADS_2