Harapan Langit Berbintang

Harapan Langit Berbintang
Episode 9 Maria putri Eriemeo


__ADS_3

"Jadi, kamu ada waktu nggak?" Tanya Pega dengan pipi masih memerah.


"Emm, baiklah." Jawab Mizu.


"Ok, kalau giru kita ketemuan besok pas bulan purnama bagaimana?" Tanya Pega masih gugup.


"I, iya." Jawab Mizu.


"Eh, hei, pada gosipin apaan?" Tanya Pega dengan senyum sinis.


"Gosip lu bilang?" Tanya Ran marah.


"Udah, pada tenang dulu, ok?" Mizu menenangkan mereka berdua.


"Hei, Mizu! Walaupun dia itu pacarmu tapi jika dia salah kau tidak boleh membelanya!" Kata Maria tanpa berpikir dulu.


"Pa, pacar apaan?" Kata Mizu dengan wajah tiba- tiba memerah.


"Hei~, kau pikir kami tidak tau jika kalian berdua itu sedang pacaran?" Kata Ran sambil merangkul pundak Mizu.


"Ma, mana ada!" Bantah Mizu.


"Hei, jika kau seperti itu terus nanti mukamu bisa matang lo." Goda Parker.


"Kau, kau juga ikut-ikutan?" Tanya Mizu yang merasa dirinya sedang di bully.


"Memangnya kenapa kalau aku dan Mizu pacaran? Ada masalah buat kalian? Aku tau aku ini tampan, jadi kalian tidak perlu malu-malu." Kata Pega yang tiba- tiba bersikap narsis.


"Siapa yang bilang kau tampan?" Kata Mia dengan tatapan datar.


"Hei Mizu, kau dapat pacar dari mana sih?" Tanya Parker.


"Nggak tau, aku juga sama dia gara-gara wasiat neneknya doang kok." Kata Mizu mengalihkan pandangan.


"Hei, aku belum mati! Dan aku berharap kalian mati terlebih dahulu, agar aku bisa menari di atas kuburan kalian!" Kata nenek Pega dari alam lain.


"Apa?! Apa memang seperti itu Mizu?" Kata Pega dengan wajah sedih.


"Ya tentu saja tidak. Cup, cup." Kata Mizu yang merasa sedikit bersalah.


"Wah, kita jadi nyamuk nih, pergi aja yuk!" Ajak Sierra.


"Tunggu jangan pergi!" Pinta Mizu pada yang lainnya.


"Maaf ya Mizu, kami ini orang yang peka!" Kata Parker.


"Dada, Mizu~" Kata yang lainnya meninggalkan Mizu dan Pega berdua.


"Tunggu, hei! Ah, apa yang...?"


"Mizu ikut aku yuk!" Ajak Pega dengan menggandeng tangan Mizu.


"A, apa yang akan kau lakukan?" Tanya Mizu waspada.


"Hehe." Pega tertawa dengan senyum mencurigakan.


Setelah itu, Pega mengajak Mizu ke suatu tempat dan hanya mereka berdua. Kira- kira apa yang akan mereka lakukan ya? Sementara di sisi Ran dan yang lainnya.


 


"Hai, apa yang kalian lakukan di sini malam- malam?" Tanya seseorang yang tiba- tiba mendekati mereka.


"Eh, ah kau Maria!" Teriak Ran girang.


Maria adalah putri Kerajaan Eriemeo. Saat berada di dalam istana, Maria terlihat sangat anggun dan baik hati. Sebaliknya saat keluar istana, keanggunan Maria menghilang.


Di luar istana Maria menggunakan pakaian yang semestinya tidak digunakan oleh seorang putri. Seperti celana, sarung tangan, dan yang lainnya yang seharusnya di gunakan perempuan tomboy.


Maria memiliki wajah yang cantik, mata berwarna kuning keemasan, rambut berwarna jingga/orange. Badannya juga langsing, Maria juga terlihat imut atau bisa di bilang seperti loli saat di dalam istana.


Maria juga pintar merias dirinya agar tidak ketahuan oleh raja ataupun ratu saat dia kabur dari istana.

__ADS_1


"Jadi dia yang bernama Maria?" Tanya Mia dalam hati.


"Kau juga, apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Sierra.


"Ey, mulutmu masih menyebalkan, ya." Kata Maria.


"Kau benar-benar berubah ya?" Kata Parker.


"Benar, tidak hanya fisik tapi cara bicara juga." Kata Rin.


"Hehe, sekarang aku berada di luar Istana Eriemeo. Dengan kata lain, apa yang aku lakukan tidak akan ketahuan ibu dan ayahku." Kata Maria seperti terdengar sombong.


"Lalu siapa orang yang di belakangmu?" Tanya Mia.


"Sial, bagaimana mereka bisa menemukan diriku secepat ini?" Tanya Maria dengan nada tidak suka.


"Hihi, aku rasa di dalam ataupun luar istana kebebasanmu akan tetap di tahan." Kata Parker dengan senyum mengejek.


"Huuh, kenapa tuhan harus memberiku ibu seperti dia?" Tanya Maria.


"Hachi, apa ada orang yang mengutukku?" Tanya Ibu Maria dari istana Eriemeo.


"Sabar sajalah Maria." Kata Rin.


"Huh, menyebalkan. Eh, siapa kamu?" Tanya Maria yang baru sadar akan kehadiran Mia.


"Eh, namaku Mia, halo putri Eriemeo." Kata Mia sambil membungkukan dirinya.


"Ah, kau tidak perlu menunduk saat bertemu denganku." Kata Maria canggung.


"Dia benar, walaupun dia seorang putri. Tapi, dia tidak perlu di hormati." Kata Ran.


"Be, eh, apa kau bilang?!" Kata Maria kesal.


"Memangnya aku bilang apa?" Kata Ran mengalihkan pandangan.


"Kau!" Teriak Maria kesal.


"Iya, sekalian kita melihat Mizu dan Pega. Itu pasti bagus." Kata Sierra yang tidak sabaran melihat adegan bagus.


"Tapi bukannya kita malah akan mengganggu nanti?" Tanya Mia.


"Tenang saja, dia itu pakar cinta. Jika misalnya kau ada masalah soal percintaan, kau tanya dia saja." Kata Parker.


"Wah, hebat!" Kata Mia.


"Hehe."-->Orang yang tiba- tiba menjadi sombong.


 


Setelah itu, mereka jalan -jalan di taman sambil mencari Mizu dan Pega untuk membantu mereka kencan. Walaupun sebenranya tidak perlu di bantu sih.


"Hei, Parker, gunakan mata naga mu untuk menemukan keberadaan mereka." Perintah Sierra.


"Mata naga? Apa Parker adalah siluman?!" Tanya Mia terkejut.


"Yap, itu benar." Kawab Maria.


"Aku tidak mau melakukannya!" Kata Parker kesal.


"Kenapa?" Tanya Sierra dengan wajah tidak bersalah.


"Karna kau langsung memanggil namaku. Kau itu lebih muda dariku jadi kau harus memanggilku kak Parker."


"Huh, kak Parker yang ganteng. Apa kau tau dimana kak Mizu dan kak Pega?" Tanya Sierra dengan sikap terpaksa.


Parker mengaktifkan mata naga yang ia miliki dan lamgsung menemukan keberadaan Pega dan Mizu.


"Huh, mereka ada di air mancur." Jawab Parker.


"Mengapa mereka ada di air mancur?" Tanya Rin tidak mengerti.

__ADS_1


"Hei, kenapa kalian malah memikirkan itu? Pikirkan bagaimana kita mencari alasan untuk menghidari Alice si penjaga asrama!" Kata Ran.


"Itu benar." Kata Maria memaklumi.


"Hei, murid taat aturan, kenapa kau harus takut? Kita kan sudah sering membuat masalah dan baik- baik aja, tuh." Sierra yang merasa tidak pernah kapok.


"Ya, itu benar juga, sih." Kata Maria.


"Kau ini memihak yang mana, sih?" Tanya Sierra.


"Hehe." Kata Maria.


"Parker, siapa itu, Alice si penjaga asrama?" Tanya Mia sambil menarik baju Parker.


"Kau tidak tau soal Alice si penjaga asrama?" Tanya Parker.


"Tidak." Jawaban cepat dari Mia dengan wajah polos.


"Alice itu penjaga asrama yang sangat tegas. Dia tidak segan-segan menghukum orang yamg melanggar hukuman tanpa mendengar alasannya dulu." Jawab Parker dengan serius sehingga menjadi sangat menakutkan.


"Benar, tapi dia takut pada dewa kegelapan." Kata Maria.


"Dewa kegelapan? Maksudmu Pega?" Tanya Mia.


"Benar." Jawab Ran.


"Tapi aku sempat khawatir padamu Maria." Kata Ran.


"Apa? Khawatir padaku? Memangnya aku kenapa?" Tanya Maria.


"Ya tidak apa-apa sih, cuma, aku tidak tau apa yang akan ayah dan ibumu lakukan padamu." Kata Ran.


"Padaku?" Tanya Maria.


"Benar, kau kan baru saja kembali dan tiba-tiba membuat masalah. Pasti ayah dan ibumu akan marah besar." Kata Ran khawatir.


"Ayah dan ibu?" Gumam Maria.


Flash back saat Maria di kerajaan Eriemeo. Saat itu, Maria berada di kelas etika yang diajarkan oleh guru, Pea. Guru Pea sangat tegas dan tidak memiliki hati.


Saat Maria melakukan kesalahan dia langsung memukul Maria. Suatu hari saat Maria melakukan kesalahan di kelas etika dan ketahuan oleh raja dan ratu Eriemeo atau ayah dan ibu Maria.


"Kau ini bagai mana sih?" Tanya ayah Maria saat Maria gagal pelatihan etika.


"Kau sangat membuatku kecewa, sekarang masuk kamar dan jangan keluar sebelum kau merenungkan apa yang kau lakukan! Kata Ibu Maria sambil membawa Maria ke gudang.


"Tidak! Itu tidak boleh terjadi!" Teriak Maria.


"Maria, kau kenapa?" Tanya Mia khawatir melihat sikap Maria.


"Huh, kalian bantu aku melakukan sesuatu ok?" Tiba- tiba keluar aura menakutkan dari tubuh Maria.


"Ba, baiklah." Jawab yang lainnya ketakutan.


Bersambung~


Pertanyaan:


Apa yang akan dilakukan Maria?


A. Dia akan kabur agar tidak tertangkap raja dan ratu Eriemeo.


B. Dia akan membungkam mulut pengawal yang di utus raja dan ratu Eriemeo.


C. Dia akan meminta bantuan Putri Vampir Mizu dan Dewa Kegelapan Pega.


D. Dia akan membantu Putri Vampir Mizu dan Dewa Kegelapan Pega untuk berkencan.


 


Pemberitahuan: Kalian pasti bingung kan dengan Panggilan Parker atau Riya? Sekarang akan aku kasih tahu, saat memakai pakaian laki- laki atau bersikap seperti laki- laki akan di panggil Parker. Sebaliknya, jika berpakaian perempuan akan di panggil Riya.

__ADS_1


 


__ADS_2