Harapan Langit Berbintang

Harapan Langit Berbintang
Episode 42 Malam Penuh Kegaduhan


__ADS_3

"Jadi, Chicas, kau adalah adiknya Pega?" Tanya Romi.


"Jangan bahas lagi, oh, ya, nanti malam jangan sampai ada yang keluar, ok?" Kata Chicas di depan kamar.


"Jangan keluar kamar nanti malam? Kenapa?" Tanya Yuna penasaran.


"Kau tidak perlu tahu, intinya kau tidak boleh keluar. Ada sesuatu di malam itu." Kata Chicas.


"Sesuatu? Sesuatu apa?" Tanya Ryu Ryu.


"Ada hantu yang selau bergentayangan setiap malam. Jika kalian tidak ingin melihat hantu tersebut, jangan pernah keluar dari kamarmu." Kata Chicas setelah itu menghilang.


"Aku yakin dia cuma menakut- nakuti kita saja." Kata Eden.


"Ya, aku rasa kau benar, kita lebih baik tidur saja." Kata Hara.


Setelah mendengar perkataan Chicas tadi, Yuna terus kepikiran tentang apa yang terjadi nanti jika keluar kamar malam- malam. Malam harinya, Yuna keluar kamar untuk menyelidiki hal itu.


Kriet, Yuna membuka pintu lalu keluar kamar. Dia berkeliling dan melihat- lihat keadaan luar kamar. Tidak ada apapun yang terjadi.


"Tidak ada apa- apa, sudah ku duga itu cuma omong kosong belaka." Kata Yuna.


Tiba- tiba, bugh, ada sesuatu yang terjatuh. Yuna terkejut setelah itu melihat kebelakang. Dia hendak berlari saat dia sadari.


"Eh? Itu, kau? Romi?" Kata Yuna terkejut.


"Yuna? Apa yang kau lakukan? Kenapa malam- malam begini kau keluar?" Tanya Romi.


"Aku, aku cuma penasaran dengan apa yang di katakan Chicas, jadi aku keluar. Lalu, bagaiman dengan mu?" Tanya Yuna masih sedikit kaget.


"Oh, aku? Kalau aku sih turun untuk mengambil air. Ya, walaupun sisanya juga karena aku sedikit penasaran sih." Kata Romi.


"Haah, ternyata kau sama saja denganku ya?" Kata Yuna sambil memegang dahinya dan agak sedikit tertawa.

__ADS_1


"Yah, begitulah, hahaha." Kata Romi.


Setelah perkataan itu tiba- tiba ada banyak benda yang berjatuhan. Mereka berdua panik, mereka melihat sekeliling. Mereka melihat sosok Riya walau samar- samar.


"Wah, wah, wah, lihat ada siapa di sini? Apa kalian mau darah kalian aku minum?" Tanya Riya.


Riya masih dalam wujud laki- laki yang bernama Parker. Bedanya, terdapat gigi tajam layaknya vampir pada Riya. Riya terlihat sedikit menakutkan dengan wujudnya yang seperti itu.


"Ri, Riya? Kau, kau kenapa? Kenapa kau berlumuran darah seperti itu?" Tanya Yuna ketakutan.


"Riya, kau ini sebenarnya kenapa? Ada apa denganmu?!" Tanya Romi sedikit ketakutan.


Riya hanya terdiam dan menatap mereka saja. Suasana menjadi sangat menegerikan. Riya mengeluarkan cakarnya. Dia mencengkram leher Yuna lalu mendekatkannya ke mulut Riya.


Riya kemudian meniup telinga Yuna. Romi yang melihatnya pun tidak tinggal diam. Romi pun berusaha memukul Riya agar mau melepaskan Yuna.


Karena kesal, Riya tiba- tiba menggigit leher Yuna. Yuna menggerang kesakitan dan berteriak. Yuna pun agak sedikit menangis dan akhirnya di lepaskan oleh Riya.


"Hei, Riya, apa kau ini anjing? Kenapa kau menggigit ku sangat keras." Tanya Yuna sambil agak mengeluarkan air mata.


"Kenapa? Jawabannya mudah, karena aku lapar. Jika aku lapar, aku alan meminum darah." Kata Riya sambil mengelap mulutnya.


Mereka semua terdiam sampai Athena yang terbangun dan yang lainnya pun turun. Semua orang terlihat kecuali para prajurit milik Pega.


"Sebenarnya ada apa ini?" Tanya Athena.


Athen tercengang melihat penampilan Riya. Yang lain pun juga terkejut dan hanya bisa menatap Riya saja. Tiba- tiba ada yang turun dari langit dan berteriak.


" Cut!" Ternyata dia adalah Nia dan Silvia.


"Oh, kalian ada disini? Hm? Kak Riya kau terlalu berlebihan di bagian tadi." Kata Laura.


"Itu tidak terlalu berlebihan kok." Kata Riya sambil membuang muka.

__ADS_1


"Hm, apa kau yakin?(-_-')" Kata Laura.


"Tunggu dulu, sebenarnya apa yang sednag terjadi di sini?" Tanya Ryu Ryu.


"Apa tadi kak Chicas sudah bilang kalau malam hari kalian tidak boleh keluar?" Tanya Roy.


"Iya, dia sudah bilang. Tapi, apa yang sebenarnya terjadi? Dan kenapa kami tidak boleh keluar saat malam?" Tanya Romi.


"Kalian tidak boleh keluar saat malam karena, waktu malam kami gumakan untuk membuat film. Itu sebabnya kalian tidak boleh keluar." Kata Elza.


"Jika kalian keluar maka itu hanya akan mengganggu proyek kami seperti sekarang ini." Kata Lily.


"Be, begitu ya? Tapi, kenapa kau tadi menggigi ku?" Tanay Yuna.


"Karena kau keluar kamar tanpa ijin kami. Selain itu, kau sangat menyebalkan dan kau hampir memukul ku tadi." Kata Riya marah.


"Eh, soal itu, tapi, kau juga menggigit ku!" Kata Yuna


"Lalu kenapa kalau aku menggigit mu? Dengan begitu kan kita impas. Satu hal lagi, ekspresimu saat menangis bagus juga." Kata Riya mengejek.


"Eh, kau benar- benar membuat ku kesal!" Kata Yuna geram.


"Lalu kenapa?" Tanya Riya.


"Karena kau membuatku kesal kau harus minta maaf!" Kata Yuna.


"Tidak mau, tidak sudi." Kata Riya sambil berjalan menjauh.


"Kau, benar- benar!" Kata Yuna.


$#_×&;!/+/@€_÷;#€#_+^, dan mereka bertengkar sepenjang malam.


"Haah, apa istana ini terkutuk ya? Tidak ada ketenangan sedikit pun di sini. Di tambah lagi selalu saja ada orang yang bertengkar." Kata Chicas.

__ADS_1


"Iya." Kata yang lainnya.


BERSAMBUNG~


__ADS_2