Harapan Langit Berbintang

Harapan Langit Berbintang
Episode 27 Dewi pujaan Pega


__ADS_3

"Kalau begitu aku pergi dulu, ya? Athena." Ujar Sierra meninggalkan tempat itu.


"Baiklah, terima kasih ya. Sudah berkunjung." Ucap wanita berambut ungu panjang itu dengan ramah.


"Hump, terserah."


"Kalau begitu kami juga pamit ya. Athena." Ujar Mizu melambaikan tangan.


"Baiklah, sampai jumpa." Balas Athena.


Setelah Mizu, Sierra dan yang lainnya pergi. Suasana mendadak menjadj tegang.


"Haah, mengapa mereka di sini?" Tanya wanita berambut ungu panjang itu.


"Maafkan kami, dewi Athena." Ujar pemuda berambut silver itu.


"Kami benar-benar minta maaf." Ujar yang lainnya.


"Tetap waspada dan selidiki tentang mereka." Wanita itu menurunkan perintah.


"Baik." Ujar kelima prajurit Athena itu.


Pega, sebenarnya apa yang kau rencanakan? -Athena.


[Kantor Pega]


Di sisi lain, Pega sedang menantikan kebangkitan seseorang yang dia tunggu-tunggu. Dia melihat ke arah bulan yang bersinar sangat terang.


"Dewiku, sebentar lagi kau akan bangkit di dunia ini. Aku pasti akan selalu menunggumu, dewiku." Pega bergumam.


"Sebenarnya, siapa dewi yang kau puja, Pega?" Tanya seseorang yang amat di cintai Pega itu.


"Kau akan segera tau nanti, Mizu."


"Kau selalu bilang begitu, kenapa kau tidak langsung mengatakannya padaku?"


Dengan cepat, Pega mencium bibir Mizu. Membuat Mizu tidak dapat berkata apa apa lagi. Mizu mencoba memberontak.


"Emm, Pega apa yang kau...?"


Mizu tiba-tiba pingsan, dengan cepat Pega menangkap tubuh ramping Mizu dan menidurkannya di sofa. Sebenarnya, Pega menaruh obat tidur di bibirnya.


"Tenang saja, tidak lama lagi, kau akan bangkit. Ya, benar tidak lama lagi dewiku." Ujar Pega dengan smirk nya.


[Hutan belantara setelah bertemu dengan Athena]


Di sisi Maria, Parker, Ran, Rin, Silvia, Nia,dan yang lainnya.


"Tunggu dulu, Mizu pergi kemana?" Tanya Ran menyadari bahwa Mizu menghilang.


"Apa? Mizu menghilang? Bukannya dia tadi bersama kita?" Tanya Silvia sambil melihat sekeliling.


"Sudahlah, tenang saja. Mizu baik-baik saja bersamanya." Ujar Parker.


"Dia? Dia siapa?" Tanya Rin tidak mengerti.


"Pega."


"Jadi maksud kakak, kak Mizu bersama kak Pega?" Tanya Silvia.


"Apa yang mereka lakukan berdua?" Tanya Ran.


"Mana aku tau." Ujar Parker.


"Kenapa kau tiba-tiba menjadi dingin lagi?" Tanya Maria.


"Yang kau lihat saat bersama prajurit Athena bukan diriku yang sebenarnya. Perlu kau tau, aku paling tidak suka kebohongan dan pura-pura." Ujar Pemuda bermata permata itu.


"Iya, iya. Baiklah." Ujar Maria.


"Ayo pergi." Ujar seseorang tiba tiba muncul di belakang mereka.


"Mizu? Apa itu kau?" Tanya Ran.


*Ini Mizu udah di bangunin sama Pega ya guys*


"Tentu saja ini aku, ayo pergi Pega memanggil kalian." Ujar Mizu.

__ADS_1


"Baiklah."


Sesampainya di istana Pega. Pega menuntun


mereka ke sebuah ruangan rahasia.


"Pega, kenapa kau membawa kami ke mari?" Tanay Maria.


"Aku ingin kalian memiliki jubah ini." Uajr Pega membuka sesuatu yang tertutupi oleh lain putih tadi.


"Jubah? Apa ini jubah seperti yang di pakai prajurit Athena?" Tanya Rin.


"Itu hebat!" Ujar Maria semangat.


"Baguslah kalau kalian menyukainya." Pega tersenyum kepada gadis gadis itu.


"Hei, Pega. Siapa dewi yang kau puja?" Tanya Parker penasaran.


"Hm? Aku kan dewa kegelapan. Aku tidak akan mengabdi pada dewa lain." Ujar Pega menyombongkan diri.


"Pembohong." Ujar Parker dengan tatapan tajam.


"Parker benar. Beritahu kami siapa dewi yang kau puja itu!" Ujar Ran.


Huh, kalau begini. Mengelak pun pasti tidak ada gunanya, kan? -Pega.


"Dewi yang ku puja, ya?"


"Benar! Siapa dia?" Tanya Rin.


"Dia adalah....Dewi Artemis."


Gadis gadis itu terlejut dan sontak berteriak, "Dewi Artemis???!!!"


"Dewi Artemis itu dewi bulan bukan? Kenapa kau mengabdi padanya? Dan kenapa kau memilih kami menjadi prajuritnya?" Tanya Parker yang tambah bingung.


"Parker benar. Bukankah ada orang lain yang lebih kuat dan lebih hebat dari kami." Maria ikut bertanya.


"Itu karena kalian tidak mengeluarkan kekuatan asli kalian karena, kalian di kutuk." Ujar Pega.


"Di kutuk? Apa maksudmu?" Tanay Silvia.


"Sebab itu aku merasakan sesuatu yang akrab dengan Athena?" Tanya Mizu.


"Benar dan aku mengumpulkan kalian ber tiga belas untuk membantuku membakitkan kembali Dewi Atrtemis."


"tiga belas? Bukannya kami cuma ber delapan?" Tanya Rin.


"Jangan heran dulu, kalian akan melihat teman-teman kalian." Ujar Pega.


"Teman-teman?"


"Kalian, ayo kemari." Tanya yang lainnya.


"???!!!"


"Hai lama tak berjumpa." Ujar seseorang berambut pink lembut, namanya Sara.


"Hai." Seseorang berambut krem sebahu, namanya Miku.


"Jadi kalian sudah kembali?" Tanya seorang gadis berambut merah, namanya Mia.


"Kakak aku kembali." Ujar seorang anak berambut mirip dengan Maria, namanya Ari.


"Ari?!" Maria sontak terlejut mendapati adiknya akan ikut berperang(?).


"Hai semuanya!" Ujar seseorang dengan girangnya, memiliki rambut merah dengan potongan laki laki wapau tetap memiliki kesan perempuan, namanya Chicas.


"Dengan begini sudah lengkap. Akhirnya, dua belas kuil konstlesi berkumpul!" Ujar Pega.


"Tapi, kami ada tiga belas orang." Ucap Parker.


"Memang benar, tapi gemini itu bersimbol anak kembar. Jadi yang menjaga kuil gemini ada dua orang." Ujar Pega menjelaskan.


"Begitu, ya?"


"Tunggu, kakak aku ingin menanyakan sesuatu!" Ujar Chicas.

__ADS_1


"Iya, ada apa sayang?" Ujar Pega dengan sikap seperti mau melamar dengan gaya oramg lebay+romantis jadi satu.


"Kakak, kau membuatku mual. Lain kali jangan menunjukkan wajah seperti itu padaku lagi."


"Iya, iya. Apa yang ingin kau tanyakan?"


"Kenapa kuil konstelasi milik kita perempuan semua?"


"Benar juga. Kenapa?" Tanya Mia.


"Karena kalian akan menyamar menjadi laki-lakinya." Ujar Pega dengan santai.


"Apa?!"


"Kenapa kami harus menyamar menjadi laki-laki? Ini aneh." Tanya Miku.


"Karena aku ingin kalian menyembunyikan identitas kalian." Ujar Pega.


"Ya, baiklah kalau begitu." Ujar Ari tidak keberatan.


"Sekarang giliran aku bertanya ya?"


"Iya, terserah kau." Jawab Ran.


"Kalian mau menjadi vampir tidak." Tanay Pega dengan wajah menyeramkan.


"Tidak, terima kasih. Aku bahagia menjadi peri kok." Ujar Maria menolak.


"Aku cuma bercanda. Aku ingin kalian berpura-pura menjadi laki-laki vampir."


"Kali ini kau pasti juga bercanda kan?" Tanya Chicas dengan raut wajah datar.


"Tentu saja aku cuma bercanda."


Tung Brak Duar, tiba tiba terdengar suara dari ruangan lain di istana Pega.


"Suara apa itu?"


"Apa ada maling yang masuk?" Tanya Silvia.


"Rumah sebesar ini tapi minim penjaga? Hebat sekali." Uajr Ran sambil berjalan menuju arah suara.


"Aku rasa itu bukan jejak manusia." Ujar Maria mengikuti Ran.


"Tentu saja bukan. Tidak ada manusia yang bisa masuk kesini." Ujar Pega.


"Lagi pula, jika memang ada manusia di sini mereka pasti sudah berteriak dari tadi." Ucap Parker.


"Be, benar juga ya?" Tanya Ran.


"Apa itu hantu?" Tanya Rin.


"Berhenti berbicara begitu." Ujar Maria.


Sesampainya di ruangan yang di tuju.


"Kak pega buka pintunya." Ujar Nia.


"Kenapa harus aku?"


"Tentu saja karena kau adalah laki-laki di antara kami." Ucap Mizu.


"Huh, baiklah."


Semoga bukan hantu. Aku paling benci berurusan dengan hantu. -Pega.


BERSAMBUNG~


Pertanyaan:


Apa yang akan mereka lihat di balik pintu?


A. Mungkin itu adalah hewan yang tersesat


B. Mungkin itu adalah hantu atau arwah penasaran


C. Apapun itu aku tidak peduli.

__ADS_1


Oh ya pemberitahuan untuk para pembaca. Kami mengganti judul menjadi 'Harapan langit berbintang'


__ADS_2