
"Hm, aku benar-benar senang." Ucap Maria mengigau.
Dalam mimpi Maria, Maria yang masih kecil sekitar 6 tahun mendatangi ibu kandungnya di dapur. Ibu Maria adalah salah satu selir raja dan selir yang paling di sukai raja Eriemeo.
"Wah, ibu. Apa yang ibu buat? Baunya sangat enak!" Ujar Maria sambil berlari ke arah ibunya.
"Maria sayang~, kemarilah. Ari, kau juga sini main sama ibu." Ajak ibu Maria yang perlahan menghilang bersama hilangnya cahaya yang mendatangkan kegelapan yang sangat suram.
"Ah, ibu, ibu kau mau kemana? Jangan pergi! Jangan tinggalkan aku dan Ari di sini! Ibu! Ibu!" Maria berteriak, meraung dan terus menangis berusaha menghentikan ibunya.
Wush, tiba tiba ada seseorang berada di depan Maria yang masih menangis terisak isak. Maria mendongakkan wajahnya, ternyata orang itu adalah Mizu.
"Maria, apa kau baik-baik saja?" Tanya Mizu sambil mengulurkan tangan membantu Maria berdiri.
"Mizu? Kau, kenapa kau kesini?" Maria memegang tangan Mizu dan menghapus jejak air matanya.
"Wah, Maria aku rasa kau baru saja mimpi buruk, ya?" Tanya Ran.
"Apa yang kau pikirkan sampai mimpi buruk seperti itu?" Parker menyeka air mata milik Maria, membuat pipi Maria merona kemerahan.
*Uh, andaikan Parker itu beneran laki laki udah aku karungin sejak awal😍*
"Kenapa kalian di sini?" Tanya Maria sambil berusaha tetap tegar.
"Sepertinya ada yang lupa janji kita di telfon tadi." Ejek Rin.
"Ah, iya. Aku ingat sekarang! Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Maria menatap Mizu.
"Seperti yang Pega bilang. Menangkan hatinya!" Ujar Mizu dengan entengnya.
Semua orang membeku, menatap Mizu dengan raut wajah menentang dan seperti berbicara 'Apa kau waras?'
"Aku tidak bisa melakukannya." Ujar Parker datar sambil memalingkan wajah.
"Apa?! Kenapa?" Tanya Ran.
"Kau bodoh, ya? Jika aku menaklukan hatinya dengan wujud seperti ini, dia pasti mengira kalau aku homo!" Parker berteriak dengan nada kesal.
"Haha, homo, ya?" Ujar Maria yang tidak sadar hidungnya mengeluarkan darah.
*Inilah yang di sebut penggemar fujoshi sejati😅Denger kata homo aja langsung semangat😅Apa lagi kalo liat adegannya😅Teriak teriak udah😂*
"Maria?! Hidung mu keluar darah! Ran bangun dari mimpi mu sekarang!" Parker menggoyang goyangkan tubuh Maria sambil terus berteriak.
"Iya, iya. Aku bangun dari mimpiku sekarang." Ujar Maria sambil memegang kepalanya pusing.
"Tapi benar juga yang di katakan Parker, jika dia mendekati Ryu Ryu dengan penampilan seperti ini pasti akan gawat. Aku juga mengalami hal sama seperti Parker." Ucap gadis vampir itu.
"Ryu Ryu? Siapa Ryu Ryu?" Tanya Rin bingung.
"Ryu Ryu adalah nama target ku." Jawab Parker.
"Jadi begitu."
"Kalau begitu dapatkan kepercayaannya. Seharusnya itu bisa kan?" Ujar Ran memberi solusi.
"Bagaimana caranya? Targetku itu orangnya curigaan! Aku tidak akan bisa mendapatkan kepercayaannya dengan mudah!" Bantah Mizu mengerutkan keningnya terus berpikir.
__ADS_1
"Targetku juga begitu. Walaupun dia selalu tersenyum, tapi, tidak ada yang tau apa niatnya yang sebenarnya." Parker ikutan pusing sambil memijit mijit keningnya.
Ran menghela napas, "Lama-lama ini menjadi rumit, ya?"
"Kalau begitu, usahakan agar dia. mempercayaimu. Harus bisa!" Ujar Mizu memberi semangat.
"Ya!" Jawab yang lainnya.
"Nah, sekarang lanjutkan mimpi indah kalian, ok?" Mizu mulai mengangkat tangannya bersiap menjentikkan jarinya.
"Tidak!" Teriak Ran, Maria, dan Rin menghentikan Mizu.
Mizu dan Parker terdiam melihat tingkah ketiga gadis itu. Parker dan Mizu pun menghela napas.
"Kenapa?" Tanya Mizu.
"Ya, tidak apa-apa sih." Jawab Maria memalingkan wajah.
"Aku tidak mau melihat nenek sihir itu di dalam mimpiku!" Teriak Ran kesal.
Nenek sihir?
"Aku juga, aku tidak mau melihat laki-laki bodoh itu lagi. Aku tidak mau!" Ujar Rin ikut menolak.
Laki laki?
"Bagaimana kalau kita mengobrol saja? Aku juga tidak mau mendapat mimpi buruk lagi!" Ujar Maria mengajak teman temannya.
Ternyata dia sama saja!
Akhirnya, Mizu dan yang lainnya berbicara di alam mimpi karena tidak mau bermimpi buruk lagi. Mereka berbicara sampai pagi.
"Hei, Romi payah. Ayo bangun, aku sudah membuatkanmu sarapan. Setelah ini kita akan pergi ke suatu tempat." Ujar Maria membangunkan Romi.
"Hoam...Suatu tempat? Kemana?" Tanya Romi masih mengucek ucek matanya.
"Bukankah kau bilang akan ikut denganku berkeliling dunia?" Tanya Maria menggoda.
"Ah, iya benar. Tapi, kita akan pergi kemana?" Tanya Romi masih belum beranjak dari tempatnya sekarang.
"Kemanapun kau mau tentu saja. Lagi pula, aku juga tidak tau harus kemana." Maria menggaruk garuk pipinya malu.
"Kalau begitu kita jalan-jalan saja dulu bagaimana?" Ajak Romi.
"Maksudmu, jalan-jalan tak tentu arah begitu? Kau serius?" Ujar Maria yang mulai merasakan firasat buruk.
"Ya, memangnya kenapa kalau begitu?" Kata Romi memalingkan wajah.
"Baiklah, ayo kita pergi."
"Apa?! Kau setuju?" Romi pun sontak terkejut mendengar persetujuan dari Maria.
"Iya, karena aku kesini juga dari jalan tak tentu arah."
"Maksudmu, pertemuan kita itu cuma sebuah kebetulan saja begitu?"
"Yah, mungkin. Cepat mandi dan sarapan, kita tidak mau sampai ke tempat itu saat gelap, kan?"
__ADS_1
"Iya."
"Padahal, aku berharap pertemuan kita bukanlah kebetulan melainkan takdir dari tuhan."
Setelah itu, Romi dan Maria pergi me suatu tempat. Walaupun tidak tentu arah, mereka percaya. Kemanapun mereka pergi, mereka pasti akan menemukan sesuatu yang menarik.
"Hei, kalian. Cepat serahkan barang-barang kalian!" Ujar seseorang menghentikan langkah Maria dan Romi.
"Kalau kami tidak mau? Apa yang akan kau lakukan?" Ujar Maria mengepalkan kedua tangannya bersiap memukul.
"Huh, kau sombong sekali. Kalian, serang mereka!" Perintah orang itu kepada anak buahnya.
"Hiyah, ayo serang!"
"Maria kau mundurlah. Aku akan...Eh? Maria? Kau..." Romi melihat sekeliling mencari Maria.
"Ayo kemarilah. Sekumpulan orang bodoh!" Ujar Maria mengeluarkan aura seram.
"Dia sangat menakutkan. Apa yang akan dia lakukan?" Tanya Romi dalam hati.
*Bukannya udah jelas kalau dia mau baku hantam😑*
Bug. Wush. Hiyat, semua orang itu berhasil di kalahkan Maria dalam waktu sekiranya 15 menit. 15 menit menghajar sekiranya 6 orang beaerta bosnya.
Romi cuma bisa tertegun melihat ulah Maria menghajar orang orang itu sampai babak belur. Maria berdiri di atas orang orang yang di tumpuknya sambil bergaya.
*Wah, ini kalau jadi istri terus lu buat marah, ****** dah lu😆Ajal akan segera menjemput😈*
"Bagai, bagaimana bisa! Bagaiman bisa kau melumpuhkan semua teman-temanku!" Tanya Bos para perampok itu.
"Teman-temanmu hanya sekumpulan orang-orang lemah yang tidak berguna. Tentu saja aku sangat menghabisi mereka semua." Ujar Maria menyombongkan diri.
"Orang ini tidak tau saja. Dulu saat masih kelas 6, mainanku itu balok kayu. Aku juga sering berantem dan tawuran dengan anak laki-laki yang lebih kuat dari ini. Ini tidak ada apa-apanya bagiku!" Batin Maria.
*Mbak, mainan gw dulu aja kelereng sama bola lo😅Kok lu malah mainan balok kayu😅Mau baku hantam di jalan sepi kah😅*
"Hei kalian semua, bangun dan lawan dia!" Ujar bos perampok itu walau berada di bawah Maria. Posisinya kaki Maria menekan punggung laki laki itu.
"Aku rasa mereka sudah k.o gara-gara aku. Kenapa tidak kau saja yang melawanku?" Uajra Maria.
"Uh, kalian semua akan aku balas nanti! Pasti suatu hari nanti!" Ujar bos permapok itu sambil melarikan diri.
"Iya, iya. Suatu hari nanti jika ajal belum menjemputmu. Dasar orang munafik." Ejek Maria.
"Kau tadi, benar-benar hebat sekali! Kau hiyat, hiyat dan mereka semua tumbang! Itu hebat sekali!" Kata Romi terkagum kagum.
"Ya, itu belum seberapa. Ayo kita lanjutkan perjalanan."
"Baik~"
"Untunglah aku tidak menjadi salah satu dari anggota perampok itu. Jika tidak, aku pasti akan di hajar oleh perempuan yang cantik dan imyut(?) ini." Batin Romi.
*Inilah yang dinamaman efek bucin😆*
BERSAMBUNG~
Pertanyaan:"
__ADS_1
Apa permainan kalian saat kalian masih kecil? Apakah seberbahaya permainannya Maria? Jawab di kolom komentar ya.😍