Harapan Langit Berbintang

Harapan Langit Berbintang
Episode 18 Diskusi yang gagal


__ADS_3

Saat hari mulai malam, Mizu dan Yuna menginap di hotel. Mereka memilih kamar no 23 lantai 2.


Lupa ngasih tahu, Yuna itu memiliki rambut berwarna krem dan mata berwarna merah muda. Panjang rambutnya sampai pinggang dan memiliki poni.


"Ini benar-benar hebat!" Ucap Yuna.


"Kau terlaulu berlebihan. Kau tidur saja dulu aku akan meminta pelayan untuk mengantarkan makanan ke sini." Ujar Mizu meninggalkan kamar.


"Baiklah~"


Dasar manusia itu memang munafik! -Mizu.


Selagi Yuna tidur Mizu menelfon ke 4 temannya. Di saat yang bersamaan Riya, Maria, Rin, dan Ran pun juga ingin menghubungi yang lainnya. Untuk menanyai kabar dan rencana selanjutnya.


[Air terjun Amrisya, pukul 22:46]


Kring Kring, suara hp berbunyi, membuat Parker khawatir dan segera mengangkatnya dan berjalan masuk ke hutan. Beruntung Ryu Ryu saat itu sudah tertidur.


"Menyebalkan! Untung Ryu Ryu sudah tidur!" Parker sedikit menggerutu.


Ryu Ryu yang menyadari bahwa Parker tidak ada di sana pun segera terbangun dan mencari keberadaan Parker. Ryu Ryu pun terpalsa masuk ke dalam hutan mencari Parker.


"Halo Mizu, ada apa?" Tanya Parker dengan suara kesal.


"Apa kalian semua baik-baik saja?" Tanya Ran y


tiba tiba menyela.


"Ran? Apa itu suara mu?" Tanya Rin.


"Tentu saja itu suara Ran masa suara hantu!" Ujar Maria yang masih terdengar mengantuk.


"Maria?!" Teriak Rin dan Ran.


"Tidak hanya Maria saja, aku tidak di anggap ni?" Tanya Sierra.


"Sierra?! Kenapa juga di panggil sih?!" Tanya Maria dengan nada benci.


"Kenapa? Kau punya dendam kesumat ya sama aku?" Tanya Sierra yang juga mulai memanas.


"Sudahlah, aku hanya ingin tau apa kalian semua sudah bertemu target kalian masing-masing?"


"Sudah!" Jawab yang lainnya.


"Aku juga sudah." Ujar Sierra.


"Kau? Memangnya siapa targetmu?" Tanya Ran.


"Tentu aja semua laki laki tampan nan kuat di dunia ini." Sierra sedikit menyombongkan diri.


"Aku sudah bertemu dengan target ku. Tapi, aku belum bertemu dengan jodohku." Ucap Maria curhat.


"Udah, iyain aja, iyain." Ucap Rin.


"Kalau kau bagaimana Mizu?" Tanya Ran.

__ADS_1


"Aku juga sudah bertemu dengan target ku. Sekarang dia sedang tidur." Jawab Mizu.


"Baguslah kalau begitu. Apa rencana kita selanjutnya?" Tanya Rin.


"Selanjutnya..."


"Mizu tunggu." Parker tiba tiba memotong omongan Mizu.


"Parker? Ada apa? Kenapa dari nada bicaramu kau terlihat gelisah?" Tanya Mizu.


"Apa yang dia lakukan?" Tanya Parker.


"Maksudmu target kami?" Tanya Ran.


"Tidur." Jawab Rin tanpa basa basi.


"Dia juga sudah tidur." Kata Maria.


"Apa kalian yakin?" Tanya Parker memastikan.


"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti sama sekali. Sebenarnya ada apa?" Tanya Maria yang ikut khawatir.


"Dia, target kalian sedang mengawasi kalian!" Ujar Parker.


"Apa?!" Yang lainnya terkejut dan secara reflek mereka melihat ke belakang memastikan.


"Kok ngeri sih! Kayak film horor aja!" Ujar Maria.


"Dia juga sedang mengawasiku." Kata Parker masih dengan nada bicaranya yang tenang.


"Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Maria.


"Apa?! Kau serius?" Tanya Maria yang terkejut plus belum siap.


"Mizu benar memang tidak ada cara lain. Kita harus merayakan pesta itu ada atau tidak adanya dirinya benarkan, Mizu?" Tanya Ran.


"Haaaaa???!!!" Semuanya terkejut bukan main.


"Ran, apa maksudmu?" Tanya Rin yang terkejut.


"Ingat ekting!" Bisik Ran.


"Ah, tapi, jika tidak ada dia maka pesta akan sepi kan?" Ujar Parker dengan wajah dan nada bicara sedih dan mata sayu, yang jelas di buat buat.


"Parker, yosh! Baiklah! Pesta akan di lakukan ada atau tidak adanya dia!" Ucap Maria yakin.


"Kau serius? Tapi, kalau begitu nanti pasti orang yang ada di pesta itu sedih." Tanya Rin.


"Tidak apa-apa, lagi pula apapun yang terjadi. Pesta tidak akan berhenti karena dia!" Ujar Ran.


Mereka semua memang sangat hebat! Pega memang tidak salah sudah memilih mereka untuk menjadi prajuritnya. Tapi aku masih kesal


-Mizu.


"Hm? Apa yang sebenarnya mereka bicarakan? Pesta? Pesta apa?" Tanya Yuna dari jauh yang dari tadi mengawasi gerak gerik Mizu.

__ADS_1


"Apa-apaan ini? Bukanya mereka tadi barusan barusan berkata tentang target, rencana, dan sekarang? Pesta? Apa maksudnya?" Tanya Eden yang iku bingung.


"Ini lama-lama semakin aneh saja!" Ujar Ryu Ryu.


"Sebenarnya apa yang akan mereka lakukan?" Tanya Romi mencoba mencerna perbincangan targetnya, dan hasilnya nihi dan zonk.


"Tapi, target pestanya tetap dia kan? Nggak bakal ganti yang lain kan?" Tanya Parker.


"Apa?! Jadi maksudnya target itu tadi target pesta?" Tanya Ryu Ryu.


Heh, kau pikir mudah ya mengorek informasi dariku? Aku itu bisa membaca isi hati dan pikiranmu! -Parker.


"Ya tentu saja target pesta nya tetap dia. Karena aku mau balas dendam ke dia." Ucap Maria mengeluarkan aura menyeramkan seperti audah memiliki dendam kesumat.


Kalau di pikir pikir Maria menakutkan juga kalau sedang marah -Romi.


*Lu nggak tahu aja, kalo perempuan lagi PMS dan lo buat dia marah. Ajal menanti lu bro*


"Baiklah, kita tidak akan mengganti target pestanya." Ujar Mizu.


"Ya ampun Maria, Maria, berhubung ini pesta ulang tahunnya. Kau menjadikan dia target dan membully nya sampai habis." Ucap Rin dengan tawa canggung.


"Huh, memangnya kenapa? Dia pantas mendapatkan nya!" Jawab Maria dengan nada kesal.


"Tapi Maria, walaupun dia orang yang kau benci. Kau tidak boleh menjadikannya target dan membully nya." Mizu berusaha menasehati Maria yang sedang marah besar.


"Huh, diam kau! Kalau dia kenapa-napa nanti aku akan tanggung jawab kok." Jawab Maria dengan penuh percaya diri.


Tapi aku nggak janji lo -Maria.


"Sudah, sudah. Kita bahas saja besok. Sekarang sudah malam, ayo pada tidur." Ajak Mizu yang sebenarnya tidak mengantuk.


"Ok~" Jawab yang lainnya.


"Aku akan beritahu kalian nanti di mimpi." Bisik Mizu.


"Baiklah, tapi nanti jangan ganggu mimpi indahku." Kata Maria mengancam.


"Iya, iya. Tidak akan." Jawab Mizu.


Setelah pembicaraan yang panjang, mereka semua kembali tidur. Orang orang yang menguping pembicaraan mereka pun segera lari tunggang langgang agar tidak ketahuan menguping.


Dengan wajah resah dan jantung yang berdetak sangat keras, para prajurit Athena mencoba untuk tetap tenang.


Menyebalkan! Aku tidak mendapat informasi sedikitpun! -Yuna.


Mereka ternyata benar-benar pintar menyembunyikan Rahasia rupanya -Eden.


Aku harus melakukan sesuatu agar bisa mendapat informasi-informasi penting darinya!


-Hara.


Entah kenapa aku tiba-tiba ragu kalau dia seseorang yang di cari Athena ya? -Ryu Ryu.


*Mungkin lu suka sama dia kali😆Fix beginilah efek bucin akut😆wakaka😂*

__ADS_1


Benar-benar tidak menyangka Maria bisa sangat menakutkan(?). -Romi.


BERSAMBUNG~


__ADS_2