Harapan Langit Berbintang

Harapan Langit Berbintang
Epispde 20 Kebetulan yang menyenangkan


__ADS_3

"Hm? Apa yang kau lihat?" Tanya Maria memberi tatapan waspada.


"Ah, tidak, tidak apa-apa kok."


Di jarak yang cukup jauh ada seseorang yang melihat Maria dan Romi. Seorang laki laki dan seorang perempuan berambut putih. Mereka berdua adalah Eden dan Rin.


"Eh? Apa itu benar Maria, ya?" Gumam gadis berambut putih itu.


"Hm? Rin, ada apa?" Tanya Eden yang sedari tadi memperhatikan Rin.


*Cie diperhatiin😆Gw kapan ya di gituin😢Pengen banget segera lepas dari gelar jomblo dari lahir nih😭*


"Ah, tidak ada apa-apa." Jawab Rin.


"Itu..." Eden tiba tiba pergi menjauh menuju ke tempat Maria dan Romi.


"Eh? Hei, kau mau kemana? Tunggu aku sebentar bisa tidak?" Tanya Rin sedikit berteriak.


"Itu, hei, Eden sini." Sapa laki laki berambut oren itu sambil terus melambai lambaikan tangan.


"Rin? Kenapa kau di sini?" Tanya Maria.


"Kalian berdua sudah saling kenal?" Tanya Romi.


"Yah, kami teman sekolah." Jawab Rin.


"Hei, kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?" Ujar Maria mulai kesal.


"Ah, soal itu..." Rin menatap Eden meminta bantuan, tapi hasilnya nihil, Eden malah memalingkan wajahnya seolah tidak tahu apa apa.


"Seharusnya sudah ku duga kalau dia tidak akan mau membantu." Batin Rin dengan api kemarahan yang agak membara bara.


1 jam yang lalu di Menara Susinio, Eden dan Rin sedang berkeliling menara mencari hantu. Karena mulai bosan, Rin menarik lengan baju Eden.


"Hei, keluar yuk." Ajak Rin.


"Keluar? Kenapa? Kau kan belum melihat hantu di menara ini, kan?"


Kadang-kadang orang ini bisa cerewet juga, ya? -Rin.


"Aku bete gara-gara tidak bisa menemukan satu hantu pun." Ucap Rin sambil menendang batu kecil di dekatnya.


"Jadi begitu." Eden menghela napas mengerti.


"Hei Eden, apa di sini ada hutan angker? Mungkin aku bisa menemukan hantu di sana." Ajak Rin dengan mata berbinar.


"Orang ini tidak mau menyerah juga, ya? Walaupun sulit menemukan cewek pemberani yang tidak takut apapun seperti dia itu sulit. Tapi..." Eden menjadi melamun gara gara memikirkan hal itu.


"Eden? Hei, jangan melamun!" Teriak Rin.


"Ah, Rin. Maaf aku hanya memikirkan sesuatu saja."

__ADS_1


"Terserah, deh. Apapun yang kau pikirkan juga bukan urusanku. Jadi, ada tidak hutan angkernya😑."


"Aku tidak tau itu benar ada atau cuma rumor belaka. Tapi katanya ada hutan angker di sekitar sini jika kau lurus terus dari menara."


"Kenapa kau tidak bilang dari tadi? Ayo kita pergi sekarang! Sampai di sana malam hari akan lebih bagus!"


Apa dia bersungguh-sungguh? Padahal malam hari adalah waktu yang dihindari semua orang untuk keluar. Dia memang sangat menarik. -Eden.


Rin menceritakan itu kepada Maria dan Romi. Tentu saja mereka berdua syok mendengar kata-kata Rin. Romi menatap Eden tak percaya, sementara Eden diam aja tidak menanggapi.


"Apa?! Jadi kau masih melakukan pemburuan hantu sampai sekarang?" Tanya Maria mulai resah bin khawatir.


"Sampai sekarang? Maksudmu, dulu dia juga melakukan hal bodoh itu?" Tanya Eden.


"Woy, apa maksud perkataanmu barusan, hah?" Rin menatap Eden tajam, sontak Eden pun mengehentikan perkataannya dan memalingkan wajah.


"Ee, itu..."


*Calon suami suami takut istri ini mah namanya😂Sabar ya~ adegan romantisnya ma~ sih la~ ma*


"Wah, apa aku sedang berhalusinasi? Eden takut pada wanita itu? Ini benar-benar sangat hebat!" Batin Romi.


"Hei, Eden. Aku sesungguhnya tidak percaya kalau kau, ternyata menyukai gadis seperti dia, ya?" Bisik Romi sambil merangkul pundak Eden.


"Suka? Apa aku benar-benar menyukai gadis bernama Rin ini? Tidak! Itu tidak mungkin! Aku mendekatinya bukan karena suka, tapi karena ini adalah perintah dari Athena." Ujar Eden dalam hati.


*Inget ya guys, tidak mungkin bukan berarti itu tidak akan terjadi. Cuma butuh proses dan bantuan aja kok😂*


"Eh?" Eden dan Romi berbalik badan menatap Rin dan Maria.


Bagaimana dia bisa dengar? Apa aku terlalu keras mengatakannya? -Romi.


"Menyukai Eden? Itu adalah hal terbodoh yang pernah ku dengar. Bagaimana kau bisa menyukai orang yang pertama kali kau temui?"


"Ya, dia benar. Itu tidak mungkin perasaan cinta." Batin Eden.


"Hanya karena tidak mungkin, bukan berarti itu mustahil. Kan ada yang bilang 'Cinta Pada Pandangan Pertama' bagaimana kau menjelaskan tentang itu?" Tanya Maria.


"Memang ada banyak yang seperti itu. Tapi, cuma sedikit yang berhasil dalam hubungan cinta seperti itu. Karena, kebanyakan itu adalah kasus cinta bertepuk sebelah tangan." Ujar Rin meremehkan.


"Itu memang benar, tapi, tidak sedikit yang berhasil. Kau harus mempercayainya, keajaiban itu ada." Maria membuat setengah lingkaran seperti pelangi.


"Tidak ada. Keajaiban itu tidak ada! Jika benar keajaiban itu ada, buktikan! Hidupkan kembali kedua orang tuaku jika keajaiban itu memang ada!" Ucap Rin kesal.


"Itu..." Maria kehilangan kata kata, menyadari itu memang tidak mungkin di lakukan.


"Hei, hei, hei. Kenapa jadi seperti ini sih? Bagaimana kalau kita pergi mengelilingi dunia bersama?" Ajak Romi memcairkan suasana yang kini mulai menegang.


"Tidak mau. Aku mau pergi ke hutan angker itu dan melihat hantu!" Ujar Rin bersikeras tetap pergi.


"Rin, itu berbahaya." Maria berusaha menghentikan Rin tapi hasilnya nihil, Ri tetap keras kepala.

__ADS_1


"Jangan pedulikan aku. Pedulikan saja hidupmu sendiri." Ujar Rin terus menjauhi mereka.


"Baiklah, kalau begitu kita pergi ke hutan angker dulu bagaimana?" Tanya Maria mengalah.


"Apa?!" Kedua pria itu menatap Maria raut wajah mereka seperti bertanya 'kenapa?'


"Maria, kau..." Rin berbalik seperti sedikit terharu.


"Hehe, ayo pergi." Ajak Maria menggadeng tangan Rin.


"Tunggu apa?! Kita benar-benar akan pergi ke hutan angker?" Tanya Romi.


"Ya, itu jika kau berani. Jika kau takut akan hantu, berarti kau pengecut!" Ejek Maria reus berjalan menjauhi kedua laki laki itu.


"Siapa yang bilang aku takut hantu?!" Teriak Romi tidak terima.


"Tidak ada yang bilang kau takut hantu. Hanya saja sikapmu tadi menunjukkan kalau kau takut akan hantu." Ejekan Maria semakin memjadi jadi dan membuat Romi naik darah.


Eden pun tidak menghiraukan perdebatan Maria dan Romi, malah Eden ikut pergi bersama Rin ke hutan angker.


"Hei, Eden. Kau ini teman baikku dan kau malah menghianatiku? Dasar teman Lac***!" Teriak Romi yang merasa terhianati.


"Sudahlah, ayo cepat kita pergi." Ujar Eden terus berjalan menjauh memdekati Rin(?).


"Huh, ya sudah ayo." Kata Romi dengan wajah neg di lihat.


"Oh, ya. Aku belum tanya siapa namamu." Tanya Rin.


"Ah, namaku Romi." Ucap Romi dengan hidung yang kian memajanjang seperti pinokio.


"Romi? Rok Mini?" Ejek Rin.


"Hei, jangan mengubah namaku seenakmu ya!" Romi mengarahkan jari telunjuknya berniat mengancam Rin.


"Hihi, aku cuma bercanda." Ucap Rin dengan smirk nya.


"Kalau temanmu itu namanya Eden bukan?" Tanya Maria.


"Dari mana kau tau?" Tanya Rin terkejut.


"Tadi Romi baru saja memanggil namanya." Kata Maria.


"Be, begitu, ya?" Kata Rin.


Di sepanjang perjalanan terdengar suara tawa, ejekan, dan amarah dari mereka berempat.


BERSAMBUNG~


Pertanyaan:


Apa kalian pernah yang namanya cinta pada pandangan pertama? Apakah cinta kalian bertepuk sebelah tangan dan berakhir bahagia atau tidak?

__ADS_1


Silahkan yang mau curhat, curhat di kolom komentar. Ok~😘


__ADS_2