
Author pov
"Akhirnya setelah sekian lama, ada murid cantik dan ganteng di kelas kita." Ujar para murid di kelas.
"Baiklah, kalian bersembilan kembali ke tempat duduk kalian." Perintah guru itu.
Pelajaran pun di mulai, murid-murid di kelas itu tidak memperhatikan pelajaran. Tapi, mereka melihat murid-murid baru yang datang sepanjang jam pelajaran. Selesai pelajaran.
"Akhirnya selesai kelas juga. Ayo kita pergi ke asrama." Ajak Chicas.
"Baiklah, ayo." Jawab Maria.
"Kalian pergilah, aku mau berjalan-jalan sebentar." Ujar Parker berjalan pergi.
"Aku juga ingin menyelidiki sesuatu. Sampai jumpa nanti di kamar." Mizu ikut pergi.
"Ya, sudah. Jangan pulang malam, jika tidak kalian tidak bisa masuk kamar nanti." Miku memberi nasehat.
"Tidak masalah, bukankah bagus melihat mereka berdua kena masalah." Ujar Sierra dengan smirk nya.
"Tapi, itukan tidak boleh." Ucap Sara.
"Itu tidak masalah. Iyakan, Parker?" Tanya Sierra.
*Langkah Parker belum terlalu jauh, jadi masih bisa denger😜*
"Hump."
Parker pergi meninggalkan yang lainnya. Malam harinya, mereka berdua tidak kunjung kelihatan batang hidupnya.
"Gawat, jika begini mereka tidak akan bisa masuk ke asrama." Ujar Miku terus khawatir.
"Kita bisa tau jika Mizu masuk ke kamar. Tapi, bagaimana dengan Parker? Dia terjebak dengan samaran laki-lakinya." Ujar Sara ikutan khawatir.
"Benar, dan karena itu kita tidak bisa tau apakah dia sudah masuk ke kamarnya atau belum." Ucap Rin.
"Sudahlah, berharap saja mereka tidak mendapat masalah." Ujar Ran dengan nada bicara dingin padahal juga ikut khwatir.
"Memangnya siapa yang akan mendapat masalah?"
Suara seseoramg yang berada di jendela kamar mereka. Semuanya menengok ke arah suara. Nampak seorang gadis berambut panjang berwarna ungu yang sedikit menerang karena sinar bulan. Tapi bukan Athena ya.
"Mizu?" Tanya Mia.
"Astaga Mizu, aku pikir kau kenapa-napa. Jika kau sampai ketahuan penjaga asrama bagaimana?" Tanya Miku mendatangi tempat Mizu datang.
"Lebay." Ujar Mizu dengan nada bicara dingin.
"Aku kan bilang begini karena mengkhawatirkanmu." Ucap Miku kesal.
"Sekarang masalah Mizu kembali ke asrama beres. Tapi, kita tidak tau apakah Parker sudah kembali ke asrama atau belum." Ujar Ran.
"Ngomong-ngomong soal itu, dia sekamar dengan siapa ya?" Tanya Maria.
"Dari pada memikirkan itu, kalian lebih baik memikirkan diri kalian sendiri." Ujar Mizu.
"Apa? Memangnya kami kenapa?" Tanya Mia.
"Benar, apa ada masalah?" Tanya Sara bingung.
"Malam-malam begini kalian ada di kamar orang lain. Apa kalian tidak takut akan di curigai?" Tanya Mizu.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, sebelum kami ke sini. Kami melihat penjaga asrama tertidur. Jadi, tidak masalah." Ucap Sara tenang.
"Kalian jam segini masih belum tidur dan menggangu orang lain dengan suara kalian?"
Lagi lagi dari jendela nampak seseorang yamg sangat familiar. Gadis yang menyamar menjadi seorang pemuda yang super tampan yang meluluhkan hati sesama jenisnya.
"Parker?" Mia menatap Parker yang terlihat tampan di bawah cahaya bulan purnama.
"Hei, Parker. Kau sekamar dengan siapa?" Tanya Maria.
"Aku belum melihatnya." Ujar Parker.
"Jadi kau belum kembali ke asrama?" Tanya Sara.
"Kenapa kau ke sini?" Tanya Mizu.
"Aku ingin memberitahu kalian langkah kita selanjutnya." Ujar Parker berjalan masuk kamar.
Pagi harinya di kelas, semua gadis masih menatap Parker tanpa bosan dan terus takjub. Begitupun dengan para laki laki, terus menatap gadis gadis itu dan tidak menghiraukan guru mereka.
*Kasihan ya gurunya😆Datang murid ganteng dan cantik, guru pun terabaikan😆*
"Apa itu CFC?" Tanya Guru itu dengan suara lantang.
Parker mengangkat tangan, "CFC adalah gas rumah kaca yang menyebabkan penipisan lapisan ozon."
"Bagus, pertanyaan ke dua. Apa itu Litosfer?" Guru itu kembali menyuarakannya dengan lantang.
Parker pun memgangkat tangan kembali, "Litosfer adalah tanah atau bebatuan yang ada di bumi."
"Wah, dia benar-benar pria idaman. Dia dapat menjawab pertanyaan guru dengan benar." Ujar murid murid permpuan.
"Kau sangat pintar. Anak-anak tolong di contoh perilaku terpuji seperti itu." Ujar Guru itu sambil menunjuk Parker.
"Kelas selesai, selamat beristirahat."
"Terima kasih pak."
Baiklah, sekarang cuma perlu pergi dari sini -Parker.
Sebelum Parker pergi, tiba tiba murid-murid perempuan mengerumuninya. Parker pun terkejut dan mencoba menghindar, tapi hasilnya nihil.
"Wah, Parker. Kau sangat pintar dan tampan maukah kau mengajariku?" Tanya seorang murid perempuan dengan semangat membara.
"Iya, iya. Aku juga." Ujar murid perempuan yang lainnya mengajukan diri, dan akhirnya pada gaduh.
"Maaf aku tidak punya waktu untuk itu. Sampai jumpa." Ujar Parker.
"Oh, tidak." Murid murid perempuan itu pun cemberut sanagt kecewa.
20 menit kemudian, semua orang berteriak dan berlarian mengejar sesuatu. Kesembilan orang yang di utus Pega cuma diam melihat.
"Gawat, ada pencuri. Cepat, kalian tangkap mereka." Perintah seorang guru.
"Baiklah pak." Para murid pun segera memgejar pencuri itu.
"Huh, kau pikir kau bisa mengejarku?" Tanya pencuri itu dengan menampilkan smirk nya.
Murid dan pencuri pun melakukan kejar-kejaran. Mereka melewati Mizu dan membuatnya jatuh ke tanah dan buku yang ia bawapun juga ikut terjatuh.
"Aduh!"
__ADS_1
"Mizu kau baik-baik saja?" Tanya seseorang yang tadi ikut mengejar pencuri itu sambil membantu Mizu berdiri.
"Aku baik-baik saja. Apa yang terjadi?" Tanya Mizu.
"Para pencuri itu melarikan diri."
"Pencuri? Ayo kejar pencuri-pencuri itu. Jangan sampai mereka melarikan diri."
"Baik."
Wah, selain cantik, bidadari Mizu juga sangat pemberani. -Murid itu.
Wush Wush Wush Tap Tap Tap, para murid dan pencuri itu terus berkejar kejaran dan belum berhenti juga.
"Ayo cepat kejar mereka!"
Tap Tap Tap, suara langkah kejar kejaran itu masih tidak berhenti dan malah semakin cepat. Sampai pencuri itu melompat dan pergi meninggalkan mereka yang mengejar mereka lewat atap seperti ninja.
"Sial, mereka melarikan diri!"
"Hei, ada berapa pencuri yang ada?" Tanya Mizu yang tadi ikut mengejar.
"Ada Lima."
"Lima?"
"Tenang saja bidadari Mizu, kau tidak perlu khawatir. Kami pasti akan melindungimu."
"Terima kasih, tapi tidak perlu. Ayo kita pergi, besok kita pasti bisa menangkap mereka." Ujar Mizu memberi semangat.
"Ya, bidadari Mizu benar. Besok kita pasti bisa menangkap mereka."
Keesokan harinya di kelas saat jam pelajaran. Seperti biasa Parker dapat menjawab semua pertanyaan guru dengan tepat.
"Baiklah, pertanyaan ke lima. Berapa diameter km planet Merkurius?" Tanya guru itu kembali bertanya.
"4. 880 km." Parker kembali menjawab.
"Benar lagi."
Tiba tiba di luar kelas, suara kegaduhan kembali terdengar. Semua oun melihat ke jendela 'Apa yang terjadi?'
"Cepat kejar pencuri itu, cepat!" Teriak seseorang yang berada di luar kelas.
"Lagi? Ini sudah dua hari dan belum tertangkap? "
"Ayo kejar pencuri itu." Ujar Romi melompat dari jendela.
*Ini tu, lantai pertama, jadi yang tenang tenang aja kalau mau lompat😆*
"Ayo!"
BERSAMBUNG~
Pertanyaan:
Sebenarnya apa yang terjadi di sana? Apa yang di inginkan para pencuri itu?
A. Para pencuri itu menginginkan sesuatu yang berharga tapi belum menemukannya.
B. Pencuri itu cuma ingin mengganggu jam belajar para siswa.
__ADS_1
C. Para pencuri itu baik hati. Karena jika ada pencuri maka jam belajar akan diperpendek dan pulangnya lebih cepat:v