
Tap Tap Tap, suara langkah kaki seseorang yang melewati hutan belantara seorang diri. Menuju ke sebuah tempat yang bisa di bilang, cukup angker.
Rin:"Huft, akhirnya sampai juga."
Flash back di mulai, 20 menit yang lalu.
"Haah, sekarang dari istana milik Pega pergi ke sebuah menara. Ngomong-ngomong menara itu punya banyak tangga kan? Aaah, benar-benar menyebalkan! Lebih baik aku tanya orang itu yang di sana saja deh." Ujar Rin pasrah.
Rin mendekati orang yang berjalan melewatinya beberapa menit yang lalu.
"Permisi, apa kau tau di mana Menara Petir Susinio?" Tanya Rin.
"Ah, kau bukan warga sini ya. Kau cuma perlu lurus saja nanti kau akan melihat menara itu. Karena menara kan tidak sekecil semut kan?" Ujar orang yang ditanya Rin itu.
"Haha, iya ya." Rin yang hanya bisa tertawa canggung.
Dasar aneh! Tentu saja menara tidak sekecil semut!
"Tapi hati-hati karena katanya di sana ada banyak hantu!" Ujar orang itu.
Hantu dia bilang?!
"Kau bilang di sana ada hantu?" Rin yang tiba tiba sangat bersemangat.
"Ya, ngomong-ngomong, apa kamu seorang pemburu hantu?"
"Ya? Mungkin bisa di bilang begitu." Rin sedikit menyombongkan diri.
"Wah, sangat hebat! Ya sudah, semoga beruntung ya!"
"Terima kasih banyak!"
Flash back selesai.
"Baiklah, sekarang ayo kita naik tangga menuju puncak! Tapi aku ingin pakai lift saja." Ujar Rin sedikit mengeluh.
30 menit kemudian.
"Huft, semangat! Beberpa menit lagi pasti sampai!"
1 Jam kemudian.
"Iih, kapan sih sampainya!!!" Rin berteriak frustasi.
*Aku kasih bocoran ya, menara itu sangat~ tinggi, jadi tangganya juga sekita 3000 anak tangga😅*
Tanpa Rin sadari ada orang yang melihatnya dari balik pintu puncak menara. Orang itu memandang Rin dengan wajah datar sambil memegang sebuah foto. Ya, itu adalah foto Rin.
"Dia sama persis dengan gambar yang di berikan Athena." Ujar pria itu.
Beberapa menit kemudian.
"Hah, akhirnya sampai juga."
Karena terlalu kelelahan, tanpa sengaja Rin tertidur di dekat altar batu di tengah menara. Pria yang mengamati Rin dari tadi pun mendekati wanita berambut putih sepundak itu.
"Benar-benar orang yang tidak waspada."
"Ha, ha, ha, aku tidak kuat. Tolong jangan paksa aku naik tangga lagi. Ha, ha, ha." Gumam Rin dalam tidurnya.
"Dia ini sedang mengigau ya?" Batin pria yang di dekat Rin.
Keesokan paginya, burung burung yang sedang bermesraan pun berkicau dan membangunkan Rin yang sedang tertidur.
*Burung vurung aja udah punya pasangan dan bermesraan😑Aku kapan ya tuhan?😭Nyesek😢*
"Em, apa?! Kok tiba-tiba sudah pagi sih?! Keterlaluan." Rin yang tiba tiba bangun pun langsung marah marah.
Tiba tiba pria yang mengintainya kemarin mendekatinya, "Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya pria itu.
__ADS_1
"Eh, wah! Apa kamu hantu?" Rin yang terlanjur senang karena belum pernah melihat hantu(?).
"Jangan berpikir aneh-aneh, tidak ada yang namanya hantu. Hantu itu tidak ada.'
"Iya juga sih, kalau ada hantu seganteng ini. Pasti banyak orang yang memilih untuk mati kan." Batin Rin.
*Ya iyalah, apalagi hantunya peka, baik hati, perhatian😍Idaman banget deh😍*
"Siapa kamu?"
"Orang itu, apakah dia targetku?" Tanya Rin dalam hati.
"Bukankah aku yang bertanya padamu?" Tanya pria itu masih menatap Rin datar.
"Eh, itu. Sebelum aku beritahu namaku, kau harus berjanji dulu."
"Janji? Janji apa?"
"Jika aku memberitahu namaku maka kau juga akan memberi tau namamu."
"Iya, iya aku berjanji."
"Namaku Rin, siapa namamu?"
"Eden."
"Apa?"
"Eden, namaku Eden. Apa yang kau lakukan di sini?"
"Mencari hantu!" Jawab Rin polos.
Eden adalah anak orang dan manusia. Memiliki rambut mengembang, dan mengarah ke atas, ya, seperti goku gitulah. Tapi agak lemes, warna matanya merah, sementara warna rambutnya silver. Lebih tinggi dari Rin, sekitar 20cm.
"Apa?! Kau datang jauh-jauh kesini cuma untuk, mencari hantu?" Tanya pria rambut silver itu.
"Iya!"
"Apa kau tidak takut pada hantu?"
"Penasaran?"
"Iya, kata nenek dulu hantu itu mengerikan jadi saat malam hari aku dilarang untuk keluar rumah."
"Lalu?"
"Karena aku penasaran akan muka hantu itu. Saat malam hari, aku pergi ke loteng yang katanya kakak sepupuku ada hantu di sana. Saat aku naik kesana, bukan hantu asli yang aku temui. Melainkan kakak sepupuku yang mencoba untuk menakut-nakuti ku, sebel ah, aku jadi nggak ketemu sama hantu asli deh."
"Ada kali ya perempuan kayak gini? Berani banget!"
*Ya ada lah, lu pikir semua cewek itu penakut😒Lu nggak tahu aja, kalo berhadapan sama cewek, auto di bunuh lu nanti😏*
"Hei, Eden. Kenapa kau di sini?"
"Itu bukan urusanmu." Eden memalingkan wajahnya.
"Huh, jutek banget sih!" Batin Rin kesal.
"Ngomong-ngomong berapa hantu yang sudah kau lihat?"
"Satu saja belum. Tunggu dulu."
"Kenapa? Apa kau baik-baik saja?"
"Apa yang sudah kau lakukan padaku?!" Tatap Rin curiga.
"Apa maksudmu? Aku bukan laki-laki seperti itu!"
"Ya kan tidak ada yang tau." Gumam Rin.
"Sudah aku bilang aku bukan laki-laki seperti itu, ok?" Orang yang mendengar gumaman Rin tadi.
"Ya sudah, aku mau keliling-keliling cari hantu dulu ya!"
__ADS_1
"Apa kau tidak takut tersesat? Kau belum kenal dengan jelas seperti apa bangunan Menara ini, bukan?"
"Ya? Aku rasa kau memang benar. Kalau begitu, ajak aku berkeliling, bagaimana?"
Eden:"Apa?! Kenapa aku?"
"Kau kan kenal dengan jelas menara ini, iya kan?"
"Iya tapi..."
"Kalau begitu ayo!"
"Hei, pelan-pelan sedikit!"
Siapa sangka aku akan menurut pada seorang gadis yang baru saja ku temui. Kalau aku ceritakan pada teman-temanku mereka pasti tidak akan percaya dan akan malah menertawai ku kan? -Eden.
*Tenang aja, bentar lagi gw bakal bucin kok sama dia😇*
Setelah beberapa menit berkeliling.
"Eden, Eden." Gumam Rin.
"Kenapa? Ada apa dengan namaku?"
"Bukankah Eden itu artinya surga? Mungkin orang tuamu menamai mu Eden karena mereka ingin kau menjadi surga bagi mereka."
"Surga?"
"Benar, ada sebuah kata-kata yang selalu terlintas di pikiranku."
"Kata-kata?"
"Kata-kata itu berbunyi surga ada di telapak kaki ibu. Apa kau sudah berbakti pada ibumu?"
"Ibuku, dia sudah meninggal."
"Ah, maaf, aku tidak bermaksud menyinggung perasaanmu."
"Tidak apa-apa. Apa kau sudah menemukan hantu nya?"
"Belum, hantunya bersembunyi dariku."
"Ngomong-ngomong apa kau ingin berburu hantu berasama?"
*Bang, ini bukan modus lu kan😏*
"Berburu hantu bersama?"
"Iya, sebenarnya aku sedikit bosan dengan hidupku sih, jadi mau tidak!"
Tiba-tiba Rin memeluk Eden. Sambil tersenyum manis, dia melihat ke arah Eden.
"Tentu saja! Aku senang punya teman satu tujuan!"
"Ka, kalau begitu, bisakah kau berhenti memelukku?" Mata Eden terbelalak sempurna dan itu membuatnya salah tingkah.
"Ah, a, aku benar-benar minta maaf!" Rin terkejut dan segera melepaskan pelukannya.
"Ti, tidak apa-apa." Pipi Eden yang merona berusaha ia sembunyikan dengan cara memalingkan wajahnya dan menutup mulutnya dengan tangannya.
"Bagus, sekarang tugas pertamaku selesai. Waktunya menunggu pembeeitahuan dari Pega untuk tugas selanjutnya."
"Baiklah, sekarang cuma perlu membuat dia mengatakan tentang lokasi Pega!"
BERSAMBUNG~
Pertanyaan:
Apakah kalian pernah menaiki sebuah menara? Apa perasaan kalian saat sampai di puncak?
A. Tentu saja lega! Tangga menara itu sangat banyak, jadi jika sudah sampai ke puncak itu adalah suatu pencapaian terbesar:v💪
B. Senang bercampur capek. Yang satu senang karena bisa sampai puncak, yang satu lagi karena lelah naik berpuluh atau beratus tangga:v
__ADS_1
C. Biasa aja, karena saat naik menara aku di gendong oleh ayah dan ibuku:v