Harapan Langit Berbintang

Harapan Langit Berbintang
Episode 14 Air Terjun Amrisya


__ADS_3

Sebelumnya mohon maaf karena tidak sering


update🙏. Tanpa membuang waktu lagi ayo lanjutkan cerita😇.


"Hara, siapa perempuan disebelahmu?" Tanya seorang rekan hara yang bernama Pariu.


"Ah, itu, dia..."


"Halo kakak-kakak senior. Namaku Ran, aku akan menjadi rekan kalian mulai hari ini. Mohon bantuannya ya." Ujar Ran memotong perkataan Hara.


Pariu dan Irasi terbelalak sempurna, lantas mereka langsung menatap Hara tak percaya. Hara hanya diam sambil memalingkan wajah.


"Hei Hara, aku tidak percaya gadis seperti ini adalah tipemu. Aku pikir kau tidak akan menyukai seorang gadis pun. Hihi" Goda Irasi yang tiba tiba merangkul pundak Hara.


"Kau diam saja Irasi. Hei kau, apa yang bisa kau lakukan." Tanya Hara kepada Ran sambil melepas tangan Irasi.


"Huh, namaku bukan hei. Jika kau bertanya kemampuanku, maka akan ku perlihatkan padamu." Ujar Ran dengan sangat yakin.


"Apa yang akan dia lakukan?" Gumam Hara melihat Ran yang menggambil gitar(?).


JRENG, suara gitar listrik yang menggema dengan gaya khas rock and roll. Pariu, Irasi dan Hara terkejut setengah mati.


Gila, aku bahkan tidak bisa memainkan gitar -Hara.


*Sabar ya😅, namanya perempuan, masa mau kalah eksis sama laki laki😏*


"Inilah kemampuanku!" Ujar Ran.


Pariu, Hara, dan Irasi masih diam melihat Ran yang masih memegang gitar di tangannya.


JRENG JRENG JRENG, Ran menunjukkan kemahirannya dan membuat orang orang yang di ruangan itu tambah terkejut dengan kemahiran Ran.


"Jadi bagaimana." Tanya Ran dengan wajah yang masih yakin.


"Itu, itu tadi..."


"Kenapa? Apa ada masalah? Tapi tadi aku tidak salah nada bukan?" Ran mulai khawatir setengah mati.


"Itu tadi, sangat hebat!" Pariu melanjutkan kata katanya yang sempat terhenti tadi.


"Benar, itu tadi luar biasa!" Irasi semakin bersemangat.


"Be, benarkah? Terima kasih banyak!" Ujar Ran sambil tersenyum.


"Aku pikir tadi aku dapat masalah besar! Untunglah." Batin Ran masih memasang wajah tersenyum paksa.


"Hei Hara, bagaimana tadi performanya Ran? Bagus kan?" Tanya Irasi yang masih bersemangat.


"Kemampuannya lebih hebat dari yang kupikirkan. Dia bahkan bisa memainkan gitar listrik yang bahkan tidak bisa aku mainkan." Batin Hara masih sedikit sedih.


"Hara, hara!" Irasi mencoba membangunkan Hara dari lamunannya.


"Ah, ya performanya lumayan bagus." Ujar Hara yang memasang wajah datar.

__ADS_1


"Lumayan? Keterlaluan!" Batin Ran agak kesal mendengar ucapan Hara.


"Baiklah Ran, mulai sekarang kau adalah pacarku, ah, salah maaf, maksudku rekan kami." Irasi yang masih bersemangat sampai salah tingkah.


"Heh, ngarep lu! Lagian Ran kan nggak mau pacaran sama kamu. Mesti sama aku, iyakan?" Ujar Pariu tidak mau kalah.


"Haha, itu..." Ran mencoba menenangkan, tapi hasilnya nihil. Mereka malah tambah risuh.


*Maklumlah, cewek cantik😎Siapa sih yang nggak mau😎*


"Huh, lu yang ngarep! Ran itu maunya sama aku!" Irasi masih tidak mau kalah.


"Haah, kau yang ngarep Ran itu maunya sama aku!" Pariu tambah kesal dan berapi api.


"Aku membawanya masuk ke band ini untuk melihat gerak-geriknya. Bukan untuk. Melihat mereka bertengkar memperebutkan seorang wanita!" Batin Hara tambah kesal melihat tingkah kedua sahabatnya itu.


Sementara itu, di sisi Parker yang sedang mencari targetnya di air terjun Amrisya. Air terjun Amrisya adalah air terjun paling indah di kota itu.


Hewan hewan yang lucu, pepohonan dan bunga yang sangat banyak menambah daya tarik air terjun itu. Air dari air terjun Amrisya sangat biru, sebiru mata milik Parker.


"Bagaimana aku menemukan dia ya? Oh iya, aku kan bisa menggunakan sihir!" Ujar Parker bersiap membaca mantra.


Wush bruk, gara-gara penggunaan sihir yang salah, Riya pun jatuh di atas badan seseorang. Posisinya saling menindih.


"Aduh!" Teriak seseorang yang Riya tindih.


*Ambigu aing😳Para pembaca, jangan memanfaatkan kesempatan di dalam kesempitan ya. Walau cowoknya ganteng pake banget!😣*


"Aw, siapa yang, ha? Si, siapa kamu?!" Mata Parker terbelalak sempurna melihat ia sedang menindih seorang pemuda(?!).


"Itu, sebelum aku menjawab. Bi, bisakah kau bangun dariku." Ujar pemuda itu.


"Ah, maaf aku tidak sengaja." Jawab Parker sambil berusaha bangun dari posisinya yang, tau lah maksudnya.


"Jika boleh tau, siapa kamu? Ah, maaf kalau sedikit lancang." Ucap Pemuda yang masih grogi itu.


"Tidak apa-apa. Namaku Parker, siapa namamu?" Tanya Parker melihat pemuda itu dengan seksama.


"Namaku Ryu Ryu. Ah," Pemuda itu terkejut saat melihat siapa orang yang menindihnya barusan.


Ryu Ryu adalah target Parker. Dia memiliki mata sebiru langit dan rambut yang berwarna seperti Parker tapi lebih gelap. Dia memiliki tinggi yang hampir sama seperti Parker cuma beda beberapa cm.


*A*h, dia kan. Apa benar itu dia? Tapi kenapa dia mirip sekali denganku? -Ryu Ryu.


Apa ini yang di sebut malapetaka pembawa keberuntungan -Parker.


"Kenapa kau menggunakan seragam? Apa kau masih bersekolah?" Parker yang terlihat sangat penasaran dari tadi.


"Ah, itu..."


"Dan kenapa kau keluar sekolah? Apa sudah waktunya pulang sekolah? Atau ada Tugas di luar sekolah?" Tanya Parker orang yang mendadak cerewet.


*Apa gara gara salah sihir jadi otaknya ikut salah ya😅*

__ADS_1


"Soal itu, ah."


Bruk, Ryu Ryu tiba-tiba tidak sadarkan diri dan pingsan di depan Parker. Dan lagi lagi, posisinya, em, bikin orang salah paham atau ambigu. Posisi jatuhnya Ryu Ryu kedepan, er, bayangin aja sendiri lah ya😅.


"Hei, bangunlah! Hei!" Parker masih berusaha membangunkan Ryu Ryu.


Benar-benar merepotkan. Tapi ngomong-ngomong dia kok mirip denganku ya? Apa saudara kembar beda ayah beda ibu? -Parker.


*Ada ya saudara kembar kek begitu?😅 Kalo ada aku pengen ketemu😆Kali aja kembaran gw ganteng😎*


Setelah itu, Parker membawa Ryu Ryu ke rumahnya. Parker membaringkan Ryu Ryu di kasurnya. Rumah itu udah di beli Parker pas membawa Ryu Ryu.


"Pa, panas." Ryu Ryu sedikit bergumam.


Kok aku jadi ambigu ya? Sudah, sudah pikir positive thinking dulu saja -Parker.


"Sekarang coba aku pikirkan, bagaimana cara orang-orang mengobati penyakit demam ya? Ah, benar, pasti bisa dengan cara itu!"


Parker pun membalut tubuh Ryu Ryu dengan selimut yang banyak. Sekiranya 10 lapisan selimut, yah seperti mumi gitu, dan juga menaruh kain yang sudah di celupkan air panas ke dahi Ryu Ryu.


Hah, capek juga. Kira-kira kapan dia sadar ya? Untunglah rumah yang aku sewa dekat dengan sekolah dan Air terjun Amrisya. Tapi, sebenarnya dia kenapa ya? Apa menjadi prajurit athena itu sangat melelahkan ya?


"Hm, hm." Ryu Ryu sedikit membuka matanya.


Eh, apa dia sudah sadar?


"Ah, apa yang kau lakukan? Apa yang terjadi dan aku ada di mana?"


"Pertanyaanmu sangat banyak ya. Yang pertama, aku membawamu kesini karena kau pingsan tadi. Yang kedua, kau ada di rumahku."


"Sebelumnya terima kasih banyak."


"Sama-sama. Namaku Parker, hm..." Parker menatap Ryu Ryu serius.


"Kenapa kau melihatku seperti itu?" Tanya Ryu Ryu mulai tidak nyaman.


"Apa kau bisa ekting?"


"Ekting?"


"Iya, aku punya proyek drama. Tapi, aku kekurangan pemeran. Jadi, apa kau mau ikut dramaku?"


Itu adalah kesempatan bagus. Jika aku ikut dengannya aku pasti bisa bertemu dengan Pega! -Parker.


"Iya aku mau. Tapi, aku tidak bisa berekting."


"Tidak apa-apa aku bisa mengajarimu kok."


"Benarkah? Terima kasih banyak!"


Bagus! Sekarang aku pasti bisa menyelamatkan ayahku. Ya, pasti bisa! -Parker.


BERSAMBUNG~

__ADS_1


Pertanyaan:(Yang bagi mau jawab silahkan, yang tidak ya sudah.)


Siapa ayah Parker? Dan apa hubungan ayah Parker dengan Ryu Ryu dan Athena?


__ADS_2