Harapan Langit Berbintang

Harapan Langit Berbintang
Harapan Langit Berbintang Edisi Lebaran(2)


__ADS_3

Hari lebaran pun tiba, semuanya berkumpul di aula taman istana Pega. Semuanya tidak sabar melihat pertunjukkan yang akan di perlihatkan oleh para prajurit Pega itu.


Tentu saja karena ini hari spesial, Pega yang menjadi pemandu acaranya. Yah, walaupun terpaksa sih.


"Baiklah, aku Pega, akan menjadi pembawa acara hari ini. Selamat menikmati pertunjukan kami."


Tepuk tangan menghiasi awal pertunjukkan itu, belum dimulai loh. Pega pergi ke belakang panggung mengecek semua persiapannya saat itu.


"Kalian sudah siap?" Tanya Pega memeriksa.


Semuanya mengangguk dengan cepat, tanda mereka semua sudah siap sejak mereka di lahirkan.


"Baiklah, ayo mulai." Ujar Mizu memberi aba- aba.


Karena semuanya sudah siap, Pega berjalan keluar dari belakang panggung dan memberi salam kepada yang lainnya.


"Baiklah, dari seluruh zodiak akan menampilkan drama Joko Kendil."


Cerita Joko Kendil memiliki unsur sosial, kasih sayang dan lain sebagainya. Ini agak fersi cepatnya. Pembagian karakter.


Pemain


Mizu: Putri Melati


Sierra: Kakak Melati


Riya: Joko Kendil/ suami Melati(Karena wajahnya yang bisa di ubah menjadi mirip laki- laki).


Ran: Raja


Miku: Ibu yang merawat Joko Kendil


Sara: Pembaca cerita


Rin: Suruhan Raja


Bukan pemain


Silvia dan Nia: Mengurus baju


Ari: Mengurus makanannya


Maria: Yang mendandani


Mia: Asisten Maria


Chicas: Yang ngatur pergantian pemain


Cerita Di mulai~


Di sebuah, ada seorang janda yang tinggal di sebuah rumah seorang diri. Dia kesepian, lantaran tidak memiliki seorang anak pun. Kondisi tubuhnya juga tidak baik, dia sering sekali batuk.


Suatu hari, saat dia pulang habis dari mencari kayu bakar, dia melihat ada seorang anak bayi di depan pintunya. Sontak ia terkejut dan mendatangi bayi itu.


Di sebelah bayi itu, ada sepucuk surat, janda itupun membuka suratnya. Isinya adalah


Tolong, jaga anak ini baik- baik, saya mohon maaf sudah menelantarkannya dan melemparkan tanggung jawab saya pada anda.


Janda itupun menggendong bayi itu, dan betapa terkejutnya ia saat melihat bentuk kepala bayi yang sedang ia gendong itu.


"Astaga nak, malang sekali nasibmu, mulai hari ini, aku akan menjadi ibumu. Namamu adalah, Joko Kendil." Ujar Janda itu.


Beberapa tahun pun berlalu, kini anak yang bernama Joko Kendil itu sudah tumbuh besar dan ia sering membantu ibunya.

__ADS_1


Suatu hari, ada seorang pesuruh istana datang ke desa mereka. Ia membawa surat dari baginda raja.


"Kepada para pemuda, Raja akan mengadakan sebuah sayembara. Siapapun yang memenangkan sayembara itu, akan di nikahkan oleh putri bungsunya, yaitu putri Melati." Ujar Sang pesuruh.


Mereka kemudian pergi, Joko Kendil pun amat senang saat mendengar hal itu. Ia buru- buru pulang dan memberitahukan berita itu kepada sang Ibu.


"Jadi, ibu, apakah aku boleh ikut sayembara itu?" Tanya Joko Kendil.


Ibu Joko Kendil pun terkejut mendengar perkataan anaknya itu. Ekspresi cemberut di wajah ibu Joko Kendil, ibu Joko Kendil pun menatap wajah Joko Kendil.


"Ya, kau boleh ikut sayembara itu. Berhati- hatilah ya, nak."


Joko Kendil pun amat girang, ia kemudian mengikuti sayembara itu dan memenangkan semua pertandingannya.


"Baiklah, kalau begitu, aku umumkan pemenangnya adalah Joko Kendil!" Teriak sang raja.


Di sisi lain, putri Melati dan kakaknya yang sedang menonton saat itu. Sang kakak menampilkan senyum smirknya.


"Kasihan sekali kamu ya, Melati. Memiliki suami yang buruk rupa seperti itu." Ujar Kakak Melati mengejek.


"Itu tidak masalah, karena saya menikahi seseorang bukan karena fisiknya, tetapi hatinya. Jadi aku mohon, jaga ucapan kakak."


"Huh, terserah kau saja, Melati."


Malammya, Melati berlari ke kamarnya sambil menahan isak tangis. Sesampainya di kamar, ia menangis cukup keras, di sela- sela tangisannya itu, ia melihat sebuah kendi.


Karena marah, ia membanting kendi itu cukup keras. Prang, suaranya sangat keras, bahkan sampai pecahan kendi itu berserakan di mana- mana.


*Tentu saja para penontonnya kaget pas Mizu mbanting tu kendi😏*


Putri Melati terus menangis, sampai ada seorang pemuda yang masuk ke kamarnya. Awalnya ia tidak sadar kalau ada yang masuk, sampai pemuda itu mengeluarkan suara.


"Putri, apa anda baik- baik saja?" Tanya Pemuda itu.


"Saya adalah Joko Kendil, suami tuan putri."


"Apa?! Bagaimana mungkin?!" Sang putri meminta penjelasan.


"Putri melihat kendi itu? Saat kendi itu jatuh, tiba- tiba wajah saya berubah menjadi seperti ini." Joko menunjuk ke arah kendi yang di banting tadi.


Sang putri masih terdiam tak percaya, ia bingung akan kejadian tadi. Ia mencoba memahaminya, tapi hasilnya sia- sia saja.


"Putri, percayalah padaku, aku akan menjadi suami yang baik untuk tuan putri. Jadi, maukah tuan putri menikah dengan saya?"


Joko kendil berlutut dan itu sedikit membuat putri Melati terharu, "Ya, aku mau." Jawab sang putri.


Kemudian mereka berpelukan dan, eh salah, maaf!(Ini Sara yang ngomong).


"Ahaha, nggak masalah kesalahan pembawa berkah. Ayo cepet pada pelukan sana!" Uajr Chicas dari belakang panggung.


"Apa? Tapi, itu kan-"


Set, sebelum Mizu menyelesaikan kalimatnya, Riya sudah duluan memeluknya di depan para penonton. Tentu saja para penonton langsung pada kegirangan kaya kesirupan, eh kesurupan.


"Riya, apa yang kau lakukan?!" Tanya Mizu.


"Sekali- kali kan aku ingin mengerjai mu." Ujar Riya mengedipkan mata dengan senyum jahil.


Mereka pun melepaskan pelukan dan semuanya naik ke panggung memberi salam hormat dan terima kasih.


"Oh, ya, ada satu pertunjukkan lagi. Semuanya siap?!" Tanya Chicas.


"Ya!" Teriak semuanya.

__ADS_1


Lagu Sora Kazesawa, Kira-Pata-Shining fersi indo.


Musik


🎶Ketika dirimu mulai percaya aku timing


🎶Biarkan pucuk cinta berkembang berbuah indah


🎶Sampaikan frekuensi cintaku Tuning


🎶Terdengar suara sayap sang lebah


Musik


🎶Sebenarnya kamu ingin jadu seperti apa? Changing


🎶Putri duyung pun mengubah kakinya menjadi cantik


🎶Fashion dan kosmetik mencerminkan dirimu Meaning


🎶Apakah ku mantrai dirimu?


🎶Kurukuru • kyawawa • wawa


🎶Sarasarasa • kyawawa • wawa


🎶Membuatku ingin menyentuh kulit muatiara


🎶Kushukushu • kyawawa • wawa


🎶Yurayura • rara •kyawawa • wawa


🎶Siapapun pasti menoleh auranya permata


🎶Cahaya yang cemerlang dan colorfull bertabur di langit


🎶Kira • pata • shining kira • pata • shining


🎶Pakailah mantra di yang baik dan taburkan dengan gula manis


🎶Yuru • fuwa • shining yuru • fuwa • shining


🎶Ubahlah dirimu kalau kamu mau menrubah dunia


🎶Hanya ini saja langkah yang pertama


🎶Langit biru Bohemia itulah pintu kebebasanmu


🎶Didalamnya tidak, ada peraturan


Musik


Pertunjukkan drama dan menyanyi itupun selesai, mereka kemudian makan bersama dan tertawa ria.


"Hm, harus aku katakan, masakanmu saat itu tidak buruk juga." Ujar Riya mendekati Ryu Ryu dengan kacang mete di tangannya.


"Te, terima kasih."


Salam


"Kami sekeluarga harapan langit berbintang mengucapkan, minal Aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin."


"Iya, setelah itu pada lupa ngulangin kesalahannya lagi ya!"

__ADS_1


Sampai jumpa 2 hari lagi😉Bye bye, Author mau liburan bentar. Merenungkan ujian yang bentar lagi datang😑. Tapi nggak hiatus kok, bye bye, see you again!😊


__ADS_2