Harapan Langit Berbintang

Harapan Langit Berbintang
Eps 53 Dokumen yang menyusahkan!


__ADS_3

Author pov


Setibanya di ruangan yang di sururh, dengan berat hati kami melangkah ke sana. Alangkah terkejutnya mereka memdapati para prajurit Pega juga ada di sana.


"Kalian juga di sini?" Tanya Maria kaget.


"Iya, mengurus semua dokumen yang seharusnya di selesaikan dewa menyebalkan itu." Ujar Nia dengan nada kesal.


"Ayo segera kita kerjakan." Ajak Sara.


"Iya." Jawab yang lainnya.


Nampak semua orang sangat seriusan, walau masih ada yang mendengus sebal, curhat, komplain, dan lain sebagainya.


Wajah Riya terlihat sangat di tekuk, sepertinya dia amat sebal. Wajah yang lainnya juga sam. saja, di tekuk bahkan sangat amat di tekuk.


"Kenapa kita harus mengerjakan ini sih?" Tanya Maria masih tidak terima.


"Sudahlah, sebentar lagi, ini pasti akan selesai." Ujar Chicas optimis.


Tapi kenyataannya, 30 menit kemudian saat tinggal beberapa puluh dokumen lagi. Dokumen baru mendatangi mereka.


Sontak mereka terkejut terus menganga, Mizu menepuk jidat mulai frustasi. Sebenarnya apa yang Pega inginkan?


"Pega itu, dia ingin membuatku mati lumutan di sini apa?!" Teriak Maria.


"Kakak, aku rasa akan lebih baik kalau kita membolos dari pekerjaan ini bagaimana? Perutku sudah lapar." Ujar Ari memberi usul.


"Ide bagus tu!" Teriak Maria setuju.


"Hei, jangan melakukan hal- hal yang nekat." Ujar Mizu yang mulai angkat bicara.


Laki- lakinya pada diam soalnya mereka lebih memperhatikan pekerjaan di depan mereka dari pada mengurusi hal yang membuang- buang waktu.


Zhung, cermin yang ada di depan mereka tiba- tiba bergetar. Entah sejak kapan cermin yang lumayan besar itu ada di sana, tapi setelah itu wajah Pega muncul di sana.


Sontak darah Maria langsung mendidih saat melihat wajah menyebalkan itu, ia menggoyang- goyangkan cermin itu sambil terus berteriak.


"Hei Pega sialan, sebenarnya apa yang kau inginkan?! Hah!" Maria masih menggoyang- goyangkan cermin di hadapannya.


"Tenanglah dulu, pokoknya, dokumen itu harus kalian selesaikan. Jika tidak kalian tidak akan bisa keluar." Ucap Pega memberi ancaman.


"Apa? Apa maksudmu itu hah?!"

__ADS_1


Ceklek, wush, tiba- tiba seluruh pintu dan jendela di sana terkunci. Pega pun juga menghilang seperti terkesan melarikan diri.


"Woi, dasar b*d*b*h sialan!" Maria mengumpat kesal.


Riya menghela napas berat, ia lalu mengangkat satu tangannya ke udara. Cring, seketika sebuah kasur besar nan empuk ada di hadapan mereka. Sayangnya, kasurnya cuma ada satu.


"Eung, apa yang kau lakukan Riya?" Tanya Rin memiringkan kepala.


"Sekarang sudah jam 11 malam, kita harus tidur." Ujar Riya berjalan menuju ke arah kasur.


Bruk, Riya melemparkan dirinya ke kasur itu dan mengambil bantal yang ada di dekatnya. Mata kedua anak kembar itu mulai berbinar, mereka lalu mengikuti apa yang di lakukan kakak mereka itu.


"Hei, kalian tidak berencana menyuruh kami melakukan ini sementara kalian istirahat kan?" Tanya Eden sudah merasakan perasaan buruk.


"Mungkin, tapi biarkan aku istirahat sebentar." Ujar Riya menutup mata dengan tangannya.


Bruk, suara seseorang menjatuhkan dirinya ke kasur. Itu Maria, sedetik setelahnya Maria langsung terlelap dalam tidurnya. Dibangunkan saja rasanya akan sangat sulit.


"Hei, Maria, kau belum tidur kan?" Tanya Romi memastikan.


Hasilnya nihil, tidak ada balasan dari mulut peri Romi itu. Dia benar- benar tertidur lelap! Sangat menyebalkan kalau harus mengingat dokumen mengganggu itu.


"Dia sudah tidur, biarkan sajalah." Ujar Ryu Ryu.


"Kalau begitu kita buat perjanjian saja bagaimana?" Tanya Rin dengan wajah berbinar.


Semuanya menatap Rin dengan wajah penasaran. Apa yang di pikirkan otak Rin sekarang?


"Apa?" Tanya Hara ikut angkat bicara.


"Kalian bekerja malam ini alias lembur, kami akan bekerja besok bagaimana?"


"Maksunya kalian istirahar dan kami mengerjakan semua ini setelah itu besok gantian kalian begitu?" Tanya Romi.


Rin mengangguk dan Eden menghela napas berat. Ke lima prajurit Pega itu saling menatap dan mengangguk menyetujui permintaan Rin itu.


Rin pun langsung membaringkan tubuhnya di kasur yang di munculkan Riya tadi. Mizu menatap para prajurit Athena itu.


"Apa kalian yakin?" Tanya Mizu.


Para prajurit itu mengangguk, Mizu pun ikut tertidur di kasur itu bersama yang lainnya. Sebelum itu tentu saja Mizu menyiapkan mantra vampir yang membuat para prajurit Athena itu tidak dapat macam- macam.


1 jam dan mereka para prajurit Pega pun sekarang benar- benar telah tertidur. Romi kemudian curi- curi pandang melihat wajah cantik Maria.

__ADS_1


Begitupun yang lainnya, saling menatap wajah cantik para peri mereka. Yuna menguap sambil mengangkat tangannya ke atas.


"Yuna, lebih baik kau ikut tidur saja bersama mereka." Ujar Ryu Ryu.


"Iya, baiklah."


Yuna langsung tertidur di sebelah Riya saat itu, Ryu Ryu masih tidak berhenti menatap wajah Cantik Riya yang bersinar di bawah bulan saat itu.


Romi meletakkan dokumen itu dan mendekat ke arah Maria. Romi mengusap wajah cantik Maria perlahan- lahan agar gadis itu tidak terbangun.


*Inilah yang dinamakan mengambil kesempatan dalam kesempitan😏*


"Romi, apa yang kau lakukan?" Tanya Hara bingung.


"Shhhttt." Romi menyuruh yang lainnya diam.


Ryu Ryu mengikuti langkah sahabatnya itu dan mendekat ke arah Riya yang masih terlelap. Karena yang lainnya agak plin plan jadi yang satu ngelakuin, ngelakuin semua.


"Apa kalian ingat pertanyaan bonus waktu itu?" Tanya Ryu Ryu masih menatap wajah mulus Riya.


"Maksdmu pertanyaan, 'apa mereka cantik atau tidak?!' yang itu maksudmu?" Tanya Eden.


"Kalau jawaban kalian, apa?"


Pertanyaan Ryu Ryu seketika membuat Eden dan yang lainnya bungkam. Sekarang bagaimana mereka menjawab hal itu coba?


"Kalau aku, jawabannya sih, dia memang cantik, dan aku jatuh cinta padanya." Lanjut Ryu Ryu dengan tatapan serius.


Semuanya menatap Ryu Ryu yang dengan percaya diri, mungkin saking polosnya ia tidak tahu apa yang ia katakan sekarang.


"Apa kau yakin dengan perkataanmu itu?" Tanya Hara.


Ryu Ryu mengangguk, "Kalau kalian, bagaimana?" Ryu Ryu kembali bertanya.


"Ya, Maria memang cantik, tapi sifatnya amat menakutkan." Ujar Romi sedikit bergidik ngeri.


"Hahaha, begitu ya? Bagimana denganmu, Hara, Eden?"


"Ya, Rin memang, orangnya menarik dan cantik." Ujar Eden meraih rambut putih Rin.


"Hah, aku tidak percaya akan jatuh cinta pada singa kecil ini." Ujar Hara menunjuk Ran.


BERSAMBUNG~

__ADS_1


__ADS_2