
"Akhirnya, kita sampai di, Pemancingan Lautan Langit!" Teriak Chicas dan Maria senang.
Pemancingan Lautan Langit adalah pemancingan yang terletak di langit. Cara memancingnya cukup unik seperti tempatnya. Ikan yang akan di tangkap bukan berenang melainkan terbang.
Jadi, kail pancingnya di arahkan ke atas dan bukan ke bawah. Ada kolam renangnya juga, tapi jika ingin masuk ke kolam renangnya harus melompat.
"Haduh, kalian ini senang sekali, ya?" Tanya Sara.
"Tentu saja dong!" Jawab Maria dan Chicas bersamaan.
"Haah, apa ini tidak terlalu mendadak?" Tanya Ran.
30 menit yang lalu, di istanan Pega. Pega menyuruh ke dua belas zodiak miliknya ke atas menemuinya. Tepatnya, di ruang rahasia yang hanya mereka ber tiga belas ketahui.
"Ada apa? Kenapa kau menyuruh kami berkumpul di sini?" Tanya Mizu.
"Aku membawa kalian ke sini untuk..."
"Berlibur!" Seketika Chicas muncul dan memotong pembicaraan.
"Berlibur?!" Tanya yang lainnya terkejut.
"Ada angin apa sampai kau menyuruh kami melakukan hal itu?" Sindir Sierra.
"Ya, itu gara- gara Chicas, dia terus saja mengganggu ku. Karena aku ingin dia menjauh dariku, aku menyuruhnya pergi." Kata Pega dengan tampang tidak berdosa.
"Yah, walaupun begitu, itu juga menguntungkan ku bukan? Dia bilang kalau aku bisa pergi ke Pemancingan Lautan Langit. Karena aku tidak mau sendirian, jadi aku mengajak kalian." Kata Chicas.
Begitulah sampai akhirnya mereka ada di sini bersama lima orang prajurit Athena. Yaitu Romi, Hara, Eden, Yuna, dan Ryu Ryu.
"Baiklah, ayo kita memancing!" Kata Chicas-->
salah satu orang yang merasa tidak memiliki beban.
__ADS_1
"Ayo kita bersenag- senang!" Kata Maria--> orang ke dua yang merasa tidak memilki beban.
"Tapi...Bagaimana cara kita memancingnya kalau begini?!" Tanya Mia panik.
"Ahaha, kita sepemikiran." Kata Ran.
"Kan cuma perlu mengarahkannya ke atas, dan berusahalah agar tidak mengenai orang." Kata Parker.
"Glek, entah kenapa aku malah merasa takut kalau begini." Kata Mia.
"Kakak, kau sudah membawa umpannya kan?" Tanya Ari.
"Iya, sudah. Mak, pasangin dong." Kata Maria.
"Nggak, aku nggak mau, geli aku liat cacingnya. Nggak tega, Parker aja." Miku menunjuk Parker.
"Cuma memasang umpan saja seperti itu, apa lagi nanti kalo dapat ikan, teriak deh kalian pastinya." Ejek Romi.
"Mak, aku boleh nonjok mukanya nggak?" Tanya Maria mulai kesal.
"Eh? Parker, ikan mu banyak sekali?!" Teriak Mia.
"Bagaimana caramu bisa mendapatkan ikan sebanyak itu?" Tanya Ran terkejut.
"Kau sudah memancingnya dari tadi ya?" Tanya Sierra.
"Em, ini tidak terlalu banyak kok." Kata Parker--> Padahal sudah menangkap lebih dari 30 ikan besar- besar lagi.
"Apa itu bisa di bilang tidak banyak?" Tanya Rin.
Tiba- tiba muncul ikan yang besar dan sangat cantik. Orang yang melihat hal itu bergegas mengambil alat pancing dan mencoba untuk mendapatkan ikan itu.
Tapi, ikan itu lolos bagaikan belut, padahal ada lebih dari 100 orang yang mencoba menangkapnya tapi tidak berhasil. Termasuk Maria dan yang lainnya.
__ADS_1
"Menyebalkan! Kenapa tidak bisa di tangkap sih ikannya?!" Tanya Maria geram.
"Ikannya yang terlalu pintar atau kita yang terlalu bodoh sih?" Tanya Nia.
"Bagaimana bisa ada lebih dari 100 yang mecoba menangkapnya tapi, tidak ada satupun yang bisa menangkapnya?" Tanya Silvia.
"Mak, coba lihat ikan itu mengejekku!" Kata Maria mengadu.
"Tenang dulu, aku juga mencoba untuk menangkapnya." Kata Miku masih mencoba.
1 jam kemudian, semua orang, gagal dan menyerah. Terlihat wajah kesal, geram, dan marah dari semua orang yang mencoba.
"Ikan ini, licik sekali." Kata Eden.
"Benar- benar keterlaluan! Tidak bisa di biarkan!" Kata Romi kesal.
"Benar! Awas saja nanti kalau ketangkap akan aku siksa!" Kata Maria.
"Kalau kalian emosi seperti itu, malah tidak akan mendapatkan apapun." Kata Hara.
"Sudahlah, tenang dulu, ya?" Kata Ryu Ryu mencoba menenangkan.
"Tidak! Aku tidak terima!" Kata Maria sambil mengigit sarung tangan yang dibawanya.
"Benar! Aku juga sudah terlanjur emosi tingkat akut!" Kata Romi yang sama- sama emosi membara.
"Uh, aku mendapatkannya! Ikannya sangat kuat!" Kata Parker.
Kata- kata Parker membuat semua orang terkejut. Semua orang langsung heboh dan tidak percaya.
"Ayo tarik terus! Akan aku bantu kau untuk menariknya!" Kata Maria sambil membantu menarik.
Suasana menjadi ricuh karena ikan itu akan segera tertangkap. Suara teriakan semangat pun terdengar. Akhirnya, ikan besar yang sombong dan nakal itu tertangkap.
__ADS_1
Hari itu adalah hari yang membahagiakan untuk semuanya. Karena ikan yang berhasil mereka tangkap adalah ikan ro ticon yang sangat gesit. Sudah 20 tahun orang- orang yang mencoba menangkapnya tapi tidak ada yang berhasil.
BERSAMBUNG~