Harapan Langit Berbintang

Harapan Langit Berbintang
Episode 12 Menjadi Prajurit Gelap


__ADS_3

Pega pun membawa mereka berjalan menyusuri huta dan semakin dalam masuk ke dalam hutan. Suasananya gelap dan terdengar siara burubg hantu di mana- mana.


"Kita sebenarnya mau kemana sih?" Tanya Mia.


"Kan sudah ku bilang rahasia." Kata Pega.


"Jangan main rahasia-rahasiaan dong, beritahu aja kau mau bawa kami kemana." Kata Ran.


"Kau akan tau kok nanti." Kata Pega dengan senyum licik.


"Kenapa firasatku tidak baik ya?" Tanya Mizu dalam hati.


 


Pega membawa Mizu dan yang lainnya ke istananya. Setibanya di istana, Pega mebawa mereka ke ruang rahasia. Di sana, Pega membuka pintu dan melihat banyak jubah berkilau.


"Lihatlah jubah ini." Kata Pega.


"Wah, ini..." Kata Rin.


"Bukankah ini jubah rasi bintang." Tanya Parker.


"Benar, ini adalah jubah rasi bintang yang aku buat dan aku ingin kalian memakainya. Tapi, kalian harus menjadi seorang pengguna magis." Kata Pega.


"Menjadi, seorang pengguna magis? Tapi, kenapa kami harus menjadi seorang pengguna magis?" Tanya Rin.


"Karena jubah ini tidak bisa di pakai oleh orang biasa. Jubah ini hanya bisa di gunakan oleh vampir, siluman, peri, iblis dan lainnya." Kata Pega.


"Kalau begitu ayo kita langsung menggunakannya saja." Kata Parker.


"Bukannya dia bilang hanya bisa di pakai oleh vampir, siluman, peri, iblis." Tanya Mia.


"Apa jangan-jangan kau, kau bukan vampir, iblis, siluman, dan peri melainkan kau adalah manusia biasa?" Tanya Sierra.


"I, itu, iya aku memang hanya orang biasa. Aku bukan vampir seperti mizu, atau siluman seperti Parker dan Sierra." Kata Mia.


"Kau sudah tau kalau aku adalah siluman? Sejak kapan?" Tanya Sierra.


"Ya, sebenarnya aku cuma menebak saja. Karena aku heran bagaimana bisa anak kecil sepertimu bisa menjadi populer dikalangan laki-laki." Kata Mia dengan mata bersinar.

__ADS_1


"Be, begitu ya?" Tanya Sierra.


"Tak kusangka, ternyata dia itu cerdik! Padahal aku pikir dia itu wanita yang bodoh. Hatiku bergejolak aku ingin segera melawannya saat dia berubah nanti. Aku benar-benar tidak sabar!" Kata Sierra dalam hati.


"Baiklah, Mia kau tetap di sini agar aku bisa mengubahmu." Kata Pega.


"Baiklah." Kata Mia.


"Ngomong-ngomong pada setuju tidak jadi prajuritku?" Tanya Pega.


"Hanya prajurit ya, aku tidak mau jadi pembantumu!" Kata Ran.


"Iya, iya terserah kamu saja." Kata Rin.


"Jadi, apa misi kami tuan?" Tanay Mizu.


"Wah, langsung panggil tuan nih?" Tanya Rin.


"Misi kalian mudah." Kata Pega.


"Apa misi kami?" Tanya Mia tidak sabaran.


"Apa?" Tanya yang lainnya terkejut.


"Memenangkan hati seseorang? Apa maksud perkataanmu itu?" Tanya Parker.


"Tenang dulu, jangan berpikir bad thinking dulu, ok. Kalian cuma perlu mendapatkan informasi dari seseorang saja." Kata Pega.


"Seseorang? Siapa?" Tanya Rin.


"Hmm, ah aku ingat. Kalian juga harus mengambil hatinya juga, ya." Kata Pega.


"Mengambil hatinya?" Tanya Maria mendapat firasat buruk.


"Sebenarnya dulu aku..." Pega menceritakan.


 Sebelum bertemu dengan mereka, Pega mendatangi Athena di kuilnya. Tentu saja semuanya terkejut dan waspada karena Pega belakangan ini seperti memusuhi Athena.


"Wah, apa kabarmu hari ini? Apa baik-baik saja?" Tanya Pega.

__ADS_1


"Pega, kenapa kau datang kesini?" Tanya seorang prajurit Athena.


"Tenang, jangan marah dulu. Aku kesini untuk, melihat seseorang sekaligus mengumumkan prajurit baruku." Kata Pega.


"Prajurit baru? Apa maksudmu?" Tanya Prajurit Athena.


"Aku ingin bermain dengan kalian." Kata Pega.


"Bermain?" Tanya Athena.


"Jangan bermain-main dan langsung ke intinya saja!" Tanya Prajurit Athena.


"Baik, baik, aku ingin kalian menemukan prajuritku sebelum mereka membuat masalah yang tidak kalian duga." Kata Pega.


"Heh, kau kemari cuma untuk memberitahu kami itu? Keterlaluan!" Kata prajurit Athena.


"Oh iya, satu hal lagi. Para prajuritku itu perempuan, jadi bersikap lembutlah kepada mereka ok~,dada~" Kata Pega.


 Setelah itu, Pega pergi dan mencari peajurit itu. Pega lalu, menemukan Mizu dan yang lainnya.


"Apa?! Kau menjadikan kami sebagai bahan taruhan? Apa kau pikir kami ini barang? Aku rasa kau benar-benar perlu di hajar ya!" Kata Ran ambil mencengkram baju Pega.


"Maaf, tapi masalahnya aku sudah terlanjur bicara seperti itu. Ngomong-ngomong soal itu, Ran kau pergi ke Jepang. Maria kau pergi ke Pegunungan Wisomenia. Riya kau pergi ke air terjun Amrisya. Mizu kau pergi ke Yunani. Rin kau pergi ke menara petir di daerah Susinio." Kata Pega.


"Yah, apapun itu, aku pergi ke jepang!" Kata aran tiba- tiba menjadi senang.


"Tapi apa yang harus kami lakukan setibanya di sana?" Tanya Rin.


"Kalian harus bertemu dengan laki-laki ini. Dan kau harus bertemu dengannya, tapi pertemuan kalian itu harus kalian buat seperti kalian itu tidak sengaja bertemu. Mengerti." Kata Pega.


"Baik!" Kata yang lainnya.


Bersambung~


Pertanyaan


Siapa laki-laki yang akan di temui Rin, Ran, Parker, Maria, dan Mizu? Bagaimana adegan mereka bertemu dengan laki-laki yang di targetkan?


Nantikan kelanjutannya ya.

__ADS_1


__ADS_2