![Hasrat Terlarang [Suka Sama Suka]](https://asset.asean.biz.id/hasrat-terlarang--suka-sama-suka-.webp)
Daripada memikirkan tentang bocah tengil itu, kuputuskan untuk memainkan ponsel sambil melihat postingan teman yang lewat di beranda fb. Bete juga karena semuanya terasa tak menyenangkan. Akhirnya, aku iseng untuk melihat profil fb mas Rangga karena kepo apa saja yang ditulis pada beranda nya tersebut.
Awalnya aku melihat foto yang tersimpan, dan gak ada kecurigaan disana. Semuanya tentang foto pribadi dan foto saat bersamaku.Aghh, sungguh romantis saat melihat foto-foto tersebut. Dulu kami sewaktu pacaran sering memamerkan foto keromantisan disosial media masing-masing.
Beruntungnya diriku, karena mas Rangga belum menghapus kenangan itu. Kalau lelaki lain yah, setauku jarang memamerkan kemesraan dengan pasangannya disosial media. Betul tidak?
Setelah bosan melihat foto-foto, aku pun teringat pada wanita yang bernama Anggun. Pasti di aplikasi layar biru ini, mereka saling mengikuti pertemanan. Ada ribuan teman yang terpampang di aplikasi layar biru suamiku tersebut. Hingga aku mencoba untuk mencarinya,siapa tau bisa menemukan nama Anggun tersebut.
Ternyata aku tidak menemukan nama Anggun didaftar pertemanan suamiku tersebut, mungkin saja wanita itu memakai nama gaul yang lagi trend. Entahlah, wajahnya aja aku belum tau karena lupa untuk melihat profilnya di aplikasi layar hijau suamiku tadi.
Karena tak membuahkan hasil, aku pun turun kembali kebawah untuk sekedar membantu mbok menyiapkan makan malam biar gak suntuk sendirian. Kalau ada teman ngobrol kan, mungkin bisa menghibur hatiku ini yang sedang tidak baik-baik saja.
Tunggu dulu, jangan bilang diriku sedang tidak baik-baik saja karena mengingat penampakan diruang tengah tadi yah? tenang, aku bukan memikirkan hal itu, tapi karena memikirkan sampai detik ini diriku belum mengetahui hubungan antara Anggun dan mas Rangga. Penasaran aja gitu loh.
Apalagi mengingat ucapan teman mas Rangga yang mengatakan bahwa wanita itu pernah ke hotel bersama suamiku tersebut. Tunggu saja, setelah mas Rangga pulang nanti, aku akan mencuri nomor kontak Anggun dari ponselnya. Biar aku cari tau sendiri tentang hubungan mereka.
Lalu tentang hubungannya dengan adik perempuan ku? yah, aku juga akan menyelidikinya. Seketika jiwa conanku meronta, haha ingin jadi detektif untuk mengungkapkan misteri sang suami sendiri. Wajib, kalau terbukti dia bermain api dibelakang ku, tunggu saja pembalasan dariku. Kita akan bermain secara halus..
"Mbok, ada yang perlu dibantu lagi? " tanyaku saat menghampiri mbok didapur.
"Sudah hampir siap semuanya, non. Silakan menunggu, mungkin bisa sambil nonton TV dulu. " Ucap mbok lalu diriku beranjak ke ruang tengah.
Lah, bocah tengil dan calon tunangannya entah kemana perginya. Padahal saat aku turun tadi masih terlihat menonton TV. Tapi baguslah mereka gak ada jadi diriku tak terganggu. Baru saja duduk senyaman mungkin, terlihat kedua insan itu menuruni anak tangga sambil bercanda ria.
Berarti, mereka tadi itu masuk kekamar Rendi dong. Nah, kan, apa yang mereka lakukan selama dikamar tadi? Jangan-jangan mereka melakukan.. ih, ngapain aku yang sewot sih. Terserah mereka dong mau lakuin apa aja.
Shania menghampiriku, lalu pamit untuk pulang. Belum juga sempat kujawab, bocah tengil itu memeluk Shania dari belakang dan merengek agar gadis tersebut ikut makan malam bersamanya, untuk apa coba,didepanku dia merengek manja pada gadis itu? disangkanya aku akan cemburu. Tapi sedikit sih, ah, nggak kok, jangan bohong, iya deh jujur tapi hanya sedikit saja yah.
__ADS_1
Mataku tetap fokus pada layar televisi tanpa mempedulikan adegan yang ada disamping kananku. Ih dasar bocah tengil, pergi jauh dari pikiranku. Ngapain harus merasa sakit seperti ini? huss pergi jauh-jauh sana. Aku tetap fokus dan berpura-pura tak mempedulikan adegan kemesraan mereka.
"Kak, boleh gak Shania ikut makan malam bersama kalian? " tanya Shania membuatku menganggukan kepala.
"Wah, makasih yah kak. Ini mah gara-gara Rendi yang memaksaku, tapi demi rasa cintaku, aku akan menuruti semua keinginannya. " Jawab Shania lalu bergelayut manja kepada bocah tengil itu.
ih, sungguh jijik melihatnya. ck bilang aja kalo cemburu? hati kecilku berbicara. Namun kukatakan pada hati kecilku bahwa diriku tak cemburu sedikit pun. Tadi udah ngaku loh ada rasa cemburu walau hanya sedikit tapi sama aja kan, cemburu juga namanya. Ah, hati kecilku sungguh tak sinkron dengan pemikiran ku.
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Setelah kepulangan Shania, diriku membantu mbok untuk membersihkan peralatan dapur yang digunakan tadi. Kasian juga ama mbok kalau membersihkan semuanya sendiri. Karena aku orang baik, yah udah selalu siap siaga untuk membantu mbok dalam pekerjaan tertentu, yang menurutku tak terlalu berat untuk dikerjakan sih.
Setelah semuanya beres, aku dan mbok masuk kekamar masing-masing. Saat melewati pintu kamar adik iparku, tiba-tiba saja dia keluar sehingga secara bersamaan kami terlonjak kaget. Agh, pasti sangka nya aku ingin menemuinya, padahal kan cuma kebetulan lewat doang.
Adik iparku itu malah membuang muka lalu melangkah kan kakinya menuruni anak tangga. Dengan berpakaian rapi seperti itu, apakah dia akan keluar lagi yah? ingin bertanya tapi yah sudahlah daripada dicuekin malah bikin aku malu aja yang ada.
Seperti biasa, karena mata ini belum terpejam, aku memutuskan untuk membuka sosial media sekedar melihat status teman yang lewat di beranda. Tiba-tiba ada notifikasi masuk di aplikasi layar hijau, dan ternyata undangan group. Setelah membaca nama group itu, tanpa menunggu lama aku mengklik untuk bergabung. Dalam group tersebut, keempat sahabatku sudah bergabung duluan. Berarti aku yang diundang terakhir dong? ah sungguh tega.
[Wah makasih sudah mau mengajakku dalam group ini. ] Aku
[Renata, apa kabar dirimu? kapan kita bisa ketemuan. kudengar kamu sudah menikah? ] Ria
Ria itu sahabat paling dekat denganku saat SMA dulu. Bukan cuma Ria doang sih, kami berjumlah lima orang, dan ada nama bekennya loh. 'Best friend forever' nama beken persahabatan kami kala itu, yang terdiri dari Ria sebagai ketua geng, lalu aku sendiri, Gladis,Seno, dan Fandi.
[Akhirnya setelah lama mencari nama sosial media mu, kita dipertemukan juga digroup ini. Eh emang nama fb kamu bukan pake nama asli yah? ] Gladis
[Ya asli lah, mungkin kamu nyarinya gak teliti. Sumpah aku kangen pada kalian. ] Aku
__ADS_1
[Gak ada yang kangen ama gue yah? ] Seno
[Eh dasar dudul, gak ada yang kangen ama loe. ] Fandi
[Siapa juga yang minta dikangenin ama loe? ihh jijik, masa pisang ama pisang? ] Seno
[Apaan sih, malah bahas pisang. Yang serius dong, dudul] Gladis
Aku tertawa lepas karena kebahagiaan yang kurasakan bisa bertemu ke empat sahabatku lagi walaupun hanya melalui sosial media. Mungkin lain kali bisa mengajak untuk bertemu sekalian reunian gitu. Kami begitu larut dalam membahas tentang kehidupan saat ini dan juga turut mengenang kenangan indah di jaman putih abu-abu itu yang begitu menyenangkan.
Tiba-tiba saja saat asyik bercanda ria, masuk sebuah notifikasi dari nomor yang tak dikenal. dan dalam kontaknya yang tersambung di aplikasi layar hijau tersebut, tak ada satupun foto untuk sekedar mengetahui kontak itu milik siapa.
Karena penasaran, aku membuka file yang dikirimkan kepadaku itu. Airmataku jatuh menetes, kala melihat penampakan video yang dikirimkan oleh orang asing itu.Didalamnya,tampak suamiku sedang bermadu kasih di sebuah hotel bersama seorang wanita. Apakah wanita itu adalah Anggun?
Untuk memastikannya kucoba untuk menelpon kontak WA asing itu, panggilannya berdering, namun orang tersebut tak mau mengangkat telepon dariku. berulang kali aku mencoba, namun hasilnya nihil.
Hingga ada lagi notifikasi yang masuk dan segera aku membukanya karena rasa penasaran,
[ Kamu tak pantas mempertahankan hubungan dengan lelaki macam itu. Lihatlah, dia sedang memadu kasih dengan perempuan lain, sedangkan kamu tetap setia menanti kepulangannya dirumah. Jangan bodoh RENATA.. ] nomor tak dikenal
[Siapa kamu? dan tolong kasih tau dimana letak hotel itu biar aku kesana sekarang juga untuk melihatnya secara langsung. ] Aku
[Percuma, mereka sudah pergi dan permainan ranjangnya sudah berakhir. Nanti lain kali aja cantik, kalau mereka bermadu kasih lagi, akan kuajak dirimu untuk menyaksikannya secara langsung. ] Nomor tak dikenal
[Tapi kamu siapa? apakah kamu mengenal mereka? dan darimana kamu tau tentang namaku? ] Aku
[Tenang, sayang.. kita tunggu episode selanjutnya. Nanti juga kamu mengenalku kok. Untuk saat ini masih dirahasiakan.Bye.] Nomor tak dikenal
__ADS_1
Ingin menanyakan lagi, namun kontaknya hilang begitu saja. Kayaknya kontakku diblokir oleh orang asing itu. Tapi tunggu, kok video yang dikirim tadi ikutan hilang? siapa sebenarnya kamu wahai orang asing? dan apa tujuannya mengirimkan video mesum itu padaku?