Hasrat Terlarang [Suka Sama Suka]

Hasrat Terlarang [Suka Sama Suka]
Menggoda adik ipar


__ADS_3

Pernikahan kami baru genap seminggu, tapi mengapa harus menerima kenyataan yang begitu menyakitkan seperti ini. Mengapa mas Rangga memilihku untuk menjadikan ku istrinya padahal yang sesungguhnya dia tak menginginkan ku? Kalau memang dia mencintai adikku, mengapa harus aku? juga adikku, mengapa dulu mengenalkannya padaku, padahal mereka yang saling mencintai?


Sungguh, aku tak habis pikir dengan semua ini. Tapi maaf saja, aku tak akan menangisi pengkhianatan mereka berdua. Aku akan ikuti permainan ini, dan kita lihat saja siapa yang lebih pandai. Yah, walau kuakui aku sangat mencintai suamiku, tapi aku akan memberikannya pelajaran biar sadar kalau aku bukan tipe istri yang lemah yang bisa dipermainkan seenaknya.


Setelah lama berpikir, aku teringat akan ponselku yang dengan sengaja ku banting kuat ke lantai. Ternyata ponsel ku tak terselamatkan lagi alias rusak total.Jujur sih kuakui, awalnya aku marah bercampur sedih juga melihat video yang dikirim oleh Nia tadi kepadaku, tapi setelah dipikir-pikir hanya membuang tenaga saja menangisinya. Dan aku sudah memutuskan untuk membalas pengkhianatan suamiku.


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Pagi menyapa, aku pun seperti biasanya sudah sibuk didapur untuk menyiapkan sarapan. Kali ini entah mengapa diriku merasa bersemangat, padahal biasanya yah sangat terpaksa menyiapkan sarapan untuk adik iparku. Lebih anehnya lagi, pagi ini aku malah menantikan kehadiran adik iparku tersebut untuk sarapan bersama dan merindukan ocehannya saat setiap kali bertemu.


Yang dinanti pun terlihat menuruni anak tangga dengan wajah yang masih terlihat ngantuk. Walau belum mandi, tapi entah mengapa aura ketampanannya begitu terpancar. Loh.. Loh.. Loh.. Kenapa tiba-tiba aku berpikiran seperti ini yah? aghhh, mungkin karena niatku semalam yang ingin membalas perbuatan mas Rangga. Ntar deh, jangan bilang diriku akan membalasnya dengan cara yang sama. Masa dengan bocah tengil itu?


"Ntar kesambet loh, ngelamun pagi-pagi. " Ucapan Rendi mengagetkan ku. Lalu dia pun duduk untuk menyantap sarapannya.


"Ren, mau gak jadi teman curhatku? " mendengar ucapanku, Rendi tersedak sehingga buru-buru ku berikan air minum kepadanya.


"Kalo makan itu pelan-pelan dong! biasa aja, gak perlu kaget mendengar permintaanku. Jujur, aku ingin mengutarakan isi hatiku, mungkin kamu cocok buat jadi teman curhat. " Ucapku lagi lalu menatapnya penuh harap.


"Kenapa tiba-tiba kak? kemarin pas kutawarkan, kakak bersikeras menolak." Ucapnya merasa heran dengan sikapku yang mungkin menurutnya aneh.


"Kamu mau kemana hari ini? kalau ada waktu, aku ingin berduaan denganmu. " Ucapku menghilangkan rasa malu. Ini semua kulakukan agar rencanaku berjalan mulus.


"Kakak kesambet yah? kok aneh amat pagi ini? " Ucapnya mengernyitkan dahinya.


"Sini ikut aku keruang keluarga! aku ingin memulai menceritakan curahan hati ku padamu. " Ucapku menarik tangannya, dan adik iparku tersebut malah nurut aja padahal sarapannya baru sesendok doang yang dimakannya.


Saat adik iparku duduk disofa, entah keberanian darimana, aku mendekati adik iparku tersebut dan duduk di pangkuannya. Gak perlu nanya reaksinya yah, sudah pasti dia sangat kaget melihat tingkah laku kakak iparnya ini yang memang sangat aneh.


Mata kami saling menatap, dan terlihat sangat jelas adik iparku menelan saliva hingga akhirnya tanpa rasa malu aku mencium bibirnya dengan lembut.

__ADS_1


"Kakak baik-baik saja kan? gak sedang sakit kan? " ucapnya membuatku tersadar.


Aku mulai menangis, padahal semalam aku sudah bertekad agar kuat menghadapi ini dan tak akan mengeluarkan air mata setitik pun. Tapi ternyata aku tak bisa melakukan itu. Rasa sakit tetap menjelma dihatiku rasanya seperti tercabik-cabik saat mengingat video semalam. Sempat aku berpikir, mungkin diriku salah paham, tapi disisi lain aku begitu yakin kalau mas Rangga memang bermain api dengan adik perempuanku.


"Kak, kalau ada masalah tolong ceritakan saja padaku! Mungkin aku bisa membantu meringankan. " Ucap Rendi mengusap air mata yang berlinang dipipiku.


"Maafin aku kalau udah lancang mencium mu! " ucapku lalu turun dari Pangkuannya dan mencoba untuk menenangkan diri ini agar tetap tegar.


"Oya, apa kamu tau sesuatu tentang abangmu? karena dari cara bicaramu kemarin, sepertinya ada sesuatu yang kamu ketahui dan menyembunyikannya dariku. " Tanyaku membuatnya garuk-garuk kepala.


"Hmmm, gimana yah? kayaknya gak ada yang disembunyikan dari kakak deh. Abang Rangga menurutku setia kok orangnya hanya saja dia lebih mementingkan pekerjaannya. Makanya aku ngomong kayak kemarin, harus sabar menghadapi bang Rangga. " Ucapnya dengan wajah yang tertunduk.


Mendengar jawaban darinya, mungkin saja dia belum tau tentang abangnya yang bermain api dengan adikku. Dan aku memilih untuk diam dan tak memberitahukan dulu hal ini kepadanya. Tapi jangan salah, misi tetap dijalankan dan terpaksa Rendi adalah korban ku untuk membalaskan sakit hatiku.


Kembali aku melirik kearah Rendi dan tanpa sengaja mata kami malah beradu pandang sehingga nampak kalau adik iparku tersebut salah tingkah hingga terus menggaruk kepalanya yang tak gatal. Hingga tanpa diduga, dia mendekatkan wajahnya lalu terjadilah adegan panas perbibiran. Hehehe


"Rendi, pindah kekamar yuk? sepertinya aku merasakan sesuatu yang kelaparan disini. " Ucapku mencoba menahan gejolak didada.


"Nggak kok, aku sehat kok. Mau apa gak? sebelum aku berubah pikiran nih. " Ucapku berkacak pinggang sehingga tanpa aba-aba dia menggendong ku ala-ala bridal menaiki anak tangga menuju kekamar nya.


"Kekamar aku atau kamar kalian hah? "tanyanya dengan nafas tersengal,mungkin karena diriku terlalu berat buatnya.


" Kamar kamu aja! "bisikku manja kearah telinganya,sehingga dirinya melenguh.


Saat tubuh ini terhempas keatas kasur, Rendi berada di atasku, lalu selalu saja menanyakan apakah diriku ini sedang sakit. Karena jelas saja dia bingung dengan perubahan sikapku. Aku pun menjelaskan padanya kalau aku sedang sehat dan bersikap seperti ini karena entah mengapa aku mulai menaruh hati padanya.


Walaupun bohong sih, gak mungkin juga kan aku berkata yang sebenarnya? yang ada dia malah kecewa dan tak mau menuntaskan rencanaku. Pokoknya, adik iparku tersebut taunya aku seperti ini kepadanya karena diriku yang menaruh hati padanya, dan nanti juga aku akan mengatakan kalau mas Rangga gak bisa memuaskan hasratku. Karena seperti katanya tadi, kalau abangnya tersebut hanya mementingkan pekerjaannya.


"Benarkah secepat itu kakak bisa mencintaiku? Lalu bang Rangga? " tanyanya menghentikan pergerakan tangannya.

__ADS_1


"Iya, aku juga bingung kenapa bisa suka padamu, padahal jelas-jelas aku istri dari abang kandungmu. " Ucapku menarik nafas panjang.


"Apa bang Rangga tak memuaskan kakak diranjang? " Pertanyaannya langsung membuatku menelan saliva untung saja gak tersedak.


Aku hanya mengangguk ringan menjawab pertanyaan darinya. Sehingga gak pake lama acara pemanasan pun dimulai. Hehe kan habis pemanasan pasti akan melakukan olahraga. Saat ini kami akan melakukan olahraga ranjang, upsss.


Sungguh permainannya kuakui lebih memuaskan. Hingga tak terasa kami melakukannya sebanyak tiga ronde. Tak pernah kurasakan yang seperti ini, waktu dengan mas Rangga tak berlangsung lama mungkin waktu masih awal kali yah dan dia juga memikirkan diriku yang kesakitan karena masih segel.


Karena lelah, kami memutuskan untuk menyudahi olahraga ranjang ini. Kami saling berhadapan, dan tak hentinya dia mengucapkan terima kasih karena sudah memuaskan nya karena hal ini yang selalu didambanya.


"Kan kamu bisa melakukannya dengan pacar kamu! " ucapku menarik hidung mancungnya dengan pelan.


"Aku tak mempunyai pacar. Dan tak akan berniat mencari pacar karena semenjak bertemu kakak, aku telah jatuh hati dan hati ini hanya untuk kakak seorang. " Jawabnya yang menurutku hanya gombal belaka. Hingga pada akhirnya aku hanya mengangguk ringan menanggapinya.


"Tapi sungguh aku masih penasaran dengan keberanian kakak pagi ini. Apa maksud dibalik tindakan kakak yang brutal ini? Jangan bilang saat ini kakak sedang berantam dengan bang Rangga. Hufft, paling aku dijadikan pelampiasan doang. " Ucapnya menelisik.


"Gak ada maksud apa-apa, bener deh. Awalnya aku emang gak suka sama kamu, tapi entah mengapa juga aku tertarik padamu. " Ucapku menundukkan kepalaku didada bidangnya agar dirinya tak curiga pada kebohongan ku.


"Atau, kamu sedang ingin disentuh tapi karena gak ada bang Rangga sehingga diriku sebagai pemuas hasrat kakak? " tanyanya mengangkat wajah ini hingga kami saling bersitatap.


"Aku bukan wanita murahan. Aku melakukan ini karena sungguh menyukaimu. " Ucapku menunjukan wajah cemberut karena ucapannya.


Tapi jujur saja ucapannya yang terakhir itu membuat ku merasa seperti seorang wanita murahan yang memberikan kepuasan batin kepada pria yang bukan suaminya. Aghh semurah itukah diriku? Hanya karena ingin membalas perbuatan mas Rangga, aku harus rela memberikan tubuhku di cicipi pria lain yang tak lain adalah adik iparku sendiri? Apakah tak ada jalan lain?


Jujur pikiranku saat ini buntu sehingga mengambil jalan ini yang membawa adik iparku kedalam perangkap. Semoga saja rencanaku berjalan dengan mulus tanpa menyakiti hati Rendi karena dengar sendiri kan pengakuannya kalau hanya aku yang ada dihatinya.


"Sayang, aku pulang.. Kamu dimana sekarang? " Suara itu terdengar dari arah ruang tamu membuat aku dan Rendi gelagapan karena takut ketangkap basah oleh mas Rangga. Yah, suara itu milik mas Rangga dan kami sudah sangat menghafalnya.


"Sayang, apakah kamu dikamar? " terdengar suaranya menaiki anak tangga menuju kamar.

__ADS_1


Rendi menyekap mulutku dan menyuruhku untuk tidak bersuara. Dia memberi isyarat untuk tetap tinggal dibalik pintu. Dengan berbisik dia mengatakan akan keluar menghampiri mas Rangga dan mengajak abangnya tersebut kedapur, dan setelahnya aku mengambil kesempatan untuk keluar dari kamarnya.


Aku mengangguk tanda paham, lalu dia pun memakai pakaiannya kembali dan mengacak rambutnya biar terkesan baru bangun tidur, dan segera membuka pintu untuk menghampiri mas Rangga. Jangan tanya keadaanku, karena pastinya jantungku berasa mau copot dari tempatnya karena takut ketahuan.


__ADS_2