Hasrat Terlarang [Suka Sama Suka]

Hasrat Terlarang [Suka Sama Suka]
Playboy bajingan


__ADS_3

Diriku menyambut kedatangan mas Rangga dan adik perempuan ku. Walau hati ini ada ketakutan karena insiden tadi, tapi aku mencoba untuk tidak menampakkan nya kepada mereka berdua. Reni seolah tau yang terjadi padaku, lalu dia mengajakku untuk sekedar mengobrol di ruang tamu, sedangkan mas Rangga memilih masuk kedalam kamar.


"Sudahlah kak, jangan sembunyikan masalah itu dariku. Aku udah hafal watak kakak, jadi mau gimana pun kakak menyembunyikan semuanya dariku, itu tak akan bisa. Wajah kakak menunjukan kalau saat ini sedang menghadapi masalah. Iya kan? " ucap Reni membuatku menggelengkan kepala.


"Idih, jangan sok tau kamu deh. Emang benar kok, kakak baik-baik aja dan tak menyembunyikan apapun dari kamu. " Ucapku menjewer kupingnya.


"Auu,sakit tau kak. Tapi aku yakin sih, kakak ini sedang berbohong. Tapi yah sudahlah, mungkin kakak tak mau berbagi cerita. Aku tak memaksa juga kok. Sekarang aku lapar, ayo siapin dong buat tamu istimewa kakak yang cantik ini. " Ucapnya cengengesan.


Ternyata adik perempuan ku ini masih saja bersikap manja padaku. Dari dulu emang dia selalu bergantung padaku. Saat didapur, ternyata mbok sudah nyiapin semua makanan enak, tanpa disuruh, Reni main makan aja tanpa menunggu yang lainnya. Harusnya yah, tungguin mas Rangga dulu, biar makan berbarengan. Tapi yah sudahlah, mungkin dia sangat kelaparan.


Tak berapa lama, mas Rangga duduk disampingku untuk ikut makan juga. Kupikir mereka sudah makan diluar karena melihat jam yang sudah menunjukkan pukul tiga sore. Mana aku juga belum makan lagi, akhirnya akupun turut ikut menyantap makanan itu.


"Jadi kamu juga belum makan, sayang? " tanya mas Rangga menatap kearahku.


"Iya, karena kan aku juga baru nyampe dari supermarket tadi. Tadinya sih langsung pengen makan aja, hanya saja kamu dan Reni sudah dalam perjalanan, jadi sekalian aja kutunggu biar makan bareng kayak gini. " Ucapku memberikan senyum kepadanya.


Saat kami tengah menyantap makan siang, tiba-tiba saja Rendi menghampiri dan ikut duduk juga untuk makan. Ternyata adik iparku itu juga belum makan siang gara-gara Shania. Apa dia berhasil membungkam mulut Shania agar rahasia kami tak ketahuan oleh mas Rangga? nantilah ada kesempatan baru aku tanyakan langsung kepadanya.


" Wih, kamu juga belum makan siang? kok tumbenan bisa sama kayak gini yah? oh iya, masalah pertunangan kamu dengan Shania, kata bapak akan diadakan minggu depan. "Ucap mas Rangga membuatku tersedak.


Uhuuk.. uhuuuuk..


" Haduh kakak ni, makanya kalau makan itu pelan-pelan. "Ucap Reni menyodorkan minuman lalu menepuk-nepuk belakangku secara perlahan.


" Aneh amat sih, sayang.. Aku memberikan kabar kepada adikku, malah kamu yang terkejut ampe pake tersedak segala. "Ucap mas Rangga merasa heran padaku.


" Siapa bilang aku terkejut? mas, aku tersedak itu karena makan terlalu terburu-buru. Soalnya kan udah kelewat lapar. " Ucapku memberi alasan.


Saat aku beradu mulut dengan suamiku itu, Rendi malah memilih meninggalkan meja makan. Padahal belum juga mulai menyantap makanannya, udah main tinggal aja. Sebenarnya mas Rangga yang salah sih, harusnya tunggu dulu setelah selesai makan baru ngomongin hal itu, eh malah nyerocos aja.


"Rendi.. kamu kan belum makan, malah ditinggal aja. Lagian harusnya tuh kamu bahagia mendengar kabar ini. Kok malah ngambek, kayak anak PAUD aja deh. " Ucap ma Rangga setengah berteriak agar Rendi mendengar ucapannya tersebut.

__ADS_1


"Makanya, mas kalau lagi makan itu, jangan dulu angkat bicara. Heran deh, padahal mas sendiri yang ngajarin aku kalau dimeja makan gak boleh ada yang berbicara. Ini malah melanggar sendiri, mas.. mas.. " Ucapku lalu mengangkat piring bekas kami makan dan menaruhnya didapur.


Suasana jadi hening, terlihat Reni sedang melototi ponselnya, begitu sebaliknya dengan mas Rangga. Membuat aku curiga saja, apalagi keduanya sambil senyum-senyum sendiri saat menatap layar ponselnya masing-masing.


"Eheeem, pada sibuk sendiri nih. Mas, ayo kita kekamar! hmm dan kamu, nanti mbok yang nunjukin kamar yang akan kamu gunakan yah? selamat bersenang-senang, anggaplah rumah sendiri. " Ucapku lalu menaiki anak tangga menuju ke kamar.


Saat melewati kamar adik iparku, ingin rasanya menghampiri dan menyuruhnya untuk makan. Namun, aku tak mau membuat mas Rangga curiga dengan perhatian yang kuberikan kepada adik iparku tersebut.


Saat didalam kamar, mas Rangga masih saja sibuk dengan ponselnya. Tapi yah sudahlah, aku juga ikutan aja memainkan ponselku.


"Oh iya, katamu kemarin ponsel kamu rusak. Kok gak ada tanda-tanda kerusakannya? hayoo, kamu bohong yah, biar mas beliin yang baru kan? " tanya mas Rangga sambil menggelitik tubuh ini.


"Ih, mas.. geli tau.. kemarin ponselku emang beneran rusak kok. Untungnya, Rendi bisa memperbaiki nya. Ternyata dia ahli loh memperbaiki barang-barang yang rusak. " Ucapku memuji adik iparku tersebut di depan mas Rangga.


"Oh, gitu ceritanya. Berarti gak perlu beli yang baru lagi kan? "


"Gak perlu, dong. Kan yang ini masih bisa digunakan." Ucapku menarik hidung mancung nya itu hingga dia meringis kesakitan.


_______________________


Karena bosan, aku ingin mengajak Reni untuk sekedar ngobrol sambil menonton TV. Tapi anak itu udah dicari-cari kemanapun, tak ketemu. Hingga aku bertanya kepada mbok, dan ternyata Reni sudah keluar rumah semenjak aku dan mas Rangga masih ada dikamar tadi.


Aku jadi kepikiran, dan rasa curiga itu muncul lagi. Apa ini sebuah kebetulan juga? ingin rasanya mencari tau, tapi mas Rangga sudah keburu jauh. Jadi sulit bagiku untuk mengejar mobilnya dan mencari tau ke mana sebenarnya mereka pergi. Insting aku ituloh, mereka itu sekarang lagi berduaan disuatu tempat.


"Kak, ayo ikut aku!" ucap Rendi tiba-tiba membuat aku kaget saja. Lagian, sejak kapan dia berdiri disampingku, sepertinya aku tak menyadari kedatangannya.


"Mau kemana lagi? "


"Akan ku tunjukan sesuatu yang menarik. " Ucapnya membuatku penasaran.


Apa yah yang akan ditunjukkannya padaku? pasti dia akan mengajakku dirumah PELANGI lagi. Yah sudahlah aku menurut saja, daripada bosan dirumah gak ada teman buat diajak ngobrol. Ada sih Mbok, tapi kurang asik aja menurutku. Hehe.

__ADS_1


Kali ini kami menggunakan mobil, karena cuacanya dingin kalau udah menjelang malam kayak gini. Kami pun tiba di sebuah hotel, membuatku kesal karena pasti dia mau berbuat macem-macem.


"Rendi, jangan yang aneh-aneh deh. Seminggu lagi kamu akan tunangan. Oh iya sampai lupa, gimana dengan Shania, apa kamu berhasil membujuknya untuk tidak membuka rahasia kita berdua? " tanyaku antusias.


"Kalau mau jawaban, cium dulu dong! " ucap adik iparku membuatku menabok kepalanya.


"Hehe bercanda.. tapi kalau kakak mau, aku gak nolak loh. "


"Rendii.. serius dong kalau diajak ngomong. Bikin kesal aja deh. "


"Iya.. iya.. serius nih. Shania udah ku bereskan kok, jadi kakak tenang aja semuanya aman terkendali. Tapi nanti kalau aku jadi tunangan nya Shania, jangan cemburu yah?walaupun nanti raga ini milik Shania, tapi hati ini hanya untuk kakak seorang. "


"Kayak lagu dong.. haha.. " ucapku tertawa kencang.


"Issh,aku serius loh kak. Kali ini aku mengajak kakak kesini karena ingin memperlihatkan sesuatu. Kita tunggu sebentar lagi, pasti mereka akan keluar. "


Siapa yang dimaksud oleh adik iparku tersebut? Jangan-jangan yang pernah ngirim video mas Rangga yang bermadu kasih itu adalah Rendi?


"Tuh, kak.. lihatlah pemandangan indah didepan sana! " ucap Rendi menunjuk kearah depan.


"Shania dan mas Rangga? mengapa mereka berada di tempat itu? " tanyaku seakan tak percaya melihat pemandangan itu.


"Emang kalo berduaan di hotel itu mau ngapain coba? aku udah tau tentang hubungan mereka berdua sejak awal. Mereka itu sudah menjalin hubungan sebelum menikah dengan kakak. " Ucap Rendi menjelaskannya padaku.


"Terus yang kulihat ditaman itu? "


"Bang Rangga dari dulu terkenal suka main perempuan. Selalu gonta ganti cewek, yah itu demi memuaskan nafsunya. Kupikir dia akan berubah setelah menikah dengan kakak, namun nyatanya masih sama seperti dulu. Makanya sekarang kubuka topengnya kepada kakak, biar kakak tak terlalu berharap kepadanya. Aku ingin kakak menikah denganku. " Ucapnya menggenggam tangan ini.


"Menikah denganmu? gak segampang itu. Aku tak ingin membuat malu nama keluarga besarku. "


"Apa kakak siap menerima bang Rangga yang tak pernah tulus mencintai kakak? "

__ADS_1


"Sekarang ayo kita pulang! nanti aku pikirkan semuanya. "


Ternyata mas Rangga seorang playboy bajingan yang tega merusak kaum wanita. Berarti adik perempuanku juga pernah melakukan hal terlarang bersama suamiku itu.


__ADS_2