![Hasrat Terlarang [Suka Sama Suka]](https://asset.asean.biz.id/hasrat-terlarang--suka-sama-suka-.webp)
"Om Rendi.. kok ngumpet disini sih? "
Ahh, tamatlah riwayat ku...Aku menahan nafas, jujur saja saat ini ketakutan ku lebih besar.Kalau ibu mertuaku tau kalau diriku sedang bersama adik iparku, pasti beliau akan marah besar dan memaksa adik iparku untuk menjauhiku. Bisa-bisa aku hidup terlantar dijalanan.
Untung saja, Shania dan Ibu mertuaku sudah pergi dan tak mendengar ucapan anak kecil itu yang menyebutkan nama dari adik iparku. Hingga diriku bisa bernafas lega dan akhirnya keluar dari rumah kardus yang sempit itu.
Karena melihat kondisi ku yang terlihat lelah, akhirnya Rendi pamit kepada semua yang ada dirumah PELANGI, dan memutuskan untuk membawaku kembali ke apartemen.
"Kata kamu, ibu sedang ke luar kota bersama mas Rangga,tapi yang tadi siapa, kembaran ibu? "ucapku karena merasa kalau adik iparku itu telah membohongi ku.
" Hehe, sebenarnya ibu memang akan ikut bersama bapak dan mas Rangga ke luar kota. Tapi entah mengapa ibu tiba-tiba gak jadi ikut. "Ucap Rendi menjelaskan.
" Untung saja kita tak ketahuan, lain kali kita jalan-jalannya ketempat yang tak pernah dikunjungi oleh istrimu. "Ucapku membuatnya mengangguk saja menanggapi saranku.
Saat tiba di apartemen, ternyata sudah ada yang menunggu kami di loby. Adik iparku mengatakan, kalau wanita itu adalah keponakan mbok Ijah yang akan merawatku selama kehamilan ku ini. Aku pun tersenyum ramah kepada wanita itu lalu memperkenalkan diri.
Dari cara bicaranya, sepertinya dia adalah wanita yang lemah lembut. Aku suka gaya bicaranya, semoga saja itu sifat aslinya. Dan berharap dia bisa bekerja dengan baik nantinya.
"Perkenalkan, nama saya Ayu. Saya berjanji, akan bekerja dengan baik dan siap melayani kebutuhan nyonya. "Ucap Ayu sambil tertunduk, mungkin karena masih malu-malu.
" Baiklah, Ayu.. Senang berkenalan denganmu. Semoga kamu betah bekerja padaku yah? "Ucapku sambil memperlihatkan senyum ramah ku.
Setelah perkenalan itu, akhirnya Ayu resmi bekerja untuk membantuku membereskan rumah dan memasak. Sebenarnya, kalau aku tidak dalam keadaan hamil, pastinya diriku bisa mengerjakan semuanya sendiri. Berhubung karena diriku sedang hamil, dan kondisi kandungan ku yang sangat rentan, memaksaku untuk membutuhkan bantuan ART.
Untung saja, di apartemen ini ada tiga buah kamar, jadi yang satunya bisa digunakan oleh Ayu. Karena malam ini Rendi mengajakku untuk makan diluar, aku menyuruh Ayu untuk istirahat saja dulu. Lalu aku dan Rendi masuk kedalam kamar utama.
__ADS_1
"Rendi.. Sampai kapan kita akan bersembunyi seperti ini? Apakah selamanya kita terikat hubungan tanpa status? Rasanya kita tak akan bisa bersatu dalam ikatan pernikahan. Apalagi sekarang kamu sudah menjadi milik Shania. Aku tak ingin merusak kebahagiaan rumah tangga kalian berdua. "Ucapku lirih.
" Aku sudah memutuskan untuk membicarakan hal ini kepada ibu dan bapak.Mungkin jika mereka tau kalau kamu hamil anak aku, mereka akan memberikan restunya untuk kita berdua.Dan aku pastikan, hubungan kita berdua akan sampai ke jenjang pernikahan." Ucap Rendi meyakinkan ku.
"Terus Shania, apakah kamu akan menceraikannya? "
"Aku bisa mengurusnya nanti. Sekarang yang paling terpenting, kamu jagalah baik-baik buah hati kita hingga nanti dia bisa hadir didunia ini dan membuat kedua orang tua kita masing-masing mau memberikan restunya kepada kita berdua. "Ucap Rendi sambil mengelus perutku yang masih rata ini.
Karena badan terasa lengket akibat keringat yang bercucuran saat ketakutan tadi, aku pun memutuskan untuk mandi. Dengan wajahnya yang tersenyum seperti itu, aku tau yang ada di otak adik iparku tersebut. Hingga pada akhirnya, kami pun berendam bersama di bathtub.
Jangan tanya apa yang terjadi selanjutnya, karena kalian sudah tau sendiri jika sepasang kekasih yang terlibat mandi bareng. Gak hanya berlaku dikamar mandi saja, setelah mandi pun kami masih melanjutkan didalam kamar dengan penuh gairah.
Sampai-sampai tak mengingat kalau saat ini sudah ada Ayu yang tinggal di apartemen ini. Namun karena kenikmatan yang kurasakan, aku tak peduli jika Ayu turut mendengar suara nakal kami berdua. Walau dalam kondisi hamil seperti ini, entah mengapa hasratku selalu menggebu. Untung saja adik ipar ku melakukan nya secara perlahan karena tak mau membuat janinku kenapa-napa.
"Sekarang bersiaplah, kita makan malam direstoran dekat apartemen ini saja. "Ucap Rendi mengecup kening ini dengan mesra.
"Hmm, ok kita ajak dia juga kalau begitu. Nanti setelah makan malam, aku langsung pulang yah, kamu balik kesini nya dengan Ayu. Gimana? "
"Iya, memang seperti itu rencanaku. Kalau kamu ikut lagi kesini, nantinya diriku kewalahan. "Ucapku lalu bergegas untuk menggunakan pakaian ku.
" Tapi kamu ketagihan kan? "Godanya lalu ikut memakai pakaiannya.
Setelah selesai memakai pakaian dengan rapi, kami pun keluar dan menyuruh Ayu untuk ikut dengan kami.
________________________________
__ADS_1
Di restoran tempat kami makan, tanpa sengaja mata ini melihat sekumpulan orang yang duduk tepat didepan kami. Yah, mereka adalah teman semasa SMA dulu. Saat ini, aku masih benci kepada mereka karena kejadian di perkemahan waktu itu yang tak mau menolongku.
Ternyata Ria melihatku dan terlihat bisik-bisik tetangga dengan yang lainnya. Mungkin mereka sedang membicarakan diriku yang saat ini terlihat bersama adik iparku. Namun aku tak peduli lagi, dan cukup tau bahwa mereka selama ini tak tulus berteman denganku.
Saat tengah asik menikmati makan malamku, tiba-tiba saja ada notifikasi masuk di ponselku. Rupanya itu dari mas Rangga.
[Wah, sungguh makan malam yang indah, bukan? Lihat saja Renata, aku akan kembali mmendapatkanmu. Aku tau kelemahanmu, sayang! ] mas Rangga
Melihat pesan yang dikirimkan oleh mas Rangga, membuatku yakin kalau salah satu mantan sahabat ku telah memberitahu tentang keberadaan ku di restoran ini. Karena tak ingin mas Rangga menyusul kesini dan membuat keributan, aku pun mengajak Rendi dan Ayu untuk segera kembali ke apartemen.
"Sayang, mengapa kamu seperti orang yang ketakutan? Makanan kita belum habis loh,"ucap Rendi merasa bingung dengan tingkahku.
Aku pun menunjukkan isi pesan mas Rangga tadi kepadanya sehingga membuatnya ikut terkejut.
" Bagaimana bang Rangga bisa tau? Dia kan lagi diluar kota. "Ucap Rendi merasa heran.
" Tuh, yang duduk di depan kita,pasti salah satunya memberitahukan keberadaan kita pada mas Rangga. "Ucapku lalu memonyongkan bibirku kearah depan, tempat ke empat mantan sahabatku itu duduk.
Melihat hal itu, Rendi pun segera mengajakku dan juga Ayu untuk segera kembali ke apartemen. Ternyata dia juga takut seperti diriku. Saat keluar dari restoran itu, langkah kami terhenti melihat keberadaan Shania yang terlihat menahan emosi nya.
Sungguh tamat riwayatku kali ini, dan tak ada jalan keluar.
"Mau lari kemana lagi kalian? Kali ini kamu tak akan bisa kabur lagi, Renata. Suamimu sedang dalam perjalanan menuju kesini, siap-siap saja mendapat hukuman darinya. Dan kamu, Rendi..sekarang ikut aku untuk pulang! "Ucap Shania dengan emosi yang membara.
Untung saja, Akbar datang tepat waktu. Terlihat adik iparku memegangi tubuh Shania dan menyuruh ku untuk segera masuk kedalam mobil dan kabur di tempat yang aman. Mungkin karena sudah mengerti dengan maksud adik iparku itu, Akbar melajukan mobilnya dan membawaku kesebuah tempat yang menurutnya sangat aman.
__ADS_1
Ayu terlihat sangat bingung dengan kejadian ini. Namun saat ini, diriku belum mau memberikan penjelasan kepadanya. Yang paling terpenting kali ini, Shania dan mas Rangga tak menemukan diriku. Aku juga berharap, adik iparku dalam keadaan baik-baik saja.