Hasrat Terlarang [Suka Sama Suka]

Hasrat Terlarang [Suka Sama Suka]
Pengantin baru masuk rumah sakit


__ADS_3

Aku tau aku bukan istri yang sempurna.Begitu banyak kekurangan yang ada padaku. Semua yang melihat keharmonisan antara aku dan Mas Rangga telah tertipu. Banyak yang mengatakan bahwa kami adalah pasangan yang sangat romantis sampai membuat yang melihat merasa iri dengan hubungan kami tersebut.


Padahal mereka tak tahu, kalau diriku adalah wanita bodoh yang pernah terjerat akan pesona adik kandung dari suamiku. Begitupun sebaliknya dengan suamiku yang paling bodoh telah bermain api dengan beberapa wanita termasuk adik perempuan ku sendiri, bahkan masih bertahan hingga kini.


Seandainya dulu, Mas Rangga tak mengajakku untuk tinggal dirumah utama, pastilah aku tak akan berselingkuh dengan adik kandungnya sendiri. Tapi jika aku tak akrab dengan Rendi, pasti aku tak akan tau tentang penyakit suamiku yang mempunyai kelainan aneh.


Memang dalam hal ini, kami semua yang bersalah. Kini apakah aku harus menerima suamiku kembali, untuk menebus kesalahan itu? apalagi dia mau menganggap anak yang ku kandung ini sebagai anaknya sendiri. Percuma jika diriku berharap akan datangnya kebahagiaan hidup bersama Rendi jika pada kenyataannya kini dia sudah menikah dengan wanita lain.


Setelah sampai dirumah, Mas Rangga pun mengajakku untuk melayaninya diatas kasur. Katanya, dia akan berusaha agar mulai detik ini akan melakukan ritual percintaan hanya dengan diriku seorang. Aku mencoba bersikap normal dihadapannya, namun sepertinya dia menyadari akan kondisi hatiku saat ini.


"Sayang, apakah kamu bersedih karena Rendi menikah dengan Vhania?" tanya Mas Rangga menyelidik.


"Gak kok, Mas. Aku hanya belum percaya dengan kata-kata Mas yang mengatakan akan mengakui anak di kandungan ini sebagai anak kandung Mas sendiri. " Ucapku memberikan alasan yang tepat.


Memang sih pikiranku saat ini berkecamuk antara sakit hatiku kepada Rendi dan rasa tidak percayaku dengan omongan Mas Rangga. Kedua hal itu menari-nari dipikiranku hingga membuat suasana hatiku berkabut.


"Sayang, percayalah padaku! sebagai buktinya, nanti aku akan menyuruh adik perempuanmu untuk meninggalkan rumah kita. Izinkan aku untuk memperbaiki semuanya secara perlahan yah? " ucap Mas Rangga mencoba untuk meyakinkan hatiku.


"Baiklah, Mas. Aku akan berusaha untuk tetap sabar menunggu perubahan sikapmu. Dan aku juga mempunyai permohonan kepadamu. "Ucapku membuatnya menautkan kening.


" Permintaan apa, sayang?"tanyanya penasaran.


"Tolong kembalikan ponselku! aku berjanji, tak akan pernah menghubungi Rendi atau mencari tau tentang sosial medianya. " Ucapku walau sedikit ragu.


Jujur saja, aku sangat menderita saat harus sembunyi-sembunyi menggunakan ponsel baruku. Kalau Mas Rangga mengizinkan ku kembali menggunakan ponsel, pasti diriku tak akan merasa kesepian. Aku juga ingin menelpon ibuku, walaupun orangtuaku sudah membuat hatiku kecewa, tapi aku tak boleh membenci mereka.


Kini, aku harus bisa melupakan Rendi dan siap menerima kenyataan bahwa Mas Rangga adalah jodohku hingga akhir hayat nanti. Aku hanya perlu kesabaran untuk membantunya agar terlepas dari kebiasaan buruknya yang aneh.


"Ok, sayang.. setelah kita bermadu kasih, aku akan menyerahkan kembali ponselmu. " Ucap Mas Rangga membuatku seketika tersenyum.

__ADS_1


"Terima kasih, Mas. " Ucapku lalu aku pun mengecup bibirnya dengan lembut.


Setelah melakukan ritual percintaan, Mas Rangga tertidur dengan pulas karena merasa lelah dengan permainan kami diatas kasur. Aku pun berharap, kami akan tertidur hingga larut malam sehingga tak perlu menghadiri acara resepsi adik iparku.


____________________________


Aku menggeliat lalu perlahan membuka mataku. Ternyata Mas Rangga masih tertidur disampingku. Aku melihat kearah jam dinding yang berada didalam kamar, ternyata sudah pukul empat pagi. Itu tandanya acara resepsinya terlewatkan oleh kami berdua. Tapi baguslah, jadi aku tak perlu berpura-pura bahagia didepan semua orang atas pernikahan adik iparku tersebut.


Aku beringsut dari kasur dan menuju kearah toilet untuk buang air. Saat kembali untuk membaringkan tubuhku diatas kasur, ternyata Mas Rangga sudah terbangun dan kini sedang memainkan ponselnya.


"Mas, maafin aku yah karena tak membangunkan kamu. Aku juga tertidur dengan pulas, mungkin karena kelelahan. " Ucapku meminta maaf kepadanya.


"Gak apa-apa kok, sayang. Aku juga sebenarnya tak ingin menghadiri acara resepsi itu. Aku kasihan sama kamu, yang pastinya kelelahan seharian tadi ditambah habis digempur olehku. " Ucap Mas Rangga sambil terkekeh.


Aku pun tersenyum kearahnya lalu melemparkan bantal diwajahnya sehingga membuat kami tertawa bahagia. Entah mengapa, rasa nyaman itu kembali hadir menyelimuti hatiku. Semoga saja kedepannya aku bisa kembali mencintai suamiku sehingga bisa dengan mudah melupakan tentang adik iparku.


Entah mengapa, pikiranku malah tertuju pada adik iparku. Pasti saat ini dia dan istri barunya sedang melakukan ritual percintaan. Aku tau betul, adik iparku itu akan melakukannya hingga lima ronde karena kuakui dirinya begitu kuat dan perkasa. Astaga, mengapa aku berpikiran kearah sana sih?


Karena mata ini sulit untuk terpejam, aku pun memilih bangun dan memutuskan untuk ngemil dan minum susu anget sambil menonton TV. Kebetulan perutku terasa lapar karena semalam tak diisi sama sekali.


Saat tengah asik menonton TV, tiba-tiba aku mendengar ada yang membuka pintu dari arah depan. Kuyakin itu pasti Reni, karena dia juga mempunyai kunci rumah ini. Saat wanita itu melewati ku, aku hanya cuek tak mau menyapanya.


"Kak, kenapa kalian tak menghadiri acara resepsi tadi? " tanya Reni penasaran.


"Kami kelelahan hingga lupa waktu. " Ucapku singkat dan padat.


"Oh seperti itu. Kakak tau gak saat ini Rendi dilarikan kerumah sakit? " ucap Reni lagi membuatku menatapnya.


"Oh, pasti karena kelelahan karena seharian ini kan dia jadi raja sehari. " Ucapku berasumsi.

__ADS_1


Mendengar jawabanku, Reni tak berbicara lagi dan dia memutuskan untuk masuk kedalam kamarnya. Sebenarnya aku penasaran mengapa adik iparku itu dilarikan kerumah sakit? tapi aku mencoba untuk tidak mengkhawatirkan nya. Nanti juga pasti aku akan tau penyebabnya dari Mas Rangga.


_________________________


"Sayang, aku tak bisa sarapan dirumah yah? karena harus menjenguk pengantin baru dirumah sakit. " Ucap Mas Rangga saat sedang memakai baju.


"Oh, baiklah kalau begitu. Tapi kalau boleh tau, mengapa dia sampai harus dirawat dirumah sakit? " tanyaku karena merasa penasaran.


"Aku belum tau pasti. Hanya saja, kata ibu sehabis resepsi dia meminum alkohol dalam jumlah yang banyak." Ucap Mas Rangga lalu mengecup kening ini.


"Hmm, sok-sok an minum alkohol tanpa mengingat resikonya yah begitu jadinya.Yah udah, nanti siang jadi kan ponselnya diberikan kepadaku? " ucapku menaik turunkan alisku di hadapannya.


"Iya, sayang. Aku ingat kok akan janjiku. " Ucapnya mengelus pipi ini.


Saat keluar dari kamar, terlihat Reni hendak bergelayut manja kepada Mas Rangga. Namun segera aku mengucapkan sesuatu sehingga dengan spontan Mas Rangga menghindari adik perempuan ku itu.


"Oh iya, Ren.. mulai hari ini kamu tak boleh lagi tinggal seatap dengan kami. Jadi kamu boleh kembali ke kontrakan kamu yang dulu. " Ucap Mas Rangga membuat Reni terperangah.


"Sayang, kok kamu mengusir ku dari sini sih? " ucap Reni tak terima dengan ucapan suamiku.


"Aku ingin kita putus, karena mulai saat ini aku ingin menata kembali rumah tangga ku dengan kakakmu. " Ucapnya membuatku senyum-senyum sendiri.


Reni ingin protes, namun suamiku langsung pamitan kepadaku dan berangkat untuk menjenguk adik iparku dirumah sakit. Reni yang merasa tak terima,menghampiriku dan mengatakan akan membuat rumah tangga ku hancur lebur. Karena menurutnya, hanya dia yang pantas menjadi pendamping Mas Rangga.


"Terima saja nasibmu, dan sekarang bereskan barangmu dan keluar dari rumah ini. " Ucapku mengusirnya.


"Lihat saja, kak aku akan mempunyai banyak cara untuk membuat hidupmu menderita. Karena hal ini, maka bersiaplah kamu menjadi target selanjutnya. " Ucap Reni membuatku takut dengan ancamannya tersebut.


Astaga, mengapa aku lupa kalau mempunyai adik yang berjiwa psikopat? harusnya aku tak berkata kasar seperti itu kepadanya. Namun di satu sisi aku tak boleh terlihat takut dihadapannya. Mulai saat ini aku harus waspada dan mencari cara agar terlepas dari bahaya yang akan direncanakan oleh nya.

__ADS_1


__ADS_2