Hasrat Terlarang [Suka Sama Suka]

Hasrat Terlarang [Suka Sama Suka]
Omongan ibu mertua yang menusuk relung hati


__ADS_3

Sore hari pun tiba dan karena diriku tahu bahwa sebentar lagi Mas Rangga akan pulang dari kantor, maka aku mengakhiri obrolan ku bersama Rendi. Sungguh hari ini aku sangat bahagia karena masih bisa terhubung dengannya.


Kembali aku menonaktifkan ponselku tersebut dan menyimpannya ditempat yang aman. Setelah itu, aku memutuskan untuk mandi. Sesuai perkataan Mas Rangga, sore ini aku tak perlu memasak. Karena mertuaku mengundang kami untuk makan malam bersama. Semoga saja, nanti diriku bisa bertemu dengan Rendi walaupun hanya sekedar bertatap muka saja sudah cukup membuat hati ini bahagia.


Setelah selesai membersihkan diri ini, aku mencari pakaian yang paling bagus agar terlihat cantik didepan adik iparku tersayang. Agh, yang seharusnya aku menunjukkan hal itu kepada suamiku namun karena kini hubungan kami hanya sebatas status semata, jadi aku gak salah dong jika seluruh jiwa dan raga ku kini teralihkan kepada adik iparku sendiri.


Waktu telah menunjukan pukul lima sore, namun Mas Rangga belum juga pulang kerumah. Apakah mungkin dirinya sudah ada dirumah mertuaku? tapi gak mungkin, karena aku yakin dia akan mengajakku serta agar dirinya terlihat seperti suami yang sangat perhatian dan mencintai istrinya didepan orangtuanya.


Namun biarlah kali ini aku menurut saja dengan akting yang dibuat oleh Mas Rangga. Pasti suatu hari nanti, semuanya akan terbongkar. Walau kuakui kami berdua sama-sama bersalah, namun dalam hal ini, dia lah yang paling bersalah dan juga sikapnya sungguh sangat keterlaluan.


Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Ternyata dia pulang bersama tuan putri. Saat aku menghampiri mereka, terlihat Mas Rangga terpukau melihat penampilanku. Terlihat dengan jelas, kalau Reni merasa iri hati karena diriku jauh lebih cantik dari dirinya.


"Lebih baik kamu ganti sana pakaianmu itu! aku tau kamu berdandan seperti ini untuk Rendi kan? " ucap Reni yang menurutku sengaja mengompori suasana agar Mas Rangga marah kepadaku.


"Loh, kita kan mau makan malam bersama keluarga besar. Gak salah dong kalau aku memakai baju dan berdandan seperti ini. Toh, aku tak ingin membuat malu Mas Rangga didepan keluarga. " Ucapku melotot kearah adik perempuan ku itu.


"Alaaah,bilang aja kalau omonganku ini benar adanya. Gak perlu banyak alasan deh. " Ucap Reni lagi membuatku ingin menampar nya.


"Sudahlah, masalah penampilan aja jadi rusuh kayak begini. Aku suka kok dengan penampilan istriku yang seperti ini. Sekarang ayo kita langsung berangkat saja! " ucap Mas Rangga membuatku menjulurkan lidah kepada adik perempuan ku.


Melihat perlakuanku itu, Reni terlihat sangat kesal dan dirinya mencoba untuk menarik rambutku. Namun usahanya sia-sia karena dengan sigap diriku menepis tangannya itu lalu diriku sengaja memelintir tangannya tersebut sehingga dia meringis kesakitan.

__ADS_1


Dia berlari kecil menghampiri Mas Rangga yang sudah ada diteras rumah, mungkin hendak mengadu karena perlakuanku tadi. Namun buru-buru diriku mendahuluinya lalu berpura-pura memegang pipiku dan meringis kesakitan didepan Mas Rangga.


"Kamu kenapa, sayang? " tanya Mas Rangga ketika melihat diriku yang meringis kesakitan.


"Reni berani menamparku, Mas. Katanya aku jangan sok cantik didepan kamu. " Ucapku berakting.


Terlihat Mas Rangga melotot kearah Reni dan aku sangat puas melihat adik perempuan ku yang tak punya perasaan itu dimarahi habis-habisan.


"Kamu tak punya hak melarang istriku berpenampilan menarik dihadapanku. Karena kesalahanmu ini, kamu gak perlu ikut bersama kami." Ucap Mas Rangga membentak Reni.


"Sayang, kamu jangan percaya dengan omongan kak Renata. Aku yang sebenarnya jadi korban disini, bukan dia. Lihat tangan aku jadi sakit karena ulahnya tadi. " Ucap Reni namun Mas Rangga tak mau mendengarkannya.


Saat Mas Rangga sudah masuk kedalam mobil, aku menoleh kearah Reni menunjukkan wajah kemenangan karena berhasil membuat dirinya dibentak oleh Mas Rangga. Kali ini aku tak akan membuat hidupmu tenang, lihat saja nanti aku akan bisa membuat kamu pergi dari rumah ini.


"Kalau mau makan, silahkan cari diluar saja karena didalam juga bahan makanan udah habis. " Ucapku lalu tersenyum sinis kepadanya.


Mobil pun bergerak maju meninggalkan pekarangan rumah. Aku menoleh lagi kearah Reni dan wajahnya terlihat kesal. Ck, rasain akibatnya jika berani macam-macam denganku. Kali ini aku tak akan tinggal diam diperlakukan kasar oleh adik perempuan ku itu.


Semoga saja, kami tak cepat pulang biar Reni kedinginan menunggu kami diluar. Karena kunci rumah kubawa dan pastinya dia tak akan bisa masuk. Malah lebih baik kalau dia tak balik kerumah, karena diriku muak jika melihat wajahnya yang menyebalkan itu.


______________________

__ADS_1


Kami pun tiba dirumah utama. Namun ternyata ada tamu juga yang hadir dan sepertinya bukan keluarga dekat, karena aku tak pernah bertemu dengan mereka. Atau jangan-jangan itu rekan bisnis bapak mertua, entahlah. Kupikir aku akan bertemu dengan Rendi, namun sejauh ini aku tak melihat keberadaannya, Shania juga tak ada.


Atau mungkin mereka lagi makan diluar dan pasti ini rencana Mas Rangga agar diriku tak bertemu dengan Rendi. Tapi ya sudahlah, aku tak boleh memperlihatkan kesedihanku karena tak bertemu dengan Rendi di depan mereka semua terutama pada Mas Rangga. Daripada hanya akan menimbulkan masalah baru lagi.


Setelah acara makan malam, bapak mertua, Mas Rangga,dan para tamu pindah keruang tamu untuk melanjutkan obrolan tentang bisnis mereka.Sedangkan aku memilih untuk membantu Ibu mertua membereskan meja makan yang sangat berantakan. Sepertinya Bi Ijah hari ini gak masuk bekerja.


Sikap Ibu mertua tak seperti dulu yang selalu perhatian padaku. Mungkin karena beliau masih kecewa dengan hubungan terlarang ku dengan anak bungsunya. Diriku juga enggan untuk memulai obrolan sehingga suasana begitu hening.


"Apa kamu benar-benar mencintai Rendi? " ucapan ibu mertua membuatku terkejut.


"A-aku sudah tak ada hubungan lagi dengan Rendi, Bu. " Ucapku terbata.


"Ibu sudah tau semuanya, kamu tak bisa membohongi ibu. Kamu masih mencintainya kan?tapi ingat kalian tak akan bisa dipersatukan dalam ikatan pernikahan. Ibu harap, hubungan rumah tangga kalian masing-masing bisa berjalan dengan harmonis. " Ucap Ibu mertua lalu membawa piring kotor ke wastafel.


Mendengar penuturan ibu mertua membuat hatiku sedih. Apa mungkin aku dan Rendi tak ditakdirkan untuk hidup bahagia? ingin rasanya aku mengatakan kepada ibu mertua bahwa sesungguhnya anak pertamanya adalah seorang psikopat. Mas Rangga lah pengkhianat sesungguhnya yang telah bermadu kasih dengan banyak wanita.


"Ibu tau kamu pasti mencari keberadaan Rendi. Dia dan istrinya sudah pindah keluar kota. Rendi juga berkata kepada kami, bahwa dirinya sudah melupakan kamu. Apa yang terjadi diantara kalian hanyalah sebuah kesalahan, dia hanya khilaf. Dia juga mengaku bahwa dirinya hanya menginginkan tubuhmu saja. Untung saja Rangga masih mau memaafkan perbuatan hinamu. Jadi jangan berani berbuat hal terlarang lagi. "Ucap Ibu mertua menusuk relung hatiku.


Sungguh perkataan ibu mertua membuatku bimbang dengan perasaan Rendi terhadapku. Apakah benar, dia hanya menginginkan tubuhku saja? memang kuakui, saat mengobrol dengannya siang tadi selalu saja dirinya mengucapkan bahwa sangat merindukan des**an nakal ku. Tapi gak mungkin, aku yakin kalau Rendi tulus mencintaiku.


"Tapi ibu yakin kok, kamu bisa melupakan Rendi dan kembali mencintai Rangga seperti dulu lagi. Ibu hanya mengingatkan, jangan pernah berkhianat lagi. " Ucap Ibu mertua lalu melangkahkan kakinya menuju keruang tamu.

__ADS_1


Aku terduduk lesu memikirkan semua kata-kata ibu mertuaku tadi. Besok, aku akan menanyakan langsung kepada Rendi tentang semuanya. Aku juga akan menanyakan apakah memang benar bahwa dirinya telah pindah keluar kota. Karena saat ditelepon tadi siang, dirinya tak pernah mengungkit bahwa sekarang dia dan istrinya telah pindah keluar kota.


__ADS_2