![Hasrat Terlarang [Suka Sama Suka]](https://asset.asean.biz.id/hasrat-terlarang--suka-sama-suka-.webp)
POV Shania
___________________________
Setelah pernikahan selesai, Rendi mengajakku untuk berbulan madu di sebuah kota yang ternyata adalah kota kelahiran Renata. Coba seandainya aku tau dari awal, pasti aku akan menolak berbulan madu dikota tersebut.Apalagi ternyata wanita itu sedang berada dirumah orang tuanya. Pasti mereka sudah janjian untuk bertemu dan bisa berduaan dengan mesra.
Karena tak ingin memberi kesempatan untuk mereka berdua, jadi kuputuskan untuk menghubungi Rangga dan memintanya agar segera menjemput istrinya dirumah orang tuanya. Kalau seperti itu kan, tak ada kesempatan bagi mereka untuk berduaan.
Ternyata Rangga dan ibu mertuaku sudah dalam perjalanan menuju ke rumah orangtua Renata. Katanya sih, istrinya itu sekarang sedang dirawat dirumah sakit. Sukurin tuh, sekalian mati saja biar tak mengganggu hubungan rumah tangga ku dengan Rendi. Karena diriku curiga kalau saat ini suamiku itu sedang bersama Renata, akhirnya keputusan untuk menelponnya dan menyuruhnya untuk segera balik ke hotel.
Namun ternyata dia sedang menemui seorang klien di sebuah tempat. Aku percaya begitu saja karena dia mengirimkan sebuah foto kebersamaan dirinya dengan para client nya tersebut di sebuah restoran. Seketika diriku merasa lega, berarti suamiku itu tidak tau menau tentang Renata yang sedang dirawat dirumah sakit.
"Kamu tenang aja, sebentar lagi aku akan pulang kok! udah yah, aku ingin melanjutkan obrolan bersama rekan bisnisku dulu. " Ucap suamiku lalu mematikan sambungan telepon secara sepihak.
Sekitar lima jam menunggu, akhirnya suamiku itu pulang juga. Aku sengaja memakai lingerie dan menyemprotkan wewangian keseluruh tubuhku agar suamiku terpikat dan mau melakukan ritual malam pertama denganku. Pokoknya, malam ini aku akan menikmati malam pertama sebagaimana mestinya yang dilakukan oleh sepasang suami istri yang baru menikah.
"Sayang, apakah kita boleh melakukan pemanasan nya sekarang? jujur saat ini hasratku telah menggebu ingin disentuh olehmu. " Ucapku lalu memeluk erat tubuhnya.
"Shania.. bolehkah kita menunda malam pertama kita? karena malam ini aku harus berangkat keluar kota untuk bertemu dengan bapak. Beliau menginginkan diriku untuk menemaninya menemui rekan bisnisnya yang datang dari Singapura. Maafkan aku yah? " ucap suamiku itu memohon maaf padaku.
"Tapi aku boleh ikut yah? masa aku ditinggal sendirian disini sih? " ucapku sambil bergelayut manja kepadanya.
"Aku tak ingin kamu merasa lelah dalam perjalanan panjang ini. Besok, aku akan menyuruh seseorang untuk menjemputmu dan mengantarkan kamu pulang ke Jakarta. Aku pergi hanya tiga hari saja kok, jangan cemberut gitu dong! " ucapnya lagi lalu mencium bibir ini penuh gairah.
Kupikir dengan ciuman itu, Rendi akan berubah pikiran dan mau menyempatkan diri untuk bermadu kasih denganku. Namun,setelah memberikan ciuman nakalnya itu, dia bergegas pergi karena katanya takut ketinggalan pesawat.
_____________________
Keesokan harinya, sesuai perkataan suamiku, aku pun dijemput oleh orang suruhannya dan balik ke Jakarta dengan kekecewaan. Seharusnya, malam pertama kami akan berjalan dengan nikmat, tapi pekerjaan yang harus menunda kenikmatan itu. Aku juga kesal kepada bapak mertua, udah tau anaknya baru saja menikah denganku, bukannya memberi kesempatan untuk kami menjalani bulan madu malah memberikan pekerjaan secara mendadak.
Saat dalam perjalanan, tiba-tiba Rangga menelpon ku. Pasti dia akan memberitahu tentang kabar istrinya itu. Akhirnya, aku pun mengangkat telepon darinya.
"Iya, ada apa kamu menelpon ku? " ucapku dengan nada datar.
"Apa sekarang, Rendi sedang bersamamu? " tanyanya seakan menyelidiki.
"Dia lagi keluar kota untuk bertemu dengan rekan bisnisnya. Emangnya kenapa? mau ngasih kabar tentang keadaan istrimu kepadanya? mendingan suamiku gak perlu tau deh, lagipula itu sudah perjanjian kita kan, untuk memisahkan mereka berdua? " ucapku dengan nada kesal.
"Apa kamu yakin suamimu itu sedang menemui rekan bisnisnya? "
__ADS_1
"Iya aku yakin kok. Lagipula semalam dia mengirim foto saat dirinya berada didalam pesawat. " Ucapku sangat yakin kalau suamiku memang bertemu dengan rekan bisnisnya.
"Oh, seyakin itu rupanya dirimu. Kasian amat yah mau aja dibego-begoin suami sendiri. Aku hanya ingin memberitahu, suamimu itu telah membawa kabur istriku. " Ucapnya dengan lantang.
"Jangan asal menuduh deh. Siapa tau aja istrimu itu pergi ke suatu tempat sendirian. Aku yakin kok, saat ini Rendi tak bersama istrimu itu. Lagipula, dia sudah berjanji tidak akan menemui istrimu itu lagi." Ucapku, namun diriku juga mulai khawatir dengan ucapan Rangga tersebut.
"Terserah lah kalau kamu tak percaya, bye. " Ucapnya lalu memutuskan sambungan telepon secara sepihak.
Aku menarik nafas panjang lalu menghela nya. Apa yang dikatakan oleh Rangga itu ada benarnya? masa suamiku tega mengingkari janjinya? karena merasa penasaran, akupun mencoba untuk menghubungi bapak mertuaku. Untungnya tersambung,
"Hallo, pak.. apakah sekarang,bapak sudah bertemu dengan suamiku? " tanyaku tanpa basa basi.
"Suamimu? bukannya kalian sedang berbulan madu? bapak jadi bingung dengan pertanyaan mu, nak. "
"Oh, bukannya bapak memintanya untuk bertemu diluar kota? katanya ada rekan bisnis yang datang dari Singapore, dan bapak meminta suamiku yang menemuinya. "
"Siapa bilang? bapak justru sekarang lagi ada dirumah. Gak pernah tuh menghubungi suami kamu apalagi nyuruh untuk menemui rekan bisnis. "
"Yah udah kalau gitu, makasih atas informasinya pak. Maaf sudah mengganggu aktivitas bapak, bye. " ucapku lalu mematikan sambungan telepon.
Jadi, dia telah membohongi ku. Mengapa juga sih dia harus terjerat cinta wanita yang umurnya jauh lebih tua. Kurang apa diriku ini? kalau dibandingkan dengan Renata, aku yang paling sempurna. Namun mengapa Rendi tergila-gila pada kakak iparnya itu? tunggu saja, aku akan membuat kalian terpisahkan.
___________________________
Saat tengah menangis sedih, tiba-tiba ada yang masuk kedalam kamarku. Kupikir kedua orang tuaku sudah kembali, namun ternyata itu adalah Rangga. Dia mendekatiku lalu mengusap airmata ini dengan ujung jarinya.
"Aku tau kamu tengah bersedih atas sikap suamimu yang keterlaluan.Sekarang hapuslah airmatamu, ayo kita balas perbuatan mereka berdua! " ucap Rangga membuat ku menatap kearahnya.
"Dengan cara apa kita membalasnya? sepertinya mereka berdua tidak dapat dipisahkan lagi. Aku capek mengejar cinta Rendi, dan akan terasa sulit untuk mendapatkan cintanya, selama Renata masih ada dimuka bumi ini. " Ucapku seakan ingin menyerah.
"Tadi suamimu itu datang ke rumah untuk mencarimu. Karena melihatmu tak ada, dia pergi lagi. Kupikir dia kesini untuk menjemputmu pulang."
"Apa dia datang dengan istrimu? "
"Mana berani dia membawa istriku balik ke rumah. Dia sudah menyembunyikan istriku disuatu tempat. "
Saat kami tengah mengobrol, tiba-tiba ponselku berdering tanda pesan masuk.
[ Sayang, nanti malam pukul 21.15 kamu datang jemput aku dibandara yah? ] Rendi
__ADS_1
[ Ok, sayang.. Sampai bertemu nanti malam yah? ] aku
"Dia menyuruhku untuk menjemputnya dibandara. Ck, dia pikir aku wanita yang bodoh. "
"Ya udah, kamu pura-pura aja dulu tak mengetahui semuanya. Bersikap biasa aja dulu. Setelah tau dimana tempat persembunyian mereka, barulah kita beraksi. "
"Baiklah, sekarang bolehkah kamu memuaskan hasratku? " ucapku karena jujur saat ini aku haus belaian.
"Ok, aku akan menuruti keinginan mu itu! "
____________________
Keesokan harinya, aku terbangun dan tak menemukan suamiku ditempat tidur. Semalam setelah menjemputnya dibandara, aku langsung ketiduran karena merasa sangat lelah. Sungguh permainan Rangga kuakui sangat memuaskan sehingga kami melakukannya berkali-kali.
Akhirnya, aku pun bangun dan menuju kearah dapur, dan mengira kalau suamiku itu sedang menikmati sarapannya. Namun ternyata di dapur hanya ada ibu mertuaku saja. Kemana lagi dia pergi?
"Bu, lihat keberadaan suamiku gak? dikamar gak ada, kupikir sedang sarapan. " tanyaku mungkin saja ibu mertuaku melihatnya.
"Perasaan ibu belum bertemu dengan dia dari kemarin deh. Emang semalam dia pulang? " ibu mertua balik bertanya.
Aku mengangguk mengiyakan, lalu mencoba untuk mencari dihalaman depan. Mungkin saja dia sedang mencuci motor kesayangannya? baru hendak melangkahkan kaki, ucapan mbok Ijah membuatku terkejut.
"Den Rendi katanya mau menemui anak-anak dirumah PELANGI. "
"Apakah dia pergi bersama Renata? " tanyaku membuat mbok Ijah mengedikkan bahunya tanda tak tahu.
Sepertinya aku dan ibu mertua sepemikiran. Dan merasa bahwa suamiku itu sedang bersama Renata. Aku pun memutuskan untuk membersihkan tubuhku terlebih dahulu lalu bersiap menuju ke rumah PELANGI. Ibu mertua ingin ikut serta denganku, dengan senang hati aku pun mengajak beliau.
Sesampai dirumah PELANGI, aku pun bertanya kepada pengurus yang ada, namun kata mereka Rendi sudah tak pernah datang lagi ketempat itu. Awalnya aku percaya, dan hendak pulang saja.
"Ibu.. Om dan tante yang tadi udah pulang yah? kok gak pamitan pada kami semua sih? " Ucap salah satu anak membuatku penasaran.
"Hmm, om dan tante yang mana? emang tadi ada om dan tante yang datang kemari? apakah om Rendi dan tante Renata yang kamu maksud? " tanyaku dan berharap mendapat jawaban yang kuinginkan.
Namun salah satu pengurus mengatakan, kalau yang dimaksud oleh anak tadi adalah orang lain, bukan Rendi dan Renata. Melihat kegugupan mereka, membuatku yakin kalau mereka menyembunyikan sesuatu. Bagaimana caranya agar membuat kedua pengkhianat itu keluar dari persembunyian nya?
Ibu mertua memilih untuk pulang sendiri menggunakan taxi,katanya sih beliau ingin mampir dirumah temannya. Dan aku akan menjalankan rencanaku. Aku yakin mereka berdua sedang bersembunyi di tempat itu dan telah bekerja sama dengan para pengurus rumah PELANGI tersebut..
Lihat saja, setelah kalian keluar dari tempat itu, aku akan membuat Renata celaka. Kalau dia mati, suamiku akan seutuhnya jadi milikku.
__ADS_1