![Hasrat Terlarang [Suka Sama Suka]](https://asset.asean.biz.id/hasrat-terlarang--suka-sama-suka-.webp)
"Apa yang kalian berdua lakukan disini? aku tak percaya, dengan semua pemandangan ini. Kalian sungguh menjijikan. "
Aku melepaskan pelukan itu, lalu menoleh kearah yang menegur kami. Aku terkejut ternyata Shania melihat perbuatan kami ini. Agh, aku lupa kalau ini adalah tempat umum. Tapi, adik iparku hanya diam saja tak ada ekspresi kagetnya sama sekali. Jangan bilang dia akan mengatakan semuanya pada Shania? aku belum siap menerima kenyataan ini.
"Jawab aku, apa yang kalian lakukan ini? jangan bilang kalau kalian mempunyai hubungan khusus? " ucap Shania menaruh curiga.
"Emang kamu buta, tak bisa melihat? aku sedang bermesraan dengan calon istriku. " Ucap Rendi membuat aku syok.
Apa aku gak salah dengar ucapannya? calon istri katanya? aku belum siap dengan semua ini. Nanti apa kata orangtuaku? bisa-bisa mereka marah besar kalau tau aku berselingkuh dengan adik iparku sendiri.
"Rendi apa-apaan sih, kamu? kamu jangan salah paham, Shania. Ini tak seperti yang kamu bayangkan. Tadi itu tak disengaja. " Ucapku mencoba mencari alasan agar Shania tak curiga.
"Jangan bohong, kak.. dosa loh. Kita kan memang punya hubungan spesial. " Ucap Rendi lalu menggandeng tanganku.
Akupun melepaskan tanganku dari genggamannya, lalu mengejar Shania yang pergi meninggalkan kami karena mendengar pengakuan adik iparku yang menurutku sangat keterlaluan. Walaupun memang, aku menaruh rasa yang sama dengannya, tapi tak begitu juga caranya membuat hati orang lain terluka.
Pasti Shania merasa sakit hati mendengar semua yang diucapkan oleh Rendi barusan. Karena gadis itu sangat mencintai adik iparku tersebut. Ini malah, membuatnya patah hati. Kalau sampai Shania mengadu pada mas Rangga gimana? bisa kacau dan akan terjadi perang Dunia ketiga.
"Shania tunggu..aku bisa menjelaskan semuanya padamu! ini tak seperti yang kamu pikirkan. Kumohon dengarkan dulu penjelasanku biar tak ada kesalahpahaman. " Ucapku terus mengejar Shania yang mempercepat langkahnya.
Rendi berjalan mendahuluiku, eh buset dah.. jalannya cepat amat tu bocah. Lalu terlihat dia menarik tangan gadis itu, hingga jarak mereka hanya berjarak lima senti. Melihat pemandangan itu, aku menghentikan langkahku. Sebenarnya ada rasa cemburu melihat mereka sedekat itu.
Tapi aku tak boleh memperlihatkan kecemburuan ku ini pada Shania. Pokoknya gimana pun caranya, aku harus meyakinkan dia bahwa diriku dan Rendi tidak ada hubungan apa-apa.
"Shania.. kamu kena prank. Hehehe. " Ucap Rendi lalu mencium kening Shania didepan mataku sendiri.
Walau aku cemburu, aku tak boleh menampakkan nya. Demi mendapatkan kepercayaan gadis itu, sehingga semuanya bisa baik-baik saja.
__ADS_1
"Maksud kamu, gimana? ah, jangan bohong. aku yakin kalian memang punya hubungan special. " Ucap Shania mendorong tubuh Rendi.
"Ya udah kalo gak percaya. Masa aku menjalin hubungan dengan kakak iparku sendiri sih? tadi itu, aku tau kamu mengikuti aku dari belakang. Makanya aku mempunyai ide untuk ngerjain kamu. Jadi aku sengaja meluk kak Renata, biar kamu cemburu. Eh taunya berhasil dong, kamu langsung ngambek kayak gini. " Ucap Rendi membuat alasan yang menurutku pas.
Untung saja gadis cantik itu mudah percaya dengan alasan yang diberikan oleh adik iparku tersebut. Mungkin karena udah terlalu cinta, sampai segitu percayanya dengan ucapan adik iparku. Ah, aku jadi merasa waktu dia memperlakukan aku dengan mesra tadi
itu, beneran cuma prank belaka?
"Kak Renata, maafin aku yah udah salah paham pada kakak? " ucap Shania mendekatiku.
"Iya gak apa-apa kok, yang patut disalahin tuh calon tunangan mu tuh. Yang tanpa aba-aba langsung meluk kakak iparnya sembarangan.Jadinya kan kamu jadi salah paham deh." Ucapku lalu menabok kepala bocah tengil itu.
"Sekarang aku anter pulang yah, sayang! pasti kamu capek dari tadi nemanin aku sampai harus diprank segala. Hehe, maafin aku yah? janji deh, gak akan ngulangi lagi. " Ucap Rendi kembali memeluk gadis itu dengan mesra.
Huu, sekarang malah aku yang cemburu melihat kemesraan mereka berdua. Kenapa make meluk-meluk didepanku segala sih? ih, pasti bocah tengil itu sengaja mau bikin aku cemburu. Its okelah, yang terpenting Shania sekarang mempercayai semuanya.
_______________________
Setelah bosan memainkan ponsel, akhirnya aku dengan penuh keberanian mengetok pintu kamar adik iparku. Entah apa yang merasuki ku, sampai ingin melakukan ritual percintaan dengannya. Sampai aku lupa kalau aku ini sudah mempunyai suami.
Saat pintu kamar itu terbuka, Rendi langsung menarik ku masuk kedalam dan menghempaskan tubuh ini keatas kasurnya yang empuk. Ternyata dia juga punya keinginan yang sama denganku. Ah, aku sudah gila, tega berselingkuh dibelakang suamiku. Namun, bukankah suamiku juga melakukan hal yang sama denganku?
Jadi, aku tak perlu kasihan padanya. Menurutku ini sudah impas. Jika dia bisa bermain gila dengan wanita lain, aku pun bisa melakukannya. Gak mau diriku seperti difilm-film yang hanya bisa menangis sedih atau hanya berdiam diri serta memaafkan suami yang sudah tega berkhianat.
"Apa yang sedang kakak pikirkan? " tanya nya membuat lamunanku buyar seketika.
"Hmm, apa kamu sudah memastikan, Shania tak mencurigai kita berdua lagi? aku hanya kepikiran saja, kalau sampai dia mengadukan ini pada mas Rangga dan kepada orangtua kita. " Ucapku yang teringat dengan kejadian di taman tadi.
__ADS_1
"Kakak tenang aja, aku jamin rahasia kita berdua aman terkendali. Shania percaya kok, dan walaupun dia mengadu pada bang Rangga, silakan saja. Apa kamu takut kehilangan bang Rangga?" tanya nya lagi lalu membaringkan tubuhnya tepat disampingku.
"Bukannya takut akan kehilangan mas Rangga, hanya saja aku takut orangtua kita akan merasa kecewa seandainya tau tentang hubungan terlarang kita ini. "
"Jika kita saling mencintai, pasti akan siap menghadapi semuanya. " Ucapnya meyakinkan ku.
"Tapi sebenarnya aku juga masih mencintai mas Rangga. Dan soal pertunangan mu dengan Shania gimana? apa kamu tega menyakiti hati gadis cantik itu lagi? dia sangat mencintaimu. " Ucapku lalu menatap matanya dalam-dalam.
"Aku tau kok kamu masih mencintai bang Rangga. Tapi bisakah kamu mengalihkan cintamu kepadaku suatu saat nanti? aku akan tetap sabar menantinya. Dan untuk Shania, aku bisa mengurusnya nanti. "
Oh Tuhan, apa yang kulakukan ini salah? namun mengingat pengkhianatan mas Rangga, sungguh membuatku terluka. Untungnya aku mempunyai adik ipar yang sangat perhatian padaku. Dan kini entah mengapa rasa cinta itu tumbuh perlahan dihatiku. Yang awalnya hanya ingin dijadikan tumbal untuk balas dendam kepada mas Rangga, kini berubah jadi cinta.
"Kak, kita lupain dulu masalah ini yah? sekarang aku akan memberikan kenikmatan kepada kakak. "
"Ih, aku disini mau nanya tentang Shania doang, bukan ngajak olahraga ranjang. Dasar adik ipar berotak mesum. " Ucapku lalu menjewer kupingnya.
"Jangan bohong loh kak, aku tau kakak juga lagi pengen kan? karena udah terlanjur masuk di kamarku, kakak gak bisa lari. " Ucapnya lalu menangkap ku hingga aku terjatuh dan menindih tubuhnya.
Oh tatapan itu, sungguh membuatku tergila-gila. Sungguh, hati ini berdebar-debar seperti orang yang sedang jatuh cinta. Emang jatuh cinta beneran kan? agh, tatapan adik iparku membuatku lupa pada suamiku sendiri.
Bisa pikirkan sendiri yah apa yang terjadi selanjutnya. hehe lagi males menjelaskannya.
_________________
Karena melihat kearah jam yang sudah menunjukkan pukul tiga pagi, aku beringsut pindah kekamar sendiri. Jangan tanya alasannya, aku hanya tak ingin mbok jadi jantungan kalau sampai melihat kami tidur seranjang.
Sebelum kembali menutup mata ini, ku sempatkan melihat layar ponsel, takut ada yang menelpon. Benar saja, ternyata adik perempuan ku menelpon sebanyak tujuh kali. Namun tak diangkat, sebab tau sendiri kan tadi habis berperang dikasur dengan adik iparku.
__ADS_1
Bukan hanya menelpon, adik perempuan ku itu mengirim chat yang berkata, besok dia akan menginap di rumah mertuaku ini selama seminggu karena kebetulan ada urusan penting dikota ini.
Urusan apakah itu?