![Hasrat Terlarang [Suka Sama Suka]](https://asset.asean.biz.id/hasrat-terlarang--suka-sama-suka-.webp)
Harusnya tadi aku menyimpan video yang dikirimkan oleh orang asing tadi. Itu kan bisa kujadikan sebagai tanda bukti, agar mas Rangga tak dapat mengelak saat aku bertanya nanti soal pengkhianatannya.
Karena rasa kecewa dan sakit hatiku, aku melemparkan semua barang yang ada dihadapanku. Tak peduli jika semuanya hancur berantakan, saat ini hatiku terasa pedih saat menerima kenyataan, suamiku berselingkuh bahkan bermadu kasih dengan wanita lain.
Airmataku serasa telah habis, aku tak boleh jadi wanita lemah. Aku harus menunjukan kepada mas Rangga bahwa aku juga bisa melakukan hal itu, sehingga terbesit untuk membalasnya dengan berselingkuh juga dengan lelaki lain.
Tapi, kalau aku juga berkhianat, berarti sama aja dong diriku adalah wanita murahan? apa aku memilih untuk bercerai saja? gak mau, karena pernikahan kami belum genap sebulan. Yang ada menanggung malu, dan aku juga tak mau membuat orangtuaku menanggung malu tersebut.
Kalau memilih bertahan dan diam saja? rasanya aku tak sanggup. Apa aku cari tau tentang wanita itu dan melabrak nya? yah, boleh juga ide itu. Tapi kalau akhirnya mas Rangga memilih wanita itu dan menceraikan aku? aghh, sungguh pikiranku saat ini buntu. Jujur saja aku mencintai suamiku itu.
Daripada pusing memikirkan semuanya, lebih baik aku turun saja untuk mengambil camilan didapur. Disana rupanya sudah ada adik iparku. Hmm tapi bodoh amatlah, mendingan aku cuekin aja.
Diruang tengah, aku memutuskan untuk menonton TV sambil melahap camilan. Namun lupa pula membawa minumannya. Saat hendak mengambil minum, entah kesambet apa, bocah tengil itu sudah membawa segelas susu hangat ditangannya.
"Aku tau kakak haus, makanya aku bikinin sekalian susu hangat untuk kakak. Nih diminum dulu! " ucap Rendi walau diriku bingung dengan sikapnya yang baik seperti ini.
"Makasih.. emang kamu gak marah lagi padaku? " tanyaku lalu meminum susu itu.
"Marah kenapa? aku gak pernah marah kok ama kakak. Mungkin perasaan kakak aja deh. Aku mau naik kekamar dulu! kalau udah ngantuk, tidur aja kak. Gak perlu bersedih dengan perbuatan mas Rangga. " Ucap Rendi membuatku kembali mencerna kata-katanya barusan.
Lah, kok bocah tengil itu tau kalau diriku sedang bersedih karena perbuatan mas Rangga sih? atau jangan-jangan, dia yang mengirim video tadi padaku?
"Rendi, tunggu dulu! apa kamu yang mengirimkan video tadi kepadaku? "
"Video apa yang kakak maksud? perasaan aku tak pernah mengirimkan apapun pada kakak. "
"Terus bagaimana kamu tau tentang perasaanku saat ini yang sedang sakit hati karena perbuatan abangmu? "
__ADS_1
"Emang sedang bersedih kan, karena bang Rangga berangkat lagi keluar kota? "
Aku terdiam, berarti memang bukan dia yang mengirimkan video itu padaku. Karena kan, mas Rangga saat ini berada diluar kota, sedangkan adik iparku tadi keluarnya paling cuma disekitaran sini doang. Buktinya, saat ini sudah balik lagi ke rumah ini. Gak mungkin dia dong?
"Kenapa kakak diam? video apa yang kakak maksud? " tanyanya membuatku membuyarkan lamunanku.
"Bukan video apa-apa kok. Ya sudah, kalau kamu mau tidur duluan. Makasih yah atas susunya, enak banget. " Ucapku sambil cengengesan.
Dia pun kembali menaiki anak tangga, sedangkan aku menatap layar TV karena serius menonton sinetron favorit ku. Eh tapi kok, aku rada pusing yah? mungkin karena terlalu banyak pikiran. Jadi setelah menghabiskan susu buatan adik iparku itu, akupun membuang sampah bekas camilan ke tempatnya, lalu memilih untuk masuk kekamar dan tidur.
Beberapa menit kemudian, entah mengapa aku tak bisa menahan hasratku. Sungguh menginginkan sentuhan itu. Kucoba untuk menahannya karena saat ini kan posisinya gak ada suami disisiku. Semakin ku mencoba untuk menahannya, semakin menggebu hasratku ini. Kenapa tiba-tiba aneh begini sih?
Karena tak bisa menahan hasrat ini, kucoba mencari video terlarang di internet. Jangan tanya lagi apa yang kulakukan saat menonton video terlarang itu.
Bodohnya aku yang lupa mengunci pintu kamar, sehingga bocah tengil itu melihat aksi gilaku. Aku terperanjat saat melihatnya yang sudah berdiri dihadapanku. Sehingga aksiku terhenti sejenak, namun hasratku itu semakin meninggi tak bisa kutahan.
"Ja-jangan lakukan itu, ohh.. " Ucapanku tertahan karena tak kuat menahannya.
"Ayolah, aku bantu kakak untuk memenuhi hasrat itu! aku jamin kakak akan ketagihan nantinya. " Ucapnya lalu menindih ku sehingga mata kami saling beradu pandang.
Udah yah gak perlu kuceritakan lagi kelanjutannya, pasti yang udah ngerti akan paham,apa yang terjadi selanjutnya. hehe..
Setelah selesai olahraga ranjang, kami pun tertidur pulas tanpa memakai baju sehelai pun dikasur empuk ku. Semoga saja mas Rangga gak pulang secara mendadak. Entah apa yang akan terjadi jika dia melihat semua ini.
______________________
Pagi harinya, aku terbangun dan beruntunglah bocah tengil itu sudah berpindah ke kamarnya sendiri. Bisa gawat kalau mbok melihat kegilaan kami yang tidur seranjang. Kulirik jam, agh sudah jam delapan pagi, pasti mbok sudah selesai menyiapkan sarapan.
__ADS_1
Walau badan pegel karena olahraga semalam, ku paksakan saja lalu masuk ke kamar mandi untuk keramas. Biarkan bocah tengil itu sarapan sendirian.
Setelah keramas, akupun turun kebawah dan mengambil sarapan ku. Pagi ini aku memilih makan roti saja ditemani susu hangat. Eh tapi tunggu, soal susu hangat, jangan-jangan semalem bocah tengil itu menaruh obat kedalamnya? mengingat perubahanku semalam itu, seperti aneh aja menurutku. gak seperti biasanya.
Tapi gak boleh loh menuduh tanpa bukti? hati kecil mulai berbisik padaku. Habisnya, aku tak pernah loh merasakan hasrat yang menggebu seperti semalam kan? bisa aja kan memang hormon kamu yang meningkat. Itu juga mempengaruhi loh. Ahh, suka-sukamu lah wahai hati kecilku. Aku percaya aja deh, daripada benjol. Benjol apanya? tau ah, gelap.
"Non, kok Den Rendi belum turun sarapan yah? gak biasanya loh seperti ini. Tapi mbok heran, pagi ini kalian kompak sekali,sarapannya pada telat. Biasanya tepat waktu dan sarapan bareng. " Ucap mbok penuh keheranan.
"Gak tau juga mbok. Nanti mbok panggil aja dikamarnya. "
"Emang Non hari ini mau keluar yah? soalnya gak seperti biasanya udah mandi dijam seperti ini. " Ucap mbok kepo.
"Iya, mbok. Hari ini aku mau keluar untuk bertemu dengan adik perempuanku. " Ucapku berbohong.
"Oh, seperti itu rupanya. Ya sudah, mbok mau panggilin Den Rendi dulu kalau begitu. " Ucap mbok membuatku menganggukkan kepala.
Baru juga mbok mau menaiki anak tangga, terlihat Rendi sudah turun duluan. Melihat itu, mbok kembali kedapur untuk membuatkan susu hangat untuk tuan raja. Tapi kok, kesukaan kami sama yah? sama-sama suka pada susu hangat.
"Wah, kalian berdua nih kompak sekali. " Ucap mbok menyodorkan susu hangat itu kepada Rendi sambil senyum-senyum.
"Kompak gimana,mbok? " tanya Rendi penasaran.
"Turun sarapannya, telat.. lalu, Sama-sama udah mandi dan keramas. Kayak pasangan suami istri saja. Hehe. " Ucapan mbok membuatku tersedak.
"Hadu Non, makannya pelan-pelan dong! tuh kan akibatnya. " Ucap mbok menepuk-nepuk belakangku lalu memberikanku air minum.
Terlihat bocah tengil itu tertawa kecil mengejekku. Hufft, mbok juga kenapa berpikiran seperti itu sih? ada-ada saja deh. Tapi memang benar juga sih perkataan mbok itu. Ini lagi hati kecil ikut-ikutan mbok aja. Haha rasain lu kena skak mat ama mbok. Hadu, Lama-lama ku pecat juga kau wahai hati kecilku.
__ADS_1