Hasrat Terlarang [Suka Sama Suka]

Hasrat Terlarang [Suka Sama Suka]
Ketahuan oleh Shania


__ADS_3

Untungnya, adik iparku itu tak mau menuruti keinginan Shania tersebut. Heran aja pada gadis itu, kupikir dia adalah gadis polos dan type yang bisa menjaga kehormatan nya sebagai wanita. Mungkin dirinya penasaran kali yah, gimana rasanya bermadu kasih itu?


"Sayang, buktikan kalau kamu itu mencintaiku! aku hanya ingin disentuh olehmu, mau yah? " ucap Shania menggoda keimanan adik iparku tersebut.


"Kalau kita bermadu kasih tanpa belum adanya ikatan pernikahan, itu namanya bukan cinta tapi nafsu. Kamu bersabarlah dulu, tunggulah sampai hari itu tiba dulu yah! " ucap Rendi tak termakan rayuan gadis nakal itu.


'Ayolah Rendi, ajaklah Shania keluar dari kamar ini, dan pastikan juga mas Rangga sudah pergi dari rumah ini agar aku bebas dari lemari bajumu ini. Sumpah, Lama-lama aku mati kepanasan didalam sini.' Batinku meronta.


"Oh, kalau melakukan sebelum ada ikatan pernikahan, namanya bukan karena cinta yah? berarti yang kamu lakukan dengan kak Renata itu karena nafsu semata? " Ucapan Shania bikin aku syok. Apa dia tau semuanya?


"Maksud kamu apa, berkata seperti itu? kan aku sudah bilang kejadian di taman kemarin itu hanya ingin membuatmu cemburu saja. Jangan asal nuduh dong, aku tidak pernah melakukan hal itu dengan kakak iparku sendiri. Jadi tolong, jangan membuat fitnah yang akan membuat orang lain salah paham nantinya. " Ucap Rendi dengan nada emosi.


Sudah kuduga pasti Shania belum percaya dengan semua yang terlihat di taman kemarin. Tapi kan, saat itu kami hanya berpelukan saja dan tak melakukan hal terlarang. Kok bisa-bisanya dia mengatakan kalau Rendi dan diriku sudah melakukan hal terlarang itu?


Emang sih kami sudah melakukannya beberapa kali secara sembunyi-sembunyi. Nah, dari mana dia tau coba? sedangkan kami melakukannya dirumah ini, dan bukan dihotel atau tempat lainnya. Pasti gadis itu hanya menerka-nerka saja karena dirinya masih curiga dengan apa yang dilihatnya kemarin di taman itu.


"Aku tak bodoh, sayang. Kalian telah menusuk bang Rangga dari belakang. Gimana reaksi bang Rangga yah kalau tau istrinya berselingkuh dengan adik kandungnya sendiri? oh atau orangtua kalian tau, pasti akan seru deh. " Ucap Shania membuatku makin syok.


"Apa buktinya kamu berkata seperti itu? hanya karena aku tak mau menyentuhmu, kamu mau mengancamku, begitu? " ucap Rendi mendorong tubuh Shania hingga gadis itu tersandar ditembok.


"Ada banyak buktinya, mau kutunjukkan? lepaskan aku dulu. " Ucap Shania kembali mendorong tubuh Rendi dari hadapannya.


Aku sudah tak sabar, bukti apa yang dipunyai Shania hingga dia yakin kalau aku dan adik iparku mempunyai hubungan terlarang. Hingga tampak terlihat dia mengeluarkan ponselnya. Apa dia akan menelpon mas Rangga? sejenak hening, hingga terdengar rekaman suara dari ponsel gadis itu.

__ADS_1


Tamatlah riwayatku, ternyata bayangan yang terlihat olehku saat berdebat dengan adik iparku diruang makan waktu itu adalah bayangannya Shania? ternyata dia merekam perdebatan kami berdua. Di rekaman itu juga terdengar jelas saat kami membicarakan tentang hasrat terlarang. Dan telah bermadu kasih atas dasar suka sama suka.


"Bukan cuma itu saja sih buktinya, masih ada satu lagi. " Ucap Shania melangkahkan kakinya secara perlahan menuju kerah lemari tempatku berada.


Aku berdoa dalam hati agar Shania tidak menemukanku disini. Tapi doaku tak terkabulkan, dengan satu tarikan, Shania membuka lemari dan terlihat aku yang sedang duduk didalamnya. Hari ini benar-benar tamat riwayat ku. Persiapkan mental untuk menghadapi masalah yang sudah jelas didepan mata.


"Taraaa.. gimana dengan semua bukti yang kutunjukkan? apakah kalian akan mengelak lagi? kalian pikir aku bodoh yah?" ucap Shania menarik ku untuk keluar dari lemari tersebut.


"Shania aku bisa jelaskan semuanya padamu, tolong dengarkan aku! " ucapku memohon kepadanya.


"Gak perlu dijelaskan lagi. Kamu pasti dengar dong ucapan Rendi saat aku menggodanya tadi? kalau bermadu kasih tanpa belum adanya ikatan pernikahan itu bukan karena cinta. Nah, dia tak mau melakukannya denganku, berarti dia mencintaiku. Sedangkan kakak? hanya dijadikan sebagai pemuas nafsu semata. Haha, tampak jelas kan kalau kakak itu wanita murahan. "


Plaaaaak


"Kamu akan membayar tamparan ini. Lihat saja, bang Rangga akan segera menceraikan mu. Dan orangtuamu akan menanggung malu atas perbuatan kotormu itu. " Ucap Shania yang masih terdengar jelas dikuping ini.


Aku hanya terdiam membisu dan tak menghiraukan ucapan gadis itu. Saat ini pikiranku sedang ambruk. Maafin aku Ma, Pak jika nanti kalian akan menanggung malu atas perbuatanku yang hina ini.


Saat diriku terkulai tak berdaya, datanglah mbok Ijah menghampiriku. Mbok mengangkat ku dan menuntun ku untuk kembali ke kamarku. Aku menurut saja, sehingga secara perlahan aku berjalan menuju kekamar ku untuk menenangkan pikiran.


"Apa mbok, mendengarkan semuanya? dan suamiku kemana? " mbok hanya mengangguk mengiyakan.


"Kalau Den Rangga, sudah pergi lagi, tapi gak ngomong mau kemana. " Ucap mbok lalu menepuk-nepuk belakangku dengan lembut.

__ADS_1


Ternyata mbok Ijah mendengar semua ucapan yang dilontarkan oleh Shania tadi padaku. Tapi sudah gak ada gunanya aku menyuruh mbok untuk tutup mulut. Toh, Shania sendiri yang akan memberitahukan hal ini secara langsung kepada suamiku.


Apakah, aku harus jujur saja terlebih dahulu kepada mas Rangga, sebelum Shania yang melakukannya? mungkin kalau dengar langsung dariku, mas Rangga bisa memaafkanku. Lagipula dia juga berselingkuh dibelakangku kan? namun sayang, aku tak mempunyai buktinya.


"Non, kalau butuh apa-apa panggil mbok aja yah? sekarang mbok mau lanjutin beres-beres dulu." Ucap mbok lalu aku mengangguk memberi tanggapan.


Saat tengah berpikir keras untuk mencari jalan keluar untuk masalah besar ini, tiba-tiba ponselku berdering tanda ada yang memanggil. Oh pantesan saja mas Rangga langsung pergi begitu saja, mungkin tadi sempat melihat ponselku diatas nakas dan berpikir bahwa aku lupa membawanya.


Apakah secepat itu Shania melaporkan semuanya kepada mas Rangga? aku menarik nafas panjang, dan bersiap untuk menerima kenyataan. Walaupun ragu, aku pun mengangkat telepon dari suamiku tersebut,


"Hallo, sayang.. kamu darimana aja sih? aku tadi dari rumah untuk menjemputmu, tapi kamunya gak ada. Ditelepon gak dijawab, taunya ponsel kamu kulihat didalam kamar tadi." Ucap mas Rangga terlihat masih biasa saja. Berarti Shania belum memberitahu semuanya.


"Eh, anu, mas.. tadi aku ke supermarket belanja kebutuhan ku, mas. Ponselku ketinggalan di rumah tadi, maaf yah, sudah bikin kamu khawatir. Oya, emang ada acara apa sampai mau menjemputku? " ucapku sesantai mungkin agar mas Rangga tak menaruh curiga.


"Masa kamu lupa sih, hari ini kan adik kamu akan mendaftar kuliah di kota ini. Bukannya dia sudah memberitahu mu semalam? tadinya dia nelpon kamu untuk menjemputnya, tapi karena gak tersambung, dia malah minta tolong kepadaku. Untung aku juga sudah kembali dari luar kota. Jadi sekarang kami sudah menuju pulang ke rumah. " Ucap mas Rangga membuatku tepuk jidat.


Aku sampai lupa kalau hari ini Reni akan datang kesini. Tapi kan semalam, dia gak ngomong untuk dijemput olehku. Terus pas aku nanya, katanya ada keperluan penting. Mana tau kalau keperluannya itu untuk mendaftar kuliah. Tapi syukur deh, sekarang dia sudah dijemput oleh mas Rangga.


Pokoknya aku harus menyambut kedatangan suami dan adikku itu dengan rona bahagia. Ku kuatkan hati, dan mencoba melupakan sejenak tentang Shania. Aku yakin adik iparku itu bisa mengurusnya. Kan Shania cinta pada adik iparku, pasti dia akan menuruti semua perkataan Rendi.


Terserah lah gadis itu menganggap ku wanita murahan, yang paling terpenting masalah ini tidak sampai ke telinga mas Rangga atau orangtua kami masing-masing.


Kebetulan juga adik perempuan ku akan menginap di rumah ini, jadi aku akan mencari tau apakah dia dan suamiku mempunyai hubungan special? kebersamaan mereka tempo itu kuanggap hanya kebetulan semata. Dan aku ingin memastikan dengan mata kepalaku sendiri tentang hubungan mereka berdua.

__ADS_1


Masalah wanita yang terekam sedang bermadu kasih dengan suamiku? itu juga akan ku selidiki. Tapi satu persatu dulu gak bisa sekaligus. Jadi kan kalau aku menemukan bukti perselingkuhan suamiku, aku tak takut lagi kalau Shania membongkar semuanya. Berarti kami impas.


__ADS_2