![Hasrat Terlarang [Suka Sama Suka]](https://asset.asean.biz.id/hasrat-terlarang--suka-sama-suka-.webp)
Akhirnya kami pun tiba di sebuah apartemen mewah milik adik iparku. Padahal dia itu baru saja lulus sekolah dan belum mempunyai pekerjaan tetap. Kok bisa yah mempunyai apartemen semewah ini? hmm pasti ini pemberian dari orangtuanya.
Sebenarnya ada dua kamar sih kalau Rendi ikut tinggal disini. Tapi janganlah, ntar bisa khilaf lagi. Lebih baik sekarang fokus untuk menyusun rencana agar diriku bisa segera berpisah dari mas Rangga. Aku akan memberikan dia pelajaran, karena selama ini telah menipu hatiku.
"Kak, bolehkah sebelum pergi aku meminta jatah? " tanya Rendi membuatku melototinya.
"Jangan macam-macam deh bocah tengil, ingat belum mukhrim. " Ucapku menabok kepalanya.
"Tapi kemarin-kemarin kan kita udah melakukannya beberapa kali. Ayo dong, kak lagi pengen nih! "
"Gak mau, kamu pulang sana! "
Bukannya menuruti perintah ku, bocah tengil itu memohon sambil menunjukan wajah frustasi nya menahan semua hasrat yang begitu kuat untuk melakukan hal panas itu lagi.
Sehingga tanpa aba-aba dia melayangkan sebuah ciuman lembut dibibir ini. Itu begitu menyentuh hatiku sampai tak terasa aku ikut terlena dengan perlakuannya. Sebenarnya aku tak mengiyakan, dan juga tidak menolak perlakuannya. Aku hanya diam menikmati ciuman yang diberikannya itu sambil memejamkan mata.
Hingga dadaku pun bergejolak, sehingga membalas ciuman itu dan membuat adik iparku merasa bahagia. Malam ini, kami pun melakukannya lagi, padahal diriku masih jadi istri dari mas Rangga.
Mungkin karena sudah kesekian kalinya melakukan hal terlarang ini, membuatku tak rela jika adik iparku ini menjadi milik Shania. Kini hatiku benar-benar sangat mencintainya dan tak mau lepas darinya. Bolehkah aku egois seperti ini?
Saat masih menikmati sentuhan adik iparku, tiba-tiba saja dia menarik wajahku dengan pelan dan menangkup nya dengan kedua tangannya.Mata kami pun saling memandang, wah.. betapa indahnya ciptaan sang pencipta atas karyanya berbentuk seorang pria tampan dan sangat sempurna dimataku ini.
"Ah, kakak begitu cantik.. aku sudah tak sabar menunggu perceraian kakak dengan bang Rangga. " Ucap Rendi menatapku membuat pipiku merona.
"Terus kalau aku sudah bercerai nanti, kamu mau apa? jangan bilang kalau diriku cuman dijadikan sebagai selingkuhan dan pemuas nafsumu semata. " Ucapku memegang pipinya dengan kedua tanganku.
"Siapa bilang, setelah kakak resmi bercerai, aku akan melamar kakak dan setelah mendapat restu dari orangtua kita masing-masing,kita langsung menikah. " Ucap Rendi lalu mencium kening ini.
Apakah akan semudah itu nantinya? kupikir nantinya akan banyak rintangan yang harus kami lewati jika menginginkan pernikahan itu. Walaupun nantinya kemungkinan acara pertunangannya batal dengan Shania, dan diriku bercerai dari mas Rangga, belum tentu aku dan Rendi akan mendapat restu dari orangtua kami masing-masing.
Apalagi orangtuaku, pasti mereka akan merasa malu dengan perbuatan anaknya ini yang telah berselingkuh dengan adik iparnya sendiri. Walaupun mereka sudah mengetahui sikap mas Rangga yang telah menipuku, sudah sangat jelas mereka tak akan terima jika diriku berhubungan dengan keluarga mas Rangga lagi.
"Apa yang kakak pikirkan? tenang, itu urusanku dengan orangtuamu nanti. Aku yakin mereka akan merestui hubungan kita berdua. Jadi jangan khawatirkan masalah itu yah? " ucap Rendi seakan tahu dengan isi pikiranku.
__ADS_1
"Kalau jodoh, pasti akan bersatu. Sekarang kamu pulanglah, dan semoga rencana kita untuk membuat malu mas Rangga dan Shania berjalan dengan lancar. Dan juga, tolong hapus rekaman video terlarang kita! aku tak mau kalau jadi konsumsi publik nantinya, malu-maluin. " Ucapku membuatnya cengengesan.
"Hehe gak akan kuhapus sebelum kakak jadi istriku. Tenang, video itu aman kok dan hanya akan jadi konsumsi pribadiku. " Ucapnya lagi lalu memungut bajunya untuk dikenakannya kembali.
Ah, sungguh keterlaluan bocah tengil itu menyimpan video terlarang diponsel pribadinya. Aku takutnya sewaktu-waktu video tersebut disebarkan oleh orang yang tak bertanggung jawab. Bisa saja kan, siapa tahu ponselnya hilang dan ditemukan oleh orang lain?
Setelah dia memakai kembali pakaiannya, dia pun menarik ku yang tak memakai sehelai baju pun,lalu memelukku dengan mesra.
"Sudah sana pergi, aku mau bersihin badanku nih! " ucapku mengusirnya secara halus. Padahal inikan adalah apartemen miliknya, hehe.
"Iya, bawel. Nanti kita teleponan yah? karena kalau jauh dari kakak, hati ini selalu rindu. "
"Hmmm, ok.. kamu hati-hati yah pada mas Rangga. Dan jangan sampai ketahuan kalau aku tinggal di apartemen mu ini. Sama Mbok juga, jangan diberitahu. " Ucapku mengingatkan nya.
Akhirnya setelah dia pergi, akupun mengunci pintu dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri yang kotor karena habis berperang diatas kasur bersama adik iparku tersayang.
Semoga saat dia sampai di rumah nanti, mas Rangga tidak melakukan hal buruk kepadanya. Mengapa hidupku jadi begini yah? padahal aku hanya ingin hidup dengan bahagia setelah pernikahan itu. Kupikir mas Rangga tulus mencintaiku, namun ternyata tak seperti yang kubayangkan.
Mungkin aku yang terlalu bodoh hingga baru mengetahuinya setelah menikah. Seandainya aku tau dari awal, ah sudahlah, penyesalan memang selalu datang belakangan.
Setelah mandi, aku pun iseng membuka ponsel lalu tanpa sengaja melihat status WA mas Rangga yang berkata,
'Tunggulah dendam ku, dan kupastikan kamu akan menanggung malu selamanya. '
deg..
Apa status WA tersebut ditujukan kepadaku? apa maksudnya mas Rangga mengatakan akan menanggung malu untuk selamanya? semoga semuanya baik-baik saja. Aku yakin adik iparku akan melakukan semua yang terbaik. Lagipula, mas Rangga sekarang sudah tak mempunyai bukti lagi karena kan sudah dihapus oleh Rendi semuanya.
Palingan itu hanya gertakan saja, agar diriku merasa takut dan bisa membuatku menuruti semua perintahnya. Gak ada istri yang mau suaminya berselingkuh dengan wanita lain. Apalagi jelas-jelas dia sendiri mengatakan bahwa tak ada perasaan cinta dihatinya untuk istrinya ini.
Berarti, sekarang dia sudah dalam keadaan baik-baik saja. Buktinya bisa memegang ponsel bahkan bisa menulis status WA segala.Jadi aku gak perlu repot-repot mengkhawatirkan kondisinya yang terjatuh di tangga tadi.
Eh iya jadi lupa, besok kan ada janjian untuk bertemu dengan para sahabatku. Pasti mereka marah deh karena aku tak pernah aktif digrup WA. Daripada dipecat dari persahabatan, mending aku kirim chat aja dulu dan mengesampingkan masalah rumah tangga ku.
__ADS_1
[ Maaf yah, baru bisa hadir lagi.. soalnya lagi banyak masalah. ] Aku
[Ah, kamu baru nongol aja. Emang lagi ada masalah apa? cerita dong pada kami, siapa tau bisa bantu, ya kan? " Ria
[Biasa masalah rumah tangga. ] Aku
[Apa kamu diselingkuhin ama suami kamu? ] Seno
[Atau jangan-jangan malah kamu yang selingkuhin suamimu? " Fandi.
[Huss, kalian berdua tuh sok tau amat sih! jangan di dengarin, Ren.. dasar dudul kalian berdua. ] Gladys.
[Hehe, besok jadi kan kita ketemuannya? kalau jadi, nanti sekalian aku curhat kepada kalian. Siapa tau bisa kasih solusi. ] Aku.
[Ok, cantik. ] Ria
[Yah, nanti besok lah kamu ceritakan. Tapi padaku dan Ria saja. Kalau ama yang dua lagi, takut mulut ember. ] Gladys
[Okelah kalau gak ngajak-ngajak, fine. ] Fandy
[Kalau gitu kita ketemuan berdua aja yah, Fan?] Seno
[ Jangan ngambek, pokoknya besok kita harus komplit titik gak pake koma. ] Aku
[Mending aku ngumpul ama besti daripada berduaan ama lu. Jijay deh pisang ketemu pisang. ] Fandi
[Hahaha, biasanya juga lu DM gue, minta ketemuan. ] Seno
[Jangan fitnah lu.. dasar pisang. aku mau bobo dulu, sampai jumpa besok yah besti. ] Fandi
[Iya, semoga mimpiin aku yah? hahahahaha. ] Seno
Ada-ada saja kedua sahabatku itu yang tak pernah akur dari dulu. Ah, lebih baik aku tidur dan mempersiapkan diri untuk pertemuan indah dengan ke empat sahabatku pada esok hari. Semoga saja tak ada halangan, dan jangan sampai bertemu dengan mas Rangga dijalan. Bisa berabe jadinya.
__ADS_1