Hasrat Terlarang [Suka Sama Suka]

Hasrat Terlarang [Suka Sama Suka]
Terselamatkan oleh mbok


__ADS_3

Aku berharap semoga Rendi bisa menghalangi mas Rangga agar tak masuk duluan kedalam kamar. Aku menguping pembicaraan mereka dari balik pintu kamar Rendi,


"Mungkin,lagi dihalaman belakang kali, bang? aku juga tak melihatnya karena seharian ini aku ngurung terus didalem kamar. " Ucap Rendi membuatku berharap agar mas Rangga langsung ke sana untuk mencariku.


"Iya kah? aku cari kekamar dulu deh, mungkin dia ketiduran. " Ucap mas Rangga membuatku panik.


"Kayaknya gak ada deh, coba abang kehalaman belakang dulu, soalnya tadi pas aku turun ngambil minum, sempat melihat dia kearah sana. "


"Tadi katanya, kamu seharian nih ngurung terus dikamar, kok sempet-sempetnya bisa yakin kalo Renata ada dihalaman belakang? " pertanyaan mas Rangga makin buatku panik.


"Kan aku udah bilang, tadi aku turun buat ngambil minum didapur. Yah udah, kalo abang gak percaya. Aku mau masuk kedalam kamar lagi. Jangan berisik! "


Terdengar suara langkah kaki menuruni anak tangga membuatku seketika lega. Tanpa menghiraukan ocehan adik iparku,dengan buru-buru diriku keluar dari kamarnya tersebut dan langsung masuk kedalam kamarku. Akupun berpura-pura merendam diri di bathtup sambil dengerin musik pake headset biar kelihatannya aku tak menyadari atau mendengar kedatangan suamiku tersebut.


Aghh, sungguh ide cemerlang yang menghinggapi otak ku ini. Akupun menikmati alunan musik, lalu tak berapa lama kemudian ada yang mengusap pundakku.


Aku tersentak karena kehadiran mas Rangga tersebut yang secara tiba-tiba. Ini nyata kaget alami yah bukan karena pura-pura doang. Soalnya pake headset, makanya gak menyadari kehadiran suamiku itu yang hampir membuat jantungku copot. Ditambah lagi gak ngunci pintu kamar mandi, gimana gak kaget coba?


"Sayang, pantesan aja dipanggil dari tadi gak nyahutin. Rupanya lagi asyik berendam disini sambil dengerin musik segala. " Ucap mas Rangga terlihat tenang.


" Mas Rangga? bukannya besok baru kembali? apa pekerjaannya udah tuntas diluar kota? "tanyaku dengan ekspresi kaget yang dibuat-buat.


"Harusnya senang dong, pekerjaan suamimu ini cepat selesai sehingga bisa menghabiskan waktu bersamamu. " Ucap mas Rangga menaik turunkan alisnya untuk menggodaku.


Karena posisinya aku lagi berendam di bathtup, mas Rangga malah ikutan juga biar romantis katanya. Idih, bilang aja kalo lagi pengen. Akhirnya kami berdua pun berendam bareng dan tak perlu ditanyakan lagi yah apa yang terjadi selanjutnya?


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶

__ADS_1


Saat makan siang, mas Rangga menyampaikan bahwa nanti sore kalau ibu dan bapak akan pulang membawa tamu istimewa. Dan mas Rangga meminta diriku untuk menyiapakan menu makan malam nanti. Kupikir, mas Rangga akan memesan makanan lewat online, jadi aku tinggal menata diatas meja doang nantinya, kan gampang.


"Ini uang buat belanja semua kebutuhan untuk makan malam nanti.Nanti kamu akan diantar oleh Rendi ke supermarket. Aku gak bisa nganter kamu, karena setelah ini harus kekantor dulu untuk menemui rekan bisnisku. " Ucap mas Rangga lalu menyodorkan uang berwarna merah dalam jumlah yang lumayan banyak.


"Mas, kamu kan tau sendiri aku tuh gak bisa masak. Pesan online aja yah biar gak ribet.Apalagi mbok sekarang lagi gak ada, nanti aku nya kerepotan menyiapkan semuanya sendirian. " Ucapku memberi saran.


"Ibu tadi nelpon, katanya pengen makan masakan kamu. Kan nanti bisa liat di youtube resep-resepnya, mas yakin kamu pasti bisa. Semangat. " Ucap mas Rangga lalu memelukku dari belakang.


Aku pun terpaksa mengangguk walaupun dalam hati ini sangat gugup kala memikirkan kedua mertuaku dan tamu istimewanya memakan semua masakanku. Bisa dipecat nantinya sebagai menantu. Hufttt semoga aku bisa, nanti aku nelpon ibuku aja dan minta tolong pada beliau untuk memberikan resep makanan yang enak. Kan beliau ahlinya kalo soal masak memasak.


Aku tersadar saat melihat kearah adik iparku yang kelihatan menahan api cemburu dihatinya. Yah aku bisa melihat dengan jelas cara pandangnya itu kepada mas Rangga yang sedari tadi tak melepas pelukannya dariku.


"Sayang, sampai ketemu saat makan malam yah? ingat, kamu pasti bisa memasak masakan yang paling enak. " Ucap mas Rangga mengecup kening dan pipiku berulang kali lalu beranjak pergi.


Aku tersenyum senang, jujur keromantisan yang diberikan oleh mas Rangga sedari pulang tadi membuatku serasa melupakan semua kesalahannya yang telah bermain api dibelakangku. Sehingga diriku juga lupa bahwa diriku telah memberi harapan palsu kepada adik iparku. Haruskah aku menjaga perasaan adik iparku tersebut?


" Cieee yang senang habis bermesraan dengan suaminya. Berarti kejadian tadi pagi, itu karena diriku dijadikan pelampiasan doang dong? "ucapan adik iparku membuat ku membuyarkan lamunanku.


"Terseralah, sekarang ayo siap-siap kita kan mau belanja buat makan malam nanti." Ucap adik iparku membuatku buru-buru membersihkan meja makan dan mencuci piring bekas kami makan tadi.


Jam satu siang, aku diantar oleh adik iparku ke supermarket menggunakan sepeda motornya. Katanya sih, kalau pake mobil, lama nyampenya karena jalanan biasanya macet. Aku sih terserah dia aja, mau pake mobil kek, sepeda motor kek, becak kek, yang penting bisa nyampe ketempat tujuan.


Namun aku merasa aneh, jelas- jelas sudah ada supermarket didepan mata, eh malah tancap gas membuatku terjengkang karena kebiasaan tanpa aba-aba melajukan kecepatan motornya. Untung saja aku langsung memegang pinggang nya dengan erat kalo gak, sudah pasti diriku jatuh dari atas motor tersebut.


Aku menepuk-nepuk belakang nya dan sedikit berteriak mengatakan kalau supermarket nya sudah kelewat jauh. Tapi, dia gak mendengarkan teriakanku atau mungkin pura-pura tuli kali yah, apa mungkin dia mau membawaku kepasar? ahhh biarkanlah, suka-suka dirimulah.


Tibalah kami di sebuah tempat yang terlihat kumuh. Aku heran kenapa adik iparku tersebut membawaku ketempat ini. Ditempat itu ada beberapa rumah yang didesain khusus. Namun ada juga rumah yang tidak layak huni. Sungguh sangat memprihatinkan.

__ADS_1


Disekelilingnya banyak anak kecil yang sedang kejar-kejaran sambil tertawa bahagia. Aghh, dalam kondisi mereka yang seperti ini, masih ada tawa terpancar dari wajahnya masing-masing seperti tak mempunyai beban hidup. Saat mereka menyadari kehadiran kami,


"Horeee.. kak Rendi datang.. kak Rendi datang.. " terlihat mereka begitu bahagia saat melihat kedatangan Rendi.


Mungkin karena mendengar keriuhan anak-anak tersebut, ada tiga orang wanita dewasa menghampiri kami. Mereka melemparkan senyum kepada Rendi dan menatap heran kepadaku. Anak-anak yang tadinya kelihatan sedang kejar-kejaran, kini sudah duduk dengan rapi di hamparan tanah.


"Hari ini, aku ditemani oleh kakak cantik, namanya kak Renata. Ayo kasih salam kepada kakak cantik! " ucap Rendi memperkenalkan ku kepada anak-anak ditempat itu.


"Hallo semuanya, senang bertemu dengan kalian. " Ucapku sambil tersenyum ramah dihadapan mereka.


Terlihat anak-anak itu saling berbisik, entah apa yang mereka bicarakan. Membuatku tersinggung aja. Hehe masa ama anak kecil pake tersinggung segala. Mungkin saja kan mereka terpesona dengan kecantikanku.


Setelah Rendi menyerahkan amplop kepada salah seorang wanita paruh baya, yang ku perkirakan adalah ibu asuh anak-anak tadi. Entahlah, nanti aku tanyakan pada Rendi lain waktu saja. Saat ini yang membuatku panik, adik iparku tersebut tak kunjung mengantarku untuk berbelanja bahan makanan di supermarket. Mana ini udah jam tiga sore lagi. Yang ada bisa dipecat ibu mertua nih jadi mantu.


Akhirnya, Rendi pun pamit kepada mereka, dan berjanji nanti akan kesini lagi bersamaku. Mendengar itu akupun memberikan senyum kepada mereka lalu melambaikan tangan.


Nah dalam perjalanan,aku ngomel-ngomel kepada Rendi, karena telah membohongi ku. Kalau tau dia gak mau mengantarku berbelanja, mending aku mesan taxi online atau ojek sekalian. Sungguh mengesalkan.


Bukannya menanggapi kekesalan ku, dia malah berhenti dirumah orang lain lagi. Lagian rumah siapa pula ini? setelah turun, Rendi mengajakku untuk masuk kedalam rumah tersebut. Awalnya aku menolak karena mengingat waktu yang mepet. Tapi setelah melihat siapa yang keluar dari rumah tersebut, membuatku mengikuti langkah kakinya.


Oh, ternyata ini rumah si mbok. lah, ngapain juga mampir kesini? mbok kan udah minta izin libur dulu untuk merawat cucunya yang sedang sakit. Jangan bilang bocah tengil itu mau memaksa mbok balik untuk kerja lagi?


" Mbok udah belanja sesuai permintaan den Rendi. Dan semuanya sudah dimasak seenak mungkin. Nanti bawanya hati-hati yah biar gak tumpah. "Ucap mbok membuatku melongo.


Ternyata Rendi sudah menyuruh mbok untuk memasak makanan yang banyak ini? sungguh tega, gak liat situasi mbok yang lagi sibuk mengurus cucunya yang sakit. Ini malah ditambahi beban lagi.


" Rendi, kamu apa-apaan sih pake nyuruh mbok segala? kan kamu tau sendiri mbok lagi cuti karena sedang merawat cucunya. Ini malah ditambah susah lagi. "Ucapku kesal.

__ADS_1


" Kesalnya nanti aja yah? sekarang ayo kita buru-buru pulang karena sebentar lagi mereka nyampe dirumah. Sekarang aja kata mas Rangga sudah dalam perjalanan. Untuk marah-marahnya, pending dulu ajah yah!"Ucap Rendi menaiki motornya dan menyuruhku untuk segera naik juga.


Karena waktu yang sudah mepet, aku menuruti saja ucapannya. Lagipula hatiku senang sih, bisa terselamatkan. Jadi gak perlu repot deh buat masak. Setelah diriku naik diatas motor, tak lupa kami berterimakasih pada mbok karena sudah mau membantuku menyiapkan menu makan malam.


__ADS_2