Hasrat Terlarang [Suka Sama Suka]

Hasrat Terlarang [Suka Sama Suka]
Menyumpahi suami sendiri


__ADS_3

Untuk menghilangkan rasa kesal ku, akupun mengajak adik iparku tersebut untuk melabrak mas Rangga dan Shania. Namun lagi-lagi dia menolak dan mengatakan untuk membiarkan saja dulu permainan mereka.


"Yah gak bisa gitu dong, kalau terus dibiarkan nanti seluruh kaum wanita rusak gara-gara perbuatan abangmu itu. Dan aku juga tak mau adik perempuanku masuk kedalam perangkapnya. " Ucapku kesal.


"Walaupun kakak melabrak nya sekarang, gak akan ada gunanya juga. Akan sulit loh mengubah sifatnya yang suka bermain perempuan karena itu sudah mendarah daging ditubuhnya. "


"Tapi kan aku istrinya, dan aku berhak untuk melabrak nya. Kalau dia tak mau berubah juga, aku akan minta pisah dari dia. Aku hanya tak ingin adik perempuanku jadi sasaran berikutnya. "


"Lah, kalau adik kakak itu menyukai bang Rangga emang kakak bisa apa? walaupun udah dilarang pun, paling mereka akan bertemu secara diam-diam kan? apalagi kalau kakak bercerai dari bang Rangga, kesempatan emas dong bagi mereka. "


"Terus mau kamu gimana? apa aku harus diam saja dan mengikhlaskan pengkhianatan mas Rangga gitu? maaf aku tak sanggup melewati rumah tangga seperti itu. Lebih baik aku melabrak nya sekarang dan menyuruhnya untuk memilih. Kalau ternyata dia memilih untuk jadi playboy, aku mundur. " Ucapku membekap muka ini menahan kesedihan.


"Kalau akhirnya kakak berpisah dari bang Rangga,gak akan ada kesempatan untuk membalas perbuatannya yang telah membuat kakak sakit hati. Bahkan kakak dan keluarga akan menanggung malu nantinya. Apalagi kalau sampai ketahuan kalau bang Rangga menjalin hubungan dengan Reni, adik kandungmu sendiri. "


"Aku tak mau itu terjadi. " Ucapku singkat.


"Kalau begitu ikuti rencanaku, ayo kita lanjutkan lagi hubungan terlarang kita. Biar sama-sama impas. Lagipula, aku hanya mencintai kakak. Aku tau kakak belum sepenuhnya cinta kepadaku, karena masih terbagi dengan bang Rangga. Tapi aku siap menunggu cinta sepenuhnya dari kakak. " Ucap Rendi menggenggam tangan ini dengan erat.


Mungkin benar juga apa yang dikatakan oleh adik iparku tersebut. Kalau aku melabrak mas Rangga sekarang, pasti semuanya akan kacau. Belum tentu mas Rangga akan memilihku setelah aku mengetahui pengkhianatan nya. Seperti kata adik iparku, sifatnya itu yang suka bermain perempuan gak akan mudah untuk dilepaskan karena sudah mendarah daging.


Kalau begitu aku harus berpura-pura tidak mengetahui semua ini dan bersikap seperti biasa saja. Namun aku tetap harus mencari cara agar adik perempuanku menjauhi mas Rangga. Dan untuk membalas perbuatan mas Rangga, aku akan melanjutkan hubungan terlarang ku bersama adik iparku sendiri.


Kuakui memang saat ini aku sudah mulai mencintai adik iparku tersebut. Namun terhalang oleh rasa cintaku pada mas Rangga. Agh, sulit bagiku untuk menghapus rasa cinta ini yang masih 98% buat suamiku. Walaupun sudah mengetahui perbuatannya, masih sangat sulit rasanya.


"Kak, kita jalan-jalan dulu atau langsung pulang aja? " tanya Rendi membuatku kaget.


"Terserah kamu aja, asal kamu bahagia. "

__ADS_1


"Haha kayak lagu dong, asal kamu bahagia. Hmm yah udah kita pulang aja kalau gitu, mungkin kakak butuh istirahat. " Ucapnya membuatku mengangguk saja karena jujur saat ini tak mau diajak bicara.


________________________________


Sesampai dirumah, ternyata sudah ada Reni yang sedang menonton TV sendirian. Saat melihat kearah kami, matanya menelisik, mungkin karena bingung mengapa diriku dan adik iparku bisa masuk secara berbarengan. Tanpa menyapa, Rendi langsung menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamar pribadinya.


Aku berjalan kearah dapur untuk mengambil camilan dan membuat susu anget lalu kembali menghampiri Reni, dan kami menonton TV sambil sedikit mengobrol,


"Kakak darimana, kok bisa barengan ama Rendi? " tanyanya menautkan alisnya.


"Oh, tadi itu kakak mau ambil uang di ATM, tapi karena kamu dan mas Rangga hilang entah kemana, jadi aku meminta tolong kepada Rendi. Jangan mikirin hal yang aneh-aneh deh. " Ucapku menabok kepalanya.


"Oh seperti itu, maaf deh kalau udah salah paham. Hehe. " Ucapnya cengengesan.


Menurutku ini momen yang pas untuk menanyakan tentang hubungannya dengan mas Rangga. Semoga aja dia jujur, jadi aku bisa menasehati dirinya untuk menjauhi suamiku agar tak terkena jebakan batman.


"Oh, boleh saja. Emang mau bicara hal apa? " tanyanya menatap mata ini karena penasaran.


Baru juga mau bertanya, Lagi-lagi adik iparku mengganggu konsentrasi ku.


"Reni..kita nonton film horror yuk! berani gak? " tanya Rendi kepada adik perempuanku itu.


"Wah, seru tuh nonton film horror. Nonton dimana? " tanya Reni antusias.


"Kalau mau, yuk kita bertiga ke bioskop untuk menonton film horror terbaru. Aku sudah pesan tiga tiket, dan kak Renata harus ikut serta tidak boleh menolak, titik. " Ucap Rendi membuatku memutar bola mata malas.


Ngapain sih bocah tengil itu mengganggu ku untuk berbicara serius dengan Reni? pake ngajak nonton film horror segala dibioskop. Gak tau kalau aku orangnya penakut. Ajak kek nonton film romantis, kan gak bikin tegang.

__ADS_1


Melihat Reni yang begitu antusias diajak ke bioskop, terpaksa aku menurut saja untuk ikut bersama mereka. Aku juga gak rela kalau adik iparku pergi berduaan dengan Reni. Kalau mereka saling suka nantinya, gimana? gak boleh dibiarkan hal itu terjadi. Pokoknya Rendi hanya milikku. Loh, mas Rangga milik siapa? yah milik aku juga. Hehe..


Dalam perjalanan menuju bioskop, tiba-tiba ponselku berdering. Ternyata itu dari mas Rangga, sehingga aku pun mengangkat telepon tersebut,


"Sayang, maaf yah.. supermarket nya ramai, jadi harus antri untuk membayar. Kamu kok kayak lagi didalam mobil sih? "


"Iya, mas.. gak apa-apa kok. Ini aku diajak ama Rendi nonton film horror dibioskop. Tapi ada Reni juga kok, jadi maaf kalau mas pulang nanti, hanya ada mbok dirumah. "


"Oh, baguslah kalau begitu. Yah udah, mas matiin dulu yah, bye. "


Sambungan pun terputus, membuatku membuang nafas secara kasar. Dipikir mas Rangga aku tak tau kalau dia lagi check-in di hotel dengan Shania. Pake ngomong antri segala di supermarket. Ck, dasar lelaki buaya darat.


Kalau dipikir, apa kurangnya aku sebagai istrinya? padahal waktu itu aku masih segel, bukannya bersyukur malah mencari wanita lain lagi. Semoga saja terkena penyakit kelamin, biar tau rasa. Bukannya diriku jahat menyumpahi suami sendiri seperti itu, tapi karena emosi jiwa jadi gak sengaja berpikiran seperti itu.


Tuh kan jadi serba salah jadinya. Kalau mas Rangga terkena penyakit itu beneran, bisa-bisa tertular pada diriku dong? kan aku masih sah istrinya, dan pasti masih akan bermadu kasih dengannya.Huuu,amit-amit cabang bayi. Maafin aku ya Allah, tolong jangan dengarkan ucapanku tadi. Itu tak disengaja, aku khilaf.


"Kakak ngapain geleng-geleng kepala kayak gitu? " Ucap Reni membuat lamunanku buyar seketika.


"Haha, kesambet kali Ren. Atau goyang tiktok baru tuh, geleng-geleng kepala. Ntar putar dulu musiknya ah, biar kak Renata lanjutin jogetnya. "Ucap Rendi membuatku kesal aja deh.


" Iya itu goyang terbaru ala-ala Renata. Puas kalian. "Ucapku lalu membuang muka.


Kami pun sampai dibioskop, hingga akhirnya saat menunggu jam tayang yang belum dimulai, Reni tiba-tiba mencolek ku dan menunjukkan sesuatu,


" Kak, itu kan suami kakak? "


Aku menoleh kearah yang ditunjuk oleh Reni, dan ternyata benar itu adalah mas Rangga dan Shania. Sepertinya mereka tak menyadari keberadaan kami. rupanya mas Rangga dan gadis itu, eh bukan gadis lagi,kan udah kebuka segelnya ama mas Rangga. Maksudku mas Rangga dan wanita itu akan menonton drama romantis. Jadi iri deh, gak pernah loh mas Rangga mengajakku ke bioskop untuk menonton drama romantis.

__ADS_1


Tapi aku bersikap biasa aja, tak terlalu mempedulikan, nah yang aneh adik perempuanku malah nangis lalu tanpa pamit pergi begitu aja meninggalkan aku dan adik iparku. Jangan bilang dia tak jadi menonton bersama kami? Haduuu, fiks ini kalau Reni cemburu melihat mas Rangga bersama wanita lain. Gak kebalik nih ceritanya?


__ADS_2